King sampai di ke Gereja yang sudah di beritahu oleh Tiara, dia datang bersama dengan Cio, Papi Prince dan juga Daddy Rio.
Keempat laki-laki itu berjalan sambil menatap para tamu undangan yang menatap aneh kearah mereka.
King langsung bisa mengenai perempuan yang duduk agak ujung, dia adalah Serena bersama Anderson.
King langsung berlari mendekati mereka berdua sedangkan ketiga orang dibelakang nya mengikuti King.
King sudah dekat dengan Anderson dan langsung menarik jas Anderson dengan kuatnya di depan Serena.
"Berani nya lu culik Serena? " Ucap King dengan sorot mata setajam elang pada Anderson.
Serena berdiri lalu memukul wajah King agar melepaskan Anderson, pukulan Serena yang memang sudah di latih tentu kuat sampai King hampir terjatuh.
Serena menarik tangan Anderson ingin pergi tapi tangan Serena di tahan oleh 2 laki-laki yang selama ini selalu menemani yaitu Daddy Rio dan Cio.
"Kamu mau kemana Serena?" Tanya mereka bersamaan bahkan tatapan mereka sangat dalam pada Serena.
"Kalian orang jahat!" Teriak Serena dia mengibaskan kakinya hampir saja mengenai wajah Daddy Rio dan Cio tapi genggaman mereka terlepas dari tangan Serena.
Dia bisa lari sambil menarik tangan Anderson, King langsung mengejarnya begitu juga dengan yang lainnya.
Mereka lari ke mobil nya Anderson dan syukurnya mereka bisa kabur dengan mobil sebab tidak anak buah dari King ataupun Daddynya yang berjaga disana.
Anderson yang mengetir sedangkan Serena mengambil nafas sebanyak mungkin karena dia kecapean berlari.
"Kamu hebat! " Ucap Anderson yang kagum dengan kelincahan Serena melawan keempat laki-laki yang ingin menangkap nya tadi.
"Mereka berempat guru ku, aku menang karena mereka takut aku kenapa-napa" Jawab Serena.
"Guru kamu? berarti kamu jago bela diri? " Tanya Anderson tidak percaya.
"Iyah" Jawab Serena santai.
"Kamu di paksa buat bisa bela diri atau kemauan kamu? " Tanya Anderson yang masih kagum dengan sepupu nya ini.
"Kemauan aku sendiri,soalnya Daddy sering ajarin kaka ku terus aku ikut juga" Jawab Serena.
Dari belakang ada yang terus meng klaksoni mereka dan itu dari mobil King dan juga Cio yang sudah tak jauh dari mereka.
"Mereka bisa kejar? " Ucap Anderson terkejut.
Anderson langsung tancap gas agar bisa pergi dari kejaran King.
Tepat di pertigaan King kehilangan mobilnya Anderson dan Serena.
King tetap melajukan mobilnya tapi dia tetap tidak menemukan Anderson dan Serena.
"Sial! " Teriak King didalam mobil.
King mencari Serena sampai subuh dengan yang lainnya tapi nihil sebab Anderson tau dan hapal tempat bersembunyi di negara kelahiran nya.
King sangat geram bisa-bisanya dia di kecoh oleh Anderson dengan begitu mudahnya.
King tidak bisa membawa Serena pulang tapi hanya kekesalan dan kemarahan yang menyelimuti hatinya sebab memikirkan keadaan Serena.
Seminggu berlalu.
Sejak di gereja waktu itu dia tidak pernah lagi bertemu dengan Serena ataupun Anderson tapi King tidak pantang menyerah lalu dia datang lagi ke rumah yang di jadikan tempat judi oleh Anderson.
King membuat kekacauan disana tanpa sepengetahuan Papi Prince, Daddy Rio ataupun Cio.
Dia menyuruh anak buahnya untuk membuat kericuhan di tempat itu bahkan membunuh semua orang yang ada disana tanpa terkecuali.
Ketika anak buahnya sudah selesai dengan tugasnya dan keluar, King melemparkan bom sebanyak 3 kali ke dalam ruangan itu sampai ledakan yang terakhir, rumah itu roboh, dia diam menatap bangunan yang sudah roboh di depannya.
