“Yang mulia duke, suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda,”
"Semoga anda selalu diberikan kesehatan dan kesejahteraan," ucap Luna dengan memberikan hormat kepada sosok laki-laki yang wajahnya terlihat muda dan tampan di depannya
Layar sistem muncul dengan notifikasi yang mengingatkan Luna tentang misinya mencari seorang guru privat dengan batas waktu yang telah di tentukan oleh sistem. Luna di dalam batinnya ingin memukul sistem itu jika seandainya memiliki wujud, karena begitu sangat menyebalkan, Luna sendiri di depan duke saja sudah sangat
tertekan dan tidak berani banyak bicara, setelah mengetahui sosok di depannya adalah sang duke sang yang datang tiba-tiba ke dalam ruangannya dan yang membuat Luna sadar itu adalah duke karena layar sistemnya memperlihatkan layar status sosok laki-laki yang ada di depannya. Luna dan duke saling diam hingga beberapa menit berlalu keduanya masih berdiri sampai sang duke yang memutuskan untuk duduk di sofa kosong dengan teh dan camilan yang telah tersedia di atas meja tamu itu, sedangkan Luna masih berdiri di depan duke dan memperhatikan.
Sang duke di mata Luna saat ini terlihat sangat menyeramkan, tidak aneh jika Luna di dalam novel sangat berani kepada duke, karena keduanya sama-sama bermuka menyeramkan dan jahat walaupun Luna bukan putri kandungnya.
“Aku dengar kalau kamu tidak sengaja tercebur ke dalam kolam dan tidak sadarkan diri selama dua minggu lebih,”
“Untunglah kamu baik-baik saja, ingat kamu adalah seorang yang berada di dalam bagian keluarga Arley, kamu harus menjaga martabat dan sikapmu yang seperti itu,”
"Dan pastikan hal seperti ini tidak akan terulang lagi," ucap sang duke dengan wajah dingin dan tidak berekspresi
Luna yang melihat ekspresi itu langsung mengerti, sesuai dengan alur di dalam novel duke tidak peduli sama sekali dengan putri angkatnya walaupun terluka sekalipun. Luna juga tidak berniat untuk terlalu bersikap manja kepada duke, karena takut jika sang duke malah sangat membenci dirinya yang hanya seorang putri angkat atau pengganti sama persis seperti yang berada di dalam game.
“Baik saya mengerti tuan duke,"
"Dan tuan duke bisakah saya menerima pendidikan keluarga lebih awal daripada usia yang seharusnya di dalam keluarga?” ucap Luna dengan tatapan yang serius dan yakin kepada sosok laki-laki yang duduk di depannya
Sang duke yang mengetuk-ngetuk sandaran tangan sofa sejak tadi tiba-tiba berhenti, setelah mendengarkan ucapan yang di ucapkan oleh Luna dengan tatapan yang begitu serius dan yakin. Sang duke merubah posisi duduknya dengan menyilangkan kedua kakinya dan memberikan isyarat kepada Luna untuk duduk di atas sofa
kosong yang berada di depannya, tanpa banyak berbicara Luna langsung melakukannya.
“Coba jelaskan apa yang kamu maksud saat ini? Alasan kenapa kamu ingin mengambil
pendidikan keluarga lebih awal,”
“Kamu harus mengerti belajar itu bukan sesuatu hal yang bisa dijadikan main-main oleh dirimu ketika kamu mengatakan ingin belajar,” ucap sang duke dengan tatapan dingin ke arah Luna yang kini telah duduk berada di depan duke tetapi tatapan Luna yang begitu yakin tidak akan mudah untuk goyah sang duke membuat sang duke menghela nafas dan mengizinkan Luna untuk mengambil pendidikan di usia awal dengan syarat yang sangat tidak terduga untuk Luna hingga membuat dirinya saat ini duduk satu meja makan dengan sosok laki-laki tiran yang sama sekali tidak peduli dengan putri kandungnya sama sekali
Misi yang diberikan oleh layar tipis sistem selesai begitu saja dan hadiah tersebut langsung diberikan skill sihir level satu kepada Luna, hal ini membuat Luna merasa perjuangannya sama sekali tidak sia-sia jika dia harus di satu meja makan dengan sang duke saat ini.
‘Aku bersyukur kepalaku masih berada di atas tubuhku dan dia masih sama sekali tidak peduli denganku juga tidak masalah,’
'Dia memang karakter seperti itu di dalam game, dingin dan tidak berperasaan,'
‘Tetapi yang terpenting sekarang aku telah menyelesaikan misinya dengan baik,’ ucap Luna di dalam batinnya yang merasa sangat ingin menangis karena terharu dengan yang baru saja dia kerjakan, walaupun begitu dia masih tidak mengerti kenapa duke ingin makan satu meja makan dengan dirinya yang padahal hanya seorang pengganti
putrinya yang menghilang beberapa tahun yang lalu
Setelah selesai makan, duke meminta asisten pribadinya untuk berbicara dengan Luna mengenai pendidikan keluarga Arley yang ingin dia pelajari, karena tradisi keluarga duke Arley biasanya memberikan pendidikan kepada calon pewaris mengenai tentang bakat yang mereka miliki, jika sang pewaris itu berbakat di sihir maka guru yang akan diberikan adalah guru sihir dan jika berbakat dalam menggunakan pedang maka yang akan di ajarkan adalah menggunakan pedang atau senjata lain dan sebagainya. Sang duke sendiri tidak akan ikut dalam pembicaraan
karena sangat sibuk dengan dokumen yang menumpuk di dalam ruangan kerjanya.
“Jadi nona, mari kita berbicara santai mengenai pendidikan yang akan nona ambil,”
“Karena anda sepertinya terlihat sangat serius untuk mengambil pendidikan ini jadi jika ada yang ingin nona inginkan katakan saja,” ucap sosok laki-laki berkacamata dengan rambut panjang yang di ikat
Luna yang melihat sosok laki-laki lembut dan tampan tidak bisa percaya dengan kenyataan kalau game otome ini di penuhi oleh laki-laki tampan, seperti biasanya layar tipis sistem langsung memunculkan sebuah misi baru untuk Luna yang baru saja beberapa menit yang lalu menyelesaikan sebuah misi. Luna yang melihat notifikasi layar tipis yang berada di depan matanya dan hanya bisa dilihat olehnya sendiri dengan perasaan sabar dan berusaha menahan saja saat ini.
Misi Luna kali ini untuk mendapatkan hati para guru privat dan hati asisten duke untuk berada di pihaknya. Luna yang melihat notifikasi sistem merasa semakin hari semakin gila melihat kelakuan layar sistem ini.
“Nona, tapi sebelum kita berbicara mengenai pendidikan keluarga Arley nantinya, lebih baik kita berbicara mengenai duke,”
“Bisa dikatakan duke sangat menyayangi dirimu sebenarnya, karena sang duke khawatir ketika kamu terluka dan ketika kamu sadar tetapi tidak mengunjungi dirinya,”
“Itu semua membuatnya khawatir kepada dirimu nona,” ucap sang asisten dengan tatapan serius dan senyuman pahit mengingat setiap sikap yang duke lakukan untuk Luna sedangkan Luna sangat tidak percaya dengan ucapan asisten itu mengingat ekspresi wajah dingin dan tidak bergerak sama sekali setiap sudut wajahnya
‘Itu sangat mustahil untuk menyayangi putri angkat atau penggantinya,’
‘Dia bahkan menekankan nama keluarga untuk mengingatkan aku kalau aku tidak boleh mempermalukan dirinya ataupun keluarga ini,’
Sistem Kekayaan Milik Antagonis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments