Disisi King.
King sampai di tempat bisnisnya Anderson, satu ini adalah tempat bar atau tempat minuman beralkohol dan juga tempat transaksi barang ilegal.
Dia hanya sendirian, tidak dengan yang lainnya, dia sudah geram jika harus mengandalkan pencarian, jadinya hanya perlu mendatangi tempat bisnis Anderson lalu menbuat kekacauan dan pasti pikirnya Anderson akan datang.
King masuk tapi semuanya tidak memperdulikan King, dia pun berjalan mendekati tempat yang menyediakan minuman.
Dia duduk seperti orang pada umumnya dan memesan minuman.
Ketika minumannya datang malah di ambil oleh orang yang di sampingnya dan langsung meminumnya tanpa memperdulikan King sang pemilik minuman.
King bersikap tapi tangannya masuk kedalam jaketnya, dengan cepat tangan King menancapkan pisau belati ke kepala orang yang baru saja meminum minuman nya.
Tangan King berlumuran darah dan dia mencabut lagi pisau miliknya tadi, sedangkan orang yang dia tusuk masih berteriak kesakitan sampai teriakan hilang sebab tidak sadarkan diri.
King berdiri dengan pisau di tangannya sambil tersenyum miring menatap orang-orang yang terdiam melihat ulah King.
Ada orang yang berlari sambil membawa botol kaca tapi King dengan cepat menusuk perut orang itu dan juga wajahnya, dia terjatuh dan tak sadarkan diri.
Beramai-ramai orang-orang ingin menghajar King dia selalu bisa melukai orang-orang itu hanya dengan pisau kecil yang ada di tangan nya.
King berdiri tetap dengan baju, tangan bahkan wajahnya ada darah bekas orang -orang yang ingin melukainya tapi malah sebaliknya mereka yang tewas berserakan di kaki King, seakan-akan kematian massal padahal King hanya sendiri.
King melirik bartender wanita yang berdiri ketakutan di belakangan lalu dia mengarahkan pisaunya dengan menyamping kan tubuhnya kearah wanita itu.
"Di mana Anderson? pemilik tempat ini? " Tanya King pada bartender wanita itu tapi dia menggeleng.
Dor!
Satu tembakan mengenai bahu King tapi King sama sekali tak bergeming karena tembakkan itu, lalu menatap kearah peluru yang baru saja terlepas dari pelatuknya.
Yang menembak King adalah Anderson yang berdiri didepan pintu dengan pistol yang masih mengarah ke King.
"Akhirnya kau datang! " Ucap King lalu dia tersenyum miring, Anderson menelan ludah nya sendiri karena bar nya penuh dengan mayat dan juga darah karena King.
Anderson yang lengah sebab melihat mayat dimana-mana membuat King bisa dengan mudah menembak Anderson tapi dia hanya menembak tangan Anderson agar pistolnya terjatuh dari tangannya.
Anderson tentu kesakitan lalu King berlari kearah Anderson dan menendang wajahnya Anderson sampai dia terjatuh ke lantai.
King berdiri sambil menginjak dada nya Anderson, dia juga mengarahkan pistolnya ke arah kepala Anderson.
"Kembalikan Serena atau akan ku buat tempat menjadi kuburan mu" Ucap King dengan serius.
"Kalian benar-benar pembunuh! bahkan kamu tega menghancurkan semua usaha ku? " Teriak Anderson.
"Mangkanya jangan berurusan dengan ku" Ucap King dengan sorot mata yang tajam.
"Dimana Serena?" Teriak King dan dia menekan dadanya Anderson.
"Kalian sudah mengusirnya, untuk apa kalian mencarinya sampai sejauh ini" Jawab Anderson.
King mulai geram lalu menendang dagunya Anderson dengan kuatnya dan dia tidak sadarkan diri.
King memberi kode pada anak buah yang memang sudah stand by disana, King melarang nya masuk kecuali King yang menyuruhnya.
"Bawa dia kerumah sakit tapi jaga seketat mungkin agar dia tidak bisa pergi" Suruh King mereka langsung membawa Anderson pergi.
