KEDATANGAN TAMU TIDAK DI UNDANG.

Ilustrasi Dini Maharani

Ilustrasi Arjuna Dwi Raharjo.

Arjuna jenuh,ia bingung harus ngerjain apa. Lantas ia berinisiatif memperbaiki taman,karena taman nampak tidak rapi.

Arjuna berdiri masuk ke dalam rumah untuk mencari alat.

Tak lama kemudian,Arjuna keluar membawa cangkul dan gunting.

" Mau ngapain kamu dek?" ucap Dini.

" Dolanan lemah mbak..." ucap Arjuna.(Mainan tanah).

Arjuna memulai menata tanaman. Sementara Dini diam memperhatikan Arjuna.

Tak terasa suara adzan Dzuhur terdengar. Arjuna terus melanjutkan aktifitasnya hingga pintu pagar terbuka.

Nampak bu Tika masuk mengendarai sepeda motor. Arjuna melihat bu Tika datang nampak cuek saja,ia terus menata tanaman.

Sementara Dini tertidur di emperan rumah.

Bu Tika yang melihat Arjuna sedang menata bunga menegur" Juna..Jadi kesana apa enggak?"

" Jadi bu...." ucap Arjuna,lalu meletakkan alat yang ia pakai lalu cuci tangan dan menghampiri bu Tika.

" Ini untukmu.." ucap bu Tika menyerahkan 2 kantong kresek.

" Apa ini bu?" ucap Arjuna.

" Pakaian..."

"Kalau tidak mau,kamu harus memakai baju milik ibu..." ucap bu Tika.

" Ma...Ma..Mau bu..." ucap Arjuna.

" Aseem...Masa iya aku harus pakai baju wanita seh..Apa kata dunia jika melihatku memakai pakaian wanita.." ucap Arjuna dalam hati.

Dini membuka matanya lalu bangun.

" Kalian sudah makan?" ucap bu Tika.

" Belum bu..." ucap Arjuna dan Dini.

" Ayo makan dulu...Setelah itu kita kesana.." ucap bu Tika.

Mereka kemudian masuk kedalam rumah.

1 jam kemudian mereka meluncur ke desa Sukoharjo menggunakan mobil.

Seaampai di tempat tujuan,mereka melihat tim SAR masih mencari korban. Nampak 2 alat berat di kerahkan ,serta beberapa ekor anjing pelacak.

Bu Tika menghampiri posko tim SAR bersama Arjuna dan Dini.

" Permisi pak...Maaf, ini Arjuna dan Dini. Mereka anak desa Sukoharjo hendak mencari ayah dan ibunya.." ucap bu Tika.

Pria yang bertugas di posko lantas menyerahkan sebuah map.

" Ini daftar korban yang telah terindentifikasi dan belum teridentifikasinya bu.." ucap pria itu.

Bu Tika membuka map tersebut.

Arjuna dan Dini berdiri di samping bu Tika dan melihat isi dalam map.

Nampak nama - nama daftar korban tanah longsor.

Arjuna melihat nama kedua orang tuanya masuk dalam korban yang telah di identifikasi

Air mata Arjuna seketika keluar. Ia merasa sedih melihat kenyataan bahwa kedua orang tuanya tidak selamat dalam musibah itu. Begitu juga dengan Dini.

" Ada di mana jenasahnya pak?" ucap bu Tika.

" Ada di rumah sakit bu..." ucap petugas.

" Terima kasih pak atas informasinya.." ucap bu Tika.

" Sama - sama bu.." ucap petugas.

" Ayo Juna..Dini..Kita ke rumah sakit.." ucap bu Tika.

Mereka pun berjalan ke mobil menuju rumah sakit.

Saat dalam perjalanan,Arjuna dan Dini masih menangis.

" Yang tabah ya..Juna...Dini.."

" Dulu ibu juga pernah mengalami hal seperti itu.." ucap bu Tika.

Arjuna dan Dini diam tak menjawab.

Sesampai di rumah sakit,tepatnya ruang jenasah.

Petugas rumah sakit membuka peti pendingin yang isinya kedua orang tua Arjuna dan Dini.

Tangisan Arjuna dan Dini semakin menjadi ketika melihat jasad kedua orang tuanya terbujur kaku.

Esok harinya,jenasah kedua orang tua Arjuna dan Dini di makamkan.

Arjuna dan Dini menangis di pusara Dewi Arum,bu Tika yang melihat mereka bersedih juga ikut sedih. Ia juga pernah mengalami hal seperti itu.

" Juna...Dini...Ayo kita pulang..." ucap bu Tika.

20 menit kemudian,Juna dan Dini akhirnya pulang.

Selama dalam perjalan pulang,tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka hingga mereka tiba di rumah.

Malam harinya.

Bu Tika melihat Arjuna dan Dini belum ada makan sesuap nasi,lantas ia membujuk agar mereka mau makan.

Saat berada di rumah,bu Tika berpenam0ilan sangat seksi ,ia mengenakan pakaian celana pendek dan kaos singlet saja. Arjuna yang melihat penampilan bu gurunya biasa saja,ia hanya terkejut akan sifat bu Tika. Jika di sekolah bu Tika selalu killer,tetapi bila di rumah sangat ramah.

" Aku gak lapar bu..." ucap Arjuna.

" Makanlah Juna...Nanti kamu sakit,jika sakit.... Ibu kena marah oleh semua orang. Membiarkan kalian kelaparan di rumah ibu.Kalian sudah menjadi tanggung jawab ibu..."

" Apa kamu mau ibu di demo seluruh warga desa ini? " ucap bu Tika.

" Iya deh..." ucap Arjuna.

" Pinter..." ucap bu Tika.

Akhirnya bu Tika berhasil membujuk Arjuna dan Dini mau makan.

Setelah Arjuna dan Dini makan,mereka duduk di ruang keluarga,diam tak bicara. Bu Tika duduk di depan mereka.

" Kapan kalian masuk sekolah lagi..?"

Mereka diam tak menjawab.

" Tenang saja...Ibu akan menyekolahkan kalian hingga SMA,bila kalian mau lanjut kuliah,ibu akan berusaha semampu ibu..." ucap bu Tika.

" Kita tidak punya seragam sekolah bu...Buku saja tidak punya,bagaimana mau sekolah?." ucap Arjuna.

Bu Tika pindah tempat,ia duduk di antara Arjuna dan Dini lalu merangkul.

" Kalian akan ibu belikan seragam dan peralatan sekolah..." ucap bu Tika.

Dini memeluk bu Tika.

" Terima kasih bu..." ucap Dini.

" Tapi kalian harus janji..Belajarnya harus giat..Gak boleh malas - malasan..." ucap bu Tika.

" Iya bu..." ucap Arjuna dan Dini.

" Sebentar...Kenapa kulit mereka tidak sama ya?" ucap bu Tika dalam hati baru menyadari. Sebab saat melihat jenasah kedua orang tua Arjuna. Kulitnya tidak sama dengan Arjuna.

Bu Tika hendak bertanya,namun tidak jadi. Karena waktunya tidak tepat.

*

Esok paginya.

Bu Tika pergi kesekolah, sementara Arjuna dan Dini tidak ikut.

Mereka bingung harus ngapain,akhirnya Dini berinisiatif membersihkan rumah. Sebab rumah bu Tika agak berantakan. Sementara Arjuna mengerjakan taman.

Di saat Arjuna menanam bunga,Dini datang menghampiri. Dini mengenakan celana pendek dan baju kaos. Ia membawa minuman untuk Arjuna.

" Dek...Ini minummu.." ucap Dini.

Arjuna menoleh ke Dini.

" Iya mbak...Taruh di situ aja..." ucap Arjuna.

Dini meletakkan minuman di meja kecil lalu menghampiri Arjuna.

" Dek..." ucap Dini.

" Heemmm..." Arjuna.

" Apakah kita pergi saja dari rumah bu Tika?" ucap Dini.

Arjuna menoleh ke Dini.

" Terus kita tinggal di mana mbak?" ucap Arjuna.

" Ya kita kembali ke desa kita..." ucap Dini.

" Desa kita sudah tidak ada lagi mbak...." ucap Arjuna.

" Kita bangun rumah,terus kita tinggali..." ucap Dini.

Arjuna menghela nafas.

" Mbak..."

" Kita gak punya uang sepeserpun..Bagaimana bisa kita membuat rumah.." ucap Arjuna.

" Ya kita kerja dek..." ucap Dini.

" Kita sudah janji sama bu Tika mbak..." ucap Arjuna.

" Begini saja...Setelah lulus SMP kita cari kerjaan. Terus bangun rumah.." ucap Dini.

" Kita lihat saja dulu nanti mbak..." ucap Arjuna.

Arjuna mencuci tangannya,lalu minum.

Siang harinya.

Bu Tika datang,ia melihat taman di depan rumah menjadi rapi.

" Ternyata dia sangat rajin berkebun..." gumam bu Tika lalu masuk ke dalam rumah.

Di saat berjalan masuk,ia melihat ruangan rapi dan bersih. Kemudian ia melihat Arjuna dan Dini tidur di lantai depan tivi.

Setelah itu bu Tika masuk ke dalam kamar tidurnya.Ia tak berani membangunkan Arjuna dan Dini.

Sore harinya.

" Juna..Dini..Ayo ikut ibu..." ucap bu Tika.

" Kemana bu...?" ucap Dini.

" Jalan - jalan...Beli peralatan sekolah.." ucap bu Tika.

***

Hari Sabtu.

Arjuna tak bisa berdiam diri,ia ingin selalu beraktifitas. Karena ia terbiasa melakukannya. Entah merawat bunga,mencari kayu bakar,atau mengerjakan yang di suruh ibunya.

