Serena membuka matanya, sebab dia tadi di tertidur akibat asap yang tiba-tiba masuk kedalam mobilnya sampai membuatnya tidak sadarkan dirinya.
Serena terkejut melihat laki-laki yang sedang berdiri di jendela kaca, laki-laki berambut pirang dan juga memiliki tinggi 185 cm, dia berdiri di membelakangi Serena.
Serena menatap dirinya dan dia bernafas lega karena dia masih berpakaian lengkap.
Dia membalik tubuh nya menatap Serena, dia tersenyum melihat Serena sudah sadar.
"Kamu siapa? " Tanya Serena tapi dia hanya tersenyum sambil berjalan mendekati Serena.
"Jangan mendekat! " Teriak Serena tapi dia tetap berjalan mendekati Serena.
Lalu dia berdiri di samping Serena, dia bisa melihat wajah laki-laki itu dengan jelas, dia memiliki mata biru dan juga berkulit putih benar-benar khas bule.
"Apa yang kamu katakan aku tidak mengerti, apakah kamu bisa berbahasa Inggris? " Ucap Laki-laki itu pada Serena dengan bahasa Inggris.
"Emangnya aku bodoh gak bisa bahasa inggris? " Ucap Serena dengan bahasa Inggris juga.
Dia tersenyum pada Serena bahkan mengacak-acak rambut Serena. tapi Serena menangkis tangan laki-laki yang menyentuh rambut nya.
"Bule gila! " Ucap Serena padahal dia juga memiliki keturunan bule juga.
"Aku kenal kamu tapi kamu belum kenal aku kan? " Ucap nya.
"Aku gak perduli kenal kamu" Ucap Serena.
"Aku sepupu mu, namaku Anderson Sayers, Putra tunggal dari Andrew Sayers adiknya dari Matthew Sayers" Ucap Anderson dan Serena tau siapa orang yang disebutkan laki-laki pirang di depannya ini.
"Kamu harus ikut dengan ku sebab kita keluarga Serena, kamu di usir kan oleh orang tua kamu" Ucap Anderson membujuk Serena.
Serena diam menatap laki-laki berbadan tinggi di depannya"Aku akan menjaga kamu lebih baik dari mereka"Ucal Anderson lalu dia tersenyum sampai matanya menghilangkan karena tertutup kelopak mata nya.
"Aku akan menceritakan rahasia yang mereka sembunyi kan dari kamu selama ini" Sambung Anderson.
"Apa itu, mereka tidak pernah menyembunyikan apapun dariku" Ucap Serena yang membela keluarga Daddy Rio.
"Kamu itu sama dengan ku, Papah kita di bunuh dan yang membunuhnya adalah orang yang sama Serena" Ucap Anderson.
"Siapa? " Tanya Serena dengan wajah serius mendengar kan Anderson.
"Rionaldo Wijaksono bahkan dia juga mengurung Mamah kamu sampai melahirkan kamu di dalam kurungan keluarga nya" Ucap Anderson dan Air matanya Serena jatuh membasahi pipinya.
"Kamu di besarkan oleh orang-orang jahat yang membuat kita menjadi sebatang kara" Ucap Anderson lagi.
"Engga mungkin Daddy ku membunuh Papah dan Mamah ku" Teriak Serena bahkan dia berontak tapi Anderson hanya diam tidak membalas Serena.
"Jangan menjelek-jelekkan keluarga ku! " Teriak Serena lagi.
"Aku membicarakan hal yang sesungguhnya, aku datang atas permintaan mendiang Mamah ku, untuk menjemput kamu, bahkan hampir 1 tahun lebih aku mencari kamu dan hari ini aku bisa bertemu dan berbicara langsung dengan kamu" Ucap Anderson santai pada Serena
"Aku sangat dendam dengan mereka tapi aku tidak punya kemampuan untuk melawan karena aku tahu siapa orang-orang yang berada di sekeliling kamu" Ucap Anderson.
"Ikutlah dengan ku, aku akan menajadi kaka yang baik untuk kamu" Ucap Anderson tapi Serena hanya diam sambil menangis karena memang belum pernah tau kenapa Papahnya meninggal,apalagi apa penyebab Kedua orangtuanya meninggal.
