Keyna tidak tahu dirinya sekarang berada dimana,ia hanya terus berjalan sejauh jauh nya agar Ezra tidak menemukan dirinya.
"Tidak mungkin aku ke rumah ibu, pasti pria itu akan mudah menemukan ku" ucap Keyna.
"Keyna? Itu kau?" Tanya seorang pria,yaitu Aksa.
Keyna menatap kearah suara,ia terkejut saat melihat orang yang sudah begitu lama ia tidak jumpa.
"Aksa?" Lirih Keyna, dengan gerakan cepat ia memeluk pria itu.
"Kamu dari mana aja si? Begitu lulus SMA kau menghilang bagai dibawa angin" ucap Keyna,Aksa tertawa mendengar nya.
"Aku kuliah key.. terus kenapa kamu bisa berada disini? Biasanya kan Tante Renata tidak pernah mengizinkan mu keluar dari rumah sedikit pun"
"Aku.." Keyna bingung harus menjawab apa
"Eh Aksa,kamu bawa uang tidak?" Tanya Keyna, Aksa menatap bingung sahabat kecil nya ini.
"Bawa dong, kenapa?"
"Aku pinjam 20rb aja untuk makan"
"Astaga Keyna,ini kau tidak perlu meminjam begitu" ucap Aksa,ia memberikan selembar uang 100rb
"Aksa ini banyak banget,aku cuman perlu 20rb aja untuk makan nasi uduk"
"Sudah ambillah semua,aku memberikan nya untuk sahabat kecil ku" ucap Aksa,ia mengelus pucuk kepala Keyna gemas.
"Keyna aku pergi dulu ya,aku harus ke kampus sekarang" ucap Aksa pamit, Keyna mengangguk pelan.
Keyna melihat kepergian Aksa dengan senyum kecilnya, setelah tidak melihat bayangan dari Aksa ia berjalan menuju rumah makan.
Keyna memesan berbagai banyak menu, perut nya sudah sangat lapar sekarang. Keyna tidak memedulikan tatapan orang,yang terpenting sekarang perut nya merasa kenyang.
Keyna benar benar memuaskan perutnya hingga ia merasa kekenyangan. Uang pemberian Aksa hanya tersisa 30rb saja,ia sisihkan untuk nanti mana tau ada kendaraan umum yang berhenti.
Keyna duduk di bangku taman,ia memerhatikan orang orang,ada yang pacaran,ada juga yang sedang bermain dengan anak nya.
Hingga tiba tiba ada seseorang yang membekap mulut Keyna, hingga Keyna pingsan. Ya pelaku nya adalah bodyguard Ezra, mereka membawa Keyna kedalam mobil. Untung saja orang orang tidak terlalu memerhatikan Keyna,hingga bodyguard itu bisa melancarkan aksinya dengan mudah.
Ezra duduk di sofa dengan tatapan tajam serta ingin membunuh sekarang juga.
Radit yang setia berdiri disamping tuan mudanya, merasakan aura mencekam.
"Para bodyguard kita sudah menemukan nona Keyna tuan, sebentar lagi mereka akan sampai" ucap Radit, Ezra hanya diam tidak menanggapi, ia sudah tidak sabar menghukum Keyna dengan cara yang telah terbayang di benaknya.
Salah satu bodyguard menggendong Keyna memasuki Mansion,Ezra menatap dingin.
"Kau bawa nona Keyna kedalam kamar pribadi tuan muda" perintah Radit, bodyguard itu mengangguk pelan,ia melanjutkan langkah kaki nya menuju lantai atas.
"Tuan sebaiknya kau jangan terlalu kasar dengan gadis kecil itu" saran Radit,Ezra menatap nya tajam.
"Bagaimana pun kau tidak berhak.."
"Aku suaminya,dia milikku.. aku bebas mau melakukan apapun kepadanya Radit" ucap Ezra memotong pembicaraan Radit.
"Kau jangan ikut campur! Pergi ke Kantor Sekarang! Gantikan posisi ku hari ini" perintah Ezra, Radit mengangguk lalu berlalu pergi.
"Cih hanya nyawa seorang gadis dari pria pencuri,apa pentingnya?" Ucap Ezra angkuh.
Ezra bangkit dari duduknya,mata tajam nya melihat bodyguard yang membawa Keyna tadi, turun dari lantai atas.
"Dimana kau menemukan gadis itu?" Tanya Ezra, bodyguard itu menunduk hormat.
"Saya menemukan nona Keyna di taman tuan, mungkin karena nona Keyna tidak paham tentang kota membuat nya pergi tidak terlalu jauh" sahut bodyguard itu.
"Aku mau kau hukum bodyguard yang menjaga pagar belakang itu! Bagaimana bisa mereka tidak tahu ada seorang yang kabur ditengah malam" ucap Ezra
"Hukum dengan berat!" Lanjutnya dengan suara berat, bodyguard itu mengangguk mengerti.
"Sudahlah sana pergi!" Perintah nya, bodyguard pergi meninggalkan Ezra.
"Pak Mus" panggil Ezra
"Iya ada apa tuan?"
