MENEMUKAN BAYI DI HUTAN

Setelah Jefri pergi meninggalkan bayi yang ia letakkan di tanah. Tak lama kemudian bayi itu menangis.

Yang awalanya hanya keheningan malam,suara jangkrik dan hewan malam,kini tergantikan suara tangisan bayi.

Rumah penduduk pun sangat jauh dari lokasi bayi itu,karena Jefri meletakkan bayi itu di hutan.

***

Sebuah bangunan yang bahannya dari kayu,atapnya terbuat dari daun. Di diami seorang pria tua yang suka hidup menyendiri setelah istrinya meninggal. Pria tua itu bernama Suroso atau biasa di panggil Ki Suro oleh warga setempat. Bagunan itu letaknya sangat jauh dari lokasi bayi yang di letakkan oleh Jefri.

Ki Suro sedang melakukan meditasi/semedi.

Di saat ia semedi,tiba - tiba terdengar suara tangisan bayi.

Telinga Ki Suro bergerak - gerak mendengar suara tangisan bayi tersebut. Fokusnya untuk semedi pun menjadi ambyar.

Ki Suro membuka matanya secara perlahan.Lalu memejamkan mata lagi,ia mengira itu adalah suara tangisan dari makhluk ghaib yang selalu mengganggunya.

Suara tangisan bayi makin menjadi - jadi,Ki Suro yang sedang semedi pun merasa jengkel dengan suara tangisan tersebut. Lantas dirinya keluar dari gubuk untuk mengecek.

Setelah Ki Suro sampai di luar rumahnya,ia melihat sekeliling,kemudian mempertajam indra pendengarannya untuk mengetahui di mana lokasi suara tangisan bayi tersebut.

Setelah menemukan arah sumber suara tangisan bayi,Ki Suro mengeluarkan ilmunya. Mata Ki suro yang awalnya hitam putih,kini berubah kuning hitam,bagaikan mata Harimau. Setelah itu Ki Suro melesat ke arah sumber suara. Bila tangisan itu berasal dari makhluk ghaib,maka dirinya Kan menghajar makhluk tersebut. Sebab dirinya tahu bahwa di sekitar gubuknya tak ada rumah lagi. Karena gubuknya berada di atas bukit.

Dengan kecepatan tinggi,Ki Suro melesat ke arah sumber tangisan bayi itu.

Setelah menempuh jarak 1 km,Ki Suro berhenti dan mendengarkan suara tangisan bayi tersebut.

Dirinya merasa ada keanehan dengan suara tangisan bayi itu,mengapa sudah menempuh jarak yang jauh dirinya belum menemukan sosok bayi itu,ia mengira letaknya dekat saja. Kemudian Ki Suro melanjutkan lagi pencariannya. Di samping jengkel,ia juga sangat penasaran.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh,akhir Ki Suro menemukan asal suara tangisan bayi tersebut.

Mata Ki Suro kembali normal,dan berjalan ke arah bayi.

Nampak seoarang bayi mungil tergeletak di tanah,lalu ia juga melihat ada benda berkilau. Ia mengambil bayi itu lebih dulu lalu memungut benda berkilau. Ternyata benda berkilau ith adalah sebuah kalung.

Ki Suro menatap wajah bayi yang sedang menangis. Hilang sudah rasa jengkelnya,namun rasa penasarannya belum sirna. Mengapa bayi yang ia gendong itu suaranya bisa sampai ke gubuknya.

Dirinya teringat jika salah satu anaknya mempunyai seorang bayi . Anak ki Suro berjumlah 4 orang,dan semuanya wanita. Mereka telah berumah tangga semua.

Ki Suro memperhatikan di sekitarnya. Ia tahu ada jalan raya tak jauh dari tempatnya berada.Ia berpikir bahwa bayi itu sengaja di buang oleh ibunya karena tak menginginkan bayi itu lahir. Lalu Ki Suro pun segera membawa bayi itu pergi,tak lupa ia memakai ajiannya. Karena rumah cucunya itu lumayan cukup jauh jika berjalan kaki .

***

Di sebuah desa yang letaknya di lereng gunung. Desa itu bernama.desa Sukoharjo,yang letaknya di jawa tengah.

Ki Suro mendatangi salah satu anaknya yang bernama Dewi Arum.

" Arumm...." ucap Ki Suro.

Doook....Dook...Dook... Ki Suro menggedor pintu rumah.

"Oooeeek.....Oooeek.... " suara tangisan bayi yang di gendong Ki Suro sejak tadi malam tidak berhenti menangis.

Dewi Arum adalah salah satu anaknya Ki Suro,namun anak terakhir. 2 bulan yang lalu Dewi Arum melahirkan seorang bayi perempuan.

" Bentar pak..." suara Joko dari dalam rumah,Joko adalah suami Dewi Arum.

Ceklek....Kriiieeeet.....Pintu terbuka.

Joko melihat Ki Suro menggendong bayi.

" Bayine sinten niku pak?" ucap Joko.( Bayinya siapa itu mbah).

Ki Suro masuk kedalam,tanpa di suruh oleh Joko.

" Bapak nemu nang alas...Endi Arum?" ucap ki Suro.

" Nang pawon( di dapur) pak..." ucap Joko.

Ki Suro berjalan ke arah Dewi Arum berada.

belum sampai di dapur,Ki Suro melihat Dewi Arum berjalan ke arahnya,ia mengira anaknya menangis,ketika melihat Ki Suro datang dan melihat Ki Suro menggendong seorang bayi,lantas mendekati Ki Suro.

Dewi Arum mengira yang di gendong Ki Suro adalah anaknya. Begitu melihat bayi yang di gemdong,Dewi Arum terkejut. Karena melihat warna kulitnya berbeda dengan anaknya,dan juga kain selimutnya juga berbeda.

" Ini anaknya siapa pak?" ucap Dewi Arum.

" Bapak nemu nang hutan...Daritadi dia memangis terus,coba kamu beri air asi..." ucap Ki Suro.

" Wegaaah pak...Dia bukan anakku..." ucap Dewi Arum.

" Tulungin disek to nduk...Kupingku panas ngerukke bayi iki..Ket mahu nangis terus.." ucap Ki Suro.

" Tapi aku lagi masak pak.." ucap Dewi Arum.

" Joko...Lanjutkan di dapur,biar Arum mengurus bayi ini dulu.." ucap ki Suro.

Mendengar ucapan Ki Suro,lantas Joko berjalan kedapur.

Ki Suro menyerahkan bayi yang ada di gendongannya ke Dewi Arum.

Dewi Arum menerima dan segera duduk di kursi,lalu mengeluarkan salah satu susunya.

Nampak bayi yang semula menangis menjadi diam saat meminum air asinya Dewi Arum.

Dewi Arum memperhatikan wajah bayi yang ia dekap tersebut,lalu melihat ke Ki Suro.

" Pak..Ini bayine sopo to?" ucap Dewi Arum

" Embooh...Aku wae gak ngerti.."

Ki Suro berjalan ke kursi yang terbuat dari papan kayu.

" Aku lagi semedi...Terus mendengarkan suara tangisan bayi..."

" Tak pikir itu suara Kuntilanak yang membawa bayi.."

" Tangisannya gak berhenti - berhenti..."

" Aku keluar lalu mencari siapa yang menangis itu..."

" Jaraknya lumayan jauh..Tak pikir dekat aja. Ndilalah adoh tenan" ucap Ki Suro.

" Apa jangan - jangan bayi ini di buang sama orang tuanya ya pak..." ucap Dewi Arum.

" Bisa jadi...Nanti aku mau ke desa sebelah,untuk mencari tahu.."ucap Ki Suro lalu berjalan ke arah dapur untuk minum. Sebab dirinya merasa haus dan letih setelah memakai kekuatannya.

Setelah Ki Suro minum,ia kembali lalu duduk dan memperhatikan Dewi Arum memberi asi pada bayi yang ia temukan.

" Coba ndelok en..Lanang opo wedok?" ucap Ki Suro.

Dewi Arum memeriksa jenis khelamin bayi tersebut.

" Lanang pak..." ucap Dewi Arum.

" Lanang.." gumam Ki Suro.

Terbesit di pikirannya untuk menurunkan ilmu yang ia miliki ke bayi yang ia temukan. Namun ia sadar,bahwa bayi itu bukan keturannya,sementara keturuanannya wanita semua,dan ilmu yang di milikinya haruslah seorang pria,bukan wanita.

Ki Suro menggelengkan kepalanya,sebab ia juga memiliki cucu laki - laki. Kemudian ia teringat lagi akan tangisan bayi yang ia temukan. Ki Suro menjadi bingung,antara mau menurunkan ilmunya ke cucunya atau ke bayi yang ia temukan.

" Pak...Lapor polisi wae pak...Ben ono seng ngurus,aku keteteran yen ngurus. Durung aku ngurusin Dini( anaknya).." ucap Dewi Arum.

" Iyoo....Tapi sebelum itu,tolong urus bayi itu.." ucap Ki Suro.

Ki Suro juga merupakan kepala desa. Sehingga dirinya bertanggung jawab atas desa tersebut.

Beberapa jam kemudian,Ki Suro memutuskan pergi mencari informasi,terkait bayi yang ia temukan. Ia mendatangi desa yang letaknya lumayan cukup jauh.

Ki Suro berjalan kaki menuju desa tersebut,ia melewati jalan yang mana jalan itu tempat di temukan bayi tersebut.

Setelah Ki Suro melewati jalan itu,1 jam kemudian muncul sepeda motor yang di kendarai seorang pria. Pria itu adalah Jefri. Dirinya hendak mengambil kalung yang letakkan di samping bayi.

" Semoga aja masih ada..." ucap Jefri dalam hati,lalu turun dari sepeda motornya.

Jefri berjalan menuju lokasi bayi yang ia letakkan tadi malam sambil celingukan mencari bayi tersebut.

Sesampai di tempat bayi yang ia letakkan,Jefri tak melihat bayi itu.

" Loooh...!!!"

" Kemana bayinya ya...? Perasaan aku letakkan di sini.." ucap Jefri.

Lantas Jefri memutari tempat tersebut.

" Siaaaal...Seharusnya kalung itu aku bawa saja..." ucap Jefri dalam hati tak menemukan bayi yang ia letakkan.

2 Jam ia mencari,namun tak membuahkan hasil.

" Apa jangan - jangan di makan sama harimau ya..." gumam Jefri. Dirinya tahu bahwa hutan yang ia datangi pernah muncul seekor Harimau dari berita yang ia dapatkan.

Matahari akan tenggelam,Jefri memutuskan pulang saja,ia menyesal telah meletakkan kalung tersebut,sebab ia melakukan itu tanpa sadar.

Di tempat Ki Suro.

Ki Suro mendatangi rumah kepala desa untuk menanyakan apakah ada wanita yang melahirkan.

" Kulon nuwun." ucap Ki Suro di depan rumah Kades.

Tok...Tok...Tok... Ki Suro mengetuk pintu.

" Pak Wawan..." ucap Ki Suro.( Wawan kepala desa tetangga).

Pintu terbuka,nampak seorang pemuda berusia 17 tahun berdiri.

" Bapak belum pulang Ki..." ucap pemuda itu.

" Nangdi bapakmu?" ucap Ki Suro.

" Ono acara nang balai desa..." ucap pemuda itu.

" Ada kopi ?" ucap Ki Suro.

" Ada Ki..." ucap pemuda itu.

" Aku tunggu saja,kowe gawekno aku kopi yoo.." ucap Ki Suro.

"Monggo..." ucap pemuda itu mempersilah Ki Suro masuk ke dalam rumah.

Ki Suro masuk lalu duduk di kursi,sementara pemuda yang membukakan pintu,masuk ke dalam rumah.

2 jam kemudian.

Ki Suro mendengar suara sepeda motor. Tak lama kemudian muncul seorang pria berusia 48 tahun,pria itu adalah Wawan,kepala desa.

Wawan terkejut melihat Ki Suro berada di dalam rumahnya,lalu ia datang menghampiri dan bersalaman.

" Kapan datangnya Ki...?" ucap Wawan.

" Baru saja...Aku ada perlu...Penting.." ucap Ki Suro.