Nampak.Arjuna membersihkan parit,sementara Dini dan bu Tika mengobrol di teras.

Sebuah mobil Ayla warna merah berhenti.

Bu Tika berjalan lalu membuka pintu pagar. Mobil Ayla masuk ke halaman rumah lalu berhenti.

Pintu mobil terbuka,nampak seorang gadis keluar dari dalam mobil memakai kacamata.

Gadis itu langsung masuk ke dalam rumah,ia tak melihat Arjuna sedang membersihkan parit.

" Itu adik ibu..." ucap bu Tika ke Dini.

" Cantik....." ucap Dini.

" Kamu juga cantik..." ucap bu Tika.

" Nama adik ibu siapa?" ucap Dini.

" Nurmala...Panggil saja kak Nur..." ucap bu Tika.

Setelah selesai membersihkan parit,Arjuna tak melihat kakaknya dan juga bu Tika,ia pun segera masuk lalu mandi.

Arjuna tak melihat Nurmala datang maupun di dalam rumah.

Malam harinya.

Nurmala keluar kamar tidur,lalu berjalan menuju dapur.

Di saat ia berjalan,ia melihat 2 orang tak di kenal,1 orang ia pernah lihat saat mau masuk rumah,dan satu lagi tidak pernah ia lihat. Nurmala lantas mencari kakaknya.

Baru saja hendak mengetuk pintu kamar kakaknya,pintu terbuka.

" Mbak...Kok ada dua orang di rumah kita..Itu siapa?" ucap Nurmala.

" Mereka itu Arjuna dan Dini. Mereka kakak beradik.."

" Orang tuanya meninggal..Desa tempat ia tinggal terkena tanah longsor..." ucap Kartika.

" Tanah longsor...Bentar - bentar.."

" Yang mbak maksud itu desa Sukoharjo kah?" ucap Nurmala.

" Iya...." ucap Kartika.

" Kakak menampung mereka?" ucap Nurmala.

" Iya..Mbak kasihan sama mereka...Semua keluarga besarnya tidak ada yang selamat..." ucap Tika.

" Tadi mbak bilang mereka kakak beradik..Kok gak mirip dan mereka beda..?" ucap Nurmala.

" Mbak gak tahu Nur...Mbak juga penasaran tentang mereka,kenapa kok gak mirip dan tidak sama warna kulitnya.."

" Kamu sudah makan?" ucap Kartika.

" Belum..Ini tadi aku mau makan,terus lihat mereka..Makanya aku mencari mbak tuk menanyakan mereka itu siapa.." ucap Nurmala.

" Makan dulu sana..." ucap Tika.

Nurmala berjalan ke arah dapur. Sementara Tika mengambil buku lalu duduk di ruang keluarga sambil membaca buku.

Sementara Arjuna dan Dini,mereka mengerjakan tugas sekolah. Kartika memberi tahu jika ada tugas dan harus di kerjakan. Jika tidak,ia akan menghukum Arjuna dan Dini meskipun tinggal satu atap dengannya.

Dini nampak bingung dengan tugas yang di berikan.

" Dek...Nomor 5 tahu gak jawabannya apa?" ucap Dini.

" Gak tahu mbak..Jawab seperti biasa saja..Yang penting di kerjakan." ucap Arjuna.

Tika mendengar suara mereka.

" Jika tidak tahu tanya sama ibu...Kan kalian tinggal serumah dengan ibu..." ucap bu Tika.

" Oh iya....Lali aku.." ucap Arjuna.

Arjuna lantas mendatangi bu Tika.

" Bu...Ini jawabannya apa?" ucap Arjuna.

" Ibu tidak mau memberi jawaban..."

Dini ikut mendekat.

" Bawa sini buku tulismu..." ucap bu Tika.

Arjuna mengambil buku tulisnya,kemudian bu Tika menjelaskan rumus untuk mengerjakan.

Arjuna menggaruk - garukkan kepalanya.

" Kamu paham gak Juna?" ucap bu Tika.

Nurmala muncul lalu duduk. Ia memperhatikan Arjuna lalu Dini.

" Enggak...Tolong ulang bu..." ucap Arjuna.

Bu Tika lantas mengulang kembali.

" Sudah paham? " ucap bu Tika.

" Sudah bu..." ucap Arjuna.

" Juna..." ucap Nurmala.

Arjuna melihat ke arah Nurmala.

" Iya bu..."ucap Arjuna.

" Panggil aku kak Nur..." ucap Nurmala.

" Iya kak Nur.." ucap Arjuna.

" Kamu saudara tiri atau saudara kandung dengan Dini?" ucap Nurmala.

" Kandung kak..." ucap Arjuna.

" Beda bapak atau satu bapak?" ucap Nurmala.

" Satu bapak.." ucap Arjuna.

" Masa seh...?" ucap Nurmala tak percaya.

" Ya kalau gak percaya ya sudah..." ucap Arjuna lalu mengerjakan soal.

