Hari senin.
Kartika membelikan sepeda untuk Arjuna,sebab tak mungkin dirinya berbonceng 3. Jika di lihat polisi maka bisa kena Tilang.
Arjuna membonceng kakaknya pergi sekolah,ia berangkat lebih dulu sebelum Kartika pergi.
Sesampai di sekolahan. Mereka di sambut oleh teman - temannya.
" Eh Juna...Ada PR Fisika loh...Kamu sudah ngerjakan apa belum?" ucap Tono.
" Eeeh...Dia kan gak masuk Ton..Jadi bu Tika gak akan menghukum Arjuna..." ucap Masruji.
" Oh iya ya...Lali aku Ji.." ucap Tono.
Tak lama kemudian bell masuk sekolah berbunyi.
Arjuna dan teman - temannya keluar kelas untuk mengikuti upacara bendera.
Di saat sambutan kepala sekolah. Kepala sekolah mengucapkan bela sungkawa kepada Arjuna dan Dini atas musibah yang menimpanya.
" Arjuna Dwi Raharjo dan Dini Maharani...Kalian majulah ke depan..."
Arjuna dan Dini mendengar namanya di sebut,lantas keluar dari barisan,mereka berdiri di depan barisan teman - temannya.
" Kemarilah..."
Arjuna dan Dini berjalan ke tempat pak kepala sekolah lalu berhenti 2 meter dari pak kepala sekolah.
Kartika berjalan ke arah pak kepala sekolah sambil membawa nampan. Di atas nampan ada 2 amplop dan 2 buku tabungan ,setelah sampai,ia berdiri di dekat Arjuna.
" Ini sumbangan dari para guru dan semua murid dan dari pak gubernur." ucap pak kepala sekolah sambil memberikan amplop dan buku tabungan ke Arjuna.
" Terima kasih pak.." ucap Arjuna saat menerima lalu mencium tangan pak kepala sekolah.
Pak kepala sekolah bergeser ke Dini,lalu memberikan amplop dan buku tabungan.
" Terima kasih pak..." ucap Dini saat menerima lalu mencium tangan pak kepala sekolah.
" Gunakan secara bijak ya..." ucap pak kepala sekolah.
" Iya pak..." ucap Arjuna dan Dini serempak.
" Kembalilah ke barisan kalian..." ucap pak kepala sekolah.
Arjuna dan Dini berjalan ke barisannya.
Setelah selesai upacara,semua murid kembali ke kelasnya masing - masing.
Di dalam kelas Arjuna.
Kartika memasuki kelas Arjuna
Seorang siswa yang di tunjuk sebagai ketua kelas bernama Yono memberi aba - aba.
" Berdiri...."
Semua murid berdiri.
" Beri salam..." ucap Yono.
" Assalam mu'alaikum warah matullahi wabarokatuuh.." ucap semua murid.
" Wa'alaikum salam warah matullah...."
" Keluarkan buku PR kalian,jika tidak mengerjakan atau alasan buku tertinggal,maka tidak boleh duduk sampai jam pelajaran ibu selesai.." ucap Kartika tegas.
Para murid mengeluarkan buku.
Kartika berjalan menghampiri satu persatu murid untuk mengambil buku PR sambil membawa penggaris panjang yang terbuat dari besi.
Nampak salah satu murid mencari sesuatu dalam tasnya.
Kartika menghampiri murid tersebut.
" Gianto..Mana bukunya?" ucap Kartika tak melihat buku Gianto di meja.
" Maaf bu...Ketinggalan.." ucap Gianto.
" Jangan duduk..." ucap Kartika lalu menghampiri yang lainnya.
Setelah selesai mengumpulkan buku PR,Kartika memulai pelajarannya.
Gianto yang terkena hukuman tak berani duduk hingga pelajaran Fisika selesai.
" Jancook...Kakiku pegel berdiri terus.." ucap Gianto setelah Kartika selesai mengajar. Sebab selama pelajaran,ia harus menulis sambil berdiri.
" Kamu seh..Sudah tahu bu Tika itu killer...Malah kamu tinggal.bukumu.." ucap Tono
" Waassu...Aku itu gak mau ninggal buku itu tahu.." ucap Gianto
Tak lama kemudian muncul guru yang mengajar bahasa indonesia.