Wawan duduk di kursi menghadap Ki Suro.

" Perlu apa Ki?" ucap Wawan.

" Di desamu ini,apakah ada orang yang melahirkan seorang anak laki - laki..?" ucap Ki Suro.

" Hemmm...."

Wawan nampak meningat - ingat.

" Sebentar Ki...Tak ambil dulu datanya.." ucap Wawan lalu pergi mengambil berkas.

Tak lama kemudian Wawan kembali sambil membawa buku warna kuning lalu duduk. Ia membuka buku tersebut dan memeriksanya.

" Ini datanya Ki..." ucap Wawan lalu menyodorkan buku kuning tersebut ke Ki Suro.

Ki Suro melihat tulisan tangan Wawan.

Dalam tulisan itu,tertera nama orang tua serta anak yang baru lahir pada bulan Februari.

" Apakah bayi ini masih bersama orang tuanya?" ucap Ki Suro.

" Masih..Emangnge ono opo toh Ki? Kok jengengan tumben tanya soal bayi.." ucap Wawan penasaran.

" Subuh tadi aku menemukan seorang bayi.." ucap Ki Suro.

" Heeh....!!! Bayi...! Bayine sopo Ki?" ucap Wawan.

" Embooh.."

" Di desaku gak ada laporan kehilangan bayi,mangkanya aku kemari untuk mencari informasi..Apakah ada yang membuang bayinya.." ucap Ki Suro.

" Gak ada Ki...Desaku tidak ada yang membuang bayi.." ucap Wawan.

Ki Suro memegang jenggot yang telah memutih.

" Heemmmm...."

" Apakah kamu mendengar berita tentang anak gadis yang hamil di luar nikah?" ucap Ki Suro.

" Ada Ki...Di desa Waluh.." ucap Wawan.

" Itu aku juga sudah tahu...Selain itu?" ucap Ki Suro.

" Gak ada Ki...Terus bayinya ada di mana Ki?" ucap Wawan.

" Di rumah anakku...." ucap Ki Suro.

" Jenengan lapor polisi saja Ki..." ucap Wawan.

" Emmooh...Ribet..."

Ki Suro mengambil gelas kopi yang masih setengah isinya,lalu menenggak habis. Kemudian berdiri.

" Yo wes kalau gitu..Aku pulang dulu..." ucap Ki Suro.

Wawan berdiri.

" Monggo Ki..." ucap Wawan.

Ki Suro berjalan ke pintu.

Di dalam perjalanan pulang ke desanya. Ki Suro memikirkan bayi yang ia temukan.

Sesampai di rumah Dewi Arum. Ki Suro berebah di teras rumah. Tepatnya di ranjang yang terbuat dari bambu. Karena tan mungkin dirinya mengganggu Dewi Arum yang sudah terlelap tidur.

Terdengar suara tangisan bayi dari dalam rumah,lalu suara Dewi Arum menenangkan bayi yang menangis.

" Jika aku lapor polisi,ribet.. Di suruh ini..Di suruh itu.."

" Lebih baik aku tak melaporkan kejadian ini.. Aku akan merawatnya hingga ia besar.." ucap Ki Suro dalam hati.

Akhirnya,Ki Suro menyuruh Dewi Arum mengurus bayi yang ia temukan. Dan Ki Suro memberi nama bayi itu ARJUNA.

