Senin.
Pukul 6.50.
Arjuna berdiri dan berbaris di lapangan. Setelah libur cukup lama,akhirnya Arjuna kembali sekolah seperti biasanya.
Namun ada yang berbeda dari sebelumnya,sebelumnya ia hanya tidur sendirian. Kini ia tidur bersama gurunya yang cantik dan juga bercinta.
Selesai upacara bendera,Arjuna mendapat tugas menjadi salah satu panitia MOS.
Arjuna menjalankan tugas itu bersama teman - temannya.
0.0.0
2 hari sebelum tahun baru islam/Suro.
Arjuna baru selesai menggarap gurunya.
" Sayang...Besok pulang sekolah aku mau pergi..: ucap Arjuna.
" Pergi kemana?" ucap Kartika.
"Ke gubuk tengah hutan ." ucap Arjuna.
" Tengah hutan..Sendirian..?" ucap Kartika.
" Iya " ucap Arjuna.
" Jangan sayang...Nanti kamu kenapa - kenapa di sana..." ucap Kartika.
" Aku sudah terbiasa di sana...Dan itu sudah menjadi rutinitasku,sekalian aku mau benarin gubuk itu sayang.." ucap Arjuna.
" Aku ikut.." ucap Kartika.
" Maaf sayang..Bukannya aku gak mau sayang..Tapi aku harus sendirian di sana..." ucap Arjuna.
" Di sana itu bahaya,ada ular,dan aku pernah dengar ada Harimau di sana..." ucap Kartika.
" Meskipun sayang melarangku..Aku akan tetap pergi ke sana..." ucap Arjuna
" Apakah itu wajib?" ucap Kartika.
" Aku sudah terbiasa ke sana,tempat itu menyelamatkanku dari musibah longsor yang melanda desaku .." ucap Arjuna.
" Baiklah...Tapi sayang harus berhati - hati ya.." ucap Kartika tak ingin Arjuna marah lagi jika melarangnya.
Esok harinya.
Arjuna pergi bersama Kartika naik mobil ke arah hutan. Sesampai di pinggiran hutan. Mobil itu berhenti.
" Hati - hati ya sayang.." ucap Kartika.
" Iya sayang..." ucap Arjuna lalu ke luar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam hutan.
Setelah agak jauh dari mobil,Arjuna menggunakan ilmu Harimaunya,lalu melesat ke arah tengah hutan tepat di mana gubuk itu berada.
Sesampai di gubuk,Arjuna melihat atap teras roboh terkena batang pohon.
Arjuna segera menyingkirkan batang pohon itu,lalu mengambil parang di dalam gubuk. Ia memperbaiki atap itu.
Arjuna mengambil rumput alang - alang untuk di jadikan atap.
" Asem...Gara - gara hujan deras,gubuknya hancur.."
" Besok aku harus memperbaiki semuanya..." ucap Arjuna sambil mencabuti rumput alang - alang. Setelah terkumpul banyak,Arjuna membawa rumput itu ke gubuk,lalu memotong bambu.
Setelah selesai mempersiapkan bahan,Arjuna menggali tanah yang berada dalam gubuk.
Saat di gali,nampak bungkusan plastik tertanam,Qrjuna memgambil plastik tersebut dan membukanya.
Nampak di dalam plastik ada kotak kayu persegi panjang.
Arjuna membuka kotak tersebut.Nampaklah sebuah keris dalam keadaan utuh lengkap dengan sarungnya. Ia mengambil keris tersebut untuk di mandikan.
" Aku akan membawa keris ini...Jika aku biarkan di sini,akan ada orang gak bertanggung jawab.." ucap Arjuna dalam hati. Sebab ia sudah jarang ke gubuk itu setelah bencana Longsor.
Malam harinya.
Arjuna duduk bersila,ia mengenakan jaket agar tidak kedinginan. Lampu minyak sebagai penerangan.Ar
Suara binatang malam terdengar di tengah gelap malam.
Arjuna memcuci keris tersebut. Setelah di cuci.
" Walang Yasphal ..Ayo berdiri "(Yasphal \= pelindung)
Arjuna memanggil nama karis itu. Keris itu pemberian Ki Suro sebelum meninggal.
Nampak keris yang terlepas dari sarungnya berebah di tumpukan bunga tiba - tiba berdiri sendiri.Posisi gagang di atas.
" Pinterr...."
" Bapak ibuku sudah gak ada. Hanya tersisa mbakku saja. "
" Semuanya orang yang ada di desa tewas tertimpa longsoran tanah.."
Keris itu melayang,lalu mengitari Arjuna lalu kembali ke tempatnya.
