Keyna tercengang dengan apa yang dilihatnya,ia memasuki Mansion mewah bergaya Eropa. Seluruh pelayan menunduk hormat kepada Radit,bahkan ada yang menatap bingung saat mereka melihat seorang gadis kecil yang terlihat kumuh.
"Pak Mus, tolong kau bawa nona Keyna kedalam kamar pribadi tuan muda" perintah Radit,pak Mus mengangguk mengerti.
Radit tersenyum tipis lalu berlalu pergi untuk kembali menuju kantor, sementara Keyna menatap kepergian Radit bingung.
"Ayo nona ikut saya"ucap pak Mus.
Pak Mus dan pelayan yang lain berjalan duluan ke arah tangga,Keyna mengikuti nya dibelakang dengan membawa tas pakaian nya.
Para pelayan wanita menatap jijik Keyna
"Heh menurut mu wanita itu apa ya? Masa iya bisa bisanya tiba tiba datang ke dalam kamar pribadi tuan muda" ucap seorang pelayan wanita muda
"Kau benar,aku rasa dia itu wanita panggilan" sahut pelayan yang satu nya.
Pak Mus mendengar itu,ia menghentikan langkahnya kemudian menatap tajam 2 pelayan wanita yang kini menunduk takut
"Atas berhak apa kalian bercerita seperti itu ha?! "Bentak pak Mus,keyna tersentak kaget.
"Maafkan kami pak Mus.." ucap mereka bersamaan.
"Saya tidak mau perkataan seperti itu keluar dari mulut kalian! Sekarang kalian pergi ke halaman belakang, cabut semua rumput yang ada!" Perintah pak Mus,dua wanita itu mengangguk mengerti lalu berlalu pergi.
Keyna menatap kepergian mereka dengan tatapan sedih,ia merasa kasihan dengan wanita itu.
Pak Mus kembali melanjutkan langkah kakinya, Keyna mengikuti nya dibelakang.
Kini mereka telah sampai di kamar pribadi tuan Ezra,Keyna menatap kagum dengan desain kamar Ezra terlihat manly dan terkesan rapi.
"Saya keluar dulu nona,jika ada yang bisa saya bantu kau bisa menelpon saya di telepon genggam itu" ucap pak Mus, Keyna mengangguk mengerti. Pak Mus berlalu pergi meninggalkan Keyna sendiri.
Keyna menatap sekeliling kamar yang ia datangi,ia bingung harus duduk dimana.
Sofa itu terlihat sangat mahal,ia merasa tidak pantas duduk disana.
"Astaga tuan Pradipta sangat menyukai hal hal yang mewah" gumam Keyna di dalam hati. Keyna menghela nafas nya berat,kali ini yang ia pikirkan nasib kedepan dirinya bagaimana? Ia akan dijadikan apa oleh Ezra? Pertanyaan itu berkeliling di benaknya.
Di perusahaan terbesar Ezra sedang berdiri di jendela besar kantornya,ia menatap keramain kota Jakarta.
Radit memasuki ruangan nya
"Tuan,nona Keyna sudah sampai di Mansion utama" ucap Radit,Ezra hanya diam tidak merespon perkataan Radit.
"Tuan kenapa kau menyetujui saran dari wanita itu?" Tanya Radit
"Tugasmu hanya melakukan pekerjaan yang aku suruh bukan kepo seperti itu" sahut Ezra ketus, Radit tersenyum kecil mendengar perkataan tuan nya.
"Maafkan saya tuan"
"Hmm apa kau sudah dapat kabar dari Calista?" Tanya Ezra,kini ia berbalik menatap Radit yang sedang berdiri dibelakang nya.
"Nyonya Calista belum ada kabar tuan,suruhan kita sudah saya kerahkan untuk mencari keberadaan nya tapi sampai sekarang belum ada kabar" jawab Radit,Ezra geram ia membanting vas bunga kearah Radit.
Prang,vas itu hancur Ezra menatap tajam Asisten pribadinya.
"Bagaimana bisa mencari dia saja kau tidak becus! Sekarang kerahkan lebih banyak orang untuk mencari Calista! Cepat!" Teriaknya memerintah, Radit pamit bergegas pergi meninggalkan tuan muda nya.
"****! Membuat ku tidak mood saja" ucap Ezra,ia bergegas berjalan keluar dari ruangannya untuk kembali ke Mansion Utama.
Ezra memasuki Mansion Utama dengan wajah datar dan tatapan mata yang selalu siap membunuh. Para pelayan menunduk hormat bahkan mereka takut suara nafas mereka terdengar di telinga tuan mudanya,bisa habis mereka oleh Ezra.
Ezra berjalan menuju tangga,ia berjalan terus hingga sampai dikamarnya.
Keyna terkejut karena ada yang membuka pintu,seketika ia bangkit dari duduk nya.
Keyna bergetar ketakutan saat melihat pria besar memasuki kamarnya,ia tahu siapa itu pasti pemilik kamar ini.
"Kau Keyna?" Tanyanya dengan suara berat
"Ii..i..iya tuan"Jawabnya gugup,ia sangat takut.
"Kau takut padaku?" Tanya Ezra lagi,ia mendekati Keyna yang berjalan mundur saat Ezra semakin dekat dengannya.
"Tidak tuan"jawabnya,Ezra menghentikan langkahnya ia melihat tas aneh berada dikamarnya.
"Tas siapa ini?" Tanyanya
"Tas saya tuan" jawab Keyna,ia gemetar ketakutan.
Ezra berjalan menuju pintu kamar
"Pak Mus!!!" Teriaknya,keyna tersentak kaget saat mendengar suara keras itu.
"Iya ada apa tuan muda?"
"Bawa tas busuk itu keluar! Dan perintah kan para pelayan wanita untuk membawa wanita ini membersihkan diri" perintah Ezra,pak Mus mengangguk mengerti.
Ia menyuruh para pelayan lain untuk mengambil tas didalam kamar tuan nya, lalu 2 pelayan wanita masuk kedalam untuk membersihkan Keyna.
"Saya akan tunggu di ruang kerja" ucap Ezra dengan suara dingin.
Keyna bernafas lega karna pria itu berlalu pergi,tapi ia harus membersihkan diri agar tuan Ezra tidak marah padanya.
"Aku tidak perlu takut,tuan Ezra kan impoten dia tidak akan melakukan hal yang macam macam" Gumam Keyna di dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 160 Episodes
Comments
Salsabilla Kim
ezra impoten?
2024-08-21
0
Egepe Angel
kenya, tau dari mana loe ezra impoten ?
2024-04-03
0
Muri
sembh kalau ketemu gadis perawan🤣🤣🤣
2024-03-13
0