Terpopuler

Comments

𝕐𝕆𝕊ℍ𝕦𝕒ˢ

𝕐𝕆𝕊ℍ𝕦𝕒ˢ

😂😂🥴🥴

2024-09-13

0

amid

amid

intip iintip kali aja ada update

2023-07-05

2

kenthirkatrok

kenthirkatrok

Maturtengkyu Gus apdetane

2023-07-04

2

lihat semua
Episodes
1 PERAMPOKAN
2 MENEMUKAN BAYI DI HUTAN
3 MELIHAT KEANEHAN PADA ARJUNA
4 MENGINAP DI HUTAN
5 DESA SUKOHARJO LENYAP DI TELAN BUMI
6 AKU JUGA IKUT MATI DEK.
7 KEDATANGAN TAMU TIDAK DI UNDANG.
8 MENDAPAT BANTUAN
9 TAKUT DENGAN HUJAN DAN PETIR.
10 KAPOK AKU DI SUNAT PAK.
11 SEDIKIT KISAH MASA LALU KARTIKA
12 MEMBERI TAHU JATI DIRI ARJUNA
13 DI JENGUK TEMAN - TEMAN
14 LIBURAN KE AIR TERJUN KEDUNG PEDUT.
15 MUNCUL SUARA GHAIB.
16 KE PANTAI PARANGTRITIS
17 PACAR KAKAK
18 KAKAK JUGA HEBAT
19 KAKAK HALANGAN
20 SENDIRIAN.
21 JANDA CANTIK
22 ANTARKAN AKU KERUMAHNYA
23 HAUS KAK
24 ENGGAK BIMO
25 PRIA PEMBOHONG
26 DI DALAM MOBIL PAK.
27 SAKIT KAK
28 IYA PAK
29 DI ANTAR PAK HAJI
30 SIAPA CEPAT,DIA YANG DAPAT
31 MAYAN,DAPAT DUIT
32 MENCARI DINI
33 MAMAKKU MANA KAK
34 AKU GAK MAU DI GANGGU
35 TERNYATA DIA ANGGA
36 SURAT CINTA
37 MANCING
38 AKU TIDAK TAKUT KEPADAMU.
39 ARJUNA TERKENA LUKA DALAM
40 LATIHAN DONG
41 KAMU CEMBURU YA
42 HANA MENEMUI ARJUNA
43 MAAFKAN AKU SAYANG.
44 AKU KANGEN YANK
45 KANGEN BANGET
46 AKU MEMANG PACARMU
47 JANGAN GANGGU ARJUNAKU
48 DI MANA KAMU NAK
49 DINI MENEMUI KARTIKA.
50 AWAS YA KALIAN...
51 ARJUNA MENDATANGI RUMAH BAYU
52 MEMERIKSA KEDIAMAN RUMAH BAYU.
53 HANA MENDATANGI ARJUNA.
54 MEMBUAT PERJANJIAN DENGAN HANA
55 BAYU MENDATANGI ARJUNA
56 PERINGATAN PERTAMA DAN TERAKHIR
57 MEMBERIKAN HASIL TES DNA.
58 TINGGAL DI KOSSAN
59 PINDAH KE RUMAH LIANA
60 PERGI KE RUMAH SAKIT
61 TIBA DI RUMAH SAKIT
62 HANA MENDATANGI ARJUNA
63 MENGENDALIKAN KELUARGA GABRIAN
64 PERGI MENINGGALKAN RUMAH GABRIAN.
65 BEJO MEMBANTU BAYU
66 MANA KERISKU
67 ARJUNA MEMBEBASKAN HANA DAN MENIKAHI HANA.
68 MENYERAHKAN KERIS KE HANA
69 妈妈怎么样了? ( BAGAIMANA KABAR IBU?)
70 PERGI MENEMUI BAYU
71 MEMBERITAHU PERNIKAHAN.
72 DI DESA MASARAN
73 MAAFKAN AKU ARJUNA
74 AYU MENDATANGI RUMAH DARMANTO
75 TES DNA
76 KE HUTAN
77 ARJUNA ADALAH ARIF
78 ARJUNA ADA DI HUTAN
79 JANCOOOOOK
80 IBU......
81 JEPANG....?
82 TERIMA KASIH AYAH
83 BODOH AMAT
84 MODYAR AKU
85 MEMPENGARUHI NURMALA.
86 IYA...AKU MAU
87 ORANGNYA SUDAH KABUR
88 ARJUNA PINGSAN
89 LATIHAN
90 TUNGGU PEMBALASANKU
91 I LOVE YOU MBAH PUTRI
92 AKU HAMIL
93 AYO JUNA...
