Ezra tertidur dengan lelap dan begitu nyaman,lain dengan Keyna yang sedang menahan penderitaan nya.
Keyna membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan suara rintihan,agar Ezra tidak terbangun. Bahkan darah mulai mengalir,ia hanya bisa menahan rasa sakit dan menahan air matanya yang selalu ingin keluar.
"Tuhan.. ini sakit sekali.." lirih nya,ia mencoba berbaring di atas Lantai dengan tentunya lutut yang berada di tumpukan serpihan kaca yang tajam.
Keyna akan mencoba menahan sakitnya dengan tertidur agar waktu cepat berlalu.
"Dirinya sungguh psycho,apakah aku akan bertahan lama hidup dengan pria seperti ini?" Gumam Keyna didalam hati,ia tertidur di lantai dengan air mata yang mengalir dan tentu saja dengan sedikit meringis kesakitan.
Pagi hari Ezra terbangun dari tidurnya,ia melihat Keyna yang tertidur dilantai. Ezra turun dari ranjang,ia menendang kecil Keyna yang tertidur
"Hei bangun!" Teriak Ezra, Keyna terbangun.
"Kau pikir kamar ku ini penginapan? Kau harus bangun terlebih dahulu sebelum aku!" Bentak Ezra, Keyna berlutut kembali.
"Baik tuan, maafkan saya.." ucap Keyna,Ezra menatap lutut Keyna yang berdarah, ia tersenyum puas.
Pak Mus mengetuk pintu, Ezra mengizinkan nya masuk
"Tuan saya akan menyiapkan air hangat untuk mu" ucap pak Mus,ia melihat Keyna yang masih berlutut seperti tadi malam.
"Hmm"
Ezra membuka lemari besar yang ada dikamarnya,ia mengumpulkan berkas berkas yang ada.
Tiba tiba Radit memasuki kamarnya dengan langkah cepat seperti ada berita penting
"Tuan maafkan aku, nyonya besar mengatakan kepadaku bahwa kau harus menikah lagi tuan" ucap Radit,Ezra terhenti dari aktivitas nya.
"Apa Mama tidak tahu,bahwa aku tidak akan pernah melakukan pengkhianatan untuk Chalista"
"Saya sudah mengatakan kepadanya tuan, tapi Nyonya besar malah mengatakan bahwa nyonya Chalista tidak akan pernah kembali,kau harus mengerti" jelas Radit,Ezra menatap nyalang Radit
"Aku akan menikahi siapa? Apa wanita pilihan nya lagi?" Tanya Ezra,ia terduduk di atas ranjang.
"Kau sekarang seorang duda tuan,kau harus ingat itu" ucap Radit,Ezra hanya diam.
"Karena kau tidak becus mencari Chalista! Kalau kau bisa menemukan dirinya maka aku tidak akan didesak oleh mama untuk bercerai dengannya" ucap Ezra, Radit menunduk merasa bersalah.
"Begini saja tuan,sebelum Nyonya besar menemukan wanita untukmu,maka kau harus menikah terlebih dahulu dengan wanita yang kita tahu" saran Radit,Ezra tidak menanggapinya.
"Dengan nona Keyna" ujar Radit,Keyna terbelalak kaget,begitu pula Ezra.
"Cih tak Sudi!" Tolak Ezra,Keyna menghela nafas lega.
Dan Ezra tahu itu,ia menatap tajam Keyna yang sepertinya benar-benar tidak mau dinikahi olehnya
"Kalau aku tidak menuruti kata mama,apa ancamannya?" Tanya Ezra,ia masih menatap Keyna.
"Seperti biasa,kau akan dimundurkan dari jabatan mu" sahut Radit.
Ezra menyeringai, Keyna merasa bahwa hidup nya akan dalam masalah sebentar lagi.
"Baiklah,Atur pernikahan ku dengan gadis miskin itu" ucap Ezra, ia berlalu masuk kedalam bathroom.