" Jangan bahas itu ya dek..." ucap bu Tika.

" Nganu kak...Waktu kita lahir.. Pas saya lahir itu mati lampu,terus ketika Arjuna lahir,lampunya menyala. Jadi berbeda.." ucap Dini.

" Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...." Nurmala tertawa mendengar ucapan Dini.

Nurmala berdiri lalu masuk ke dalam kamarnya.

" Jangan di ambil hati ya adiknya ibu.." ucap bu Tika.

Setelah selesai mengerjakan tugas.

" Waktu itu ibu lihat bunga Anggreknya ada banyak,kenapa tiba - tiba sisa satu saja saat kembali dari sekolah?" ucap bu Tika.

" Maaf bu...Itu saya ambil.." ucap Arjuna.

" Ooo..." ucap bu Tika.

" Di makan sama Juna bu.." ucap Dini.

" Heeeeee....!!!!

" Di makan...?"

" Apakah ucapan kakakmu itu benar Juna?" ucap bu Tika.

" Iya bu..." ucap Arjuna.

" Kalau kamu lapar..Makan saja apa yang ada di dapur...Jangan makan bunga..." ucap bu Tika.

" Maaf bu...Itu kebiasaan saya sejak kecil hingga sekarang..." ucap Arjuna.

Bu Tika lantas menggeleng - gelengkan kepala. Ia baru tahu jika Arjuna suka makan bunga.

Tengah malam.

Arjuna tidur di sofa panjang. Tiba - tiba ia mendengar suara langkah kaki,dan bunyi kretek - kretek.

Mendengar suara itu,Arjuna terbangun. Lalu mempertajam indra pendegarannya. Asal suara dari pintu samping. Arjuna berjalan ke arah pintu tersebut tak lupa meramalkan ajiannya.

Lampu di rumah dalam keadaan mati,Arjuna bisa melihat dengan jelas.

Arjuna yakin,pintu itu telah ia kunci. Sebab sebelum tidur,ia memeriksa pintu dan jendela apakah sudah terkunci apa belum.

Pintu terbuka,muncul 3 orang berjalan mengendap - endap,ada yang membawa linggis, dan celurit.

Arjuna yang melihat 3 orang tamu tak di undang dengan terpaksa menggunakan ilmunya,mata Arjuna berubah seperti mata Harimau. Ia tahu ilmunya belum sempurna. Jika tak memakai ilmu itu,ia khawatir akan kalah.

Kemudian Arjuna melesat dengan cepat,kecepatannya melebihi manusia normal lainnya,ia merebut linggis dari tangan pencuri,lalu memukul ke tiga pencuri tersebut.

BUUUGGGHH.......

BUUUGGGHHH....

BUUGGHHHH....

BUUUGGHHH...

BUUGGHH....

BUUUGGGHHH...

BUUGGHHH...

Ketiga pencuri yang mendadak mendapat serangan tak sempat mengelak atau menghindar,sebab ia mendapat pukulan sangat keras di tubuhnya. Hingga ke tiga pencuri itu tergeletak di lantai.

Mata Arjuna kembali normal. Arjuna merasakan tenaganya berkurang banyak akibat menggunakan ilmu Harimaunya.

Arjuna melihat ketiga pencuri itu merintih kesakitan lalu membuat pingsan ke tiga pencuri itu,setelah itu mengambil tali dan mengikat ke tiga pencuri tersebut.

" Bereees...Tinggal bangunin bu Tika.." ucap Arjuna dalam hati.

Arjuna berjalan ke kamar Kartika.

Tok....Tok...Tok..

" Buuu...Ibuuuu..."

Tok....Tok...Tok...

" Bu....Ada pencuri bu..." ucap Arjuna.

Arjuna mendengar suara langkah kaki mendekat ke pintu.

Ceklek....Ceklek...Kriiieeeet... Pintu terbuka.

Arjuna melihat gurunya memakai pakaian tipis tembus pandang.,sehingga kulitnya terlihat.

" Pencuri...?" ucap bu Tika.

" Iya bu...Sudah saya ikat,telpon polisi buu.." ucap Arjuna.

Bu Tika kembali masuk,lalu muncul lagi. Ternyata bu Tika memakai lapisan agar tak kelihatan jika dirinya memakai pakaian tembus pandang.

" Di mana pencurinya ?" ucap bu Tika.

" Pintu samping bu..." ucap Arjuna.

Bu Tika dan Arjuna berjalan,sambil berjalan bu Tika menyalakan lampu.

Ketika sampai di pintu,bu Tika terkejut melihat 3 orang pria bertopeng terikat dan pingsan.

" Juna...Apakah kamu sendirian yang melakukannya?" ucap bu Tika.

" Iya bu...Tadi saya dengar suara langkah kaki terus suara kretek - kretek gitu,ternyata ada 3 orang pencuri bu.." ucap Arjuna.

Bu Tika lantas mengambil ponselnya lalu menelpon polisi.