94 INI RUMAHKU
95 OKE
96 PERGI KE JEPANG
97 DI BUNTUTI.
98 MAMPUSLAH AKU
99 MENGHADAPI MASALAH YANG TIDAK TERDUGA.
100 KEMANA ARJUNA PERGI
101 BAYU MENGINTROGASI SANDRA
102 MENGETAHUI FAKTA YANG SEBENARNYA
103 KERJA DI TOKO BANGUNAN
104 SHILIN MENGHILANG
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 SIAPA YANG MEMBUNUH KELUARGAKU?
113 KENAPA KAMU DI SINI
114 TIDAK INGAT
115 KAMU SUDAH INGAT
116 MASUK KE RUANG BP
117 MENYERANG.
118 JANGAN BERGADANG
119 KE PASAR MALAM
120 ISTIGHFAR ITU APA
121 MEMBALAS DENDAM
122 PENYERANGAN ARJUNA.
123 JUALAN KUE
124 KAMU SIAPA?
125 MENDAPAT PESANAN LUAR DAERAH
126 MIMPI APA AKU SEMALAM
127 MOMONG ANAK KECIL
128 MENDAPAT KABAR BERITA BURUK.
129 KALIAN MAU IBU NIKAHKAN.
130 NGANCAM TAPI ENAK.
131 MENEMUKAN SHILIN
132 MENCARI RUMAH SHILIN
133 AKU KANGEN
134 KEINDAHAN SEPASANG MATA.
135 MEMINTA BANTUAN KE BU HANA
136 MAAAFKAN AKU SAYANG
137 MEMPERKERJAKAN HANI
138 MENDAPAT PELAJARAN BARU.
139 MEMBEBASKAN SHILIN
140 SHILIN KEMBALI KERUMAH.
141 SHILIN MENGUNJUNGI RUMAHKU
142 MENDAPAT JATAH DARI ISTRI SAM.
143 DI SURUH MILIH
144 APAKAH SEMUA WANITA BERCADAR ITU SAMA (NEGATIF)
145 BU HANA MENCINTAIKU
146 PENGAKUAN BU HANA
147 1. MENIKAHI BU HANA 2. PERTUNANGAN SEKALIGUS LAMARAN DENGAN SHILIN.
148 MENDAPAT HADIAH UTAMA
149 BERTEMU DENGAN KELUARGA BESAR HANA
150 MEBERITAHU LOKASI SAM
151 MENGAPA IBUNYA IMAM SEPERTI IBUKU
152 KELAHIRAN ANAK PERTAMAKU
153 MENERIMA KERIS
154 MEMBERITAHU RUMAH NIKEN
155 BERTEMU CEWEK ANEH.
156 MENYELAMATKAN DIANA
157 HANA MEMBERI KEPUTUSAN
158 MEMBERITAHU KE FITRI.
159 MENDING GAK AKU SELAMATKAN
160 MENDAPAT BISIKAN GHAIB
161 MENGERJAI KURDI.
162 HANA MENEMUIKU
163 BAYU MENEMUI KURDI
164 ISTRIKU DI BAWA OLEH MBAH BLANKON
165 MEMULAI KEHIDUPANKU YANG BARU LAGI.
166 BERTEMU DENGAN ANISYA
167 MANUSIA IDIOT
168 MENDAPAT HUKUMAN
169 MEMBELI RUMAH
170 MENYELAMATKAN INTAN
171 ANISYA MENGINAP DI RUMAHKU Bag 1
172 ANISYA MENGINAP DI RUMAHKU Bag 2
173 PENYERANGAN DI KELUARGA HAN
174 BAYU TAK BERDAYA
175 INTAN BERKHIANAT.
176 PERGI DARI RUMAH.
177 MASUK KANDANG SINGA
178 SOSOK PENJAGA KANDANG SINGA.
179 BAYU MENEMUKAN GELANG HANA.
180 MENJALANKAN MISI ELANG
181 BERPISAH DENGAN ANISYA.
182 MEMBERITAHU KE INTAN.
183 KITA MUNDUR
184 PERUBAHAN MAMAH
185 SEMOGA IBUKU MASIH HIDUP
186 KENAPA MAS DIAM?
187 MEMBUAT HANTARAN PERNIKAHAN
188 FAUZIAH FARHANA
Episodes