Tak terasa bell istirahat berbunyi.
" Jun...Sepurane yoo..Waktu itu aku mau jenguk gak bisa,gak ada kendaraan.." ucap Warsito teman sekelas Arjuna.
" Iya War..Gakpapa.." ucap Arjuna.
" Oh iya..Aku penasaran,bagaimana kamu sama mbakmu bisa selamat?" ucap Warsito.
" Pas kejadian...Aku tidak berada di desa War..Aku sama mbakku cari kayu,terus nginap di hutan karena hujan.." ucap Arjuna.
" Ooo..Begitu..Terus kamu tinggal sama siapa?" ucap Warsito.
" Sama wali kelas.." ucap Arjuna.
" Bu Tika ?? " ucap Warsito.
" He eh...." ucap Arjuna.
" Lah...Kok bisa...Terus kamu selalu kena marah gak?" ucap Warsito.
" Beeeghh... Lebih sadis War...Salah dikit kena hukum aku..Jadi ya aku nurut saja..." ucap Arjuna.
" Sadiiis...Kalau aku jadi kamu,mending aku tidur di pos ronda..."
" Oh iya....Mending kamu tinggal sama aku aja..Nanti aku ngomong sama mamakku.." ucap Warsito.
" Gak usah War...." ucap Arjuna.
" Tenanan iki..Nanti aku ngomong sama mamakku.."
" Yook keluar " ucap Warsito.
Arjuna mengambil botol air minum lalu berjalan bersama Warsito untuk berkumpul bersama dengan yang lainnya.
Di saat Arjuna mengobrol dengan teman - temannya. Seorang gadis cantik datang menemui Arjuna. Gadis itu bernama Hasna,ia beda kelas dengan Arjuna.
Hasna mengeluarkan sesuatu dari kantong bajunya.
" Juna.."
Arjuna melihat ke arah Hasna.
" Ini...Ada titipan dari ibuku..." ucap Hasna.
Arjuna melihat sebuah amplop di tangan Hasna,dan ia menerimanya.
" Apa ini Na?" ucap Arjuna.
" Gak tahu.. Kamu mau nemenin aku gak?" ucap Hasna.
" Temenin kemana?" ucap Arjuna.
" Ke kantin..." ucap Hasna.
" Kalau Arjuna gak mau,sini biar aku yang temenin..." ucap Tono menyahut.
" Weegaaah..." ucap Hasna.
" Aku tadi habis makan Na..Neh si Saiful yang belikan aku pentol..." ucap Arjuna
" Temanin aja..Ya..Mau yaa..." ucap Hasna.
" Ya udah..."
" Tak tinggal dulu ya.." ucap Arjuna lalu berjalan bersama Hasna.
" Ku pikir kamu gak sekolah lagi.." ucap Hasna.
" Maunya seh begitu Na..." ucap Arjuna.
" Terus..Kamu tinggal di mana?" ucap Hasna.
" Numpang di dekat sini Na..." ucap Arjuna.
Sesampai di kantin Hasna membeli makanan lalu duduk di kursi dekat Arjuna. Ia melihat wajah Arjuna,namun Arjuna melihat ke arah lain.
" Juna..." ucap Hasna.
" Iya..." ucap Arjuna,tapi tak melihat ke Hasna.
" Kamu mau gak..."
Arjuna melihat Dini memanggil dirinya dan juga Tono berjalan ke arahnya. Lalu ia pun berjalan ke arah Dini. Sementara Hasna menundukkan kepalanya.
Tono datang lalu duduk di kursi bekas Arjuna.
"Kamu mau gak jadi pacarku..." ucap Hasna.
" Iya...Aku mau Na..." ucap Tono.
" Eeh....!!! Hasna terkejut karena yang ia dengar bukan suara Arjuna,lalu ia pun mendongakkan kepalanya.
" Mana Arjuna?" ucap Hasna.
" Kok kamu tahu kalau aku suka sama kamu..?" ucap Tono.
" Aku gak ngobrol sama kamu.." ucap Hasna jengkel lalu pergi mencari Arjuna.
