Sesampai di rumah.
" Kak Nur..Mbak..." ucap Arjuna sambil berjalan menenteng kantong kresek.
Muncul Nurmala di susul Dini.
" Apa itu Jun?" ucap Nurmala.
" Buat kak Nur dan mbak Dini.." ucap Arjuna sambil menyerahkan kantong kresek.
" Banyak amat,siapa yang mau menghabiskan makanan ini? " ucap Nurmala.
Kartika muncul setelah mengunci pintu.
" Ya kak Nur lah..." ucap Arjuna.
" Aku gak bisa menghabiskan semua makanan ini Junaaaa..."
"Kalau kebanyakan makan bisa gemuk,ngurusinnya susah." ucap Nurmala.
" Ya buat besok saja kak..." ucap Arjuna.
" Ini daging steaknya banyak banget..." ucap Nurmala saat membuka kotak makanan.
" Kamu pesan berapa tadi dek?" ucap Kartika.
" Berapa ya..Sepuluh,lobster empat terus makanan lagi itu aku lupa namanya pokoknya banyaklah kak.." ucap Arjuna.
" Buset dah..."
" Habis berapa tadi kak?" ucap Nurmala.
" Teman kakak yang traktir.." ucap Kartika.
" Lain kali,kamu jangan begini ya Juna...Kasian temannya kak Tika,pasti bayarnya lebih 5 juta.." ucap Nurmala.
" Heeh...!!! Serius kak itu habisnya bisa 5 juta?" ucap Arjuna tidak percaya,ia pikir gak sampai 1 juta.
" Iya..Apalagi lobster besarnya begini...Bentar.."
Nurmala mengeluarkan botol kaca.
" Kamu pesan minuman ini Jun?" ucap Nurmala melihat minuman anggur yang ada alkoholnya.
" Ada berapa botol minuman itu dek?" ucap Kartika.
" Ya gak tahu kak,aku asal sebut saja mau ini itu..Terus minta bungkusin,habisnya dia gak sopan,kayak gimana gitu. Jadi.." ucap Arjuna.
" Kamu ngerjain dia...?"
" 2 botol kak..."ucap Nurmala.
" Iya kak...,mau bilang suka ke kak tika aja pakai acara datang ke restoran. Padahalkan di warung juga bisa.." ucap Arjuna.
" Pasti tekor banyak si Yusuf...Arjuna...Arjuna..Kamu ngerjain orang sampai segitunya..Semoga saja dia bisa bayar.." ucap Kartika dalam hati,sebab ia tahu harga minuman tersebut karena pernah membelinya.
Nurmala melihat ke kakaknya.
" Tadi kakak di tembak?" ucap Nurmala.
" Iya...Tapi kakak tolak..." ucap Kartika.
" Nembak? Perasaan tadi dia gak bawa senjata kak,gimana nembaknya?" ucap Arjuna.
" Yang kakak maksud itu memgutarakan cinta di depan orang yang di suka..Bukan nembak pakai senjata Juna..Kamu seh gak pernah pacaran.." ucap Nurmala.
" He..He...He...He..."
" Malas pacaran aku kak Nur...Uang aja gak punya,entar aku di mintain beli ini..beli itu..Seperti tadi..Mana aku gak bakalan mampu kak.." ucap Arjuna.
" Oh iya..Kakak lupa kasih tahu.."
" Besok ayah kakak mau datang kesini dek.." ucap Kartika.
" Emang,ayahnya kakak ada di mana sekarang?" ucap Arjuna.
" Di London..." ucap Kartika.
" Wuiih...Jauh juga ya..."
" Kak Tika bisa bahasa Inggris? "ucap Arjuna.
" Bisa dong.." ucap Kartika.
" Apakah aku dan mbak Dini keluar dulu dari rumah ini?" ucap Arjuna.
" Gak perlu..Kamu di sini aja.."
" Ayahku ingin menemuimu..Jika kamu gak ada,dia akan marah ke kita berdua.." ucap Kartika.
" Ibunya kakak ikut datang?" ucap Arjuna.
" Ibuku sudah meninggal Arjuna..." ucap Kartika.
" Maaf kak.." ucap Arjuna.
" Iya gakpapa.." ucap Kartika.
" Ayahku menikah lagi..." ucap Nurmala.
Kartika berdiri lalu berjalan ke dapur untuk mengambil gelas. Setelah itu kembali,ia menuangkan minuman Anggur ke dalam gelas yang bertangkai.
" Junaa...Kamu mau nyoba ?" ucap Kartika.
" Heem..Mau kak..Aku penasaran.." ucap Arjuna.
Kartika menuangkan Anggur ke dalam gelas,lalu memberikan ke Arjuna.
Arjuna menerima,lalu menenggak minuman tersebut dalam sekali teguk. Sebab Kartika tidak mengisi penuh ke dalam gelas Arjuna.
" Gak enak kak.." ucap Arjuna.
" Jika minum Anggur itu ada caranya..Agar terasa nikmat..Di putar - putar seperti ini( Kartika menggerakkan lengannya,sehingga minuman anggur itu berputar),lalu di minum" ucap Kartika lalu meminum.
" Ooo...Begitu..." ucap Arjuna.
Arjuna mengambil botol Anggur,lalu menuangkan ke dalam gelas.
" Jangan telalu banyak.." ucap Kartika.
Arjuna mengisi seperti Kartika mengisi kedalam gelasnya. Kemudian menggerakkan tangannya.
Nampak air Anggur di dalam gelas berputar. Lalu Arjuna meminum Anggur tersebut.
Gleek....
" Aaaaahh...."
" Iya kak...Rasanya beda dengan yang tadi.." ucap Arjuna.
" Jangan terlalu banyak minum..Nanti kamu bisa mabuk.." ucap Kartika.
" Siap bu guru.." ucap Arjuna.
" Hukum Arjuna kak..." ucap Nurmala.
" Asem....Aku lupa..." ucap Arjuna dalam hati.
Kartika menggelengkan kepalanya.
" Jika menganggap kakak sebagai guru,maka kakak akan menjadi guru..."
" Karena kamu minum minuman beralkohol di depan ibu..Maka kamu harus di hukum.." ucap Kartika tegas.
" Maaf kak..Keceplosan tadi.." ucap Arjuna.
" Maafmu ibu terima,tapi hukuman tetap akan ibu berikan.."
" Kamu ibu hukum pijatin ibu..." ucap Kartika.
" Kapan kak..?" ucap Arjuna.
" Besok.." ucap Kartika.
" Ooo..Besok.." ucap Arjuna.
" Ya sekaranglah..Kalau tidak mau,ibu akan memberi hukuman tambahan..." ucap Kartika tegas.
Arjuna langsung bangkit sambil meletakkan gelas di meja dan berjalan ke belakangnya Kartika.
" Jangan kak..." ucap Arjuna sambil memijat pundak Kartika.
" Nah gitu dong...Jadi adeknya kakak itu harus nurut.." ucap Kartika .
Arjuna melihat kaos yang di pakai Kartika,ia melihat gurunya tidak memakai BH. Sehingga terlihat isi di dalam kaos tersebut.
" Kak.." ucap Arjuna.
" Iya.." ucap Kartika.
" Kak Tika gak punya BH kah? " ucap Arjuna.
" Punya..Kamu mau pakai BH kakak?" ucap Kartika.
" Enggak kak..Aku kan cowok.." ucap Arjuna.
" Terus...Kenapa tanya kakak punya BH apa enggak?" ucap Kartika.
" Aku lihat ***** kakak kelihatan dari sini..." ucap Arjuna dengan polosnya.
Kartika menutupi dadanya.
" Sial..Aku lupa jika Arjuna berdiri dibelakangku dan dia bisa melihat milikku" ucap Kartika dalam hati.
" Arjuna gak akan tertarik kak.." ucap Nurmala melihat Arjuna memijat kakaknya alan tetapi pandangan Arjuna tidak melihat ke arah kakaknya.
Kartika tidak menutupi dadanya.
Sesekali Nurmala melihat Arjuna ,apakah Arjuna menatap dada kakaknya. Namun berulang kali ia melihat ke arah Arjuna,Arjuna tak melihat ke arah dada kakaknya.
" Sudah cukup Juna..." ucap Kartika.
Arjuna berjalan lalu mengambil botol Anggur dan menuangkan ke dalam gelas.
"Juna.. Kamu suka cewek apa cowok? " ucap Nurmala.
" Ceweklah kak..:" ucap Arjuna lalu meminum anggur.
" Kirain gak suka sama cewek..Terus.."
" Siapa cewek yang kamu suka?" ucap Nurmala.
" Heemm..Gak ada kak..." ucap Arjuna.
" Gak ada?? Bohong..." ucap Nurmala.
" Beneran kak...Aku belum menemukan wanita yang aku suka.." ucap Arjuna.
" Kamu mau cewek yang seperti apa?" ucap Nurmala.
" Aku fokus sekolah dulu kak..Gak mau mikirin soal cewek.." ucap Arjuna.
" Bagus itu Juna..Jangan dengarin omongan kak Nur...",
" Bisa - bisa nanti cita - citamu gak terwujud karena godaan wanita.." ucap Kartika.
" Kak Nur..." ucap Arjuna.
" Iya.." ucap Nurmala.
" Itu kak Tika beneran gak punya BH kah?" ucap Arjuna pelan.
" Kakak dengar loh....Sebentar..."
Kartika berdiri lalu berjalan ke kamarnya. Tak lama kemudian Kartika muncul dan memberikan semua BH yang ia punya ke Arjuna.
" Ini punyaku..." ucap Kartika.
" Asem...Kok di kasih ke aku kak.." ucap Arjuna.
" Kamu sudah di kasih tahu kalau kakak punya masih gak percaya..Makanya kakak ambilkan buat bukti" ucap Kartika.
" Iya ya...Gitu aja ngambek.." ucap Arjuna.
" Siapa yang ngambek?" ucap Kartika.
" Kak Tika.." ucap Arjuna.
" Kamu suka sama cowok ya Juna?" ucap Kartika.
" Aku suka sama cewek kak.." ucap Arjuna.
" Kakak gak percaya..." ucap Kartika.
" Beneran kak...Ya sudah kalau gak percaya." ucap Arjuna.
" Buktikan bahwa kamu suka sama cewek,seperti kakak menunjukkan BH ke kamu.." ucap Kartika.
" Asemm....Itu susah kak..Mana ada yang mau sama orang miskin seperti aku." ucap Arjuna.
" Heleeh..Ngaku aja sudah..Ya gak dek.." ucap Kartika.
" Betul itu kak..." ucap Nurmala.
Arjuna berdiri lalu berjalan dan berhenti di depan Kartika lalu kaki di tekuk,salah satu tumit kaki di lantai.
" Aku suka sama kakak dan aku cinta sama kak Tika,Apakah kakak bersedia menjadi istriku?" ucap Arjuna.
Eeeehh....!!!??? Kartika dan Nurmala terkejut melihat aksi yang di lakukan Arjuna. Sebab Arjuna menyatakam cinta dan ingin menjadikan Kartika sebagai istri,bukan pacar.
Arjuna berdiri lalu berlari ke belakang menuju kamar mandi tamu.
" Junaa..." ucap Kartika.
" Kebelet kak..." ucap Arjuna sambil berlari.
Setelah Arjuna selesai dari kamar mandi,ia melihat Kartika memasukkan makanan ke dalam kulkas. Ia pun datang menghampiri.
" Kak..." ucap Arjuna.
" Heemm..." ucap Kartika sambil memasukkan makanan tak melihat ke arah Arjuna.
" Kak Tika masih gak percaya?" ucap Arjuna.
Kartika menghela nafas lalu melihat ke Arjuna.
" Maaf ya Arjuna..Tadi itu kakak bercanda saja. Kakak percaya kok.." ucap Kartika.
" Kirain gak percaya.." ucap Arjuna.
Kartika menutup pintu kulkas lalu menyentuh kedua pundak Arjuna.
" Kakak percaya sama kamu...Dan tolong jaga kepercayaan kakak. Jangan sekali - kali kamu berbohong sama kakak."
" Jika kamu berbohong...Kakak akan sangat membencimu dan mengusirmu dari rumah ini.." ucap Kartika.
" Iya kak.." ucap Arjuna.
" Bulan depan kamu ujian ..Rajin - rajinlah belajar..Jangan ikut terpengaruh sama teman - temanmu yang nakal..." ucap Kartika.
" Iya kak..."
Arjuna memeluk Kartika.
" Terima kasih kakak mau menampung kami di sini" ucap Arjuna.
" Iya..." ucap Arjuna.
JEDDDEEERRRR..... Suara petir tiba - tiba muncul.
Kartika dan Arjuna terkejut.
Arjuna memeluk erat Kartika karena takut.
" Kakak gak bisa bernafas Juna..."
Arjuna merenggangkan pelukannya.
" Ayoo tidur..." ucap Kartika.
" Iya kak..." ucap Arjuna lalu melepas pelukannya.
Pukul 1.20.
Di saat Arjuna tertidur di sofa,ia mendengar suara hujan turun sangat deras dan petir menyambar. Arjuna kembali teringat akan kejadian desanya hanyut yang menyebabkan seluruh keluarganya tewas tertimbun tanah longsor akibat suara petir dan hujan deras.
Arjuna menjadi ketakutan,ia takut kejadian itu terulang kembali.
" MAAAAAK...."
"PAAAAAK...."
" MAMAAAAAAK......"teriak Arjuna.
Teriakan Arjuna di dengar Kartika dan Nurmala,sehingga mereka keluar dan menemui Arjuna.
Mereka melihat Arjuna meringkuk seperti orang ketakutan.
" Juna....Kamu kenapa..?" ucap Nurmala.
" Dia masih trauma dek.." ucap Kartika lalu duduk di samping Arjuna dan memeluknya.
" Trauma?" ucap Nurmala.
" Nanti kakak ceritakan..."
" Cup...Cup...Juna...Tenanglah..." ucap Kartika mencoba menenangkan Arjuna yang sedang ketakutan.
JEEDDDEEEERRRRR.......suara petir.
" Kak...Mamak kak..." ucap Arjuna.
" Iya...Tenang sayang...." ucap Kartika.
" Pindah di kamar ya Juna..." ucap Nurmala.
Kartika membawa Arjuna ke kamarnya.
Setelah di tempat tidur,Arjuna masih ketakutan.
" Mamak kak.." ucap Arjuna.
Kartika merebahkan Arjuna,lalu ia tidur di sampingnya dan memeluk Arjuna.
" Tenangkan dirimu Juna..."
" Mamak sudah tenang di sana.." ucap Kartika.
Nurmala berebah di samping Arjuna,sehingga Arjuna berada di tengah.
Kartika yang memakai gaun transparan tak ia pedulikan jika Arjuna melihat miliknya yang terlihat,meskipun tertutup kain tipis. Sebab ia khawatir dengan Arjuna yang masih trauma.
Nurmala menarik selimut,lalu memeluk Arjuna.
Suara petir terdengar pelan,tidak seperti saat Arjuna tidur di sofa.Hujan pun mulai nampak tidak deras seperti tadi.
Perlahan Arjuna tertidur.
Kartika melihat Arjuna sudah tidur,ia pun lega. Sebab ia pernah melihat Arjuna meringkuk di bawah meja saat ia mengajar,saat itu hujan deras dan suara petir sangat nyaring.
" Juna...Juna..."
" Kamu itu rajin,pintar..Tampan.. Pemberani.. Tapi sayang...."
" Takut dengan hujan dan petir..." ucap Kartika dalam hati lalu tidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Arizawahyu Qomaruzaman
apikkkkkkkkk
2024-01-03
1
JevanLiexiao
Terima kasih updatenya gus ali di. tunggu selanjutnya
2023-07-14
2
suparjan d.r
nice kang., lanjutkan
2023-07-14
0