Arjuna menangis lebih setengah jam,kemudian ia tidur di aamping Kartika.
Kartika tidak berani merangkul Arjuna..Takut kakinya terkena burung Arjuna yang baru di sunat.
Pagi hari.
Kartika bangun lebih dulu sebelum Arjuna bangun,ia melihat jam di dinding pukul 4.05.
Kartika turun dari tempat tidur,ia mengambil kalung milik Arjuna yang di lempar semalam dan memperhatikan kalung tersebut.
Ada sebuah liontin terbuat dari batu permata putih bentuknya lonjong.
" Ini berlian apa bukan ya..." ucap Kartika dalam hati memperhatikan liontin tersebut.
Kartika memutuskan untuk menyimpan kalung tersebut,dan akan memeriksanya di toko batu permata,setelah itu berjalan ke kamar mandi.
20 menit kemudian,Arjuna membuka matanya lalu bangun. Ia tidak melihat gurunya ada di sampingnya.
Arjuna tahu semua aktifitas gurunya itu dan ia tidak lagi memperdulikan kalung emas yang ia lempar. Sebab ia membenci kedua orang tua kandungnya.
Berhubung selesai ujian,maka tidak ada jam pelajaran. Kartika berangkat sekolah bersama Dini. Sementara Arjuna tinggal di rumah.
Arjuna melakukan aktifitas seperti biasanya di saat tidak sekolah,yakni merawat bunga. Tembok pagar yang mengelilingi rumah Kartika tinggi 2 meter,sehingga Arjuna tidak terlihat dari luar.
Selesai merawat tanaman,Arjuna masuk ke dalam rumah sambil membawa bunga mawar.
Arjuna mengambil buku di lemari yang tersusun rapi. Kemudian membaca di dalam hati.
" Jangkreek..."
" Ini buku Novel..." ucap Arjuna saat membaca isi buku. Arjuna berdiri lalu mengambil buku lainnya.
" Heemmm..Ada gak ya buku tentang melepas ilmu Harimau.." ucap Arjuna dalam hati. Dirinya ingin melepaskan ilmu yang ada di dalam dirinya. Ia tidak mau membunuh wanita. Jika berhubungan badan saja,maka Arjuna masih bisa menerima dan melakukan. Akan tetapi bila membunuh. Arjuna tidak tega melakukannya di tambah makan jantung.
Setelah di cari di setiap sudut lemari buku,Arjuna tidak menemukan buku yang ia cari. Sehingga ia memutuskan membaca buku tentang tanaman.
Saat membuka halaman demi halaman,Arjuna melihat gambar pohon bonsai.
" Bagus juga pohon ini,kecil tapi seperti pohon yang besar..."
" Harganya berapa ya..."
" Coba ah cari di internet..."
Arjuna mengambil ponselnya lalu mencari di mbah google.
" Diampuut....Mahal juga ini pohon..." ucap Arjuna.
Ting....Tong.... Suara bell.
Arjuna mendengar suara teman - temannya.
" Junaa....Kamu di dalam kah..."
" Wooy Arjunaa...."
" Jancook.."
Arjuna berjalan ke arah teras rumah.
Saat membuka pintu pagar,Arjuna melihat teman - temannya berdiri di depan pagar masih memakai seragam sekolah.
" Jarene mbakmu..Kowe sunat,benar kah ?" ucap Tono.
" He eh..." ucap Arjuna.
" Biyuuuh...Kenapa kamu baru sunat? " ucap Andi.
" Ayoo masuk..." ucap Arjuna.
Teman - teman Arjuna masuk ke teras lalu duduk di lantai.
" Kok kamu baru di sunat Jun...? Kamu takut jarum suntik atau gimana?" ucap Tono.
" Aku di tanyain sama bu Tika...Arjuna..Kamu sudah sunat apa belum. Tak jawab belum.."
" Di kaget,terus nyuruh aku untuk di sunat. Kalau enggak aku di hukum.." ucap Arjuna.
" Njiirrr...."
" Agamamu apa seh Jun? Kok belum di sunat?" ucap Andi.
" Aku kejawen Ndii..." ucap Arjuna.
" Oalaah..Pantesan.." ucap Tono.
" Kok kamu gak pakai sarung?" ucap Trimo.
" Aku pakai celana khusus..." ucap Arjuna.
Tono mendekatkan telinganya ke Arjuna.
" Kamu pernah lihat bu Tika gak pakai baju apa enggak?" ucap Tono pelan.
" Enggak...Emangnya kenapa Ton..?" ucap Arjuna.
" Kan bu Tika putih tuh..Tapi putihan kamu seh..Pasti mulus badannya.." ucap Tono.
" Dasar Tono OMES..." ucap Doni.
" Omes itu apa?" ucap Arjuna.
" Wuuiiih...Juna sekarang punya hape baru dianya.." ucap Trimo melihat ponsel di tangan Arjuna.
" Matamu kok ngerti wae Mo...Aku aja gak lihat kalau Juna pegang hape..." ucap Tono.
" Ya jelaslah..Aku kan bukan omes seperti kamu.." ucap Trimo.
" Jancooook...." ucap Tono.
" Berapa nomor hapemu Ar..." ucap Dion.
" Aku gak tahu..." ucap Arjuna.