"Akan ku pastikan Anderson mati di tangan ku" Ucap King dengan penuh keyakinan yang pasti.
Disisi Serena.
Serena sedang berdiri di balkon depan kolam renangnya sambil melamun.
Anderson datang sambil membawakan sarapan untuk mereka sebab mereka belum sarapan.
Anderson meletakkan makanannya di atas mejanya lalu mengikuti Serena yang masih berdiri melamun.
"Sarapan yuk! " Ajak Anderson tapi Serena malah terkejut karena Anderson tiba-tiba berdiri disamping nya.
"Kaget! " Ucap Serena tapi Anderson hanya tertawa.
"Kerjaan kamu setiap pagi ngelamun terus kaya gak ada kerjaan yang lain" Ucap Anderson.
"Aku kangen keluarga ku" Jawab Serena.
"Mereka pembunuh, buat apa kamu kangen mereka yang sudah bunuh keluarga kita" Ucap Anderson.
"Aku kangen Mommy yang selalu lemah lembut ke aku, dia bukan pembunuh malah dia malaikat " Ucap Serena.
"Tapi dia bukan yang melahirkan kamu" Ucap Anderson.
"Tapi dia yang sudah merawatku bahkan dia juga menyusui aku ketika kecil" Bela Serena untuk Mommy nya.
"Aku gak suka orang lain membantah ku ketika aku membela Mommy ku! ingat Anderson, aku memang bukan lahir dari Mommy intan tapi dia yang sudah merawatku dengan penuh kasih sayang, jika dia gak ada,mungkin aku gak akan pernah merasakan kasih sayang seorang Mommy" Ucap Serena sambil menunjuk wajah Anderson.
"Tapi Rio yang sudah membuat kamu sebatang kara dan aku juga sama dengan kamu" Ucap Anderson.
"Mendebat ku sama saja ingin menginginkan aku pergi" Ucap Serena lalu dia meninggalkan Anderson sendirian.
Anderson diam menatap Serena yang berjalan meninggalkan nya. "Karakter Serena itu keras, bahkan dia wanita yang hebat, tapi jika dia dengan pasanganya apakah dia akan bersikap manja" Ucap Anderson lalu tersenyum.
Anderson mengetuk kamarnya Serena tapi Serena tidak mau membukanya.
"Serena! kamu belum sarapan, aku bawakan sarapan buat kamu, kamu makannya di kamar pun gak papa" Ucap Anderson lalu kamarnya terbuka, Wajah Serena datar menatap Anderson.
"Aku bosan di rumah, bawa aku pergi" Ucap Serena.
"Kita di rumah dulu yah, soalnya barusan aku dapat kabar jika usaha ku di hancurkan oleh seseorang, sampai bangunan nya rubuh" Ucap Anderson dengan ekpresi sedih
"Pasti ulah mereka" Ucap Serena.
"Daddy pasti akan melakukan apapun jika tentang aku" Ucap Serena yang mulai takut ketika Daddy nya mengamuk.
"Mereka sejak kemarin terus meneror padahal mereka berada di kawasan ku" Ucap Anderson membuat Serena takut jika Anderson akan melukai Daddy dan Kakanya.
"Jangan apakan mereka Anderson lebih baik kita pergi saja" Pinta Serena.
"Sampai kapan selalu lari? lebih baik buat mereka kembali ke tempatnya, aku bosan hari berpindah-pindah" Ucap Anderson
"Mereka sudah berani menghancurkan bisnis ku bahkan banyak pelanggan ku yang mati karena ulah keluarga kamu itu" Ucap Anderson yang tersulut emosi.
"Aku akan menyusun rencana tapi kamu jangan kemana-mana, tetap dirumah ini" Suruh Anderson.
"Kamu mau tinggalin aku? " Tanya Serena.
"Hanya sebentar" Jawab Anderson lalu dia pergi meninggalkan Serena.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Sani Srimulyani
jangan mudah percaya serena, harusnya kamu tanyakan dulu alasannya. inget bagaimana keluargamu memperlakukanmu selama ini.
2023-10-13
1