Diruang kerja,Ezra duduk dengan perasaan gusar dan tidak tenang. Amarah dihatinya bergemuruh seperti gunung yang siap untuk meletus.
"Chalista! kau sungguh benar benar meninggalkan ku? apa kau sungguh tidak mencintai ku?"" pertanyaan itu terus berputar putar di benak Ezra.
Seorang pelayan dengan membawa nampan berisi kopi,pelayan menaruhnya di atas meja Ezra. ia gemetaran apa lagi saat melihat api kemarahan di mata tuan mudanya.
karena gemetaran, kopi itu tumpah mengenai dokumen penting milik Ezra
"KAU!" seru Ezra dengan intonasi tinggi,ia mencengkram wajah pelayan muda yang telah ceroboh.
"maafkan saya tuan..maafkan saya.." lirihnya,Ezra menghempas wajah pelayan muda itu.
"kau telah merusak dokumen ku,kau harus membayar nya dengan nyawamu" ucapnya menyeringai, pelayan itu menelan Saliva nya kasar.
"pak Mus!" teriak Ezra,pak Mus memasuki ruangan kerja Ezra
"ada apa tuan muda?"
"bawa pelayan tidak berguna ini ke gudang belakang! hukum dia dengan seberat-beratnya,jika kau tidak melakukan perintah ku,maka akan aku pastikan kau dan seluruh keluarga mu akan hancur!"ucap Ezra dengan sedikit mengancam,pak Mus mengangguk mengerti,ia membawa pelayan itu untuk ke gudang belakang sesuai dengan perintah Ezra.
sementara Keyna saat ini sedang di rias oleh pelayan wanita,hanya satu pelayan yang masih berada di kamar
"maaf boleh aku bertanya padamu?" tanya Keyna,ia mencoba beranikan diri untuk bertanya kepada salah satu pelayan, karena rasa penasaran nya sudah sangat tinggi.
"kau mau tanya apa nona?"
"soal tuan muda, bukankah dia memiliki seorang istri? dimana istrinya?" tanya Keyna beruntun,pelayan itu menelan Saliva kasar mendengar pertanyaan Keyna yang mungkin saja akan membahayakannya. pelayan itu bergegas pergi keluar dari kamar, akan tetapi Keyna mencegah nya dengan menarik tangan pelayan wanita itu.
"kenapa kau pergi? jawablah pertanyaan ku" pinta Keyna
"maaf nona.. maafkan saya.. saya masih ingin hidup nona" ucap pelayan wanita itu,Keyna melepas tangan nya karena melihat wajah yang begitu ketakutan
"astaga.. aku yakin pelayan disini tidak akan ada yang bisa aku tanyai" gumam Keyna didalam hati.
Keyna bingung kenapa dirinya di rias seperti ini,Kenya mengambil tissue dinakas lalu menghapus riasan diwajah nya.
Ezra memasuki kamarnya,ia melihat Keyna yang sedang duduk di kursi sambil bercermin.
"kenapa kau bercermin disana?" suara barinthon mengejutkan Keyna,ia menatap seorang pria yang begitu tampan sedang menatap nya tajam,seolah olah ingin membunuhnya sekarang juga.
"ini adalah milik Chalista! kau tidak boleh bercermin disana!" bentak Ezra,keyna gemetar ketakutan,bahkan keringat menetes di pelipih nya.
"maaf tuan.. saya tidak tahu" ucap Keyna
"PERGI!" teriak Ezra,api kemarahan telah benar benar menguasai dirinya, dengan ketakutan Keyna keluar dari kamar yang mencekam itu.
"gadis bodoh!" ucap Ezra,ia membanting kursi dan meja rias, seluruh berbagai make up ia hancurkan hingga cermin itu pecah berantakan dilantai.
"Chalista!!"teriak Ezra,ia terduduk di serpihan kaca,bahkan rasa sakit itu tidak seimbang dengan rasa sakit dihatinya.