Updated 188 Episodes

1
PERAMPOKAN
2
MENEMUKAN BAYI DI HUTAN
3
MELIHAT KEANEHAN PADA ARJUNA
4
MENGINAP DI HUTAN
5
DESA SUKOHARJO LENYAP DI TELAN BUMI
6
AKU JUGA IKUT MATI DEK.
7
KEDATANGAN TAMU TIDAK DI UNDANG.
8
MENDAPAT BANTUAN
9
TAKUT DENGAN HUJAN DAN PETIR.
10
KAPOK AKU DI SUNAT PAK.
11
SEDIKIT KISAH MASA LALU KARTIKA
12
MEMBERI TAHU JATI DIRI ARJUNA
13
DI JENGUK TEMAN - TEMAN
14
LIBURAN KE AIR TERJUN KEDUNG PEDUT.
15
MUNCUL SUARA GHAIB.
16
KE PANTAI PARANGTRITIS
17
PACAR KAKAK
18
KAKAK JUGA HEBAT
19
KAKAK HALANGAN
20
SENDIRIAN.
21
JANDA CANTIK
22
ANTARKAN AKU KERUMAHNYA
23
HAUS KAK
24
ENGGAK BIMO
25
PRIA PEMBOHONG
26
DI DALAM MOBIL PAK.
27
SAKIT KAK
28
IYA PAK
29
DI ANTAR PAK HAJI
30
SIAPA CEPAT,DIA YANG DAPAT
31
MAYAN,DAPAT DUIT
32
MENCARI DINI
33
MAMAKKU MANA KAK
34
AKU GAK MAU DI GANGGU
35
TERNYATA DIA ANGGA
36
SURAT CINTA
37
MANCING
38
AKU TIDAK TAKUT KEPADAMU.
39
ARJUNA TERKENA LUKA DALAM
40
LATIHAN DONG
41
KAMU CEMBURU YA
42
HANA MENEMUI ARJUNA
43
MAAFKAN AKU SAYANG.
44
AKU KANGEN YANK
45
KANGEN BANGET
46
AKU MEMANG PACARMU
47
JANGAN GANGGU ARJUNAKU
48
DI MANA KAMU NAK
49
DINI MENEMUI KARTIKA.
50
AWAS YA KALIAN...
51
ARJUNA MENDATANGI RUMAH BAYU
52
MEMERIKSA KEDIAMAN RUMAH BAYU.
53
HANA MENDATANGI ARJUNA.
54
MEMBUAT PERJANJIAN DENGAN HANA
55
BAYU MENDATANGI ARJUNA
56
PERINGATAN PERTAMA DAN TERAKHIR
57
MEMBERIKAN HASIL TES DNA.
58
TINGGAL DI KOSSAN
59
PINDAH KE RUMAH LIANA
60
PERGI KE RUMAH SAKIT
61
TIBA DI RUMAH SAKIT
62
HANA MENDATANGI ARJUNA
63
MENGENDALIKAN KELUARGA GABRIAN
64
PERGI MENINGGALKAN RUMAH GABRIAN.
65
BEJO MEMBANTU BAYU
66
MANA KERISKU
67
ARJUNA MEMBEBASKAN HANA DAN MENIKAHI HANA.
68
MENYERAHKAN KERIS KE HANA
69
妈妈怎么样了? ( BAGAIMANA KABAR IBU?)
70
PERGI MENEMUI BAYU
71
MEMBERITAHU PERNIKAHAN.
72
DI DESA MASARAN
73
MAAFKAN AKU ARJUNA
74
AYU MENDATANGI RUMAH DARMANTO
75
TES DNA
76
KE HUTAN
77
ARJUNA ADALAH ARIF
78
ARJUNA ADA DI HUTAN
79
JANCOOOOOK
80
IBU......
81
JEPANG....?
82
TERIMA KASIH AYAH
83
BODOH AMAT
84
MODYAR AKU
85
MEMPENGARUHI NURMALA.
86
IYA...AKU MAU
87
ORANGNYA SUDAH KABUR
88
ARJUNA PINGSAN
89
LATIHAN
90
TUNGGU PEMBALASANKU
91
I LOVE YOU MBAH PUTRI
92
AKU HAMIL
93
AYO JUNA...
94
INI RUMAHKU
95
OKE
96
PERGI KE JEPANG
97
DI BUNTUTI.
98
MAMPUSLAH AKU
99
MENGHADAPI MASALAH YANG TIDAK TERDUGA.
100