Radit bingung harus berekspresi apa,mau bagaimana pun ini adalah pilihan terbaik untuk saat ini.
"Pak Mus, tolong kau obati luka nona Keyna,lalu kau bersihkan dia untuk acara pernikahan nya pagi ini" perintah Radit,pak Mus mengangguk mengerti.
"Baiklah tuan.." sahutnya, pak Mus memanggil para pelayan wanita untuk membersihkan luka Keyna dan mengobati luka di lutut nya.
"Aku akan jadi istri dari pria psycho itu.. hidupku pasti akan lebih menderita" lirih Keyna,ia hanya pasrah memberontak pun hanya mempersulit dirinya saja.
Dan inilah acara pernikahan yang sangat sederhana, Ezra telah sah menjadi suami dari Keyna di mata hukum dan negara.
Keyna bingung harus bagaimana,ia merasa hidupnya seperti masuk kedalam pintu neraka.
Dan kini Keyna dan Ezra berada di kamar
"Kau harus bersikap selayak nya seorang pembantu, ingatlah itu!" Ucap Ezra,Keyna mengangguk.
"Ingat! Kau jangan menyentuh diriku,atau pun barang mahal ku,jika kau ingin tidur, tidurlah di lantai"
"Baik tuan,saya mengerti" sahut Keyna,Ezra melihat lutut Keyna yang banyak luka nya.
Ezra menatap tajam Keyna yang berdiri dihadapannya,ia berlalu pergi keluar dari kamar untuk menuju Perusahaan.
Melihat Ezra telah pergi, Keyna terduduk di lantai dengan meneteskan air matanya,ia menangis menumpahkan semua air matanya yang ia tahan sedari tadi.
"Tuhan.. lindungilah aku dari pria psycho itu..aku benar benar tidak sanggup tuhan.." ucapnya,ia menangis kencang bahkan ia tidak peduli kalau ada orang yang mendengar tangisannya.
Di belahan Negara lain, seorang wanita cantik kini sedang menikmati indahnya malam,ya dia adalah Chalista mantan istri dari Ezra Pradipta.
"Sayang mari kita sarapan bersama" ajak seorang pria,yaitu Anderson yang merupakan kekasih gelap Chalista.
"Iya sayang" ucap Chalista,ia duduk di kursi makan bersebelahan dengan Anderson.
"Kau sedang memikirkan apa hmm?" Tanya pria itu
"Apa pria impoten itu?" Tanya nya, Chalista menggeleng cepat.
"Tidak sayang,kenapa aku memikirkan pria tidak berguna itu" sahut Chalista,ia menyuapkan sesendok pasta dalam mulutnya.
"Karena bagaimana pun Ezra adalah orang terkaya Chalista, sementara aku hanya lah seorang pembisnis biasa" ucap Anderson.
"Aku tidak peduli akan itu Anderson,yang terpenting kau bisa memuaskan aku dengan juniormu" ujar Chalista
"Kau tahu, aku begitu tersiksa menikah dengan nya,dia itu tidak bergairah sama sekali" ucap Chalista, Anderson tertawa.
"Kau tenanglah sayang,Ezra tidak akan bisa menemukan kita di benua Eropa ini,asal kau terus bersembunyi disini"
"Kau benar" sahut Chalista, mereka melanjutkan makannya.
Anderson senang karena Chalista benar benar tidak akan pergi darinya, ia begitu mencintai wanita cantik itu tanpa peduli bahwa Chalista merupakan istri dari CEO terkaya di dunia ini yang tidak sebanding dengan dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Arvie Ramadhanputra
g habis pikir ak
2024-07-29
0
Firman Firman
gimna GK bisa kecolongan yg diotak nya hanya ada kekerasan wanita mna yg sanggup hidup dengn pria dingin yg suka menorehkan luka 😡😡
2024-03-21
0
Muri
diselingkuhi istri ternyata maka ceo no 1 masa bisa kecolongan
2024-03-13
0