Kini Keyna sedang berada di kamar Ezra,ia ingin sekali keluar tapi kaki nya begitu sakit.
Keyna hanya bisa terduduk di lantai balkon kamar,ia menikmati segarnya udara.
"Huh sangat membosankan,kaki cepatlah sembuh,agar aku bisa memohon kepada pria itu untuk bekerja" gumam Keyna didalam hati,ia menatap lurus kedepan.
"Ibu.. sekarang Keyna sudah menikah,kau tahu ibu mungkin akulah orang yang paling menderita saat menikah, hidup ku benar benar telah menjadi miliknya.." lirih Keyna, air matanya menetes,ia tidak sanggup menahan sesak di dadanya.
Sementara Ezra ia berada di ruang kerjanya,ia memeriksa dokumen yang menumpuk untuk ditandatangani.
Tiba tiba ponselnya berdering, ternyata itu mama nya, dengan malas Ezra mengangkat panggilan itu.
"Iya ma ada apa?"
"Kau benar benar sudah menikah? Kenapa kau tidak menunggu Mama pulang dari Italia nak? Mama kan ingin melihat mu menikah" ucap Rose mama Ezra.
"Astaga mama, bukankah mama sudah pernah melihat Ezra menikah?"
"Cih kau ini"
"Sudahlah ma, Ezra lagi banyak pekerjaan"
"Aduh sayang kamu bekerja? Jadi bagaimana dengan istrimu? Cobalah berusaha untuk mencari dimana titik nafsu mu"
"Ma sudahlah,jangan bahas itu"
"Tapi sayang.." Ezra mematikan panggilan nya sepihak.
Radit yang baru saja memasuki ruangan kerja Ezra sedikit terkejut melihat ekspresi tuan mudanya yang tidak begitu baik.
"Ada apa tuan?"
"Tidak ada,nanti malam kau bawalah para wanita malam ke Apartemen ku,aku akan mencoba dengan mereka" perintah Ezra, Radit terbelalak kaget.
"Bukankah sudah ada Nona Keyna?"
"Cih aku jijik melihatnya bagaimana aku akan On, sudahlah lakukan perintah ku! Dan carilah wanita malam yang berkelas" ucap Ezra, Radit mengiyakan saja.
"Tuan kita ada meeting setengah jam lagi" ujar Radit, Ezra mengangguk pelan.
"Jadwal ku atur Sampai menuju malam, setelah itu kau antar aku ke Apartemen"
"Baik tuan.." Radit berlalu pergi untuk kembali ke ruangannya.
Di malam hari Ezra dan Radit sudah sampai di Apartemen mewah milik Ezra. Sebelum Ezra menikah dengan Chalista,ia tinggal di Apartemen seorang diri.
Ada lima wanita malam yang berkelas,yang siap memuaskan Ezra, mereka tahu bahwa kalau mereka tidak bisa menaikkan birahi Ezra maka hidup mereka akan berakhir pada saat itu juga.
Dan benar saja,lima wanita itu tidak bisa menaikkan hasrat dari Ezra,para wanita itu menunduk takut.
"Kalian tidak becus!" Hardik Ezra, Radit yang tadinya sempat keluar dari apartemen kembali masuk karena mendengar suara bentakkan Ezra.
"Pasti gagal lagi" gumam Radit didalam hati,hal ini sudah dilakukan berulang kali tapi tetap saja hasilnya sama.
"Maafkan kami tuan,sebelum nya kami adalah para wanita yang pandai sekali memberi kenikmatan kepada pelanggan kami,tapi kami jujur saja kepada mu tuan.. kau benar benar tidak bisa on" ucap salah satu wanita yang merupakan ketua dari mereka.
"Apa kau bilang! Berani kau mengucapkan kata itu ha?!" Bentak Ezra, suaranya menggelegar di seluruh ruangan. Lima wanita itu gemetar ketakutan.
"Ma-ma-maaf tuan.. "
"Radit! Bawa para jal*** ini kedalam penjara,buat laporan palsu,bahwa mereka telah mencoba merayu ku untuk membunuh ku" ujar Ezra memerintah,para wanita itu berlutut dikaki Ezra.
"Tu-tu-tuan maafkan kami.. tolong jangan lakukan itu tuan"
"Cepat bawa mereka pergi!" Teriak Ezra, Radit bergegas membawa para wanita itu, walaupun para wanita itu sudah memohon dengan berlutut dikaki Ezra,tapi keputusan pria itu tetap sama.
Ezra duduk di sofa dengan amarah dihatinya yang bergemuruh,ia begitu kesal saat wanita malam itu mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Chalista sebelum wanita itu kabur dari hidupnya.
"Aku tidak impoten! Aku yakin itu" ucap Ezra,dulunya ia merasa dirinya benar benar tidak memiliki nafsu untuk ****. Ia hanya berpikir mungkin itu karena dirinya belum menikah saja,tapi nyatanya saat ia telah menikah pun tidak bisa memuaskan istri nya.
Ezra memutuskan untuk kembali ke Mansion Utama,karena dirinya ingin beristirahat. Seperti biasa pak Mus selalu menyambut nya dan menunduk hormat kepadanya
"Pak Mus, tolong kau buatkan kopi untukku,dan antar ke ruang kerja ku" perintah Ezra.
"Baik tuan muda"
Ezra duduk di sofa ruang tengah sebelum memasuki kamarnya,ia melihat Keyna yang berjalan menuju dapur. Dengan gerakan cepat Ezra pergi mengikuti Keyna, ingin tahu apa yang dilakukan wanita itu.
"Maaf pak,aku ingin makan rasanya aku sangat lapar" lirih Keyna dengan memegang perut nya,bahkan perutnya sangat nyeri sekarang karena dirinya begitu lapar.
"Baiklah nona,kau duduklah di meja makan,aku akan beri makanan kepadamu" ucap pelayan itu,ia merasa kasihan dengan Keyna yang notabene nya seorang istri dari pria terkaya,tapi malah kelaparan seperti itu.
"Jangan beri dia makan,jika kalian ingin hidup!" Perintah Ezra dengan suara beratnya,Keyna seketika membalikkan badan,ia melihat seorang pria yang sedang berdiri dengan wajah yang begitu arogan.
"Tapi tuan.."
"Apa kau mau aku pecat?" Tanya Ezra, pelayan itu menelan Saliva nya kasar,ia menggeleng cepat.
"Kalian semua dengar!" Teriak Ezra,para pelayan yang sedang sibuk bekerja di dapur berhenti untuk mendengarkan perintah dari tuan mereka.
"Jangan izinkan wanita ini makan apapun dari Mansion milikku,jika ada yang berani melakukan nya secara diam diam maka akan merasakan hidup yang lebih menderita yang tidak pernah kalian bayangkan" ujar Ezra,para pelayan mengangguk mengerti.
Mereka kasihan kepada Keyna,tapi mereka juga butuh hidup,butuh pekerjaan ini untuk kelangsungan hidup keluarga kecil mereka.
jangan lupa tinggalkan Komentar kalian yaa😘 dan follow author ya😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Tety Boreg
pantesan impoten,jahatnya luar biasa..masak seorang ceo terkaya ga bisa bedain yg bersalah dan tidak,yg korup kan bpknya.
2024-10-22
0
Jetva
dia impoten koq marah sama orang lain..
2024-10-20
0
Ruth Khoiriyah
masak sampe segitunya ada manusia seperti itu binatang aja tidak begitu
2024-10-19
1