Keyna berlari kelantai bawah karena ia mendengar teriakan Ezra dan suara barang yang pecah. Keyna melihat pak Mus dan seorang yang menjemput dirinya dirumah tadi.
"tuan.. tuan muda sedang mengamuk di kamarnya" ucap keyna dengan ngos-ngosan.
Radit terkejut,ia berlari kelantai atas diikuti oleh pak Mus dan juga Keyna .
Radit berusaha menenangkan Ezra,Keyna melihat Ezra yang begitu rapuh
"Tuan tenanglah.. soal nyonya Chalista aku pasti akan cari tahu tuan" ucap Radit,ia sembari mengobati luka di dengkul Ezra.
"Apa istrinya kabur? Ah tentu saja kabur, wanita mana yang akan tahan dengan seorang impoten" gumam Keyna didalam hati,Ezra menatap nyalang Keyna yang kini sedang berdiri di depan pintu kamarnya yang sedikit terbuka.
"Pak Mus! Hentikan" perintah Ezra,pak Mus yang sedang membersihkan serpihan kaca seketika berhenti.
"Pak Mus,kau panggil gadis bodoh itu,suruh dia berlutut di atas serpihan kaca itu" perintah Ezra, Radit dan pak Mus serta Keyna terkejut.
"Tuan itu.."
"Apa kau yang akan berlutut disana Radit?" Tanya Ezra dengan nada dingin, Radit menggeleng.
Pak Mus dengan berat hati, menghampiri Keyna
"Kau sudah dengar kan nona? Ayo lakukanlah" ucap pak Mus, sebenarnya ia tidak tega tapi mau bagaimana lagi perintah Ezra tidak pernah bisa terbantah.
Keyna menelan Saliva nya kasar, dengan melangkah kan kakinya perlahan ia masuk kedalam kamar Ezra.
"Sekarang kau harus lukai lutut mu! Aku mau lutut mu harus lebih sakit dari luka ku" ucap Ezra,Keyna menatap sendu pria yang sedang duduk di sofa berhadapan dengannya
"Kau kejam tuan.." gumamnya didalam hati
"CEPAT!" Bentak Ezra, keyna dengan perlahan berlutut di atas serpihan kaca.
Ia menahan sakitnya,air matanya mengalir,ia harus tahan agar luka nya melebihi luka Ezra.
"Aku tahu bahwa kau tadi sedang mengkasihani aku bukan?" Tanya Ezra dengan mimik wajah yang menyeramkan bagi Keyna.
"Radit! Pulanglah, besok pagi kau harus menjemput ku!" Perintah Ezra, Radit mengangguk,ia pun berlalu pergi sambil menatap Keyna yang menahan sakit.
Karena memakai pakaian selutut, membuat sebagian kaca itu menempel pada kulit nya.
"Tuan maafkan aku.. aku tidak berani mengkasihani dirimu" ucap Keyna,ia memohon karena lututnya begitu sakit.
"Kau pikir aku peduli? Berlututlah sampai besok pagi!" Perintah nya, Keyna terkejut ia ingin berkata tapi Ezra berjalan menuju ranjang king size nya,dan berbaring disana.
"Pak Mus, kenapa kau masih disini? Apa kau ingin ikut berlutut seperti gadis bodoh ini?" Tanya Ezra, pak Mus menggeleng cepat, dengan langkah cepat ia berlalu keluar dari kamar Ezra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Atoen Bumz Bums
bilangin orang bodoh dianya lebih bodoh
Uda ditinggal binik Masi jg ngarep
kn org bodoh namanya
2024-12-25
0
Jetva
biadab banget...otak pecundang..katax org kaya di dunia😁😁koq hati n otakx seperti pecundang...
2024-10-20
0
Ita Lor Pasar
sadiz amat........... amat aja g sadiz😁😁😁😁
2024-06-19
0