Arjuna memberanikan diri,ia mengintip dari kaca jendela.
Nampak seekor Harimau kuning berdiri di depan pintu,kaki depannya mengetuk pintu.
" Buka...Enggak...Buka....Engggak..Buka...: ucap Arjuna.
Arjuna memegang kunci,lalu memutarnya hingga dua kali.
Ceklek...Ceklek....
Arjuna membuka grendel. Setelah itu menarik pintu.
Arjuna ingat dulu mbahkungnya bisa berubah memjadi Harimau. Warna juga sama,yaitu kuning. Namun karena mbahkungnya telah meninggal,ia sangat penasaran. Harimau yang datang itu asli atau jadi - jadian.
Krriiiiieeeeeeeeeet... Suara pintu terbuka.
Pintu perlahan terbuka.
Setelah pintu terbuka lebar.Arjuna melihat Harumau itu duduk.
" Kamu siapa?" ucap Arjuna.
Harimau itu berubah wujudnya menjadi manusia.
Arjuna melihat seorang pria memakai pakaiam serba hitam,dan penutup kepala warna hitam. Rambut pria itu telah memutih. Karena posisi pria itu membungkuk,Arjuna tak dapat melihat wajah pria itu.
Pria itu perlahan bangkit,dan menampakkan wajahnya.
" Mbah Man..!!!!!" ucap Arjuna terkejut lalu memeluk adik mbahkungnya.
Arjuna pernah bertemu dengan adik mbah kungnya di saat dirinya kelas 5 SD,setelah itu tidak bertemu lagi. Adik Suroso itu bernama Darmanto.
" Maaf..Mbah Man baru bisa menemuimu Juna.." ucap Darmanto.
" Huuuu....Mbah..."
" Mbah kemana aja...." ucap Arjuna sambil menangis. Ia pikir dirinya sudah tak punya keluarga lagi.
" Mbah ada keperluan,terus kemarin mbah ke desa...Ternyata desa kita hancur tak tersisa.." ucap Darmanto.
" Iya mbah...Hanya aku dan mbak Dini saja yang selamat..." ucap Arjuna.
Arjuna melepas pelukannya.
" Kamu tinggal sama siapa?" ucap Darmanto.
" Sama ibu guruku mbah...Ibu guru menganggapku sebagai adiknya...Jadinkalau di rumah aku manggilnya kakak..Kalau di sekolah ibu.." ucap Arjuna.
" Ooo...Begitu..." ucap Darmanto.
" Masuk mbah..." ucap Arjuna.
" Gak usah...Mbah Man di luar aja..."
Darmanto berjalan di undakan lantai,lalu duduk.
" Duduk sini "
Arjuna berjalan lalu duduk di samping Darmanto.
" Mbah Man mau tanya...." ucap Darmanto.
" Tanya apa mbah..?" ucap Arjuna.
" Apakah mbahkung memberi kalung emas kepadamu?" ucap Darmanto.
" Iya mbah...Mbah kok tahu?" ucap Arjuna heran. Sebab kedua orang tuanya tidak mengetahui tentang kalung tersebut.
Darmanto dan Arjuna mendengar suara pintu terbuka namun ia tak tahu pintu mana yang terbuka,apakah pintu di rumah Kartika atau tetangga.
" Apakah mbahkung pernah cerita tentang kalung itu?" ucap Darmanto.
" Enggak pernah mbah "
" Emangnya kenapa mbah dengan kalung yang aku pakai ini?" ucap Arjuna penasaran.
Darmanto menghela nafas,sudah saatnya memberitahu siapa jatidiri Arjuna sebenarnya.
Suara langkah kaki terdengar di telinga Arjuna dan Darmanto,namun suara itu sangat pelan sekali. Sehingga mereka mengira asal suara itu dari rumah tetangga.
" Apakah kamu sayang kepada mamak dan bapakmu?" ucap Darmanto.
" Sayanglah mbah..." ucap Arjuna.
" Begini..."
" Ada rahasia yang selama ini di rahasiakan darimu.." ucap Darmanto.
" Rahasia apa itu mbah.." ucap Arjuna.
" Kalung yang kamu pakai itu,di temukan oleh mbahkungmu bersama seorang bayi laki - laki di pinggiran hutan.."
" Terus..Bayi itu di bawa dan di rawat oleh Dewi Arum mamakmu.."
" Mamakmu punya anak cewek yang masih berumur 2 bulan bernama Dini Maharani.." ucap Darmanto.
" Bayi itu siapa namanya mbah...?" ucap Arjuna.
" Bayi itu di beri nama Arjuna Dwi Raharjo..." ucap Darmanto.
DEEEG......Arjuna tersentak kaget.
" Se...Se...Serius mbah..?" ucap Arjuna tak percaya.
" Iya..Mbah serius...Meskipun kamu bukan keluarga kami,kami menganggapmu sebagai keluarga sendiri..." ucap Darmanto.
" Ja..Jadi..Aku..." ucap Arjuna.
Darmanto memegang pundak Arjuna.
" Kamu tetap cucu mbah Man..." ucap Darmanto.
" Kenapa mbah Man baru cerita sekarang?" ucap Arjuna.
" Karena keluarga kita telah tewas akibat bencana itu Arjuna,dan memang sudah saatnya rahasia ini di beritahu Arjuna,yang seharusnya mamakmu yang memberitahu hal ini" ucap Darmanto.
" Mbah...Katakan padaku,siapa orang tua kandungku?" ucap Arjuna.
" Mbah gak tahu Arjuna..."
" Jika mbah tahu.."ucap Darmanto terhenti karena mendengar suara.
" Jadi Arjuna bukan adik kandung Dini.." suara Kartika pelan,namun di dengar oleh Darmanto dan Arjuna.
Darmanto hendak menyerang Kartika. Arjuna sigap memegang tangan Darmanto.
" Mbah...Jangan mbah..." ucap Arjuna.
" Keluar dan temui kami di sini...Jangan bersembunyi dan menguping pembicaraan orang.." ucap Darmato.
Kartika yang mendengar suara Darmanto terkejut,ia tak menyangka bahwa dirinya ketahuan mwnguping,padahal jaraknya lumayan agak jauh,yakni 10 meteran. Kartika berjalan ke teras lalu duduk.
" Ampun mbah...Ampunn...Saya tidak sengaja mendengar ucapan mbah dan Arjuna.." ucap Kartika sambil memohon.
" Aku mengampunimu karena kamu merawat Arjuna...Dan satu lagi.."
" Jangan beritahu ke Dini bahwa Arjuna bukan adik kandungnya.Dan jangan beritahu ke siapapun jua." ucap Darmanto.
" Iya mbah...Aku janji tidak akan memberitahukan ke Dini dan siapapun mbah.." ucap Kartika.
" Baiklah...Aku pegang janjimu. Jika kamu mengingkari,aku akan membunuhmu..." ucap Darmanto.
Darmanto mendekatkan wajahnya ke telinga Arjuna.
" Apakah kamu ngentuinn gurumu?" ucap Darmanto pelan.
" Enggak mbah.." ucap Arjuna.
Darmanto menegapkan badannya.
" Apakah kamu punya sodara perempuan?" ucap Darmanto.
" Punya mbah.." ucap Kartika.
" Apakah dia masih prawhan?" ucap Darmanto.
" Saya tidak tahu mbah..." ucap Kartika.
" Kenapa kamu tidak tahu?" ucap Darmanto.
" Sebab adik saya tidak tinggal satu rumah.." ucap Kartika.
" Ya sudah...Masuklah ke dalam kamarmu,dan kunci dan jangan mendengar pembicaraan kita.."
Kartika berdiri,lalu berjalan ke arah kamarnya.
Terdengar suara kunci pintu.
" Juna..."
" Apakah kamu sudah di beritahu tentang ilmu yang kamu pelajari,bagaimana cara menyempurnakannya?" ucap Darmanto.
" Belum mbah..." ucap Arjuna.
" Kamu harus berhubungan badan dengan seorang wanita yang masih perawhan.."
" Setelah itu kamu makan jantungnya.." ucap Darmanto.
" Serius mbah?" ucap Arjuna.
" Iya..Mbah Serius..Tapi itu di lakukan saat usiamu tujuh belas tahun..Jika tidak..Kamu akan merasa kesakitan..."
" Setelah itu kamu harus bertarung dengan Harimau yang ada dalam diri kamu.."ucap Darmanto.
