Mommy nya menyuruhnya untuk istirahat karena memang Serena seperti bosan, sebab perkerjaan nya sudah selesai.
Serena makan siang di luar sedangkan Mommy nya masih ada perkerjaan yang harus di selesai kan.
Serena kali ini memilih cafe yang tidak jauh dari tempat kerja Mommynya.
Serena memesan makanan lalu dia duduk di kursi yang kosong.
Serena memainkan ponselnya sambil menunggu makanan dan minuman jadi.
"Anderson gimana keadaan nya yah, atau ka King bunuh dia" Tanya Serena yang malah memikirkan Anderson sepupunya.
"Dia orang baik seandainya dia datang dengan baik-baik seperti nya Daddy juga gak akan marah" Ucap Serena lagi.
"Nasib dia dengan ku, seperti nya jauh lebih aku, aku memiliki semuanya termasuk kasih sayang gak pernah henti dari Daddy dan Mommy sedangkan Anderson? " Ucap Serena.
"Daddy sudah jujur tapi aku gak bisa benci dia karena dia cinta pertama ku" Ujar Serena.
"Papah Matthew maaf yah kalau cinta pertama ku untuk Daddy Rio soalnya kita gak pernah ketemu" Kata Serena lalu dia tertawa kecil.
15 menit kemudian makanannya datang lalu dia makan siang disana sendirian.
Disisi King.
King sampai ke tempat markas musuhnya yang sudah mengambil data-data perusahaan nya yang ada di belanda, dia hanya sendirian, berjalan dengan tanpa beban masuk ke tempat yang dimana bisa saja nyawanya melayang dengan mudahnya.
King berdiri menatap beberapa orang yang sedang duduk sambil meminun wine.
"Disini para tikus berkumpul? " Ucap King tapi wajahnya masih tertutup.
Mereka hanya saling tatap karena tidak tahu siapa yang ada disana.
"Hey jaga ucapan mu, jangan membuat kami tersinggung" Tegur salah satu dari mereka.
King berjalan lagi dan wajahnya terlihat semuanya langsung terkejut melihat siapa yang berdiri disana.
"King! " Ucap mereka bersamaan.
"Mana bos kalian? " Tanya King tapi mereka hanya diam.
King tidak mendapat jawaban dan dia mengeluarkan pistol dari jaketnya, dengan cepat peluru menembus kepala yang menegur King tadi.
Suasana hening tapi King tersenyum tipis lalu berjalan dengan tangan masuk kedalam ke kantong jaket panjang nya.
King mengambil botol wine yang setengah itu lalu memukulkannya ke kepala salah satu orang disana sampai botol itu pecah.
"Cepat katakan? " Ucap King dengan nada rendah tapi semuanya takut dengan King.
"Kalian ini yang di sebut mafia? melawan ku saja tidak berani" Ucap King lalu dia tertawa.
5 orang berdiri dari duduk nya, mereka ingin menyerang King tapi King hanya bersikap santai.
King melawan 5 orang itu hanya dengan botol pecah yang bekas memukul kepala orang yang ada di sana.
King menang dengan mudah sebab botol itu terbuat dari kaca karena sudah pecah jadinya bisa menjadi senjata.
King hanya menusuk mereka satu-satunya ketika mereka mendekati nya.
King berjalan lagi kearah satu orang yang memang dekat dengannya.
"Mana bos kalian? " Tanya King sambil mengarahkan botol pecah itu ke wajah laki-laki yang di depannya itu.
Botol itu berlumuran darah membuat nya bergetar hebat melihatnya.
"Dia tidak ada disini" Jawabnya.
"Dimana? " Tanya King.
"Dia sedang ada di rumahnya" Jawab nya.
"Jangan membohongi ku, jika kau membohongi ku, sampai ke lubang cacing pun akan ku cari" Ucap King serius.
Lalu dia meninggalkan laki-laki itu begitu saja.
King baru saja memasuki mobilnya dan dia mendapatkan kabar jika Anderson kabur dari rumah sakit Amerika.
"Tangkap orang yang sudah mengambil data-data perusahaan ku, habisi dia dengan keluarga jangan biarkan keluarga nya hidup, agar keturunan nya habis" Suruh King.
"Usahakan jasadnya untuk tetap utuh lalu tenggelamkan di laut agar gempar" Suruh King lagi lalu dia mematikan ponselnya.
King lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju bandara karena dia tidak akan tenang jika di tidak di dekat Serena.
"Penjagaan ku memang lemah di Amerika karena banyak anak buah ku yang ku bawa pulang tapi jika kamu berniat mengambil Serena lagi, liat saja Anderson, kau akan habis dengan ku" Ucap King
Disisi Serena.
Serena masih di cafe itu, dia menatap perempuan yang menangis, sambil meniup lilin ulang tahun berserta kue nya.
