( Note. Episode sebelumnya ada typo dalam penyebutan mobil,sudah aku baikin...)
Pagi harinya.
Seperti biasa Arjuna merawat bunga karena libur sekolah.
Kartika muncul sambil membawa segelas susu menghampiri Arjuna.
" Juna.." ucap Kartika.
" Iya kak.." ucap Arjuna.
" Ini di minum dulu..." ucap Kartika.
" Tanganku kotor kak..." ucap Arjuna.
" Ya cuci tangan dulu dong ganteng..." ucap Kartika.
Arjuna memutar keran lalu mencuci tangan. Setelah itu minum susu.
" Kak...Nanti siang jam 11 aku mau pergi.." ucap Arjuna.
" Pergi kemana?" ucap Kartika.
" Kerumah Dion kak.." ucap Arjuna.
" Mau ngapain?" ucap Kartika.
" Di suruh ke sana kak.." ucap Arjuna.
" Heem...Rumah Dion kalau gak salah di desa Sidodadi ya dek?" ucap Kartika.
" Iya..." ucap Arjuna.
" Sudah pernah ke sana?" ucap Kartika.
" Belum...." ucap Arjuna.
"Kalau mau ke sana, buka MAPS .Biar gak nyasar.." ucap Kartika.
" Iya kak..." ucap Arjuna.
" Nanti malam,lanjutin lagi ya dek..." ucap Kartika.
" Lanjutin apa kak?" ucap Arjuna.
" Yang seperti tadi malam.." ucap Kartika.
" Siiap kak...Dengan senang hati..." ucap Arjuna.
" Oh iya...Kapan kamu mentato punggungmu dek?" ucap Kartika,karena ia melihat ada gambar Harimau di punggung Arjuna.
" Tato? Aku gak pernah tato kak" ucap Arjuna belum menyadari.
" Jangan bohong...Kakak lihat sendiri di punggungmu ada gambar Harimau." ucap Kartika.
" Masa seh kak?" ucap Arjuna,lalu Arjuna teringat ucapan mbah kakungnya yang tak lain adalah Ki Suro. Ki Suro pernah mengatakan,bahwa ilmu Harimau yang di berikan ke Arjuna bila sudah sempurna akan muncul gambar Harimau di punggung. Ilmu itu harus di turunkan oleh penerusnya,jika tidak akan membahayakan bagi keturunannya. Sebab Harimau yang ada bersemayam dalam tubuh akan menyerang ke keluaraganya.
" Jangan bohong Arjuna...Kakak gak suka kamu bohong.." ucap Kartika mulai marah.
" Sial...Aku lupa..." ucap Arjuna dalam hati.
" Kak..Aku akan memberitahu kakak,tapi kakak harus janji jangan beritahu siapapun.." ucap Arjuna.
" Baiklah...Kakak janji tidak akan memberitahu siapapun.." ucap Kartika.
Arjuna mendekatkan wajahnya ke telinga Kartika.
" Tato itu muncul sendiri kak..karena aku berhasil menguasai ilmu Harimau .." ucap Arjuna pelan lalu menjauh dari telinga Kartika.
" Serius....Kamu gak bohong?" ucap Kartika.
" Iya kak...Aku serius,mbah kakung yang menurunkan ilmu itu kepadaku. " ucap Arjuna.
" Kenapa harus di tato Arjuna..Nanti jika kamu mau masuk jadi PNS bisa gagal.." ucap Kartika.
" Kak...Ini gak aku tato kak..Gambar di punggung muncul sendiri..." ucap Arjuna.
" Bohong..."
"Mana ada muncul sendiri.." ucap Kartika.
Arjuna berdiri.
" Ya sudah kalau ibu tidak percaya lagi apa yang ku katakan.Saya sudah bicara jujur..." ucap Arjuna kesal bercamour marah lalu masuk ke dalam rumah.
Kartika mengikuti Arjuna,sesampai di dalam rumah,ia melihat Arjuna memasukkan pakaian ke dalam tas di dalam kamar Dini.
Kartika menahan tangan Arjuna saat memasukkan pakaiannya lagi ke dalam tas. Ia tahu Arjuna mau pergi dari rumahnya,dan tahu Arjuna marah.
" Maafin kakak..." ucap Kartika sambil meneteskan air mata.
" Kan ibu sendiri yang bilang,harus jujur. Aku dah jujur malah di bilang bohong..." ucap Arjuna kesal tak melihat ke arah Kartika.
Kartika memeluk Arjuna dari belakang.
" Iya...Kakak percaya...Maafin kakak..."