KEMANA ARJUNA PERGI
101
BAYU MENGINTROGASI SANDRA
102
MENGETAHUI FAKTA YANG SEBENARNYA
103
KERJA DI TOKO BANGUNAN
104
SHILIN MENGHILANG
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
SIAPA YANG MEMBUNUH KELUARGAKU?
113
KENAPA KAMU DI SINI
114
TIDAK INGAT
115
KAMU SUDAH INGAT
116
MASUK KE RUANG BP
117
MENYERANG.
118
JANGAN BERGADANG
119
KE PASAR MALAM
120
ISTIGHFAR ITU APA
121
MEMBALAS DENDAM
122
PENYERANGAN ARJUNA.
123
JUALAN KUE
124
KAMU SIAPA?
125
MENDAPAT PESANAN LUAR DAERAH
126
MIMPI APA AKU SEMALAM
127
MOMONG ANAK KECIL
128
MENDAPAT KABAR BERITA BURUK.
129
KALIAN MAU IBU NIKAHKAN.
130
NGANCAM TAPI ENAK.
131
MENEMUKAN SHILIN
132
MENCARI RUMAH SHILIN
133
AKU KANGEN
134
KEINDAHAN SEPASANG MATA.
135
MEMINTA BANTUAN KE BU HANA
136
MAAAFKAN AKU SAYANG
137
MEMPERKERJAKAN HANI
138
MENDAPAT PELAJARAN BARU.
139
MEMBEBASKAN SHILIN
140
SHILIN KEMBALI KERUMAH.
141
SHILIN MENGUNJUNGI RUMAHKU
142
MENDAPAT JATAH DARI ISTRI SAM.
143
DI SURUH MILIH
144
APAKAH SEMUA WANITA BERCADAR ITU SAMA (NEGATIF)
145
BU HANA MENCINTAIKU
146
PENGAKUAN BU HANA
147
1. MENIKAHI BU HANA 2. PERTUNANGAN SEKALIGUS LAMARAN DENGAN SHILIN.
148
MENDAPAT HADIAH UTAMA
149
BERTEMU DENGAN KELUARGA BESAR HANA
150
MEBERITAHU LOKASI SAM
151
MENGAPA IBUNYA IMAM SEPERTI IBUKU
152
KELAHIRAN ANAK PERTAMAKU
153
MENERIMA KERIS
154
MEMBERITAHU RUMAH NIKEN
155
BERTEMU CEWEK ANEH.
156
MENYELAMATKAN DIANA
157
HANA MEMBERI KEPUTUSAN
158
MEMBERITAHU KE FITRI.
159
MENDING GAK AKU SELAMATKAN
160
MENDAPAT BISIKAN GHAIB
161
MENGERJAI KURDI.
162
HANA MENEMUIKU
163
BAYU MENEMUI KURDI
164
ISTRIKU DI BAWA OLEH MBAH BLANKON
165
MEMULAI KEHIDUPANKU YANG BARU LAGI.
166
BERTEMU DENGAN ANISYA
167
MANUSIA IDIOT
168
MENDAPAT HUKUMAN
169
MEMBELI RUMAH
170
MENYELAMATKAN INTAN
171
ANISYA MENGINAP DI RUMAHKU Bag 1
172
ANISYA MENGINAP DI RUMAHKU Bag 2
173
PENYERANGAN DI KELUARGA HAN
174
BAYU TAK BERDAYA
175
INTAN BERKHIANAT.
176
PERGI DARI RUMAH.
177
MASUK KANDANG SINGA
178
SOSOK PENJAGA KANDANG SINGA.
179
BAYU MENEMUKAN GELANG HANA.
180
MENJALANKAN MISI ELANG
181
BERPISAH DENGAN ANISYA.
182
MEMBERITAHU KE INTAN.
183
KITA MUNDUR
184
PERUBAHAN MAMAH
185
SEMOGA IBUKU MASIH HIDUP
186
KENAPA MAS DIAM?
187
MEMBUAT HANTARAN PERNIKAHAN
188
FAUZIAH FARHANA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!