King baru ingat jika dia juga terkena tembak tadi dan jadinya dia juga ikut kerumah sakit, untuk mencabut peluru yang ada di bahunya.
Disisi Serena.
Serena sama sekali tidak menuruti ucapannya Anderson, dia malah keluar dari rumahnya lalu pergi dengan mobil Anderson yang satunya sebab Anderson memiliki beberapa mobil.
Serena melajukan mobilnya entah kemana dan tiba-tiba mobilnya mogok.
Mobil yang di pakai Serena adalah mobil yang jarang Anderson pakai karena sering rusak.
"Kok mogok sih? " Tanya Serena sambil memukul-mukul setir mobil.
Serena turun dari mobilnya, untuk mencek mesin mobilnya, tapi malah sama sekali tidak mengerti dengan mobil kecuali motor baru dia paham.
Ada mobil yang singgah dan dia langsung turun lalu mendekati Serena.
"Kenapa mobil nya? " Tanya nya pada Serena.
"Mogok nih" Jawab Serena santai.
"Mau ikut dengan ku gak? nanti mobil kamu biar teman ku yang urus" Tawar orang itu.
"Boleh! " Jawab Serena yang mudahnya menerima orang yang baru dia kenal tidak beberapa detik.
Dia pun pergi dengan orang itu tanpa menaruh rasa curiga ataupun was-was pada orang baru.
Disisi King.
Dia baru saja selesai di operasi untuk mencabut peluru dari tangannya tadi.
King berjalan dengan tangan di perban jadinya dia agak susah untuk menggerakkan bahunya.
Tiara muncul lagi, tapi wajahnya agak panik kali ini membuat King agak khawatir jika Tiara sudah seperti itu.
"Ada apa? " Tanya King.
"Serena kabur dari rumahnya Anderson dan sekarang dia dalam bahaya" Jawab King.
"Cepat temukan Serena King" suruh Tiara.
"Dia dimana? " Tanya King.
"Jam 8 malam nanti dia akan menghadiri acara yang gak seharusnya dia hadiri" Ucap Tiara
"Acara apa Tiara?" Tanya King yang geram sebab Tiara malah bertele-tele.
"Tempat pelelangan" Jawab Tiara dan King tau betul tempat pelelangan seperti apa yang di maksud oleh Tiara.
"Dimana tempat nya? " Tanya King.
"Gedung Duncan! " Jawab Tiara lalu King langsung berlari sebab hanya ada 3 jam saja waktunya untuk mencari tempat dimana Serena.
King menghubungi Papinya, Daddy Rio dan juga Cio untuk segera menuju gedung Duncan yang berada di tengah kota.
Disisi Serena.
Serena ketika masuk kedalam mobil tadi langsung di bius oleh laki-laki yang mengajaknya ikut dengannya.
Sekarang dia sudah berada di kamar dan juga sudah cantik, dirias dan juga memakai dress yang sangat seksi.
Serena membuka matanya, dia terkejut sebab banyak wanita ada di kamarnya.
"Kalian semua siapa? " Tanya Serena kaget.
"Loh kamu gak ingat yah? bukannya kita malam ini akan di beli oleh-oleh laki-laki yang mau membayar kita mahal? " Jawab Agnes salah satu dari wanita di kamar itu.
"Aku gak tau! bahkan aku baru tau" Ucap Serena.
"Berarti kamu di jual tanpa sepengetahuan kamu, malang banget sih" Ucap Olive.
"Aku harus kabur! " Ucap Serena lalu dia bergegas turun dari ranjang.
"Mustahil bisa kabur soalnya penjagaan disini ketat" Ucap Agnes.
"Aku gak mau di jual" Teriak Serena.
"Sudahlah terima nasib aja" Ucap Olive.
Serena sangat geram pada wanita yang ada di depannya ini, malah pasrah tanpa perlawanan.
"Gimana caranya kabur" Ucap Serena pelan lalu dia berpikir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Melia Gusnetty
goblok siih loo..gampang percaya sm orng yg baru d temui...
mk nya jd cewek jgn kasar kualat loo kn...
2023-10-10
1