Tak lama kemudian terdengar suara sirine polisi.

Nurmala yang mendengar suara sirine lantas terbangun dan keluar dari kamarnya. Ia melihat seorang polisi sedang berbicara ke kakaknya dan Arjuna.

Nurmala berjalan mendekati kakaknya.

" Ada apa kak? Kok ada polisi..?" ucap Nurmala.

" Ada pencuri dek..." ucap bu Tika.

" Pencuri? mana...Mana kak?" ucap Nurmala celingukan mencari.

Muncul beberapa polisi dari dalam membawa 3 pencuri yang masih pingsan. Ke tiga pencuri itu di masukkan dalam mobil.

Setelah itu,polisi meninggalkan rumah bu Tika.

" Siapa yang mengikat pencuri itu kak?" ucap Nurmala.

" Arjuna..." ucap bu Tika.

" Iya kak..Aku yang mengikatnya,tapi ibu yang menghajar pencuri itu.." ucap Arjuna.

Bu Tika lantas memeluk Arjuna.

" Terima kasih ya Juna..." ucap bu Tika sambil memeluk lalu melepaskan pelukannya.

" Sama - sama bu..." ucap Arjuna.

" Ibu gak tahu lagi jika tidak ada kamu di sini.." ucap bu Tika.

" Sudah sewajarnya saling membantu bu..." ucap Arjuna.

" Juna...Kamu bisa beladiri ?" ucap Nurmala.

" Sedikit kak..." ucap Arjuna.

Arjuna menutup pintu tak lupa menguncinya.

" Kok bisa pencuri itu masuk? Apakah pintunya gak di kunci?" ucap Nurmala.

" Sebelum aku tidur,semua pintu dan jendela serta pagar aku cek kak..Kecuali jendela kamar kak Nur dan ibu.."

" Dan mereka memakai linggis untuk mencongkel pintu..Jadi mereka bisa masuk.."ucap Arjuna.

"Kok aku jadi takut begini ya..."

" Kamu tidur sama kakak saja ya Juna.."ucap Nurmala.

" Maaf kak..Aku tidur di luar saja.." ucap Arjuna.

Arjuna duduk di sofa panjang,lalu berebah. Sementara Dini,Kartika dan Nurmala masuk ke dalam kamar tidur.

Tak lama kemudian muncul Kartika dan Nurmala membawa bantal dan selimut.

" Loooh...Kok ibu dan kak Nur tidur di luar?" ucap Arjuna heran melihat mereka tidur di lantai dekat Arjuna.

" Aku takut jika ada pencuri datang lagi Juna..." ucap bu Tika.

" Sama...Kamu seh di ajakin tidur bareng gak mau.." ucap Nurmala.

" Aseemm... Ya sudah..Aku mau..." ucap Arjuna terpaksa,sebab tak mungkin membiarkan gurunya dan adik gurunya tidur di lantai.

Akhirnya mereka tidur bersama di kamar Kartika.

Arjuna berada di tengah.

Nampak Arjuna belum bisa tidur,baru pertama kali ia tidur bersama guru sekolahnya,di tambah gurunya memakai pakaian yang transparan.

" Kenapa kamu belum tidur Juna...?" ucap bu Tika pelan.

Arjuna menoleh.

" Belum bisa tidur bu..." ucap Arjuna.

" Kamu jangan panggil ibu,panggil saja kakak,kecuali di sekolah ya..." ucap Kartika.

" Iya bu..Eh kak..." ucap Arjuna lalu melihat ke arah plafon.

" Kamu sudah punya pacar?" ucap Kartika.

" Belum bu...." ucap Arjuna.

" Sudah pernah ke Jogja apa belum?" ucap Nurmala.

" Kirain dah tidur kak..."

" Aku belum pernah ke Jogja kak.." ucap Arjuna.

" Nanti kakak ajak kamu ke Jogja..." ucap Nurmala.

" Mbakku di ajak gak kak?" ucap Arjuna.

" Ya di ajak dong...Dah yuk tidur.." ucap Nurmala.

Tak lama kemudian mereka pun tidur. Arjuna memasang insting Harimaunya kembali,jika ada suara yang mencurigakan sebelum tidur.

Pagi harinya sebelum matahari terbit..

Arjuna membuka mata,ia melihat Kartika dan Nurmala memeluk dirinya.

" Diampuut...Gimana aku mau bangun coba..Aseem...Aseemmm" ucap Arjuna dalam hati.

Arjuna mencoba menyingkirkan tangan Nurmala,kemudian Kartika.

Kartika terbangun saat tangannya di sentuh.

" Jam berapa Jun...?" ucap Kartika.

" Gak tahu bu...Eh..Kak.." ucap Arjuna.

Kartika lantas bangun dan melihat jam.

" Masih jam empat Juna,dan ini hari libur.." ucap Kartika lalu kembali tidur.

Arjuna perlahan menggeser tubuhnya hendak turun dari tempat tidur.