" Na...Ini baksomu"
Hasna tak menjawab,ia terus berjalan.
" Sayang di buang..Mending aku makan sajalah.." ucap Tono lalu menghabiskan Bakso milik Hasna yang masih banyak.
Tak lama kemudian bell berbunyi di saat Hasna mau mendekati Arjuna yang sedang berjalan bersama Dini,sehingga dirinya mengurungkan niatnya.
Sesampai di dalam kelas. Arjuna membuka amplop pemberian Hasna. Nampak beberapa lembar uang pecahan Rp 50.000 di dalam amplop. Arjuna menyimpan amplop tersebut di dalam kantong celananya.
" Mayan..Bisa buat beli bunga..." ucap Arjuna dalam hati.
Setelah jam pelajaran telah selesai,Arjuna pulang berboncengan dengan Dini.
Dini melihat arah yang di lewati tidak searah dengan rumah Kartika.
" Dek...Kita mau kemana?" ucap Dini.
" Beli kembang dulu mbak..." ucap Arjuna.
Sesampai di rumah Kartika.
Arjuna segera mengganti pakaiannya,lalu mengambil peralatan untuk menanam bunga yang ia beli. Di saat sedang menamam bunga ia melihat pintu pagar terbuka tak lama kemudian gurunya masuk lalu menutup pintu pagar dan masuk kedalam rumah,Kartika melihat sekilas Arjuna sedang memegang polibek berisi bunga lalu masuk kedalam rumah.
1 jam kemudian.
Arjuna duduk sambil minum,muncul Kartika sambil membawa piring lalu duduk di samping Arjuna.
" Bunga itu darimana Juna?" ucap Kartika melihat ada bunga asing di tamannya.
Arjuna mengambil pisang rebus di piring.
" Tadi aku beli kak..." ucap Arjuna sambil mengupas pisang.
" Belii..??"
".Kenapa tidak bilang...Kan kakak bisa ngasih uang."
"Terus kamu beli itu dari uang sumbangan?" ucap Kartika.
" Iya kak,aku di kasih kak sama Hasna. Katanya dari orang tuanya..." ucap Arjuna.
" Kalau ada perlu apa - apa bilang ke kakak ya..." ucap Kartika.
" Iya kak.." ucap Arjuna.
" Tadi habis berapa beli kembangnya..?" ucap Kartika.
" Berapa ya tadi.."
" Heemmmm..."
" Tujuh puluh lima ribu..." ucap Arjuna.
" Juna...Dengarin ya.."
" Uang yang kamu terima,jangan kamu gunakan yang tidak penting..."
" Untuk kali ini,kakak bisa menerima alasanmu.."
" Kamu perlu apa lagi buat taman ini?" ucap Kartika.
" Pupuk kandang,NPK sama sekop kecil kak.."
" Tadi mau beli pupuk,gak bisa bawa.." ucap Arjuna.
" Ayoo ikut kakak.." ucap Kartika.
" Kemana kak?" ucap Arjuna.
" Beli pupuk..Bentar..aku ganti baju dulu.." ucap Kartika lalu masuk ke dalam rumah.
Tak lama kemudian Kartika muncul,ia memakai pakaian hijab.
" Pakai motor atau mobil kak..?" ucap Arjuna.
" Mobil...Kalau motor susah bawanya Arjuna .." ucap Kartika.
Arjuna membuka pintu pagar,sementara Kartika menjalankan mobilnya,setelah itu Arjuna menutup pintu pagar lalu masuk ke dalam mobil.
" Uang sumbangan,kakak sarankan di tabung ..Jika ingin lanjut hingga kuliah,kamu bisa menggunakan uang itu.."
Arjuna diam tak berani menjawab.
" Jila kamu pintar,maka pihal sekolah akan mendaftarkan kamu agar mendapat beasiswa.."
" Duluu..."
" waktu kakak SMP di daftarkan progam Beasiswa,karena kakak pintar.."
" Kakak bisa masuk ke sekolah favorit dengan gratis...Orang tua kakak sangat bangga melihat kakak pintar dan selalu mendapatkan beasiswa.."ucap Kartika.
" Iya bu..Eh...Kak." ucap Arjuna.