" Nanti kamu tak bawa pulang..."
" Kamu mau gak? Jika mau mengangangguk ke depan. Jika tidak mau ya ke samping"
Keris itu menganggangguk ke depan.
" Kirain gak mau,kalqu gak mau tak kubur lagi.di dalam tanah."
Walang Yasphal melesat cepat ke lening Arjuna.
Duuugh...
" Juancook...."
" Sakit ndul..." ucap Arjuna sambil mengusap keningnya yang benjol akibat terkena gagang keris.
" Kamu bicara dengan siapa?" suara pria tiba - tiba muncul.
" Ya sama keriskulah.." ucap Arjuna
" Emang kamu punya keris? " suara pria.
" Katanya kembaranku,tapi kenapa tidak bisa melihatku sedang apa? Kamu ini siapa?" ucap Arjuna.
" Di kasih tempe gak percaya,ya sudah.." suara pria.
" Jiangkrek..." ucap Arjuna.
Arjuna merasakan pisangnya di gigit semut.
" Wasssuuu...Sakiit tahu..." suara pria saat semut itu menggigit pisang Arjuna.
Arjuna yang sedang memasukkan tangan ke dalam celana mengambil semut yang menggigit pisangnya terkejut.
Kemudian Arjuna menyentil ujung pisangnya.
" Jangkreek...Malah di sentil lagi.." suara pria.
Arjuna lantas bergerak mundur hingga menyentuh tembok gubuk.
" Ka...Ka...Kamu ada di Kon###ku? " ucap Arjuna shock.
" He eh.." suara pria.
" Diamput...Pergi kamu dari kon###ku.." ucap Arjuna.
" Potong aja terongmu..Baru aku bisa hilang.." suara pria.
" Jiangkreek...."
" Aku duwe kon#### bisa bicara.." ucap Arjuna dalam hati.
" Bisa dong..." suara pria.
" Namamu siapa?" ucap Arjuna dalam hati.
" Kasih tahu apa kasih tempe ya..." suara pria.
" Wassssuuuu......"
Arjuna teringat akan Tono saat mengobrol dengannya. Tono menamai terongnya itu denban nama aneh - aneh.
"Namamu Stephen ya." ucap Arjuna dalam hati.
" Waasuuu....Kenapa kamu memanggilku dengan nama itu.." suara pria.
" Lah...Kamu sendiri gak kasih tempe..Ya aku kasih nama Stephen lah.." ucap Arjuna dalam hati.
" Dobol...Mending tadi aku kasih tahu aja namaku.." suara pria.
" Emang namamu siapa?" ucap Arjuna dalam hati.
" Anggasta Ganendra * ..." suara pria.(* Bersemayam pasukan dewa)
" Unggas..? Jelek nama itu,bagussan Stephen..Stephen Chow..." ucap Arjuna dalam hati.
" Stepen itu siapa? " suara pria.
" Ya kamu lah.." ucap Arjuna dalam hati.
" Diamput...Kasih nama kok seenaknya saja...Wasssuu.." suara pria.
Akhirnya Arjuna menamai sosok yang berbicara dengannya dengan nama Stephen.
" Salahnya sendiri kamu muncul..." ucap Arjuna dalam hati.
Tiba - tiba saja Arjuna mendengar suara langkah kaki. Arjuna bergegas mengecek keluar .
Keris yang semula berdiri,langsung berebah ketika di tinggal pergi oleh Arjuna.
Arjuna melihat bayangan sedang berjalan,ia pun segera mempertajam indra pengelihatannya.
Mata Arjuna berubah menjadi kuning. Arjuna tidak tahu jika warna matanya bisa berubah . Yang ia tahu bisa melihat di kegelapan malam .
" Mbah Darman..!!." ucap Arjuna ketika tahu siapa sosok bayangan hitam tersebut.
Darmanto menghampiri Arjuna.
" Mbah pikir,kamu gak datang ke sini Arjuna.." ucap Darmanto.
" Ya datang lah mbah Man..Mbah aja yang jarang ke sini..." ucap Arjuna lalu berdiri dan mencium punggung tangan Darmanto.
" Kamu sendirian aja..?" ucap Darmanto.
" Iya mbah.." ucap Arjuna.
" Kenapa liburan sekolah kamu gak datang kerumah mbah Man..?" ucap Darmanto.
" Sibuk aku mbah..." ucap Arjuna.
" Sibuk ngentu...?" ucap Darmanto.
" Kok mbah tahu..." ucap Arjuna.
Darmanto menjitak pelan kepala Arjuna.