" Mau kemana?" ucap Kartika.

" Mau buang air kecil bu..." ucap Arjuna.

Pukul 9.20

Nampak Arjuna memperbaiki pintu yang rusak akibat di congkel paksa.

Nurmala menghampiri Arjuna.Ia pun sama dengan kakaknya,memakai celana pendek dan kaos singlet.

" Kamu bisa baikin pintu?" ucap Nurmala.

" Bisa kak..Kecuali alat penguncinya,harus di ganti yang baru..." ucap Arjuna.

" Bentar..Kakak ambil uang dulu..." ucap Nurmala lalu pergi untuk mengambil uang.

Tak lama kemudian Nurmala muncul ,lalu memberikan uang.

" Lima ratus ribu cukup apa enggak Jun..?" ucap Nurmala.

" Enggak tahu kak..." ucap Arjuna.

" Kamu bisa naik motor?" ucap Nurmala.

" Bisa kak..." ucap Arjuna.

Nurmala berjalan menemui kakaknya.

" Kaak....Kunci motor kamu taruh manaa...?" ucap Nurmala.

" Samping tivi.." suara Kartika.

Setelah menemukan kunci motor,Nurmala memberikan kunci itu ke Arjuna.

" Hati - hati...Jangan ngebut.." ucap Nurmala.

" Iya kak...." ucap Arjuna lalu pergi.

Terpopuler

Comments

Abay Darman

Abay Darman

jancok kok kyok ngene iki,pdhl wes ngaceng min

2024-10-06

0

Arizawahyu Qomaruzaman

Arizawahyu Qomaruzaman

aku pengen dadi juna reeekkk

2024-01-03

1

bee hika

bee hika

makasih updetannya..