" Kamu suka baca buku?" ucap Kartika.
" Enggak terlalu kak..Aku lebih suka menanam bunga.." ucap Arjuna.
" Begini... Kalau kamu lulus dengan nilai sempurna terutama Fisika,kakak akan mengabulkan 1 permintaanmu.."
" Mau motor,hape terbaru atau jalan - jalan keliling Indonesia.." ucap Kartika.
" Heemm... Gak lulus juga gakpapa kak.."
" Paling nanti aku juga jadi petani.."
" Buat apa sekolah tinggi - tinggi jika akhirnya jadi petani..." ucap Arjuna.
" Cita - citamu mau menjadi apa?" ucap Arjuna.
" Melindungi keluarga yang aku sayangi kak.." ucap Arjuna.
" Iiissh...Itu bukan cita - cita..."
Kartika menepikan mobilnya. Lalu melihat ke Arjuna.
" Itu sudah menjadi kewajiban setiap keluarga untuk melindungi Arjuna.."ucap Kartika.
" Apa yaa...Heemmm..."
" Jadi petani saja kak..Petani yang sukses.." ucap Arjuna.
" Bagus itu..Nanti masuk ke perguruan tinggi mengenai pertanian.." ucap Kartika.
" Emang ada ya kak..?" ucap Arjuna.
" Tentu ada.. Di sana nanti kamu bisa belajar dan meneliti aneka tumbuhan.." ucap Kartika.
" Ada cara untuk merundukkan pohon kelapa gak kak?" ucap Arjuna.
" Merundukkan pohon kelapa?" ucap Kartika.
" Iya.. Kan ada berbagai teknik untuk mengembang biakkan tanaman..Ada Cangkok,stek,runduk,Okulasi..Begitu kak.." ucap Arjuna.
Kartika mendekatkan wajahnya ke Arjuna.
" Kamu tahu kan batang pohon kelapa itu susah di bengkokkan.." ucap Kartika.
" Iya kak..Makanya aku tanya ke kakak..." ucap Arjuna.
" Jika ada yang bisa merundukkan pohon kelapa yang tingginya 5 meter..Kakak mau jadi istrinya.." ucap Kartika lalu memundurkan wajahnya.
" Sepertinya gak ada deh kak..." ucap Arjuna.
" Ayo keluar.." ucap Kartika.
Malam hari pukul 19.20.
Kartika melihat Arjuna duduk sendirian di teras,lantas Kartika duduk di samping Arjuna dan menyerahkan buku yang ia bawa.
" Ini...Kakak punya buku tentang tanaman.." ucap Kartika sambil memberikan buku.
Arjuna menerima dan melihat sampul buku tersebut,lalu membukanya. Ia membaca dalam hati.
" Kakak juga belajar menanam bunga.."
" Kamu lihat kan bunga Anggrek itu.." ucap Kartika sambil menunjuk.
" Lihat kak.." ucap Arjuna.
" Awalnya kakak gak tahu cara menanam dan merawat bunga Anggrek,terus kakak cari buku tentang Anggrek. Karena kakak suka dengan bunga itu.." ucap Kartika.
" Ooo...Begitu.." ucap Arjuna.
" Kamu sudah tahu apa belum cara menanam bunga Anggrek dengan benar?" ucap Kartika.
" Kan tinggal di tanam saja kak.." ucap Arjuna.
" Bunga Anggrek bisa tumbuh di tanah apa enggak?" ucap Kartika.
" Bisalah kak..Tuh buktinya aku tanam bunga melati tumbuh..." ucap Arjuna.
" Beda tanaman,beda pula cara menanamnya Arjuna..."
" Tidak semua tanaman itu bisa tumbuh di tanah.."
" Salah satunya bunga Anggrek.."
" Bunga Anggrek tidak mau tumbuh di tanah.." ucap Kartika.
" Ooo..Begitu ya kak..Aku baru tahu.." ucap Arjuna.
" Makanya rajin membaca buku..."
" Buku itu ibarat kata jendela dunia.."
" Kita bisa mengetahui dunia luar dengan membaca buku,kita bisa mendapat pengetahuan dan juga keterampilan dengan membaca buku.."
