"Keyna kau harus kuat,jangan terlihat lemah.. kalau kau lemah maka pria itu akan semakin senang menyiksa mu. Aku harus cari cara untuk keluar dari neraka ini" gumam Keyna didalam hati.
Selama satu jam lebih Ezra tidak juga datang untuk menghentikan hukuman Keyna, bahkan Keyna sudah pucat,badannya menggigil kedinginan,rasa sakit di lutut nya sudah tidak ia rasakan lagi.
Tiba tiba pak Mus memasuki bathroom dengan membawa satu orang pelayan wanita.
"Kau urus nona Keyna" perintah pak Mus, pelayan itu mematikan shower lalu memberi handuk kepada Keyna.
Keyna dengan badan gemetar kedinginan merima handuk dari pelayan itu.
Pelayan itu memapah Keyna untuk dibawa ke ruang ganti, untuk berganti pakaian.
Pak Mus menatap iba Keyna,ia menghela nafasnya berat.
"Kau harus kuat nona Keyna,karena tuan muda tidak akan ada berhenti nya menyiksa dirimu" gumam pak Mus didalam hati,tentu saja ia berani melakukan itu atas perintah dari Ezra.
Keyna kini sudah memakai pakaian,pelayan itu memberi minyak angin di seluruh tubuh Keyna agar wanita itu merasa hangat.
"Sudah nona,saya pamit pergi ke dapur" ucap pelayan itu,Keyna menarik tangan pelayan itu dengan tarikan yang sangat lemah.
"Dimana tuan mu?" Tanya Keyna, pelayan itu bernama Sari.
"Tuan muda sedang berada di ruang kerja nya bersama dengan tuan Radit, mereka membahas pekerjaan nona" jawab Sari.
"Siapa namamu?"
"Sari" sahutnya,ia menunduk dihadapan Keyna yang begitu lemah.
"Aku sangat lapar,apa kau punya sedikit makanan?" Tanya Keyna, kebetulan Sari memang sengaja membawa roti di saku celananya.
"Ini nona,cepatlah makan,aku akan berjaga di pintu" ucap sari, dengan cepat Keyna mengambil roti itu dan memakan nya dengan cepat.
Setelah Keyna selesai makan,ia memberi kode kepada Sari untuk bergegas pergi.
Sari tersenyum kecil lalu ia berlalu pergi meninggalkan Keyna, untung saja pak Mus sudah pergi saat Keyna berganti pakaian.
Keyna duduk di lantai,ia memikirkan cara agar keluar dari Mansion ini.
"Saat tengah malam,aku akan pergi secara diam diam. Aku tidak bisa terus terusan disiksa seperti ini" gumam keyna didalam hati, badannya mulai hangat mungkin karena minyak angin dan roti yang ia makan tadi.
Keyna menatap jam yang menunjukkan pukul 22:00 malam,ia berbaring di lantai agar matanya tertidur supaya Ezra tidak curiga nantinya.
Tepat pukul 00:00 malam Ezra memasuki kamarnya,ia begitu lelah. Maksud hati ingin beristirahat hancur seketika saat melihat Radit datang dengan membawa dokumen yang harus ia tanda tangani malam ini juga.
Ezra melihat Keyna yang tertidur di lantai,ia tidak memperdulikan itu, dengan langkah kaki yang begitu lelah Ezra berbaring di ranjang king size nya.
Ezra menarik selimut lalu tertidur,Keyna sebenarnya tidak tidur saat ia mendengar langkah kaki masuk kedalam kamar.
Keyna mengintip Ezra yang sudah tertidur pulas, terlihat wajah nya yang lelah.
Keyna bergegas bangkit, dengan lutut yang sakit Keyna berjalan menuju Ezra.
Keyna melambaikan tangannya di wajah pria itu untuk memastikan pria itu benar benar terlelap. Ezra tidak terusik sama sekali,Keyna berjalan pelan pelan menuju pintu untuk keluar.
Saat yang paling mencekam bagi Keyna adalah saat ia ingin membuka pintu, dengan gerakan pelan pelan ia membuka pintu itu.
"Kau mau kemana?" Tanya Ezra dengan suara beratnya. Keyna tersentak kaget,ia membalikkan badan melihat Ezra yang masih berbaring kini menatapnya tajam.
"Ayolah Keyna, pikirkan alasan yang bagus" gumam Keyna didalam hati
"Aku mau BAB tuan, kan tidak mungkin kalau aku melakukan nya di bathroom milikmu" sahut Keyna,ia menatap Ezra,ia berharap pria itu percaya akan alasannya.
"Hmm sudah lah pergi sana! Lalu cepatlah kembali!" Perintah Ezra, Keyna mengangguk pelan.
Ezra membelakangi Keyna,lalu ia kembali tertidur. Keyna menghela nafas Lega,ia berjalan keluar dari kamar yang mencekam itu.
Keyna turun dari tangga dengan menahan sakit di lututnya,ia melihat seluruh ruangan yang sepi.
