Hari semakin sore, tapi Serena tak kunjung pulang ke mansion, biasanya Serena jika sore sudah dan malamnya dia akan pergi lagi tapi sejak tadi pagi di tidak pulang.
Membuat Daddy Rio agak was-was dengan putrinya itu. Cio sudah mengatakan jika Serena dengan King, dia sedikit tenang tapi karena tidak pulang dia pun khawatir juga.
"Serena pergi kemana sih kok gak pulang-pulang"Ucap Daddy Rio.
"Dia pergi dengan King tapi kenapa perasaan ku tidak enak" Ucap Daddy Rio.
Mommy Intan datang lalu memeluk suaminya dari samping, "Kamu kenapa sih sekarang jadi parnoan banget setelah kejadian kemarin? " Tanya Mommy Intan.
"Aku takut aja dia kenapa-kenapa Ay. Aku ngerasa semua orang bisa mencelakai putriku" Jawab Daddy Rio.
"Kan kamu bilang dia sama King, kalau sama King kayanya pasti aman" Ujar Mommy Intan lalu Daddy Rio diam.
Disisi King.
Serena membuka matanya, Serena langsung ingat apa yang terjadi sebelum nya, dia memeriksa dirinya, dia mengerucut kan alisnya sebab dia masih memakai pakaian lengkap.
King datang entah dari mana dan dia membawa makanan untuk Serena.
"Makan dulu" Suruh King lalu dia duduk di sisi ranjang meletakkan nampan makanan keatas pahanya.
"Kaka gak apa-apain aku kan? " Tanya Serena sambil duduk.
"Gak ada" Jawab King.
"Kaka yang bener! Aku ingat tadi kaka dekap aku sampai aku pingsan setelah nya aku gak tau apa-apa" Tuduh Serena pada laki-laki berlesung pipi didepannya.
"Memangnya kamu telanjang? dan aku telanjang? aku gak sentuh kamu sama sekali, bisa dibunuh sama Om Rio aku" Ucap King.
"Aku hanya mencium kening kamu sisanya setelah kita menikah yah" Ucap King pelan tapi Serena mendengar nya.
"Kita gak akan nikah" Ucap Serena yang selalu menolak King.
"Kita akan menikah" Ucap King yakin.
"Sekarang makan aja" Suruh King.
"Kamu laparkan?mau ku suapin? " Tanya King tapi Serena menggeleng.
Serena mengambil makanan yang ada nafan itu lalu memakannya.
"Makan yang banyak yah, orang galak juga butuh tenaga kan" Suruh King.
"Aku galak? " Tanya Serena, King hanya membalas dengan anggukan dan senyuman tipis.
"Aku gak galak tapi aku tegas" Ucap Serena yang tak terima dia katakan galak.
"Tegas itu bisa memutuskan memilih salah satu pilihan sedangkan galak lebih suka marah-marah" Ucap King.
"Aku tegas gak galak" Elak Serena.
"Galak-galak tapi cantik" Ucap King dan Serena angkat-angkat bahu karena pujian King.
"Kita akan menikah Serena" Batin King.
Setelah selesai makan mereka pun pulang
King turun dari mobil, tapi Serena keheranan dengan sikap King sering sekali menghembuskan nafas berat seperti gugup.
"Kaka kenapa? kok kaya gugup? " Tanya Serena yang menatap King aneh.
"Gugup aja" Jawab King. mereka sampai di dalam.
Serena heran, karena disitu ada kedua orangtuanya King beserta Ka hellen, Cio dan Nuna juga ada.
Heran Serena hilang ketika melihat Daddy Rio yang seperti orang kesurupan ketika melihat King tapi di tahan oleh Cio.
Mommy Intan mengambil Serena dari King dan dia semakin keheranan.
"Berani kamu melakukan itu pada putriku King? " Tanya Daddy Rio dengan berteriak.
King hanya diam sedang kan Serena masih kebingungan.
"Ada apa Mom? " Tanya Serena pada Mommy nya.
Mommy Intan bukannya menjawab malah memeluk putrinya dengan erat.
"Aku akan bertanggung jawab" Ucap King.
Daddy Rio mengamuk sebab dia mendapat informasi, jika King membawa Serena ke hotel dalam keadaan tidak sadarkan diri, bahkan mereka sekamar sampai saat ini baru kembali.
Rio diam sebab dia pernah berada di posisi King dulu, "Bertanggung jawab apa ini? " Tanya Serena.
"Kamu gak usah menutupi perbuatan dia sayang" Ucap Daddy Rio.
"Perbuatan apa? " Tanya Serena bingung.
"Aku memang sudah mengambil keperawannya Serena dan aku juga melarangnya mengakatakan nya pada kalian" Ucap King dan Serena melotot mendengar itu.
"Ka King bohong Dad! Kami gak ngapa-ngapain di hotel itu" Ucap Serena.
"Aku gak pernah melakukan itu sama ka King, aku masih perawan Dad" Bela Serena bahkan dia menangis karena dia memang tidak pernah melakukan itu.
King menatap Nuna istrinya Cio yang bisa membaca pikiran orang lain.
Nuna tergeleng tapi King tidak perduli dengan apa yang sudah di hadapi.
Daddy Rio sangat geram dengan King, sebab Serena terus membelanya, dia berontak ingin menghajar King tapi malah Papi Prince berdiri di tengah mencegat Daddy Rio.
"Masa lalu terulang lagi Rio. Kamu berada di posisi ku saat ini, Kenapa harus dengan cara kekerasan, nikahkan saja mereka" Ucap Papi Prince.
"Kau dulu menghajar ku habis-habisan Prince, kenapa kamu menahan ku" Ucap Daddy Rio.
"Kau dendam dengan ku Rio? mau membalas semuanya pada King? " Tanya Papi Prince.
"Mereka melakukan atas dasar saling suka bukan terpaksa" Ucap Papi Prince.
"Aku gak mau nikah dengan Ka King! " Teriak Serena.
"Tidak! Kalian memang harus di nikahkan ditakutkan akan semakin parah" Ucap Daddy Rio.
Serena yang memang tidak melakukan apapun dengan King sangat kecewa dengan semua keputusan Daddy nya.
Serena pergi meninggalkan semuanya menuju kamarnya berbeda dengan King malah tersenyum tipis hampir tak terlihat.
"Rencana ku berhasil" Batin King
Papi Prince membawa King pergi bersama keluarganya yang lain meninggal kan mansionnya Daddy Rio.
Sesampainya di mansion, King langsung di bawa ke ruangan Papi nya.
Awalnya mereka saling diam-diaman sampai Papi Prince memeluknya dengan eratnya.
"Sudah senang? " Tanya Papi Prince.
"Rencana yang Papi berikan pada ku manjur" Jawab King.
Semua yang dilakukan King hanya menjebak Serena dan semua ide itu datang dari Papinya sebab King selalu berkeluh pada Papinya ingin menikahi Serena tapi selalu di tolak.
"Papi akan atur semua pernikahan kamu, kamu tetap tenang duduk manis saja" Ucap Papi Prince dan melepaskan pelukannya.
"Tapi Pi apa Mami merestui pernikahan ini? " Tanya King.
"Dia hanya diam berarti dia setuju, Jemput kebahagiaan kamu dan buat Serena juga bahagia nantinya" Jawab Papi Prince.
King sangat senang dengan Papinya, "Terimakasih Papi" Ucap King.
"Sama-sama King" jawab Papinya sambil tersenyum pada putra nya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Sani Srimulyani
oooohhhh jd ini rencana king sama papi nya to....
2023-10-13
1