" Orang pintar saja,belajarnya ya dari buku namun,ada yang sebagian dari belajar pada orang yang ahli di bidang tersebut."
"Contoh saja mekanik sepeda motor.."
" Kakak pernah menemui anak sepertimu,dia sangat pintar dalam memperbaiki sepeda motor..Padahal masih SMP.."
" Ketika kakak tanya kenapa dia bisa memperbaiki motor,dia jawab karena ia belajar dari kakaknya yang seorang mekanik dan juga ia sering membantu kakaknya di bengkel.."
" Dengan terbiasanya dia di bengkel,maka dia semakin mengetahui cara memperbaiki sepeda motor meakipun tidak sekolah di otomotif.."
" Hanya saja..."
" Ilmunya itu tidak berkembang,apa yang kakaknya bisa,dia juga bisa. Tapi..:
" Bila kakaknya tidak bisa,ia juga tidak bisa.."
" Kakaknya tidak pandai membubut mesin,dia juga tidak bisa membubut. Kalau mau bisa membubut,maka haris ketempat yang ahli membubut mesin. Caranya.."
" Ya dia harus sekolah dan belajar.." ucap Kartika.
" Begitu ya kak.." ucap Arjuna.
" Iya...Makanya..."
" Kamu harus lebih giat lagi belajar..Agar orang tuamu yang di sana tersenyum dan bangga..." ucap Kartika lalu berdiri dan masuk kedalam rumah.
Arjuna menatap langit.
" Mak....Pak..."
" Semoga kalian tenang di alam sana..."
" Aku akan membuat kalian tersenyum dan bangga.." ucap Arjuna dalam hati.
Arjuna berdiri lalu berjalan ke pintu pagar untuk mengecek apakah sudah terkunci apa belum.
Selesai memeriksa pintu pagar,Arjuna mengaktifkan sensor,jika ada orang masuk lewat pintu pagar,maka sensor itu akan berbunyi.
Setelah itu memeriksa semua pintu dan jendela.
Selesai memeriksa semua pintu dan jendela,Arjuna mengambil buku pelajarannya lalu membaca dalam hati.
Saat Arjuna asik membaca buku di ruang keluarga. Kartika berjalan menuju dapur dan melihat ke arah Arjuna.
" Semoga kelak kamu menjadi orang sukses Arjuna" ucap Kartika dalam hati sambil berjalan ke dapur.
Tak lama kemudian Kartika datang menghampiri Arjuna sambil membawa 2 gelas berisi jus .
Di saat ia duduk di kursi dan meletakkan gelas,Kartika melihat kartu undangan pernikahan
" Juna.." ucap Kartika.
" Iya kak..." ucap Arjuna sambil meletakkan buku dan melihat ke arah Kartika.
" Nanti hari minggu temanin kakak ya.." ucap Kartika.
" Kemana?" ucap Arjuna.
" Pesta pernikahan tempat tetangga.." ucap Kartika.
" Iya kak.." ucap Arjuna.
" Ini minuman untukmu.."
Arjuna mengambil gelas itu lalu meminumnya.
" Dini mana ?" ucap Kartika.
" Di kamar kak.."
Arjuna meletakkan gelas lalu melihat ke kartika.
" Kakak gak kedinginan kah pake baju kaos celana pendek gitu..?" ucap Arjuna.
" Enggak...Lebih nyaman begini Juna..." ucap Kartika.
Arjuna lanjut membaca bukunya.
" Ternyata dia bukan tipe cowok yang matanya jelalatan..." ucap Kartika dalam hati. Sebab ia melihat Arjuna tidak melihat ke arah dirinya secara terus menerus.
"Juna... Pelajaran apa yang kamu sukai?" ucap Kartika.
" Apa ya...Heemmmm"
" Sepertinya gak ada kak.." ucap Arjuna lalu lanjut membaca.
" Pintu pagar sudah di kunci?" ucap Kartika.
" Sudah kak..." ucap Arjuna.
Tak lama kemudian Kartika berdiri lalu berjalan meninggalkan Arjuna yang sedang asik membaca buku pelajaran.