"Tidak mungkin aku keluar dari pintu utama,aku harus dari pintu belakang" ucap Keyna, ia berjalan menuju dapur.
Keyna melihat para pelayan yang tertidur pulas, dengan membekap mulutnya Keyna berjalan pelan pelan melewati para pelayan itu.
Akhirnya Keyna berhasil melewati nya,kini ia sudah berada di halaman belakang.
Keyna melihat para penjaga yang sedang tertidur pulas, Keyna bingung ia harus keluar dari mana.
Hingga ide brilian nya muncul,ia akan memanjat pagar yang tidak terlalu tinggi tapi ada 2 orang bodyguard yang sedang tertidur bersandar di dinding pagar itu.
Dengan penuh keberanian Keyna memanjat pagar itu dengan gerakan perlahan.
"Kau jaga didepan!" Teriak salah satu bodyguard, membuat Keyna kaget.
"Astaga ternyata dia mengigau, syukurlah" gumam Keyna didalam hati, walaupun lutut nya masih sakit akhirnya ia berhasil keluar dari Mansion mewah itu.
Keyna bergegas berlari, walaupun lututnya berdarah ia tidak memperdulikan itu,yang perlu ia lakukan adalah lari sejauh jauhnya agar pria itu tidak menemukan dirinya lagi.
Cahaya mentari memasuki jendela kamar milik Ezra,sang empu dengan gerakan perlahan duduk di ranjang.
Ezra menatap sekeliling kamar tapi ia tidak melihat Keyna.
"Dimana wanita itu?" Tanya nya,tiba tiba pak Mus memasuki kamar Ezra.
"Tuan muda,saya akan menyiapkan air hangat untuk mu" ucap pak Mus, Ezra mengangguk pelan.
Ezra bangkit dari ranjang,ia berjalan menuju nakas untuk melepas jam tangan mewah miliknya. Tak lama pak Mus keluar dari bathroom.
"Apa kau melihat gadis bodoh itu?" Tanya Ezra
"Nona Keyna?"
"Lalu siapa lagi?" Tanya Ezra balik.
"Saya tidak melihat nya Tuan, mungkin nona Keyna berada di halaman belakang" jawab nya.
"Saat aku sarapan nanti, aku harus melihat gadis bodoh itu" ucap Ezra,pak Mus mengangguk mengerti. Ezra berlalu pergi memasuki bathroom untuk membersihkan diri.
Pak Mus sudah mencari Keyna diseluruh penjuru mansion,tapi ia juga tidak menemukan Keyna.
"Maaf pak Mus,nona Keyna juga tidak ada di balkon" ucap salah satu pelayan.
"Astaga,ini bisa gawat" gumam pak Mus, Radit melihat kegelisahan pak Mus,tidak biasa nya kepala pelayan Mansion utama berekspresi seperti ini.
"Ada apa pak Mus?" Tanya Radit
"Tuan Radit, nona Keyna tidak ada di Mansion utama" sahut pak Mus, Radit tercengang kaget.
"Bagaimana bisa? Seluruh Mansion Utama terjaga dengan ketat"
"Saya juga berpikir seperti itu Tuan,tapi nyatanya sekarang nona Keyna benar benar tidak ada"
"Ada apa ini Radit? Kenapa heboh sekali?" Tanya Ezra,ia sudah rapi dengan pakaian kerja nya.
Radit dan pak Mus saling menatap, mereka bingung harus berkata apa.
"Dimana gadis bodoh itu?" Tanya Ezra lagi.
"Maaf tuan muda, seperti nya nona Keyna kabur dari Mansion" jawab pak Mus Dengan menunduk takut.
"APA!" Ezra menatap tajam pak Mus dan Radit. "Kalian menjaga gadis bodoh saja tidak becus! Sekarang cari wanita itu Sampai ketemu! Aku mau siang nanti dia harus ada di hadapanku, jika tidak kalian semua akan mati sekarang juga!" Bentak Ezra, pak Mus bergegas pergi untuk memerintah kan para bodyguard mencari Keyna.
"Radit! Kau undur semua jadwal ku hari ini, aku mau kau ikut andil dalam mencari Keyna" perintah Ezra, Radit mengangguk paham.
Ezra menatap kepergian Radit dengan tatapan tajam
"Berani sekali kau menipu ku! Aku akan beri pelajaran yang mengerikan kepada mu!" Ucap Ezra, dengan perasaan kesal dan amarah Ezra duduk di sofa.
Ezra teringat akan Chalista yang kabur dengan cara yang sama seperti Keyna.
"Chalista.." lirih Ezra,ia mengusap rambut nya kasar. Mengingat kenangan itu membuat hatinya sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Ruth Khoiriyah
mau lanjut baca jadi malas gak masuk akal apa athornya yg begitu kali
2024-10-19
0
ʟᴇᴀ❦︎
stuju gw, mana ad wanita betah dgn pria egois, kasar kegitu🗿. aku aja ya cwok kasar ya tinggalin😒
2024-04-04
3
Regina Putry
kejam sangat jadi orang ..!!!
geram nyaaaaa....!!!
2024-03-22
0