" Sial....Jika aku tahu jadinya seperti ini..Aku gak akan mau mempelajarinya.." ucap Arjuna dalam hati.
" Mbah akan mencarikan wanita untukmu..Datanglah ke rumah mbah saat 3 hari sebelum umurmu masuk tujuh belas tahun."
Darmanto menyerahkan kertas ke Arjuna.
" Ini alamat rumah mbah Man dan juga nomor telpon. Mbah pergi dulu..." ucap Darmanto lalu melesat pergi meninggalkan rumah Kartika. Gerakanannya sangat cepat.
Setelah Darmanto pergi,Arjuna kepikiran ucapan mbahnya itu..Siapa orang tua kandungnya. Dan mengapa dirinya di buang.
Arjuna berdiri lalu masuk ke dalam rumah,tak lupa mengunci pintu.
Di saat Arjuna berebah di kursi,Arjuna mendengar suara langkah kaki dan suara kunci pintu.
Suara langkah kaki mendekati dirinya.
Arjuna bangun,ia melihat gurunya berjalan ke arahnya lalu berhenti.
" Juna...Tadi itu siapa yang bicara padamu?" ucap Kartika.
" Maaf kak,kita bicara di kamar saja,kalau di sini takut mbak Dini mendengarnya.." ucap Arjuna.
Akhirnya Kartika membawa Arjuna ke kamarnya. Mereka duduk di ranjang.
" Tadi itu adik dari mbahkung kak..." ucap Bayu.
" Ooo...Jadi mbah itu mbahmu dek.." ucap Kartika.
" Iya kak.." ucap Arjuna.
" Tadi itu kakak mau tidur. Terus mendengar suara kunci pintu dan pintu terbuka. Kemudian mendengar suara orang mengobrol tapi gak jelas.."
" Kakak pikir kamu menelpon,tapi kok suaranya seperti tidak menelpon..Karena penasaran kamu mengobrol dengan siapa,kakak datangin kamu..." ucap Kartika.
" Iya kak...Aku aja kaget mbahku datang ke sini.." ucap Arjuna.
" Mbahmu tinggal di mana dek?" ucap Kartika.
Arjuna memberikan kertas pemberian Darmanto ke Kartika.
Kartika menerima lalu melihat tulisan di kertas tersebut.
" Kak... Mengapa aku di buang kak? "
" Apakah orang tuaku di mau aku lahir?" ucap Arjuna.
" Kakak gak tahu dek..."
" Kakak saja menikah selama setahun lebih belum di karuniai anak dek..."
" Padahal kakak itu pengen sekali punya anak.." ucap Kartika.
" Berarti mamak bohong sama aku ya kak?" ucap Arjuna.
" Mamakmu berkata seperti itu karena kamu masih kecil Arjuna...."
" Mamakmu tidak tega mengatakan yang sejujurnya,takutnya kamu marah dan kabur dari rumah. "
" Janganlah marah kepada mamakmu Arjuna.."
" Dia merawatmu dari bayi hingga kamu besar.." ucap Kartika.
" Aku gak marah kak,cuman kenapa mamak gak bilang terus terang ke aku bahwa aku bukan anak kandungnya..." ucap Arjuna.
Kartika merangkul Arjuna.
" Karena kamu belum siap untuk menerima kenyataan Arjunaku sayang..." ucap Kartika.
Arjuna melepas kalung yang ia pakai,lalu melempar ke dinding.
" Aku benci sama orang tua kandungku..."
" Kenapa dia membuangku..Kenapaaa..."
" Apa salahkuu...Hiks...Hiks...Hiks." ucap Arjuna. Ia merasa kecewa,sedih,marah jadi satu.
Kartika meletakkan kepala Arjuna di bahunya. Terjawablah pertanyaan yang selama ini ia pendam,tentang perbedaan warna kulit antara Arjuna dengan Dini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
⇆◁❚❚▷↻ 𝖒𝖆𝖘𝖘𝖊
ditunggu saja kenthu selanjutnya, eh update nya 🤭🤭🤭
2023-07-16
2
AbhiAgam Al Kautsar
waah syaratnya ya enak ya berat tuh Jun
2023-07-16
2
Rusliadi Rusli
lanjut up thor....mantap
2023-07-16
3