2023-07-13

0

lihat semua
Episodes
1 PERAMPOKAN
2 MENEMUKAN BAYI DI HUTAN
3 MELIHAT KEANEHAN PADA ARJUNA
4 MENGINAP DI HUTAN
5 DESA SUKOHARJO LENYAP DI TELAN BUMI
6 AKU JUGA IKUT MATI DEK.
7 KEDATANGAN TAMU TIDAK DI UNDANG.
8 MENDAPAT BANTUAN
9 TAKUT DENGAN HUJAN DAN PETIR.
10 KAPOK AKU DI SUNAT PAK.
11 SEDIKIT KISAH MASA LALU KARTIKA
12 MEMBERI TAHU JATI DIRI ARJUNA
13 DI JENGUK TEMAN - TEMAN
14 LIBURAN KE AIR TERJUN KEDUNG PEDUT.
15 MUNCUL SUARA GHAIB.
16 KE PANTAI PARANGTRITIS
17 PACAR KAKAK
18 KAKAK JUGA HEBAT
19 KAKAK HALANGAN
20 SENDIRIAN.
21 JANDA CANTIK
22 ANTARKAN AKU KERUMAHNYA
23 HAUS KAK
24 ENGGAK BIMO
25 PRIA PEMBOHONG
26 DI DALAM MOBIL PAK.
27 SAKIT KAK
28 IYA PAK
29 DI ANTAR PAK HAJI
30 SIAPA CEPAT,DIA YANG DAPAT
31 MAYAN,DAPAT DUIT
32 MENCARI DINI
33 MAMAKKU MANA KAK
34 AKU GAK MAU DI GANGGU
35 TERNYATA DIA ANGGA
36 SURAT CINTA
37 MANCING
38 AKU TIDAK TAKUT KEPADAMU.
39 ARJUNA TERKENA LUKA DALAM
40 LATIHAN DONG
41 KAMU CEMBURU YA
42 HANA MENEMUI ARJUNA
43 MAAFKAN AKU SAYANG.
44 AKU KANGEN YANK
45 KANGEN BANGET
46 AKU MEMANG PACARMU
47 JANGAN GANGGU ARJUNAKU
48 DI MANA KAMU NAK
49 DINI MENEMUI KARTIKA.
50 AWAS YA KALIAN...
51 ARJUNA MENDATANGI RUMAH BAYU
52 MEMERIKSA KEDIAMAN RUMAH BAYU.
53 HANA MENDATANGI ARJUNA.
54 MEMBUAT PERJANJIAN DENGAN HANA
55 BAYU MENDATANGI ARJUNA
56 PERINGATAN PERTAMA DAN TERAKHIR
57 MEMBERIKAN HASIL TES DNA.
58 TINGGAL DI KOSSAN
59 PINDAH KE RUMAH LIANA
60 PERGI KE RUMAH SAKIT
61 TIBA DI RUMAH SAKIT
62 HANA MENDATANGI ARJUNA
63 MENGENDALIKAN KELUARGA GABRIAN
64 PERGI MENINGGALKAN RUMAH GABRIAN.
65 BEJO MEMBANTU BAYU
66 MANA KERISKU
67 ARJUNA MEMBEBASKAN HANA DAN MENIKAHI HANA.
68 MENYERAHKAN KERIS KE HANA
69 妈妈怎么样了? ( BAGAIMANA KABAR IBU?)
70 PERGI MENEMUI BAYU
71 MEMBERITAHU PERNIKAHAN.
72 DI DESA MASARAN
73 MAAFKAN AKU ARJUNA
74 AYU MENDATANGI RUMAH DARMANTO
75 TES DNA
76 KE HUTAN
77 ARJUNA ADALAH ARIF
78 ARJUNA ADA DI HUTAN
79 JANCOOOOOK
80 IBU......
81 JEPANG....?
82 TERIMA KASIH AYAH
83 BODOH AMAT
84 MODYAR AKU
85 MEMPENGARUHI NURMALA.
86 IYA...AKU MAU
87 ORANGNYA SUDAH KABUR
88 ARJUNA PINGSAN
89 LATIHAN
90 TUNGGU PEMBALASANKU
91 I LOVE YOU MBAH PUTRI
92 AKU HAMIL
93 AYO JUNA...
94 INI RUMAHKU
95 OKE
96 PERGI KE JEPANG
97 DI BUNTUTI.
98 MAMPUSLAH AKU
99 MENGHADAPI MASALAH YANG TIDAK TERDUGA.
100 KEMANA ARJUNA PERGI
101 BAYU MENGINTROGASI SANDRA
102 MENGETAHUI FAKTA YANG SEBENARNYA
103 KERJA DI TOKO BANGUNAN
104 SHILIN MENGHILANG
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 SIAPA YANG MEMBUNUH KELUARGAKU?
113 KENAPA KAMU DI SINI
114 TIDAK INGAT
115 KAMU SUDAH INGAT
116 MASUK KE RUANG BP
117 MENYERANG.
118 JANGAN BERGADANG
119 KE PASAR MALAM
120 ISTIGHFAR ITU APA
121 MEMBALAS DENDAM
122 PENYERANGAN ARJUNA.
123 JUALAN KUE
124 KAMU SIAPA?
125 MENDAPAT PESANAN LUAR DAERAH
126 MIMPI APA AKU SEMALAM
127 MOMONG ANAK KECIL
128 MENDAPAT KABAR BERITA BURUK.
129 KALIAN MAU IBU NIKAHKAN.
130 NGANCAM TAPI ENAK.
131 MENEMUKAN SHILIN
132 MENCARI RUMAH SHILIN
133 AKU KANGEN
134 KEINDAHAN SEPASANG MATA.
135 MEMINTA BANTUAN KE BU HANA
136 MAAAFKAN AKU SAYANG
137 MEMPERKERJAKAN HANI
138 MENDAPAT PELAJARAN BARU.
139 MEMBEBASKAN SHILIN
140 SHILIN KEMBALI KERUMAH.
141 SHILIN MENGUNJUNGI RUMAHKU
142 MENDAPAT JATAH DARI ISTRI SAM.
143 DI SURUH MILIH
144 APAKAH SEMUA WANITA BERCADAR ITU SAMA (NEGATIF)
145 BU HANA MENCINTAIKU
146 PENGAKUAN BU HANA
147 1. MENIKAHI BU HANA 2. PERTUNANGAN SEKALIGUS LAMARAN DENGAN SHILIN.
148 MENDAPAT HADIAH UTAMA
149 BERTEMU DENGAN KELUARGA BESAR HANA
150 MEBERITAHU LOKASI SAM
151 MENGAPA IBUNYA IMAM SEPERTI IBUKU
152 KELAHIRAN ANAK PERTAMAKU
153 MENERIMA KERIS
154 MEMBERITAHU RUMAH NIKEN
155 BERTEMU CEWEK ANEH.
156 MENYELAMATKAN DIANA
157 HANA MEMBERI KEPUTUSAN
158 MEMBERITAHU KE FITRI.
159 MENDING GAK AKU SELAMATKAN
160 MENDAPAT BISIKAN GHAIB
161 MENGERJAI KURDI.
162 HANA MENEMUIKU
163 BAYU MENEMUI KURDI
164 ISTRIKU DI BAWA OLEH MBAH BLANKON
165 MEMULAI KEHIDUPANKU YANG BARU LAGI.
166 BERTEMU DENGAN ANISYA
167 MANUSIA IDIOT
168 MENDAPAT HUKUMAN
169 MEMBELI RUMAH
170 MENYELAMATKAN INTAN
171 ANISYA MENGINAP DI RUMAHKU Bag 1
172 ANISYA MENGINAP DI RUMAHKU Bag 2
173 PENYERANGAN DI KELUARGA HAN
174 BAYU TAK BERDAYA
175 INTAN BERKHIANAT.
176 PERGI DARI RUMAH.
177 MASUK KANDANG SINGA
178 SOSOK PENJAGA KANDANG SINGA.
179 BAYU MENEMUKAN GELANG HANA.
180 MENJALANKAN MISI ELANG
181 BERPISAH DENGAN ANISYA.
182 MEMBERITAHU KE INTAN.
183 KITA MUNDUR
184 PERUBAHAN MAMAH
185 SEMOGA IBUKU MASIH HIDUP
186 KENAPA MAS DIAM?
187 MEMBUAT HANTARAN PERNIKAHAN
188 FAUZIAH FARHANA
Episodes

