Demi Serena

Serena dan teman-temannya dipaksa keluar dengan kasarnya, Serena tentu berontak tapi dia selalu mendapat perlakuan kasar ketika berontak dengan cara di tampar.

Serena menuju panggung dan laki-laki berhidung belang langsung menatap kearah Serena karena dia memang yang paling menonjol dari semua wanita yang berjejeran.

King dan yang lain nya masih belum datang. Serena tertunduk karena semua tatapan laki-laki itu benar-benar membuatnya takut.

Pergelangan dia mulai!

Semuanya berlomba-lomba ingin mendapatkan Serena bahkan dengan harga setinggi-tingginya demi mendapatkan seorang Serena.

Sampai ada yang menawarkan 1 Miliar dan dia menjadi penawaran yang terakhir.

Serena di tarik paksa lagi untuk dibawa ke luar panggung dan bertemu siapa laki-laki yang sudah membelinya.

Disisi King.

King baru sampai dengan Cio, Daddy Rio dan juga Papi Prince.

"Kita harus berpecar sebab jika kita selalu bersama akan sulit menemukan Serena" Suruh King mereka langsung berpencar.

Dia tidak melihat keberadaan Serena di antara wanita yang masih berdiri diatas panggung.

"Beruntung banget orang tadi dapatin cewe yang awal tadi" Ucap orang yang di sebelah King berbicara temannya.

"Namanya tadi siapa? " Temannya.

"Serena kalau gak salah" Jawab orang itu.

King berjalan mendekati Mc lalu dia naik ke atas panggung, berisik pada Mc itu.

Setelahnya dia langsung berjalan santai kebelakang panggung, Cio mengikuti King tapi dia melewati orang-orang yang banyak itu bukan seperti King.

King sampai di koridor belakang panggung, dia agak berlari mencari keberadaan Serena.

Dia tadi berbisik pada Mc, jika dia adik si pemenang lelang atas Serena dan ingin berbicara pada nya dan lucunya Mc itu dengan mudah percaya.

King di cegat oleh 2 penjaga tapi King langsung mengeluarkan ilmu bela dirinya dan dengan mudahnya mereka kalah karena King menusuk kaki mereka dengan pisau.

King melihat ada rumah dan disitu juga ada teriakan, dia langsung berlari mendekati rumah itu.

Rumah itu di jaga hampir 5 orang lebih, Papi Prince, Daddy Rio dan Cio datang.

Daddy Rio yang langsung menghujani peluru pada para penjaga disana, tembaknya tidak ada yang melesetnya, mereka pun langsung bisa masuk dengan leluasa.

Dalam rumah itu tinggi dan bertingkat jadinya sulit menemukan keberadaan Serena.

Papi Prince, Daddy Rio dan Cio sudah berpencar mencari Serena sedangkan King masih berdiri menatap pintu yang kemungkinan ada keberadaan Serena.

Lalu dia keluar rumah itu lagi, entah apa yang di lakukan.

Cio berjalan sambil berteriak memanggil nama Serena tapi dia sama sekali tidak menemukan Serena juga, Daddy Rio dan juga Papi Prince sama.

"De kamu dimana" Ucap Cio yang benar-benar khawatir pada adiknya.

"Deeee" Ucap Cio lagi.

Disisi Daddy Rio.

"Sayang kamu dimana? Daddy gak akan usir kamu lagi, Daddy benar-benar bersalah karena sudah usir kamu sayang" Ucap Daddy Rio sambil memeriksa satu persatu pintu yang dia lewati.

"Sayanggg" Panggil Daddy Rio.

"Riooooooooo! " Papi Prince dan dia langsung berlari ke tempat Papi Prince berada.

Disisi Serena.

Bajunya sudah sangat agak berantakan bahkan sobek karena ulah laki-laki yang ada di depannya ini.

Dia pria berumur 40 tahun lebih, dia sudah tidak mengenakan baju sedangkan Serena masih lengkap walaupun berantakan.

Laki-laki itu membuat Serena ketakutan sampai dia menangis, bahkan kemampuan bela dirinya juga hilang karena sangkin takutnya melihat tatapan laki-laki yang ingin menyerang nya itu.

"Hey wanita murah cepat datang kesini! aku sudah membayar mahal hanya bisa merasakan tubuhmu itu" Ucap Laki-laki hidung belang itu.

"Dasar kakek-kakek, lebih baik kamu perbanyak ibadah!" Jawab Serena dan dia ingin mendekati Serena tapi Serena melemparinya bunga yang ada di meja, laki-laki itu terluka karena ulah Serena.

"Habis kau! " Ucapnya geram dengan Serena.

Pintu kamar yang di tempati Serena ada yang mendobrak membuat laki-laki berhidung belang itu terkejut.

Baru dia ingin mendekati pintu, dia terjatuh ke lantai dengan keadaan leher belakangnya tertancap pisau.

Seseorang keluar dari persembunyian nya, dia balik gorden jendela, dia adalah King.

Dia masuk lewat jendela, dia bersembunyi sambil membidik laki-laki hidung belang itu dengan pisaunya dan bidikan nya berhasil mengenai lehernya.

Serena diam melihat King yang menyelamatkan nya, King mendekati Serena, awalanya Serena ketakutan sampai mundur mengenai dinding, King memeluk Serena dengan eratnya.

"Aku kira aku tidak akan menemukan kamu" Ucap King pelan tapi Serena mendengar nya.

Serena hanya diam tidak membalas pelukan King, layaknya patung.

"Kenapa kamu semakin nakal Serena? Kenapa malah memilih pergi dengan Anderson? Dia hanya ingin memanfaat kamu" Ucap King.

"Apa kamu tidak memikirkan orang-orang yang sangat khawatir mencari kamu? Apalagi Om Rio bahkan Aunty Intan yang menunggu kamu dengan khawatir di mansion" Ucap King dan Serena mendorong tubuh King.

King melepas kan pelukannya dan pas sekali pintu terbuka , Daddy Rio langsung berlari memeluk Serena.

Daddy Rio hanya diam memeluk Serena tapi Serena merasa jika Daddy Rio menangis.

"Daddy boleh aku tanya sesuatu? " Tanya Serena.

"A-apaa? " Ujar Daddy Rio.

"Apa benar jika Daddy yang sudah membunuh Papah ku bahkan mengurung Mamah sampai dia melahirkan di kurungan? " Tanya Serena, lalu Daddy melepaskan pelukannya.

"Iyah! " Jawab Daddy Rio.

"Kenapa Daddy lakukan itu? " Tanya Serena dengan tatapan serius.

"Matthew ingin membunuh Mommy kamu dan juga Abercio ketika masih di perut, Mamah kamu juga sama sayang, bahkan Om kamu Andrew sudah membuat kami terdampar di pulau lebih berminggu-minggu" Jawab Daddy Rio.

"Andai dia tidak pernah melakukan itu mungkin Daddy tidak akan melakukan itu pada mereka" Ucap Daddy Rio.

"Daddy minta maaf karena sudah membunuh Papah kamu, apakah Daddy sudah gagal menjadi Daddy untuk Serena sampai Serena menanyakan kematian papah kamu? " Tanya Daddy Rio.

"Aku hanya ingin tahu" Jawab Serena.

"Apa yang sudah di di masukan Anderson ke kepala kamu Serena? Apa kamu membenci Daddy? " Tanya Cio.

"Aku sempat benci dengan Daddy ketika tau kematian orang tua ku, apalagi Daddy juga menutupi ini semuanya dari aku" Ucap Serena.

"Aku pernah bertemu dengan Mamah Alice menurutku Mamah Alice tidak memiliki dendam dengan Daddy Rio jadi untuk apa aku benci Daddy" Ucap Serena lalu dia kembali memeluk Daddynya.

King dan Cio sama-sama ingin menutupi tubuh Serena dengan jaket mereka tapi Cio mengalah jadinya hanya King yang menutupi tubuh Serena dengan jaketnya.

Ada beberapa orang masuk, mereka adalah penjaga dari tempat itu. Mereka masuk untuk menebut serena lagi.

Daddy Rio melepaskan pelukannya dan King memang ada di belakang Serena pun memegangi tangan Serena

Ada 2 orang yang ingin menarik Serena tapi King menghalanginya dan malah terkena pukulan tepat di bahunya yang baru saja di operasi.

Serena merasa genggaman tangan King cukup kuat berarti pukulan orang itu benar-benar menyakitkan.

Serena maju dan menghajar orang-orang itu, King malah berdiri memegangi bahunya.

Dengan mudah mereka mengalahkan 10 orang yang masuk tadi, lalu pergi meninggalkan tempat itu secepat mungkin.

Di dalam mobil King juga hanya diam duduk di sampingnya Cio yang menyetirkan mobil.

Serena duduk di belakang dengan Om Prince dan juga Daddy nya.

King memegangi bahu, sambil sesekali meringis kesakitan tapi hanya pelan.

"Cio kita ke rumah sakit" Ucap King, tentu Papi Prince terkejut karena King ingin ke rumah sakit.

"Kamu kenapa Prince? " Tanya Papi Prince khawatir pada putranya.

"Aku gak papa kok Pi" Jawab King.

"Ka King kenapa? kok cuma di pukul sampai kaya orang kesakitan banget? apa dia punya luka sebelum nya" Batin Serena yang sejak tadi memperhatikan King.

Terpopuler

Comments

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

dia rela kesakitan seperti itu demi kamu serena.

2023-10-13

1

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Laki-laki culun
3 Pikiran Serena
4 Peraturan
5 Hilang
6 Posisi
7 Abadi
8 Kacau
9 Lelang
10 Demi Serena
11 King kenapa?
12 Serena vs King
13 Fitnah
14 Remaja kasmaran
15 King cemburu
16 Pergi
17 pandangan mommy Intan
18 Besan
19 Sulit
20 Permisi
21 Kaka
22 Mamah Alice
23 Bali
24 Ngambek gede
25 1 Miliar
26 Teringat!
27 Usaha Serena
28 Tukang peluk
29 King si Clingy
30 Jahat!
31 Poros
32 Rengekan
33 Nanti malam
34 Kabur
35 Pelukan
36 Dinner
37 Begal
38 Miliku
39 Sangat peka
40 Cemburu
41 Saingan King
42 King berulah
43 Pulang
44 Bertengkar
45 Tukang adu
46 Langit
47 Ngambek lagi
48 Kejutan Serena
49 Cio jelek
50 Bayi punya bayi
51 Kebahagiaan King
52 Mulai aneh
53 Cio lagi
54 Tolong aku
55 Jadi
56 Para orang tua
57 Tingkah Serena
58 Bertemu
59 Akhirnya
60 Dendam!
61 Diskusi
62 Manjanya
63 Antik
64 Insiden
65 Kenyataan
66 Pemakaman
67 Tanpa Serena
68 Tiara buka suara
69 Ditemukan
70 Bertemu
71 Sabar
72 Dalang
73 King berubah
74 Bersatu
75 Ngidam lagi
76 Churros
77 Sabar
78 Kelakuan Serena
79 Gelar Papah
80 Berkat Aunty
81 Suasana
82 Overthinking
83 Suamiku
84 Demi kamu
85 Ucapan Aletha
86 Sekretaris baru
87 Teman baru
88 Jadi anak kecil
89 Serena berulah
90 Aku pulang malam lagi
91 Jarang bertemu
92 Orang baik
93 cerita
94 Khawatir
95 Nostalgia.
96 Mulai!
97 Cerai
98 Temani aku Tiara!!
99 Hukuman
100 Cepat bangun
101 Serena demam
102 Semua sama!
103 Daddy!
104 Putra ku
105 AZEO AIDEN DHEKSON
106 Debat
107 Berdebat lagi
108 Mirip King
109 End
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Awal
2
Laki-laki culun
3
Pikiran Serena
4
Peraturan
5
Hilang
6
Posisi
7
Abadi
8
Kacau
9
Lelang
10
Demi Serena
11
King kenapa?
12
Serena vs King
13
Fitnah
14
Remaja kasmaran
15
King cemburu
16
Pergi
17
pandangan mommy Intan
18
Besan
19
Sulit
20
Permisi
21
Kaka
22
Mamah Alice
23
Bali
24
Ngambek gede
25
1 Miliar
26
Teringat!
27
Usaha Serena
28
Tukang peluk
29
King si Clingy
30
Jahat!
31
Poros
32
Rengekan
33
Nanti malam
34
Kabur
35
Pelukan
36
Dinner
37
Begal
38
Miliku
39
Sangat peka
40
Cemburu
41
Saingan King
42
King berulah
43
Pulang
44
Bertengkar
45
Tukang adu
46
Langit
47
Ngambek lagi
48
Kejutan Serena
49
Cio jelek
50
Bayi punya bayi
51
Kebahagiaan King
52
Mulai aneh
53
Cio lagi
54
Tolong aku
55
Jadi
56
Para orang tua
57
Tingkah Serena
58
Bertemu
59
Akhirnya
60
Dendam!
61
Diskusi
62
Manjanya
63
Antik
64
Insiden
65
Kenyataan
66
Pemakaman
67
Tanpa Serena
68
Tiara buka suara
69
Ditemukan
70
Bertemu
71
Sabar
72
Dalang
73
King berubah
74
Bersatu
75
Ngidam lagi
76
Churros
77
Sabar
78
Kelakuan Serena
79
Gelar Papah
80
Berkat Aunty
81
Suasana
82
Overthinking
83
Suamiku
84
Demi kamu
85
Ucapan Aletha
86
Sekretaris baru
87
Teman baru
88
Jadi anak kecil
89
Serena berulah
90
Aku pulang malam lagi
91
Jarang bertemu
92
Orang baik
93
cerita
94
Khawatir
95
Nostalgia.
96
Mulai!
97
Cerai
98
Temani aku Tiara!!
99
Hukuman
100
Cepat bangun
101
Serena demam
102
Semua sama!
103
Daddy!
104
Putra ku
105
AZEO AIDEN DHEKSON
106
Debat
107
Berdebat lagi
108
Mirip King
109
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!