" Kamu ini lama - lama mirip bapakmu..." ucap Darmanto.
" Bapakku kandung apa angkat mbah..?" ucap Arjuna.
" Bapakmu sopo jenenge?" ucap Darmanto.
" Joko.." ucap Arjuna.
" Nah itu tahu..."
" Kowe ojo sembarangan ngentuu,nanti kamu kena penyakit.."
" Jangan pergi ke tempat pelacuran atau berteman dengan wanita pelacur...Nanti kamu kena penyakit Aids..." ucap Darmanto.
" Sakit ya di obati to mbah..." ucap Arjuna.
" Itu gak ada obatnya...Kamu mau mati muda?" ucap Darmanto.
" Enggak mbah...."
" Oh iya mbah Man...Aku gak akan melakukan ritual itu mbah..."ucap Arjuna.
" Jika kamu gak melakukannya,kamu akan menderita.." ucap Darmanto.
Arjuna membuka punggungnya lalu membalikkan badannya.
" Coba mbah lihat..." ucap Arjuna.
Darmanto menggunakan senter dari ponsel yang ia bawa. Saat melihat gambar tato itu,ia terkejut dan tak percaya.
" Kok kamu sudah bisa menguasainya lee? " ucap Darmanto penasaran.
Arjuna menutup punggungnya.
" Di bantu mbah..." ucap Arjuna.
" Siapa yang membantumu..?" ucap Darmanto.
" Kanjeng ratu.." ucap Arjuna.
" Pantesan..Kapan kanjeng ratu membantumu?" ucap Darmanto.
" Saat pergi liburan ke pantai Parangtritis mbah.." ucap Arjuna.
" Jika ada yang tanya mengenai tatomu ini,bilang saja itu sudah tradisi di keluarga kita..." ucap Darmanto.
" Bisa di hilangin gak mbah?" ucap Arjuna.
" Jika kamu mati,maka gambar itu akan hilang dengan sendirinya..." ucap Darmanto.
Sejam kemudian Darmanto pergi meninggalkan Arjuna.
Setelah Darmanto pergi,Arjuna lanjut dengan aktifitasnya. Yakni bersemedi hingga matahari terbit. Sekuat tenaga ia menahan rasa kantuk yang datang menerpa.
Pagi harinya.
Arjuna sarapan roti yang ia bawa,kemudian memperbaiki gubuk yang telah rusak.
Siang harinya.
Arjuna memandang gubuk yang telah selesai ia perbaiki.
" Nah...Gini kan jadi bagus..."ucap Arjuna.
Arjuna melihat matahari,ia memutuskan untuk kembali ke rumah Kartika. Arjuna masuk ke dalam gubuk,ia memasukkan pakaiannya,lalu kerisnya. Setelah itu pergi.
Sesampai di pinggir jalan raya,ponsel Qrjuna terdengar suara bunyi pesan masuk,namun Arjuna tidak mengeceknya,ia terus jalan kaki menuju rumah Kartika.Saqt di tengah hutan,ponsel Arjuna tidak mendapat sinyal.
Baru 10 menit berjalan tiba - tiba ponselnya berdering.
Nampak nama Dini menelpon,Arjuna menerima panggilan itu.
" Halloo.." ucap Arjuna.
" Pulang jam berapa dek? " suara Dini.
" Ini lagi jalan kaki pulang kerumah.." ucap Arjuna.
" Tunggu aja di situ dek..Kak Tika berangkat nyusul kamu.." suara Dini.
" Iya mbak..." ucap Arjuna.
Panggilan berakhir.
Arjuna berhenti di pinggir jalan yang jauh dari rumah penduduk.
Setelah lama menunggu,akhirnya Kartika datang membawa sepeda motor.
" Kenapa gak nelpon dek.." ucap Kartika.
" Lupa kak.." ucap Arjuna.
" Ayo naik..." ucap Kartika.
Arjuna naik ke sepeda motor.
Sesampai di rumah,Arjuna segera mandi lalu makan.
Kartika menghampiri Arjuna yang sedang makan.
" Kemarin sore mbahmu ke sini dek..Dia nanyain kamu,ya kakak jawab aja kamu lagi di gubuk tengah hutan..." ucap Kartika.
" Mbah Man sama siapa kak?" ucap Arjuna.
" Sendirian..." ucap Kartika.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Putra_Andalas
😄😂🤣
2024-08-24
1
Rusliadi Rusli
👍👍👍👍👍👍👍👍
2023-07-23
2
AbhiAgam Al Kautsar
terimakasih atas hiburan hangatnya
2023-07-22
4