Dalam perjalan pulang,Arjuna memikirkan hantu memakai pakain jilbab,dan wajahnya di tutupi kain. Biasanya ia selalu melihat hantu wajahnya selalu kelihatan,kecuali hantu tanpa kepala.
" Juna..."..
Arjuna tak menjawab.
Kartika menyentuh pundak Arjuna.
" Kamu kenapa" ucap Kartika sambil menyetir.
" Gakpapa kak..." ucap Arjuna.
" Jangan bohong.." ucap Kartika.
" Tadi itu aku lihat ada hantu pakai jilbab dan memakai penutup wajah kak.." ucap Arjuna.
" Serius..??." ucap.Kartika tak percaya.
" Katanya jangan bohong..Aku jujur kakak gak percaya.." ucap Arjuna.
" Maaf dek...Kakak terkejut saja...Kamu bisa lihat hantu?" ucap Kartika.
" Bisa kak...Makanya tadi aku kepikiran hantu yang memakai jilbab itu.."
" Biasanya aku melihat wajah hantu itu utuh ada juga yang sudah hancur kak...Tapi ini berjilbab.Aku baru pertama kali ini melihatnya.." ucap Arjuna.
" Di rumah kakak ada hantunya gak dek?" ucap Kartika.
" Gak ada kak..Kalau ada sudah aku usir.." ucap Arjuna.
" Kamu bisa mengusir hantu dek?" ucap Kartika.
" Bisa kak..." ucap Arjuna.
Karena Arjuna naik di mobilnya Kartika,dirinya tidak mampir ke sekolahan,ia langsung pulang ke rumah.
Saat tiba di rumah,nampak mobil Ayla terparkir di halaman.
" Kak Nur gak kuliah ya kak?" ucap Arjuna.
" Enggak..Ini kan hari libur..." ucap Kartika.
Arjuna masul ke dalam rumah. Muncul Nurmala,pakaian yang di pakai sama seperti Kartika saat di rumah yakni celana pendek di atas lutut dan kaos singlet bertali. Serta tidak memakai BH.
Nurmala menghampiri Arjuna.
" Adikku Arjuna...Akhirnya kamu datang juga.." ucap Nurmala lalu memeluk Arjuna.
" Kapan kak Nur datang? " ucap Arjuna.
Nurmala melepas pelukannya.
" Tadi siang...Gimana tadi liburannya..?" ucap Nurmala.
" Seru kak...Kita lihat air terjun.." ucap Arjuna.
" Kenapa gak ngajak kak Nur..?" ucap Nurmala.
" Ini aja di bayarin sama kak Tika.." ucap Arjuna.
" Dah sana...Mandi dulu.." ucap Kartika.
" Mau di mandiin gak dek?" ucap Nurmala.
" Enggak ah..Nanti mandinya jadi lama.." ucap Arjuna.
" Gakpapa lama..Mau gak?" ucap Nurmala.
" Kalau kak Nur mau..Ayoo.."ucap Arjuna.
" Gak ahh...Nanti kamu diam saja.." ucap Nurmala lalu pergi ke dapur.
" Asem..." ucap Arjuna
Arjuna mengambil handuk dan pakaian ganti,kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
" Kenapa mereka selalu menggoda aku ya..?"
" Kadang mengolok aku jika aku ini homo.."
" Jika saja bukan guruku dan juga adiknya guruku. Sudah aku . ucap Arjuna,lalu menyiram tubuhnya.
" Dasar lemah..." suara pria tiba - tiba muncul.
Arjuna tersentak kaget.
" Kamu siapa..?"
Arjuna melihat ke pintu dalam keadaan terkunci.
" Tunjukkan dirimu.." ucap Arjuna. Ia mengira yang berbicara itu adalah hantu.
" Aku adalah saudara kembarmu yang bicara.."
" Setiap orang yang lahir itu pasti punya saudara kembar..Tapi tidak terlihat.."
" Jika ada wanita yang ingin mengajakmu bercinta..Terima saja,apa lagi jika wanita itu memberimu kode.." suara pria.
" Bukannya aku gak mau.."
" Dia itu guruku dan juga adik guruku..." ucap Arjuna sambil menyirami tubuhnya.
" Ayolah..Kamu itu pria normal atau gak normal seh?..." suara pria.
" Aku pria normal.." ucap Arjuna.
" Buktikan jika dirimu itu pria normal.."
" Jika tidak..Mereka akan menganggapmu pria penyuka sesama jenis.."
" Apa kamu tidak ingin menyentuh kulit gurumu yang mulus itu..?" suara pria.
" Ya ingin lah...Tapi dia guruku.." ucap Arjuna menyabuni tubuhnya.
" Buang pikiranmu mengenai status wanita itu,lalu nikmatilah tubuh wanita itu.." suara pria.
Arjuna lantas membayangkan tubuh Kartika lalu menggaulinya. Tak terasa tangan kanan memegang pisangnya lalu menggerakkan maju mundur.
Hingga akhirnya.
Croot...Crooot.... Keluar lahar putih kental.
Arjuna merasakan sensasi nikmat saat lahar itu keluar. Namun lebih enak jika bermain langsung.
" Diampuut..Malah kamu chollii..." suara pria.
" He..He...He...he...He...."
" Yang nyuruh bayangin tadi itu siapa?" ucap Arjuna.
" Aku..." suara pria.
" Nah itu tahu..." ucap Arjuna.
" Gendeng..." suara pria.
*
Malam harinya.
Arjuna melihat obrolan chat di grup ponselnya. Isinya hanya teman - teman sekelasnya,tidak ada guru. Mereka bebas mengetik apapun.
Dion : Liburan begini enaknya ngapain ya..
Tono : Ngentu.
Desi : Njiiir..otak mesuum langsung komen.
Trimo : 🤣🤣🤣
Dion : Tau tuh si omes.
Trimo : Dari td aq lihat Juna kok gak ada chat ya. Padahal dia lihat kita ngobrol.
Mirda : Iya kah? Emangnya dia punya hape?
Sulastri : Itu nomornya arjuna kah yang baru masuk itu.
Dion : bukan,dia itu dwi Raharjo.
Arjuna.D.R : ada apa.
Desi : Junaaaaaaaa....
Sulastri : eh iya...Kamu punya hape sekarang juna.?
Reni : Juna...Kenapa kamu gak balas perasaanku.
Dion : Mana mau Ar denganmu Ren...
Reni : Ayolah Junaa...Terima cintaku yang tulus ini.
Tono : Preeet...
Reni : Diam kamu omes.
Tono : Diampuut.
Kartika duduk di samping Arjuna yang sedang menatap layar ponselnya.
Trimo : Hajar aja ren... Kasih tamparan gunung merapimu itu..Biar dia insaf.
Reni : 👊👊👊
Tono : 🤕🤕 ampun ren...Jangan lagi kamu pukul aku dengan gunung merapimu itu.Aku tidak kuat menahannya.
" Pinjam hapenya dek? " ucap Kartika.
Arjuna memberikan ponselnya.
Arjuna D.R : Emang kamu beneran suka sama aku?
Reni : Iya...Aku suka sama kamu.
Reni : Mau ya...
Arjuna D.R : Bentar aku tanya dulu sama rumput yang bergoyang.
Tono : Njirr..Ngapain rumput kamu tanyakan Juna..
Kartika mengembalikan ponselnya Arjuna.
Reni : Kok rumput seh Jun..Aku benaran suka sama kamu.
Arjuna D. R : Maaf. Tadi bu Tika yang ketik. Bukan aku.
Reni : 🥶
Tono : Serius Jun tadi itu bu Tika.
Dion : Mampus kamu Ton. Bu Tika tahu kalau kamu omes.
Trimo : Aku gak ikutan loh ya.
Tono : Bangkek...Eh juna,bu Tika ada di mana sekarang?
Arjuna D.R :Ada di sampingku.
Dion : Hukum aja bu si Tono omes ini.
Tono. : 🏃🏃🏃
Dion : Malah kabur.
Arjuna menutup layar ponselnya,dan meletakkan di meja.Ia tak memperdulikan suara notif grup.
" Oh iya kak..Teman kakak masih ngejar - ngejar kakak apa enggak?" ucap Arjuna.
" Yang mana dek?" ucap Kartika.
" Yang waktu makan di restoran itu loh kak.." ucap Arjuna.
" Oooo...."
" Enggak dek...Cuman" ucap Kartika.
" Cuman apa kak?" ucap Arjuna.
" Kakak kena omelan sama ibunya." ucap Kartika.
" Di omelan gimana kak?" ucap Arjuna.
" Dasar janda gak tahu diri, gak punya perasaan.. Pantesan saja di cerai. Rupanya suka plorotin harta orang. Belum menjadi istri sudah membuat rugi anak saya.." ucap Kartika.
" Di mana rumahnya kak..?" ucap Arjuna.
" Mau ngapain dek?" ucap Kartika.
" Mau ku samperin lalu gantian aku marahin dianya kak." ucap Arjuna.
" Dah gak usah dek..Semua kontak sudah kakak blokir semua.." ucap Kartika.
" Maaf ya kak...Gara - gara aku kakak kena omelan.." ucap Arjuna.
Kartika merangkul Arjuna.
" Kamu gak salah... Malah kakak terima kasih sama kamu.." ucap Kartika.
" Kok terima kasih kak?" ucap Arjuna.
Emmuaaacchh.....
Emmuaaachh...
" kakak gak mau bahas.." ucap Kartika.
" Kata orang...Menjadi janda itu suka mendapat hinaan ya kak?" ucap Arjuna.
" Iya.."
Nurmala datang menghampiri sambil membawa teh Kotak rasa melati.lalu duduk di sebelah Arjuna.
" Padahal kakak gak ada godain suami orang..Dia aja yang godain kakak.." ucap Kartika.
" Bawa kok cuman satu kak?" ucap Arjuna.
" Kamu mau?" ucap Nurmala.
" Ya mau lah kalau di kasih.." ucap Arjuna.
" Tuh di toko banyak dek..Ambil aja sendiri.." ucap Nurmala.
" Asem...." ucap Arjuna.
" Di kulkas..." ucap Nurmala.
" Kulkas toko?" ucap Arjuna.
" Dapur ganteng..." ucap Nurmala.
" Aseeek..." ucap Arjuna lalu berdiri.
" Ambil dua dek.." ucap Kartika.
" Iya kak.." ucap Arjuna.
Tak lama kemudian Arjuna kembali membawa 2 teh kotak,ia memberikan teh kotak ke Kartika,lalu duduk di lantai.
" Duduk sinilah dek...Ngapain duduk di situ.."
Arjuna berdiri,lalu duduk di tempat semula.
" Katanya kak Tika,ada temanmu cewek yang suka sama kamu..Kenapa gak kamu terima?" ucap Nurmala.
" Gak tertarik kak? Mending sama kak Nur aja,mau gak jadi pacarku? " ucap Arjuna.
Kartika memegang kening Arjuna
" Sakit dia dek.." ucap Kartika.
" Diampuut...Aku sehat kak.." ucap Arjuna.
" Kamu lulus dulu hingga SMA...Baru kakak mau jadi pacarmu.." ucap Nurmala.
" Lama kak.." ucap Arjuna.
" Kamu suka cewek yang seumuran atau yang lebih tua darimu dek?" ucap Kartika.
" Yang lebih tua kak.." ucap Arjuna.
" Kenapa pilih yang tua?" ucap Kartika.
" Ya kalau tua itu lebih pengalaman kak.." ucap Arjuna.
" Kak..Mbah Nem masih ada gak orangnya?" ucap Nurmala.
" Masih..Kenapa dek..?: ucap Kartika.
" Coba Arjuna bawa ke rumah mbah Nem..Siapa tahu mbah Nem mau.." ucap Nurmala.
" Jangan yang sudah tua juga kak..Masa di tawari yang sudah nenek - nenek.." ucap Arjuna.
" Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...."
" Kamu bilang suka yang lebih tua..." ucap Nurmala.
" Iya..Maksudku itu bukan nenek - nenek.." ucap Arjuna.
" Ooo..Jadi kamu suka sama cewek yang umurnya agak tua darimu ya dek?" ucap Kartika.
" Iya...Seperti kakak.." ucap Arjuna.
" Apaaaaaa....!! Aku dah tua gitu.?" ucap Kartika.
" Umurnya kak,tapi penampilan kakak masih seperti anak SMA.." ucap Arjuna.
" Gomball...." ucap Kartika.
" Sudah berani ya godain gurunya.." ucap Nurmala.
" Kalau di sekolah gak berani kak.." ucap Arjuna.