"Aku gak akan pernah larang kamu, aku gak akan pernah usir kamu seperti mereka" Ucap Anderson yann terus membujuk Serena.
"Kita gak punya banyak waktu, pasti semakin lama mereka akan menemukan kita dan tentu aku tidak akan bertemu dengan kamu lagi" Ucap Anderson.
Anderson belum membawa Serena pergi ke negara asalnya tapi dia hanya membawa Serena ke apartemen tempatnya menginap.
"Bagaimana? "Tanya Anderson dan Serena menatap Anderson dengan matanya yang penuh dengan air matanya.
Disisi King.
Seminggu sudah dia berada di Amerika namun sama sekali tidak menemukan titik terang.
Sering King dan Daddy Rio mengamuk karena tidak menemukan Serena pada anak buahnya yang menurut nya tidak becus, puluhan orang tewas di tangan mereka berdua hanya karena meluapkan emosi mereka, Cio dan Papi Prince yang selalu menasehati untuk tidak membunuh anak buahnya sendiri.
King sedang berdiri di jendela kaca kamarnya sebab itu hal yang selalu dia sukai ketika dia sedang banyak pikiran.
Tiara muncul lagi di sampingnya King, King yang hafal dengan tanda kedatangan Tiara pun menghela nafas berat.
"Kalau tidak mau memberitahu ku lebih baik tidak usah muncul" Ucap King padahal hampir seminggu juga Tiara tidak muncul di depan King sejak di mobil waktu itu.
"Aku sudah sering membantu kamu. Jadi, menurut ku jika kamu berjuang sendiri pasti akan lebih membuat kamu puas" Ucap Tiara.
"Berikan aku klu dimana Serena berada Tiara, aku janji tidak akan bertanya-tanya lagi, aku akan mencarinya sampai dapat" Ucap agak merendah layaknya memohon tapi dia tidak menatap Tiara yang ada di sampingnya.
"Benarkah yang ku lihat ini King? kamu merendahkan suara kamu hanya untuk tahu dimana Serena? " Ucap Tiara karena King lebih sering memaksa Tiara jika dia membutuhkan bantuannya.
"Kenapa kamu ingin tahu dimana Serena? padahal kamu sangat kecewa pada nya King? " Tanya Tiara
"Aku pergi untuk menghilangkan perasaan ku pada Serena tapi perasaan ini malah memilih abadi" Jawab King.
"Datanglah kamu ke gereja malam ini dan kamu akan bertemu dengan Serena" Ucap Tiara.
"Gereja? apa maksud kamu Tiara? apa Serena akan menikah dengan Anderson? " Tanya King panik.
"Datang saja" Jawab Tiara.
"Jika benar akan terjadi pernikahan, aku akan bunuh Anderson itu! " Teriak King karena dia malah emosi.
Hari berganti malam.
Serena baru sampai ke Anderson ke gereja besar yang ada dikota itu.
Anderson berjalan sambil merangkul pinggang ramping Serena , padahal Serena risih tapi dia percaya jika Anderson hanya ingin Serena aman.
Mereka duduk di kursi kosong lalu, mereka datang kesana hanya menghadiri acara pernikahan nya temannya Anderson.
Serena hanya diam menonton pengantin yang berdiri didepan pendeta untuk berikrar.
"Teman kamu yang mana? cewenya atau cowonya? " Tanya Serena.
"Teman ku cewenya bahkan dia mantan kekasihki" Jawab Anderson.
"Putus kenapa? " Tanya Serena.
"Beda komitmen aja sih" Jawab Anderson santai.
"Tapi sepertinya dia kalah cantik dengan adik sepupuku ini, andai kita tidak bertemu mungkin aku tidak datang, semenjak tadi aku bisa lihat dia sering menatap kearah kamu, entah kenapa" Ucap Anderson.
"Mungkin dia mengira aku pacar kamu" Jawab Serena membuat Anderson tersenyum.
"Tapi kita sepupu mana mungkin kita pacaran, emang gila mantan kamu itu" Ucap Serena tergeleng, sedangkan Anderson hanya senyum-senyum saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments