"Kamu suka teh kotak ya dek?" ucap Nurmala.
" Gak terlalu kak...Aku lebih suka kembang.." ucap Arjuna.
" Maksud kakak itu minuman,bukan makanan.." ucap Nurmala.
" Heemm..Susu kak.." ucap Arjuna.
" Ini ada susu,kamu mau gak?" ucap Nurmala.
" Susu sapi apa susu dalam kaos kak?" ucap Arjuna.
" Dalam kaos lah..." ucap Nurmala.
" Gak ada airnya.." ucap Arjuna.
Nurmala menarik ke atas kaosnya. Nampaklah gunung kembar.
" Kakak hitung sampai tiga..Kalau gak mau kakak tutup...Satu..Dua...Ti...
Arjuna menurunkan kaos Nurmala.
" Kamu gak mau dek?" ucap Nurmala.
" Enggak...Kak Nur sudah ku anggap kakakku sendiri..Masa iya adeknya mesumin ke kakaknya.." ucap Arjuna.
Nurmala memeluk Arjuna.
" Kamu hebat dek..Bisa menahan godaan kakak.." ucap Nurmala lalu melepas pelukannya.
" Bodoh...Kenapa kamu tidak mau" suara pria.
" Sial...Suara itu lagi muncul.." ucap Arjuna dalam hati.
" Ya iyalah...Kamu bodoh,,menyia - nyiakan kesempatan yang ada.." suara pria.
"Eehh...!!!!??? Arjuna terkejut,sosok yang bicara dengannya dapat mendengarkan ia berbicara dalam hati.
Nurmala berdiri lalu berjalan.
" Kakak akui..Kamu pria yang hebat Arjuna...Bisa menahan godaan wanita."
Kartika memeluk Arjuna.
" Jika saja kamu suamiku..Aku akan merasa sangat bahagiaaaa sekali.." ucap Kartika.
Arjuna tak menjawab,ia kepikiran tentang sosok yang bicara dengannya.
JEDDDEEEERRRR...... Suara petir sangat nyaring
" Gak usah takut Juna..." ucap Kartika
" Iya kak..." ucap Arjuna.
JEEEDDDEEERRR..... suara petir.
Arjuna menutup telinganya.
" Kamu tidur sama kakak saja ya..?" ucap Kartika.
Kartika memegang tangan Arjuna lalu berjalan. Arjuna mengikuti Kartika.
Sesampai di dalam kamar. Kartika mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi,lalu berebah di samping Arjuna dan merangkul Arjuna yang masih menutupi telinganya.
###
Kartika menarik tubuh Arjuna agar menghadap ke dirinya. Setelah berhasil.
Arjuna memberanikan diri merangkul Kartika.
" Dek..." ucap Kartika.
Arjuna mendekatkan wajahnya ke wajah Kartika.
Lalu mereka pun bercinta.
0.0.0
Pagi hari pukul 4.30.
Arjuna membuka matanya. Lalu merasakan celananya basah. Ia pun memegang celananya.
" Aseemm...Bararti yang tadi itu hanya mimpi.." Arjuna dalam hati. Ia merasakan mimpi itu seperti nyata.
Lalu Arjuna melihat ke samping.
Nampak Kartika masih tertidur memakai pakaian seperti biasanya.
Perlahan Arjuna menyingkirkan tangan Kartika,lalu turun dari tempat tidur.
" Kenapa bangun dek?" ucap Kartika,namun matanya masih terpejam.
" Celanaku basah kak.." ucap Arjuna.
Kartika mendengar ucapan Arjuna lantas terbangun.
" Kamu ngompol?" ucap Kartika.
" Enggak kak...." ucap Arjuna.
Kartika memeriksa kasurnya,ia tak menemukan kasurnya basah. Lalu melihat ke arah Arjuna.
" Kamu habis mimpi apa dek?" ucap Kartika.
" Mimpi berhubungan badan kak..." ucap Arjuna lalu berjalan keluar kamar Kartika.
" Berhubungan badan sama siapa?" ucap Kartika.
Arjuna tak menjawab keburu pintunya di tutup.
Kartika geleng - geleng kepala.
Pukul 7.50.
Nampak Arjuna sedang mencongkel tanah menggunakan sekop kecil agar tanaman bunganya tumbuh subur.
Nurmala datang menghampiri sambil memegang ponsel milik Arjuna yang berdering.
" Dek...Ini ada yang nelpon.." ucap Nurmala.
" Siapa kak?" ucap Arjuna.
" Tono dek..." ucap Nurmala.
" Kak Nur aja yang angkat,tanganku kotor kak.." ucap Arjuna.
" Halloo..." ucap Nurmala.
" Eh...Halo...Ini siapa..?" suara Tono.
" Pacarnya Arjuna..." ucap Nurmala.
" Jiangkrek..." ucap Arjuna mendengar suara Nurmala.
" Arjunanya mana?" suara Tono.
" Lagi mencangkul..."
" Pelan - pelan sayang,jangan buru - buru" ucap Nurmala manja.
" Diampuuut...."
" Pasti heboh nanti di grup..." ucap Arjuna dalam hati.
" Jiangkreek..." suara Tono.
Panggilan berakhir.
" Kak..Kenapa kakak ngomong gitu..Nanti temanku mikir yang aneh - aneh.." ucap Arjuna.
" Bagus dong..." ucap Nurmala.
" Kok bagus seh..." ucap Arjuna.
" Biar teman - teman menganggap kamu normal..Kecuali " ucap Nurmala.
" Asemm...Aku normal loh kak..." ucap Arjuna.
" Iya...Iya..Kamu normal..."
" Eh...Dek..."
" Kamu pernah ke pantai Parangtritis apa belum?" ucap Nurmala.
" Belum kak..." ucap Arjuna.
" Kesana yuk..." ucap Nurmala.
" Ayooo...." ucap Arjuna.
" Dah mandi sana ...Jangan lama - lama mandinya.." ucap Nurmala.
" Aku loh mandinya cepat kak..." ucap Arjuna.
" Masaaa....Kenapa kemarin lama? Chollii ya.." ucap Nurmala.
Arjuna tak menjawab. Ia berjalan masuk ke dalam rumah.
1 jam kemudian.
Mereka telah siap,lalu berangkat menggunakan mobil Avanza.
" Oh iya..Nanti kalian lanjut sekolah di mana?" ucap Nurmala.
" Gak tahu kak,mungkin SMA..." ucap Arjuna.
" Kenapa gak masuk SMK aja?" ucap Nurmala.
" Enggak minat kak.." ucap Arjuna.
Arjuna membuka ponselnya,ia melihat lebih 300 notif pesan masuk. Lalu menekan aplikasi WA.
" Benar kan..Di grup rame gara - gara kak Nur.." ucap Arjuna dalam hati melihat obrolan teman - temannya yang sedang membicarakan dirinya.
Kebanyakan teman cewek Arjuna menunjukkan gambar sedihnya. Arjuna tidak berani mengetik pesan di grub. Ada pesan pribadi,Arjuna tak membalas pesan itu,karena yang mengirim pesan rata - rata wanita,hanya sedikit saja yang pria.
" Kenapa dek?" ucap Nurmala melihat Arjuna melihat ke layar hape.
" Gara - gara kak Nur...Aku di gosipin teman - temanku..Ya otak mesumlah,aneh - aneh gitu.." ucap Arjuna.
" Ha...Ha....Ha...Ha...Ha....Ha...Ha..." Kartika tertawa sambil menyetir.
" Coba lihat" ucap Nurmala yang duduk di samping Arjuna.
" Jangan chat yang aneh - aneh loh kak.." ucap Arjuna.
" Iya...Kakak cuman lihat saja.."
Arjuna memberikan ponselnya ke Nurmala.
" Bilang aja jika hapemu di bawa sama pacarmu.Kan tadi kamu gak ada.." ucap Nurmala sambil menyerahkan ponsel ke Arjuna.
" Iya juga ya..." ucap Arjuna.
Arjuna lantas mengetik pesan.
Arjuna D.R : Maaf,tadi itu hape gak aku bawa... Aku lagi mengurus taman.
Rina : Serius Jun..
Arjuna D.R. : Iya aku serius Rin. Aku gak seperti Tono.
Dion. : Syukurlah.. Aku juga gak percaya jika itu kamu Ar. Masa berani pegang teteknya cewek.
Arjuna D.R. : Jancook wee..
Tono. : Terus tadi yang ku telpon itu siapamu Jun.
Trimo. : Mungkin itu bu Tika.
Tono. : Lain Mo...Suaranya beda jauh antara bu Tika sama suara cewek yang aku dengar.
Dion : suara Dini itu Ton.
Tono. : Lain..Aku loh hapal suaranya Dini itu seperti apa.
Dion : Siapa nama cewekmu Ar?
" Balas saja rahasia dek.." ucap Nurmala.
Arjuna D.R : Rahasia.
Reni : 💔💔💔💔😭😭😭😭😭😭😭
Reni : Teganya kamu Arjuna. Kamu telah menyakiti hatiku. 😭😭😭😭😭
Arjuna D.R : Kan masih ada Tono Ren.
Reni : Aku gak suka sama Tono. Dia selalu mesum.
Tono : Aku juga ogah jadian sama Reni.
Dion : Ar..Mau ikut kah?
Arjuna D.R. : Ikut kemana?
Dion : Ke alun - alun Jogja lah.
Arjuna D.R : Aku gak bisa ikut.
Dion. : kenapa gak bisa? Apa bu Tika gak ijinin kamu?
" Bilang aja kamu diajak sama pacar " ucap Nurmala.
Arjuna D.R : Aku di ajakin sama pacarku
Tono: Ooo..Di ajakin kemana Jun
Arjuna D.R : Pantai
Dion. : Pantai mana Ar?
Arjuna D.R. : Parangtritis,aku off dulu.
Arjuna mengubah profilnya mode Offline.
Nurmala mendekatkan wajahnya ke telinga Arjuna.
" Jika Ujian nanti nilaimu lebih bagus dari sebelumnya,kakak akan berikan hadiah yang sangat spesial.." ucap Nurmala pelan.
" Hadiah apa kak?" ucap Arjuna pelan.
" Rahasia..." ucap Nurmala pelan.
" Aissh...Kalau aku yang minta gimana kak?" ucap Arjuna pelan.
" Minta apa ?." ucap Nurmala pelan.
" Kak Nur mau gak jadi pacarku?" ucap Arjuna pelan.
" Kamu sekolah aja dulu. Jangan mencari pacar." ucap Nurmala pelan.
" Pohon bonsai kak.." ucap Arjuna pelan
" Kalian bisik - bisik apa seh?" ucap Kartika.
" Ada deh..." ucap Nurmala.
" Mencurigakan.." ucap Kartika.
" Pohon Bonsai?" ucap Nurmala pelan.
" Iya kak..Aku gak tahu di mana belinya" ucap Arjuna pelan.
" Kalian bicarakan kakak ya?" ucap Kartika.
" Enggak kak" ucap Arjuna dan Nurmala serempak.
" Kenapa kalian bisik - bisik.?" ucap Kartika.
" Ada yang kepo dek.." ucap Nurmala.
" Kepo? Kepo apaan seh kak?" ucap Arjuna.
" Pengen tahu urusannya orang.." ucap Nurmala.
" Awas ya kalian..."
" Juna..." ucap Kartika.
" Iya kak.." ucap Arjuna.
" Kamu bisa nyetir mobil gak?" ucap Kartika.
" Bisa kak.." ucap Arjuna.
" Kenapa gak bilang daritadi..Neh..Kamu yang nyetir.." ucap Kartika lalu menepikan mobilnya.
" Bisa nabrak kak..." ucap Arjuna.
" Ha....Ha....Ha....Ha...Ha....Ha..." Nurmala tertawa.
Kartika yang baru saja melepas sabuk pengaman mendengar ucapan Arjuna menjadi kesal lalu menengok kebelakang.
" Kamu minta di hukum?" ucap Kartika sambil mendelikkan matanya.
" Enggak kak...Kan sesuai pertanyaan kak Tika. Bisa nyetir apa enggak. Ya bisa,tinggal nyetir aja,kalau nabrak ya urusan belakang.Kecuali kak Tika tanya sudah mahir menyetir mobil,ya aku jawab belum.." ucap Arjuna.
" Dek...Gantian..Kamu yang nyetir"
Kartika berpindah posisi,kini dirinya duduk di samping Arjuna.
" Kamu ya..Jadi adek kakak kok ngeselin..." ucap Kartika.
" Berarti kita sama kak.." ucap Arjuna.
" Sama gimana?" ucap Kartika.
" Sama - sama ngerjain aku...Bikin aku kesal.." ucap Arjuna.
" Kalau gak gitu gak rame Arjuna.." ucap Nurmala sambil menyetir.
" Iya...Bikin aku pengen " ucap Arjuna pelan.
" Bikin apa dek?" ucap Kartika.
" Bikin pengen kak" ucap Arjuna.
" Pengen apa?" ucap Kartika.
Arjuna tak menjawab,lalu Kartika menempelkan tubuhnya ke Arjuna dan mendekatkan wajahnya ke telinga.
" Pengen apa? Jawab yang jujur" ucap Kartika.
" Tapi kakak jangan marah ya" ucap Arjuna.
" Enggak..Kakak gak marah,kalau kamu bohong,baru kakak marah" ucap Kartika.
" Pengen gituan ke kak Nur.." ucap Arjuna pelan.
" Cuman kak Nur saja?" ucap Kartika pelan.
" Balas neh ceritanya..?" ucap Nurmala.
" Iya dong...Masa cuman kamu aja dek.." ucap Kartika.
" Jawab..." ucap Kartika pelan.
" Kak Tika juga..." ucap Arjuna pelan.
" Apa karena sikap kita yang mencoba menggodamu?" ucap Kartika pelan.
" Iya kak..." ucap Arjuna pelan.
" Anggap aja itu hiburanmu,kamu beruntung bisa tinggal bersama kakak.."
" Sebelum ada kamu,kadang kakak gak pakai baju.." ucap Kartika pelan.
" Serius kak..?" ucap Arjuna.
" Iya..."
" Jika nilaimu bagus..Kakak akan mengabulkan keinginanmu,selama kakak mampu.." ucap Kartika pelan.
" Janji?" ucap Arjuna.
" Iya..Kakak janji..Kecuali minta menjadi istri...Kakak akan tolak.." ucap Kartika pelan.
" Tadi itu aku bilang ke kak Nur minta pohon Bonsai kak..Aku mau beli,tapi gak tahu tempatnya.." ucap Arjuna pelan.
" Ooo...Begitu. "
" Mau yang sudah jadi atau yang masih belum jadi dek?" ucap Kartika pelan.
" Yang belum jadi kak...Nanti uangnya tak ganti" ucap Arjuna pelan.
" Gak usah kamu ganti,nanti kakak coba tanya ke teman kakak " ucap Kartika pelan.
Tak terasa mereka pun sampai di pantai Parangtritis.
Mereka menikmati keindahan pantai tersebut,sesekali berfoto.
Di saat mereka makan di sebuah warung makan, Seorang pemuda mendekati Nurmala.
" Hai...."
Nurmala menoleh ke arah pemuda itu.
" Boleh kenalan?" ucap pemuda itu.
Nurmala melihat kearah Arjuna.
" Sayang...Ada yang minta kenalan neh?" ucap Nurmala.
Arjuna menatap tajam ke arah pemuda itu.
" Jangan ganggu kami..." ucap Arjuna.
" Maaf..Maaf..." ucap pemuda itu lantas pergi menjauh.
" Terima kasih adikku sayang" ucap Nurmala sambil memegang kedua pipi Arjuna yang sedang mengunyah makanan.
Tak lama kemudian seorang wanita memakai pakaian serba hijau mendekati Arjuna.
Arjuna mencium aroma bunga melati dan Kantil,begitu juga dengan Nurmala dan Kartika,sebab Arjuna duduk di antara mereka.
" Aroma ini..." ucap Arjuna dalam hati lalu menoleh ke belakang.
" Eh....!!!??? Arjuna terkejut melihat sosok wanita yang berdiri di belakangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
Bung Dado
kenapa dini tau tau ilang ya, apa kabarnya si dini????
2024-12-25
0
Rohman Vile
lnjutttt
2025-02-08
0
Rusliadi Rusli
waduh gawat....bisa" kakak adik di embat tu ma arjuna..hehehehe
2023-07-20
1