***
3 Bulan kemudian.
Sejak Arjuna dan Dini tinggal di rumah Kartika. Kartika merasa tidak kesepian lagi. Dulunya ia merasa kesepian,hanya adiknya yang menghibur,namun hanya hari Sabtu dan Minggu saja.
Seorang pemuda mencoba mendapatkan hati Kartika. Ia berusaha segala cara agar Kartika mau jadi kekasihnya.
Sabtu pukul 16.20.
Nampak Arjuna sedang menyirami bunga dengan selang. Kartika datang menghampiri.
" Dek..." ucap Kartika.
Arjuna menoleh ke arah Kartika.
" Iya kak.." ucap Arjuna.
" Matikan dulu kerannya.."
Arjuna mematikan keran air lalu menghampiri Kartika.
" Jam enam nanti temanin kakak ya.." ucap Kartika.
" Temanin kemana kak?" ucap Arjuna.
" Ada teman kakak,dia jam enam datang,dan mau mengajak kakak keluar makan malam." ucap Kartika.
" Mau kak..." ucap Arjuna.
*
Pukul 18.05
Arjuna duduk di teras menunggu teman gurunya datang.
Tiba - tiba suara bel berbunyi. Arjuna segera berjalan ke pintu pagar.
Saat pintu pagar di buka,Arjuna melihat seorang pria dan mobil. Pria itu memakai pakaian yang rapi,serta Arjuna mencium aroma parfum.
" Kamu siapa?" ucap pria itu melihat Arjuna membuka pintu.
" Saya Arjuna...Anda siapa?." ucap Arjuna.
" Ooo...Di mana Kartika..?" ucap pria itu.
" Maaf,anda ini orang berpendidikan atau bukan?" ucap Arjuna.
" Emangnya kenapa? Salah?:ucap pria itu.
" Kalau orang berpendidikan itu biasanya punya sopan santun bila bertamu ke rumah orang dan mengenalkan diri " ucap Arjuna.
" Emangnya kamu itu siapa..?" ucap pria itu.
Saat pria itu berbicara,Kartika muncul,ia memakai pakaian jilbab.
" Dia adikku..." ucap Kartika sambil berjalan.
" Maaf..."
Pria itu menyodorkan tangan ke Arjuna.
" Namaku Yusuf..." ucap pria itu.
Arjuna menyambut tangan Yusuf.
" Silahkan masuk..." ucap Arjuna.
" Kita langsung saja ya Tik.." ucap Yusuf.
" Iya...Tapi aku bawa adikku.." ucap Kartika.
" Aku pesannya 2 kursi.." ucap Yusuf.
" Kalau gak boleh ya sudah..Aku gak jadi pergi.." ucap Kartika.
" Sialan...Kenapa Kartika tidak memberitahuku kalau dia punya adik laki - laki..Dan kenapa pula dia harus ikut..Bisa hancur rencanaku.." ucap Yusuf dalam hati.
" Tutup lagi pintunya dek..Jangan lupa di kunci.." ucap Kartika.
" I..I..Iya..Aku mau.." ucap Yusuf.
" Waassuu...." ucap Yusuf dalam hati jengkel.
" Aku bawa mobilku sendiri..." ucap Kartika.
" Baiklah..." ucap Yusuf.
Kartika mengeluarkan mobilnya. Setelah itu Arjuna menutup pintu dan mengunci pintu pagar.
Setelah sampai di sebuah restoran.
Arjuna dan Kartika berjalan masuk bersama Yusuf.
Kartika dan Yusuf duduk di 1 meja,sedangkan Arjuna duduk di meja sebelah Kartika.
Tak lama kemudian muncul pelayan membawakan minuman dan meletakkan di meja Kartika.
" Dek...Pesan saja apa yang kamu mau.." ucap Kartika.
" Gak bawa uang aku kak..." ucap Arjuna.
" Tenang saja..Teman kakak yang akan membayarnya...Ya kan Suf?" ucap Kartika.
" Iya...Pesan saja apa yang kamu mau.." ucap Yusuf.
" Semoga saja dia gak pesan makanan yang mahal.." ucap Yusuf dalam hati.
" Siaaap kak..." ucap Arjuna.