"Tolong kau antar kan ke kamar ku segelas air es"
"Baik tuan"
Ezra menyeringai,ia melangkah kan kakinya ke lantai atas.
"Kau akan merasakan hal yang tidak pernah kau bayangkan sebelum nya gadis bodoh" gumamnya didalam hati.
Sesampai nya dikamar,Ezra melihat Keyna yang berbaring di atas ranjang king size miliknya. Ezra mendekati Keyna yang sedang dalam keadaan tidak sadar,tanpa merasa kasihan sedikit pun Ezra menarik tangan Keyna hingga gadis itu terjatuh dengan sangat keras di lantai.
Tapi Keyna masih belum sadar,pak Mus datang dengan membawa nampan berisi air es permintaan Ezra.
"Ini Tuan muda" ucap pak Mus,Ezra menerima gelas itu lalu menyuruh pak Mus untuk keluar dari kamarnya.
Setelah pak Mus keluar, Ezra menumpahkan air es itu tepat di wajah Keyna. Hingga Keyna terbangun,air itu masuk kedalam hidung nya membuat nya batuk batuk.
"Uhuk..uhuk.." batuknya,ia merasa sesak dan dingin di area wajahnya,Keyna menatap seluruh ruangan.
"Apa? Apa aku kembali kedalam kamar mematikan ini?" Gumam Keyna didalam hati, Keyna memberanikan diri menatap seorang pria yang berdiri tegak.
"BANGUN!!" Teriak Ezra,Keyna tersentak mendengar teriakan itu.
Seketika keyna terduduk dengan menunduk takut,ia tidak berani menatap Ezra sedetikpun.
"Apa kau bosan hidup?berani sekali kau kabur ha?!" Teriak Ezra lagi,ia menangkup wajah Keyna agar menatap dirinya.
Kuku jarinya yang tajam menancap di pipi Keyna, membuat gadis itu meringis kesakitan.
"Aku tidak sanggup terus terusan kau siksa begini tuan.. lebih baik kau langsung saja membunuh ku sekarang juga" ucap Keyna dengan sedikit menangis,Ezra semakin menguatkan tancanpannya, membuat pipi Keyna mengeluarkan darah.
"Kau benar,kau pasti akan mati! Tapi aku akan membunuhmu dengan perlahan, perlahan sekali.." ucap Ezra dengan wajah menyeringai,keyna menangis.
Ezra menghempas kan wajah Keyna dengan kasar hingga gadis itu tersungkur di lantai.
"Aku akan menghukum mu" ucap Ezra
"Hukumlah aku,kau hanya lah seorang impoten! Hanya itu yang bisa kau lakukan!" Teriak Keyna,bahkan ia tidak peduli kalau hidupnya akan berakhir sekarang juga mengatakan itu.
Ezra menatap nyalang Keyna,ia menarik tangan Keyna dengan kasar. Hingga gadis itu terseret di lantai,api kemarahan telah menguasai Ezra, bahkan pria itu tidak peduli kalau Keyna akan mati sekarang.
Ezra mencekik leher Keyna,kuku nya menancap di leher jenjang nya.
"Kau berani mengatakan itu ha?! Kau bosan hidup?" Tanyanya,dengan lembut tapi membuat Keyna semakin takut.
"Aww tuan sakit.. lepasin tuan.." lirih Keyna,dada nya seakan sesak tapi Ezra semakin kuat mencekik Keyna.
Ezra melepas cekikkannya,lalu ia menarik rambut Keyna dengan kuat sekuatnya.
Keyna menangis dengan kencang,ia sangat kesakitan,Ezra puas melihat nya.
Tiba tiba ponsel Ezra berbunyi,ia melepaskan tarikan nya.
"Mengganggu saja" ucap nya,Ezra mengambil handphone nya di saku celananya,lalu mengangkat panggilan itu.
Keyna merasa lega karena orang yang menelpon Ezra telah menyelamatkan nya,tapi pikiran itu pupus saat Ezra memijak tangan Keyna.
"Hallo ada apa Radit?"
Keyna membekap mulutnya agar teriakan kesakitan nya tidak terdengar,hanya air matanya yang berlinang mengeluarkan rasa sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
ʟᴇᴀ❦︎
Pagi² aku dah marah dan kesel karna baca cerita ini, ngoceh mulu aku nih thor
2024-04-04
0
Firman Firman
ya author nya terlalu berlebihan 😡😡knpa GK dibuat maminya datang dan mengetahui sikap putra yg bajingn kyak belis itu😡😡aku semakin geram
2024-03-21
0
Erlinda
sumpah jijik banget aq membaca cerita ini apalagi tokoh utama nya yg laki laki banci ..udah impoten berani nya hanya sama wanita. tokoh wanita nya jg goblok udah bisa kabur bukan nya pergi yg jauh malah duduk manis ditaman ..sorry Thor aq stop sampai disini muak aq membaca kesadisan yg terjadi apalagi sama istri sendiri. atau jgn jgn author nya yg punya penyakit sadis ini
2024-03-19
4