"Jangan pergi ya...Hiks...Hiks..." ucap Kartika.
Arjuna meletakkan pakaiannya.Lalu melepaskan tangan Kartika yang berada di perutnya,setelah menghadap ke Kartika.
" Iya...Maafin aku ya kak..Tadi aku marah..." ucap Arjuna.
Kartika memeluk Arjuna.Arjuna membalas pelukannya.
Muncul Nurmala di pintu.
" Ehem...Eheeeem..." suara Nurmala.
Kartika dan Arjuna melepas pelukannya.
Nurmala berjalan menghampiri.
" Kenapa di lepas...Kan enak tuh berpelukan" ucap Nurmala.
" Sepertinya ada yang iri dek..." ucap Kartika.
Nurmala melihat tas dan pakaian Arjuna.
" Kamu mau pergi dek?" ucap Nurmala.
" Rencana mau pergi ...Heemmph..Heempphh ucap Arjuna tak bisa melanjutkan ucapannya karena mulutnya di tutup oleh telapak tangan Kartika.
" Mencurigakan..." ucap Nurmala.
" Ayo Juna...Kita lanjut lagi menanam bunga" ucap Kartika sambil menarik tangan Arjuna.
Setelah sampai di taman bunga.
" Kenapa tadi mulutku di tutup kak?" ucap Arjuna.
" Nanti kalau kamu jawab pergi dari rumah,terus Dia akan mempertanyakan kenapa pergi dari rumah. Nantinkamu beritahu soal tato itu lagi.." ucap Kartika pelan.
" Oh iya...Lupa kak.." ucap Arjuna.
Pukul 10.50.
Arjuna bersiap - siap pergi kerumah Dion teman sekelasnya.
" Mau kemana kamu dek?" ucap Dini.
" Kerumah Dion mbak..." ucap Arjuna.
" Pakai motor aja dek.." ucap Nurmala.
" Nanti di pake sama kak Tika.
" Pakai aja....Jangan lupa di isi bensinnya ." ucap Kartika.
" Enggak ah kak,nanti di stop sama polisi.." ucap Arjuna.
" Pakai helm,biar gak di stop polisi.." ucap Kartika.
" Mana kuncinya kak?" ucap Arjuna.
" Tuh...Samping tivi" ucap Kartika sambil menunjuk.
Arjuna mengambil kunci motor.
" STNKnya mana kak?" ucap Arjuna.
Kartika berdiri lalu mengambil STNK,kemudian memberikan ke Arjuna.
" Jangan ngebut ya dek.." ucap Kartika.
" Iya kak.." ucap Arjuna.
" Ini..Buat beli bensin.." ucap Kartika sambil memberikan uang lima puluh ribu.
" Aku masih punya uang kak.." ucap Arjuna.
" Ambil saja,kan kakak gak pernah kasih uang jajan.." ucap Kartika.
Arjuna menerima.
" Aku pergi dulu ya...." ucap Arjuna.
" Iya..." ucap Kartika.
Arjuna naik sepeda motor pergi ke rumah Dion di desa Sidodadi.
Saat di perjalanan,Arjuna tak berani mengemudikan sepeda motor itu di atas 50km/ jam.
Setelah sampai di rumah Dion.
Arjuna melihat di teras rumah Dion ada Dion,Doni,Tono,Arya dan Trimo. Mereka sedang mengupas buah.
" Nah..Ini dia orangnya.." ucap Dion.
Arjuna turun dari sepeda motor,lalu duduk di samping Tono mengupas mangga.
" Mau mencok kah?" ucap Arjuna.
" Iya...." ucap teman - teman Arjuna.
" Ar...Kamu beli gula merah ya..Di tokonya bu Hana sekalian rokok Rukun.." ucap Dion.
" Mana duitnya?" ucap Arjuna.
Dion menyerankan uang ke Arjuna.
" Tokonya tau gak?" ucap Dion.
" Dekat pertigaan itu ada toko.." ucap Arjuna.
" Ya itu sudah tokonya..." ucap Trimo.
Arjuna naik sepeda motor,lalu pergi.
Sesampai di toko.
Arjuna celingukan mencari gula merah.
" Cari apa mass...?" suara wanita.
Arjuna menoleh ke asal suara tersebut,ia melihat seorang gadis memakai jilbab. Wajahnya sangat cantik.
" Nganu mbak...Gula merah di mana ya.." ucap Arjuna.
" Di rak sebelahnya mas.." ucap gadis itu.
Arjuna ke rak sebelahnya dan melihat gula merah. Ia mengambil gula merah tersebut lalu membayar.
" Sama rokok Rukun satu mbak.." ucap Arjuna.
" Masnya bukan orang sini ya.."ucap gadis itu.
" Iya...Kok tahu mbak?" ucap Arjuna.
" Soalnya aku baru lihat.." ucap gadis itu.
" Iya...Aku ke rumah teman..Makasih ya mbak.." ucap Arjuna lalu pergi.
Muncul seorang wanita memakai jilbab dan bercadar dari dalam setelah Arjuna pergi.
" Tadi bicara dengan siapa?" ucap wanita bercadar.
" Sama pembeli mbah putri..." ucap gadis itu.
" Ooo...Kirain bicara sendiri..." ucap wanita bercadar.
Setelah Arjuna sampai di rumah Dion.
" Ini gulanya..." ucap Arjuna sambil memberikan gula.
" Tadi yang jaga siapa Jun?" ucap Tono
" Cewek...Kenapa Ton" ucap Arjuna.
" Gakpapa..Tadi ada yang kelupaan tak suruh beli,pinjam motor Jun" ucap Tono
Arjuna memberikan kunci motor ke Tono.
Setelah Tono pergi.
" Tadi itu,aku bilang ke Tono. Ada cewek cantik,kalau liburan sekolah dia menjaga toko bu Hana.." ucap Dion.
" Oooo...Berarti dia penasaran,pengen lihat itu cewek yang di toko.." ucap Trimo.
" Tadi kamu ketemu sama cewek itu gak Ar?" ucap Dion.
" Ketemu..Aku bingung nyari gula merah,terus dia negur aku. Lalu aku di tanyain. Kamu bukan orang sini ya? Aku jawab bukan.." ucap Arjuna.
" Kamu minta nomor hapenya gak Jun?" ucap Doni.
" Enggak...Ngapain aku minta nomornya dia.." ucap Arjuna.
" Ya siapa tahu cewek itu bisa di jadikan pacar.." ucap Doni.
" Entar pacarnya Ar tahu bisa kena omelan tuh.." ucap Dion.
" oh iya...Arjuna kan sudah punya pacar...Cantik gak pacarmu Jun?" ucap Trimo.
" Ya cantiklah..." ucap Arjuna.
Tono kembali dengan wajah masam.
" Gimana Ton...Cantik kan..." ucap Dion.
" Cantik gundulmu..Bercadar gitu.." ucap Tono.
" Ha.....Ha....Ha...Ha....Ha....." Dion tertawa.
" Masa seh? Tadi aku ketemu gak bercadar.." ucap Arjuna.
" Berarti kamu bertemu dengan bu Hana Ton..Terus Arjuna bertemu dengan Fitri." ucap Dion.
" Ooo..Cewek itu namanya Fitri.." ucap Trimo.
Trimo membuat bumbu rujak.
" Jangan terlalu banyak lomboknya..Sakit perut" ucap Arjuna sambil mengurangi lombok.
" Oh iya Ar..Kemarin kamu jalan ke pantai Parangtritis aja kah?" ucap Dion.
" He eh..." ucap Arjuna.
Setelah bumbu rujak jadi,mereka pun makan bersama.
" Oh iya...Tamatan nanti kita ke pantai aja.." ucap Trimo.
" Ya kamu usul aja sama pak kepala sekolah Mo.." ucap Doni.
" Betul tuh..Kamu kan wakil ketua OSIS..." ucap Tono.
" Hemm...Nanti lah,pas penyerahan ke anggota OSIS yang baru.." ucap Trimo.
Terdengar suara Adzan berkumandang.
" Ar..Kamu maen COC apa enggak?: " ucap Dion.
" Enggak..." ucap Arjuna.
" Maen aja...Terus gabung ke clanku.ne teman -teman juga maen,kita satu clan." ucap Dion.
" Arjuna mana mau maen COC,dia itu maennya kembang..." ucap Trimo.
" He...He..He...He...He..."
" Emang aku suka maen kembang,apa lagi jika di makan..Wuuiih..Rasanya enak banget tahu.." ucap Arjuna.
" Lama - lama kamu jadi hantu loh Jun,jika kamu sering makan kembang.." ucap Tono.
" Iya...Terus aku nakutin kamu yang lagi mesumm" ucap Arjuna.
" Diampuut.." ucap Tono.
" Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha....Ha..." Dion,Trimo dan Doni tertawa.
" Waasssuuu..." ucap Tono.
" Ku tinggal dulu..." ucap Dion.
" Mau kemana..Ini loh belum habis" ucap Arjuna menunjuk potongan buah sebanyak 1 baskom.
" Shalat Ar...." ucap Dion lalu masuk kedalam rumah.
" Kita kan naik kelas tiga,terus lulus.."
" Kalian mau lanjut sekolah di mana? Kalau aku seh di SMA dekat sini" ucap Doni.
" Di SMK.." ucap Tono.
" Kamu Jun?" ucap ucap Doni.
" SMA..." ucap Arjuna.
" Sama..Aku juga SMA..." ucap Trimo.
" Asem..Berarti cuman aku aja yang SMK.." ucap Tono.
" Jauh Ton....Aku cari yang dekat - dekat aja.." ucap Arjuna.
" Betul tuh...Lagian juga sama..." ucap Doni.
" Mana sama" ucap Tono.
" Sama....Sama - sama sekolah cari ilmu...Iya kan" ucap Doni.
" Sembarang kamu lah Don.." ucap Tono.
Ponsel Arjuna berdering nada panggil.
Arjuna mengecek ponselnya. Nampak di layar Kak Nur Cantik muncul.
" Haloo..." ucap Arjuna.
" Dek...Masih lama gak?" suara Nurmala.
" Gak tahu kak.." ucap Arjuna.
" Kamu lagi apa sekarang?" suara Nurmala.
" Makan pencok kak.." ucap Arjuna.
" Kirain dah mau pulang..Kakak mau nitip pembalut." suara Nurmala.
" Nanti aku belikan kak.." ucap Bayu.
" Gak usah dek..Nanti kak Tika saja yang beli." suara Nurmala.
Panggilan berakhir.
" Download aja Jun game COCnya..Kita maen sama - sama.." ucap Doni.
" Download?" ucap Arjuna.
" Iya...Di Playstrore..." ucap Doni.
" Gak bisa maen aku..." ucap Arjuna.
Muncul Dion lalu duduk dan memakan potongan buah lalu di celupkan ke sambal rujak.
"Nanti aku ajarin..." ucap Doni.
" Mana hapemu Ar..."
Arjuna memberikan ponselnya.
" Buka dulu kuncinya.." ucap Dion
" Gak pake paswod.." ucap Arjuna.
Dion menerima,lalu mendownload game COC,setelah selesai,Dion mengembalikan ponsel Arjuna.
" Neh..Coba kamu buka,level pertama itu ada tutorialnya.." ucap Dion.
Arjuna membuka game COC.
" Ada game berkebun apa enggak? " ucap Arjuna.
" Cari aja di Playstore Arjuna...Di situ banyak." ucap Tono.
Arjuna menutup game lalu mencari game berkebun.
" Eh Jun...Cewek yang kamu lihat itu cantik gak?" ucap Tono.
" Cantik...Kamu naksir?" ucap Arjuna.
" Fitri mana mau pacaran " ucap Dion.
" Kok kamu tahu Yon.." ucap Trimo.
" Ya tahulah,kan aku tetangganya..Dia itu anak pesantren.." ucap Dion.
1 jam kemudian.
Mereka pun bubaran. Arjuna kembali ke toko Hana dan ia melihat gadis itu lagi yang bernama Fitri.
" Mbak...Maaf,pembalut di mana ya tempatnya? " ucap Arjuna sengaja bertanya karena malas mencari.
" Itu.." ucap.Fitri sambil menunjuk.
Arjuna mengambil pembalut itu,lalu membayarnya.
" Buat ibumu?" ucap Fitri.
" Bukan....Buat kakakku Fitri.." ucap Arjuna menyebut nama gadis tersebut.
" Kok kamu tahu namaku?" ucap Fitri.
" Di kasih tahu teman...Suwun yoo..." ucap Arjuna lalu berjalan setelah selesai membayar.
" Eh tunggu.."
Arjuna menghentikan langkah lalu melihat ke Fitri.
" Siapa namamu...?" ucap Fitri.
Arjuna tersenyum lalu pergi.
Fitri mengambil permen lolipop di dekatnya lalu melempar ke Arjuna yang sedang berjalan.
Permen itu melesat ke kepala Arjuna.
Arjuna memiringkan kepala lalu menangkap permen tersebut sambil terus berjalan.
" Cowok sialan....Maen pergi aja..Awas ya kalau dia muncul lagi." ucap Fitri dalam hati kesal.
10 menit kemudian,muncul seorang pria dewasa memakai sepeda. Lalu masuk ke dalam toko.
" Abi sendirian?" ucap Fitri melihat ayahnya datang.
Fitri mencium punggung tangan ayahnya.
" Tadi sama teman Abi...Mbah putri mana ?" ucap pria itu menanyakan ibunya.
" Di dalam..." ucap Fitri.
Pria itu masuk ke dalam rumah. Ia melihat ibunya sedang duduk menonton tivi,lantas berjalan mengendap - endap untuk menutup mata ibunya.
Pria itu berhasil menutup mata ibunya.
" Imam...Bintang.."
Pria itu tak menjawab.
Wanita itu memegang tangan pria itu yang menutup matanya,dan merasakan di jari ada cincin batu akik.
" Bayu....." ucap wanita itu.
" He...He...He...He....He..Ibu tahu aja kalau Bayu yang nutup mata." ucap pria itu bernama Bayu.
" Ya tahu dong sayang..."
Bayu mencium tangan ibunya lalu duduk di sampingnya.
" Sayang sendirian saja?" ucap wanita itu.
" Tadi seh sama Bimo bu... Terus Bimonya pulang,Bayu belok ke sini.." ucap Bayu.
0.0.0
Di sisi Arjuna.
Arjuna sampai di rumah Kartika,lalu memberikan pembalut ke Nurmala.
" Ini kak pembalutnya.." ucap Arjuna.
" Makasih...Tadi kamu ngapain di rumah teman dek?" ucap Nurmala.
" Mencok an (ngerujak) kak.." ucap Arjuna.
" Enaknyaaa...Kok aku jadi pengen ya.." ucap Nurmala.
" Besok aja kak kalau mau mencok..." ucap Arjuna.
" Pake buah ya dek.." ucap Nurmala.
" Iya kak,kalau gak pake buah lalu pakai apa?" ucap Arjuna
" Siapa tahu kamu pakai kembang.." ucap Nurmala.
" Kak...Itu pembalut di pakai buat apa seh?" ucap Arjuna penasaran.
" Di pakai buat menahan darah kotor agar celana tidak terkena darah itu Arjuna. Jika tidak pake bisa tembus dan wanita bisa malu jika celananya ada bercak noda darah kotor di celananya." ucap Nurmala.
" Ooo...Begitu." ucap Arjuna.
Malam harinya.
Arjuna tidur di kamar Kartika,dan mereka pun mengulangi kembali.
Sebelum bermain,Kartika menyalakan lagu dari komputernya,agar suaranya tidak terdengar saat bercinta.
Selesai mereka bercinta.Mereka berberbah dan saling berhadapan dalam satu selimut tanpa busana.
" Kak..." ucap Arjuna
" Iya sayang..." ucap Kartika.
" Jika kakak hamil gimana?" ucap Arjuna.
" Kamu gak usah mikirin itu sayang.."
" Pikirkan saja sekolahmu...Ya" ucap Kartika.
" Iya kak..." ucap Arjuna.
" Sayang maen game online?" ucap Kartika,karena saat mengecek ponsel Arjuna dirinya melihat ada aplikasi game online.
" Iya kak...Gak boleh ya kak?" ucap Arjuna.
" Kalau maen boleh..Asaal.."
" Kamu ingat waktumu sayang. Kapan untuk maen game dan kapan untuk belajar."
" Jangan maen game terus,nanti kamu bisa kecanduan.." ucap Kartika.
" Iya kak.." ucap Arjuna.
" Kalau kita lagi berdua saja di dalam kamar,panggil saja sayang. Jangan kakak..Okee." ucap Kartika.
" Iya sayang..." ucap Arjuna.
Pagi harinya.
Kartika merasakan tubuhnya seperti ada yang menyentuh,saat membuka mata,ia melihat Arjuna bermain di bukit kembar miliknya.
" Sayang mau maen lagi?" ucap Kartika.
" Iya sayang.." ucap Arjuna.
Setelah mereka bermain,mereka mandi bersama.
4 hari kemudian.
Seperti biasa Arjuna duduk bersantai di teras rumah sambil mengunyah bunga yang ia petik.Kartika datang menghampiri dan duduk di samping Arjuna.
" Dek.." ucap Kartika.
" Iya kak.." ucap Arjuna.
" Nanti malam gak usah maen ya.." ucap Kartika pelan.
" Kenapa gak maen lagi kak?" ucap Arjuna pelan.
" Kakak halangan..." ucap Kartika pelan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Uncle Mumble
kan kan.... nyambung deh...
2023-07-23
1
Sruwal Mlorot
bu hana ini pasti 🥺🫶🏾🫶🏾
2023-07-21
0
Sruwal Mlorot
aaaa.. jd inget bu hana nya bayu 🥺
2023-07-21
1