Lantas Arjuna memesan makanan spesial di restoran tersebut,dan minuman yang paling mahal dan juga memeaan untuk di bawa pulang untuk kakaknya yakni Dini dan Nurmala. Arjuna meminta pesanannya agar cepat dibuatkan. Sengaja ia melakukan itu untuk memberi pelajaran kepada Yusuf.
" Rasakan kamu kang...Siapa suruh datang - datang gak sopan sama aku.." ucap Arjuna dalam hati.
Di saat Kartika sedang menyantap makanan.
" Kartika..."
" Aku mengajakmu makan di sini karena ada sesuatu yang penting ingin aku katakan padamu.." ucap Yusuf.
" Katakan saja..." ucap Kartika sambil mengunyah.
" Sejak pertama kali kita bertemu.Akuuu..." ucap Yusuf tapi belum selesai keburu di potong oleh Kartika.
" Sebentar..Aku mau ke kamar kecil dulu.." ucap Kartika sambil berdiri lalu berjalan meninggalkan Yusuf.
" Bajingan...Kenapa seh pakai acara ke kamar mandi segala..." ucap Yusuf dalam hati jengkel.
30 menit kemudian.
Kartika muncul lalu duduk.
" Maaf...Tadi perutku sedikit mules.." ucap Kartika lalu melanjutkan makannya.
Yusuf mengeluarkan kotak kecil berisi cincin.
" Tika...Sejak awal aku mengenalmu...Aku jatuh cinta padamu.Wajahmu sungguh cantik dan menawan,sungguh aku terpesona akan kecantikan wajahmu.."
Yusuf membuka kotak kecil tersebut.
" Maukah kamu menjadi pacarku?" ucap Yusuf.
" Aku habisin makanku dulu,baru ku jawab.." ucap Kartika.
" Waasssuu....Tinggal jawab mau apa enggak apa susahnya seh..." ucap Yusuf dalam hati.
Setelah menunggu,akhirnya Kartika selesai makan juga.Sementara pesanan Arjuna juga sudah jadi.
" Kamu menilaiku dari apa?" ucap Kartika.
" Dari wajahmu dan juga tutur katamu" ucap Yusuf.
" Jujur saja...Aku tidak suka di bohongi..." ucap Kartika.
" Tubuhmu...Tubuhmu sangat seksi.." ucap Yusuf.
" Sudah ku duga.." ucap Kartika dalam hati.
" Maaf...Aku tidak bisa menerima cintamu bila kamu tertarik padaku hanya pada kecantikan dan tubuhku saja..."
" Terima kasih atas jamuan makan malamnya.."
Kartika berdiri lalu menghampiri Arjuna yang sudah menunggu Kartika.
" Ayo pulang dek..." ucap Kartika.
" Ayoo..." ucap Arjuna lalu mengambil kantong 2 kresek besar di atas meja.
" Bajingan....Dia malah menolakku...Awas aja ya kamu Tika.." ucap Yusuf dalam hati.
Tak lama kemudian,seorang pelayan mendatangi Yusuf memberikan nota karena yang meminta.
Saat Yusuf melihat tagihan restoran itu,ia terkejut bukan maen,tagihannya di atas 40 juta.
" Bangsaaaaaat...Waaaassssuuuu..." ucap Yusuf syok dan jengkel.
Yusuf berjalan ke kasir untuk membayar tagihannya. Ia mengeluarkan kartu kredit dan menyerahkan ke kasir.
" Maaf pak...Kartu bapak tidak cukup.." ucap kasir.
" Sebentar.." ucap Yusuf sambil mengeluarkan dompetnya dan memberikan kartu debit.
" Maaf pak..Masih kurang.." ucap kasih.
" Siaaal....Uangku habis cuman makan bertiga saja..."
" Bajingaan..." ucap Yusuf dalam hati panik karena uang tabungannya tidak cukup untuk membayar tagihan.
Lantas Yusuf menghubungi keluarganya untuk meminta bantuan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
dhani satria
tangpuluh yuta...,mangan wedus karo bolo2ne kui ya
2025-02-25
0
Samsul Bahri
rasano, arjuna dilawan
2025-02-16
0
Putra_Andalas
Ambyaaaar....😂😂😂
2024-08-23
1