Serena iba melihat perempuan itu lalu dia mendekati nya bahkan duduk di samping perempuan itu.
"Happy birthday too you"
"Happy birthday too you"
"Happy birthday.... Happy birthday... Happy birthday too youuuuu" Nyanyi Serena, perempuan itu terdiam dengan wajah penuh air mata menatap Serena.
"Kamu siapa? " Tanya nya pada Serena.
"Aku teman mu" Jawab Serena sambil tersenyum.
"Jangan menangis di hari spesial kamu, kelahiran kita itu hari yang sangat bahagia" Ucap Serena lagi.
"Mau cerita dengan ku? Aku punya banyak aura positif untuk kamu yang butuh di dengarkan ceritanya" Ujar Serena lalu perempuan itu memeluk serena sambil menangis.
"Papah ku baru saja meninggal semiggu lalu, padahal dia sudah janji bakal rayain ulangan tahun ku yang 23 tahun" Ucap nya
"Siapa nama kamu? " Tanya Serena sambil mengelus punggungnya perempuan itu.
"Airy" Jawabnya.
"Padahal Papah janji mau kasih aku hadiah dan juga rayain ini di cafe ini tapi kenapa dia tinggalin ku" Ucap Airy sambil terus menangis.
Serean terus memeluk Airy yang menangis di bahunya. Lalu Airy melepaskan pelukan nya.
"Siapa nama kamu? " Tanya Airy pada Serena.
"Muka kamu kaya gak asing di pikiran ku" Ucap Airy.
"Aku Serena" Jawab Nya.
Serena mengambil tisu yang ada di tas nya lalu menghapus air matanya Airy.
"Aku belum pernah di posisi kamu, tapi jika Daddy ku terlambat datang ketika Daddy janjian dengan ku, rasanya sakit banget, apalagi di tinggal selamanya" Ucap Serena.
"Aku anak kuat dan juga wanita kuat, Papah kamu orang hebat, dia pasti sudah berusaha semaksimal mungkin agar bisa ngerayain ulang tahun kamu tapi tuhan lebih sayang Papah kamu" Ucap Serena.
"Kenapa kamu mau berbicara dengan ku? padahal aku orang aneh disini" Ucap Airy.
"Mommy dan Daddy ku selalu mengajarkan aku untuk memiliki rasa perduli dan simpatik bukan selalu menatap rendah orang lain" Jawab Serena dan Airy tersenyum menatap Serena.
"Kamu cantik dan sangat baik, semoga kamu selalu di kelilingi orang yang baik sama seperti kamu yah" Ucal Airy.
"Amin" Ucap Serena.
Disisi Daddy Rio.
Dia sedang berdebat dengan Papi Prince membahas King dan Serena.
"Rio! kamu masih dengan ku? sejak tadi aku bicara kamu selalu menjawab ku ketus" Tanya Papi Prince.
"Seandainya hellen berada di posisi Serena bagaimana perasaan kamu, sama orang yang sudah melakukan itu pada putri nya?" Ucap Daddy Rio.
"Apa kamu percaya jika King melakukan itu pada Serena? " Tanya Papi Prince.
"Kamu terlalu menyanyangi Serena Rio, Seandainya King melakukan itu pasti Serena gak akan baik-baik aja sekarang" Ucap Papi Prince.
"Maksud kamu apa? " Tanya Daddy Rio.
"King sudah kehabisan pikir untuk mengajak Serena mangkanya dia menjebak Serena. Semuanya adalah ide ku" Jawab Papi Prince, tentu Daddy Rio sangat terkejut mendengar penjelasan sahabat nya itu.
"Beraninya dia menjebak putriku? aku akan membatalkan pernikahan ini" Ucap Daddy Rio tapi Papi Prince menahannya.
"Coba dengarkan aku" Ucap Papi Prince dan Daddy Rio diam.
"Biarkan saja mereka menikah, King sangat menyukai Serena sejak dulu, dia gak akan mungkin menyakiti atau membuat Serena menangis" Ucap Papi Prince.
"Dia sangat tergila-gila dengan putri kesayangan kamu itu" Ucap Papi Prince lagi.
"Tapi serena tidak menyukai King" Ucap Daddy Rio.
"Cinta bisa datang beriringan dengan waktu, King pasti bisa meluluhkan hatinya Serena,sekeras-kerasnya hati wanita pasti akan luluh" Ucap Papi Prince dan Daddy Rio terdiam.
"Biarkan mereka menikah, agar Serena juga berhenti membuat kamu pusing karena suka balapan" Ucap Papi Prince dan Daddy Rio mengangguk pelan.
"Kita akan berbesan" Ucap Papi Prince lalu memeluk Daddy Rio.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Sani Srimulyani
ditunggu serena bucin sama king ya thor.
2023-10-15
1