" Ya iyalah..Kamu mau kakak hukum lari mengelilingi lapangan sampai seratus kali..." ucap Kartika.
" Mau..Asal aku lari sambil gendong kakak.." ucap Arjuna.
" Habis minum teh kotak,Arjuna kok begini ya kak?" ucap Nurmala.
" Gak tahu dek..Kesambet apaan seh kamu dek?" ucap Kartika.
" Kesambet kecantikan kak Tika.." ucap Arjuna.
Nurmala mengetik pesan ke kakaknya.
Kartika mengecek ponselnya.
Adikku : Sepertinya dia ingin di katakan normal kak. Kan selama ini kita olok dia gak normal.
Aku : Iya..Kakak tahu itu dek..Kita ikuti saja dia.
" Kakak itu sudah tua..Nanti pas umurmu empat puluh,kulit kakak sudah keriput " ucap Kartika.
" Di setrika aja kak..Biar gak keriput.." ucap Arjuna.
" Ha....Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha.. Ha..." Nurmala tertawa.
" Sakit perutku.." ucap Nurmala.
" Kenapa di tivi aku lihat artis yang sudah tua kulitnya masih kencang kak? Kalau gak salah namanya Titik puspa" ucap Arjuna.
" Itu karena dia merawat kulitnya,agar tetap kencang.." ucap Kartika.
Arjuna menoleh ke Nurmala tepat di kaosnya. Ia melihat ujung gunung tercetak. Lalu melihat ke depan.
" Kakak sama adik sama aja..Gak pke BH.." ucap Arjuna.
" Dek...Sepertinya ada yang mau pke BH kita.." ucap Kartika.
" Iya...Pegangin dia kak.." ucap Nurmala.
Kartika memeluk erat Arjuna agar tidak kabur.
Nurmala berdiri lalu jalan ke arah kamar tidurnya.
" Asemm...Kenapa aku ngomong gitu seh..." ucap Arjuna dalam hati.
Nurmala muncul membawa BHnya lalu memakaikan ke Arjuna.
" Naah..Kan bagus.." ucap Nurmala sambil melihat Arjuna.
" Sayang..Kita gak punya wig.." ucap Kartika.
" Iya...Kalau punya,pasti kamu jadi cantik dek.." ucap Nurmala.
" Terus mangkal di lampu merah.." ucap Kartika.
" Terus di kejar satpol PP..." ucap Nurmala.
" Iya iya...Sambarang kakak aja,yang penting kakak senang..." ucap Arjuna pasrah.
Emmuaaachh... Kartika mencium pipi Arjuna.
" Kakak itu dulu ingin punya adik cowok.."
" Tapi gak kesampaian dek.." ucap Kartika.
Nurmala duduk di samping Arjuna.
" Arjuna rangking berapa kak?" ucap Nurmala.
" Delapan.." ucap Kartika.
" Kirain rangking satu.." ucap Nurmala.
" Ada kemajuan dia dek..Sebelumnya di bawah dua puluh.." ucap Kartika.
" Waah...Kamu semakin pintar dek..." ucap Nurmala.
" Iya..Kan kak Tika yang ngajarin.." ucap Arjuna.
" Kamu suka teh kotak ya dek?" ucap Nurmala.
" Gak terlalu kak...Aku lebih suka kembang.." ucap Arjuna.
" Maksud kakak itu minuman,bukan makanan.." ucap Nurmala.
" Heemm..Susu kak.." ucap Arjuna.
" Ini ada susu,kamu mau gak?" ucap Nurmala.
" Susu sapi apa susu dalam kaos kak?" ucap Arjuna.
" Dalam kaos lah..." ucap Nurmala.
" Gak ada airnya.." ucap Arjuna.
Nurmala menarik ke atas kaosnya. Nampaklqh gunung kembar putih mulus.
" Kakak hitung sampai tiga..Kalau gak mau kakak tutup...Satu..Dua...Ti...
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Arizawahyu Qomaruzaman
jun sumpah yo awakmu iki bejooo pollll hahahah
2024-01-03
0
Danu Wijaya
bikin penasaran aja sih, lanjut dong
2023-07-18
0
Jeremy Farizky
wuih ketemu rombongannya bayu... ditunggu lanjutannya suhuu
2023-07-18
1