" Coba sini hapemu..Biar aku miskol hapeku.." ucap Dion.
Arjuna memberikan ponselnya ke Dion.
" Jangkrek...Hapenya Samsung . Yang baru lagi.." ucap Tono melihat ponsel milik Arjuna yang di pegang Dion.
" Bentar ya...Aku ambilkan minuman dulu..." ucap Arjuna.
" Gak usah repot - repot Jun...Kalau bisa sama cemilan..." ucap Trimo.
" Iya .." ucap Arjuna sambil berjalan masuk.
" Kenapa gak sekalian isi dapurnya.." ucap Tono.
Beberapa menit kemudian.
Arjuna muncul sambil membawa tempaat ai minum berisi es sirup dan gelas lalu meletakkan di dekat teman - temannya. Lalu berjalan ke taman memetik beberapa bunga lalu duduk di samping Trimo.
" Neh cemilannya.." ucap Arjuna sambil meletakkan bunga di lantai.
" Jancook....Kita ini bukan hantu Ar..." ucap Dion.
" Tahubneh Juna... Di kiranya kita doyan makan kembang seperti dia..." ucap Trimo.
" Di dapur gak ada cemilan,tapi di kamar bu Tika ada...Aku gak berani ambil.." ucap Arjuna lalu memakan bunga melati.
" Oh iya...Nanti kamu ikut gak ke Air terjun Kedung Pedut Jun?" ucap Tono.
" Ikut aja Ar...Tahun kemarin kamu gak ikut liburan.." ucap Dion.
" Iya aku ikut..." ucap Arjuna.
" Eh..Kamu sudah bayar kah?" ucap Trimo.
" Belum..." ucap Arjuna.
" Kamu punya uang apa enggak Ar...? Kalau enggak jangan di paksa.." ucap Dion.
" Punya..Kalau tahun kemarin aku gak punya,makanya gak ikut. Bayar berapa?" ucap Arjuna.
" Seratus lima puluh ribu bayarnya." ucap Tono.
" Bentar... Kalau kamu belum sembuh,jangan ikut berenang ya.." ucap Trimo.
" Tiga hari sudah sembuh Tri..." ucap Arjuna.
" Emang itu kamu Mo...Masa sunat 2 minggu baru sembuh.." ucap Tono.
" Jiangkrek..."
" Dulu itu aku di paksa sama bapakku.."
" Pas di periksa kata pak mantrinya bisa di sunat,cuman. Nangi ada luka dan sembuhnya agak lama.."
" Bapak nyuruh di potong aja. Soalnya sudah sebar undangan. Mau gak mau aku di sunat."
" Ternyata bener ada lukanya dan sembuhnya lama.." ucap Trimo.
" Emangnya waktu sebelum di sunat itu burungmu gak bisa ngeluarin helemnya kah?" ucap Dion.
" Enggak bisa ..." ucap Trimo.
" Pantesan...Aku aja 3 hari dah sembuh.." ucap Dion.
Muncul Kartika berboncengan dengan Dini.Lalu turun dari sepeda motor dan berjalan.
" Juna..." ucap Kartika.
" Iya bu...." ucap Arjuna.
" Ikut ibu..." ucap Kartika lalu berjalan maauk ke dalam.
" Ku tinggal dulu..." ucap Arjuna lalu masuk ke dalam rumah.
" Kenapa teman - temanmu gak di kasih cemilan.." ucap Kartika.
" Sudah bu...Tak kasih kembang melati,mawar, sama bunga kertas.." ucap Arjuna.
Kartika hendak tertawa namun di tahan.
" Maksud kakak itu di kasih kue..." ucap Kartika.
" Di dapur gak ada kak.." ucap Arjuna.
" Ambil di kamar kakak.." ucap Kartika.
" Enggak berani masuk kak.." ucap Arjuna.
" Ya sudah..Ambil sana dek.." ucap Kartika.
" Siap kak..." ucap Arjuna.
Di saat Arjuna keluar dari pintu depan rumah sambil membawa 2 toples.
" Naah...Gitu dong...Ini baru nongkrong..." ucap Trimo agak nyaring
" Huussst...Jangan kencang - kencang,nanti di dengar bu Tika kamu di hukum loh.." ucap Tono.
" Maaf...Lupa.." ucap Trimo.
30 menit kemudian. Teman - teman Arjuna pulang,lalu Arjuna membawa masuk gelas,ceret,dan toples.
Di saat Arjuna berada di dapur mencuci gelas.Kartika datang memghampiri,ia berdiri di samping Arjuna.
" Dek..."
Arjuna menoleh.
" Kakak sudah membayar biaya liburanmu..Jadi."
" Nanti kamu ikut ya..." ucap Kartika.
" Iya kak..Terima ya kak.." ucap Arjuna.
" Iya..." ucap Kartika.
Sebelumnya Kartika bertanya pada Dini perihal Liburan ke air terjun Kedung Pedut,Dini menjawab tidak ikut. Lalu Kartika menemui pak Hanif untuk membayar biaya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Rusliadi Rusli
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2023-07-18
3
⇆◁❚❚▷↻ 𝖒𝖆𝖘𝖘𝖊
Air Terjun kedung pedut 🤔 sepertinya ada hubungannya dengan KUMALA SARI nih 🙄🙄🙄🙄
2023-07-16
3