Updated 188 Episodes

1
PERAMPOKAN
2
MENEMUKAN BAYI DI HUTAN
3
MELIHAT KEANEHAN PADA ARJUNA
4
MENGINAP DI HUTAN
5
DESA SUKOHARJO LENYAP DI TELAN BUMI
6
AKU JUGA IKUT MATI DEK.
7
KEDATANGAN TAMU TIDAK DI UNDANG.
8
MENDAPAT BANTUAN
9
TAKUT DENGAN HUJAN DAN PETIR.
10
KAPOK AKU DI SUNAT PAK.
11
SEDIKIT KISAH MASA LALU KARTIKA
12
MEMBERI TAHU JATI DIRI ARJUNA
13
DI JENGUK TEMAN - TEMAN
14
LIBURAN KE AIR TERJUN KEDUNG PEDUT.
15
MUNCUL SUARA GHAIB.
16
KE PANTAI PARANGTRITIS
17
PACAR KAKAK
18
KAKAK JUGA HEBAT
19
KAKAK HALANGAN
20
SENDIRIAN.
21
JANDA CANTIK
22
ANTARKAN AKU KERUMAHNYA
23
HAUS KAK
24
ENGGAK BIMO
25
PRIA PEMBOHONG
26
DI DALAM MOBIL PAK.
27
SAKIT KAK
28
IYA PAK
29
DI ANTAR PAK HAJI
30
SIAPA CEPAT,DIA YANG DAPAT
31
MAYAN,DAPAT DUIT
32
MENCARI DINI
33
MAMAKKU MANA KAK
34
AKU GAK MAU DI GANGGU
35
TERNYATA DIA ANGGA
36
SURAT CINTA
37
MANCING
38
AKU TIDAK TAKUT KEPADAMU.
39
ARJUNA TERKENA LUKA DALAM
40
LATIHAN DONG
41
KAMU CEMBURU YA
42
HANA MENEMUI ARJUNA
43
MAAFKAN AKU SAYANG.
44
AKU KANGEN YANK
45
KANGEN BANGET
46
AKU MEMANG PACARMU
47
JANGAN GANGGU ARJUNAKU
48
DI MANA KAMU NAK
49
DINI MENEMUI KARTIKA.
50
AWAS YA KALIAN...
51
ARJUNA MENDATANGI RUMAH BAYU
52
MEMERIKSA KEDIAMAN RUMAH BAYU.
53
HANA MENDATANGI ARJUNA.
54
MEMBUAT PERJANJIAN DENGAN HANA
55
BAYU MENDATANGI ARJUNA
56
PERINGATAN PERTAMA DAN TERAKHIR
57
MEMBERIKAN HASIL TES DNA.
58
TINGGAL DI KOSSAN
59
PINDAH KE RUMAH LIANA
60
PERGI KE RUMAH SAKIT
61
TIBA DI RUMAH SAKIT
62
HANA MENDATANGI ARJUNA
63
MENGENDALIKAN KELUARGA GABRIAN
64
PERGI MENINGGALKAN RUMAH GABRIAN.
65
BEJO MEMBANTU BAYU
66
MANA KERISKU
67
ARJUNA MEMBEBASKAN HANA DAN MENIKAHI HANA.
68
MENYERAHKAN KERIS KE HANA
69
妈妈怎么样了? ( BAGAIMANA KABAR IBU?)
70
PERGI MENEMUI BAYU
71
MEMBERITAHU PERNIKAHAN.
72
DI DESA MASARAN
73
MAAFKAN AKU ARJUNA
74
AYU MENDATANGI RUMAH DARMANTO
75
TES DNA
76
KE HUTAN
77
ARJUNA ADALAH ARIF
78
ARJUNA ADA DI HUTAN
79
JANCOOOOOK
80
IBU......
81
JEPANG....?
82
TERIMA KASIH AYAH
83
BODOH AMAT
84
MODYAR AKU
85
MEMPENGARUHI NURMALA.
86
IYA...AKU MAU
87
ORANGNYA SUDAH KABUR
88
ARJUNA PINGSAN
89
LATIHAN
90
TUNGGU PEMBALASANKU
91
I LOVE YOU MBAH PUTRI
92
AKU HAMIL
93
AYO JUNA...
94
INI RUMAHKU
95
OKE
96
PERGI KE JEPANG
97
DI BUNTUTI.
98
MAMPUSLAH AKU
99
MENGHADAPI MASALAH YANG TIDAK TERDUGA.
100
KEMANA ARJUNA PERGI
101
BAYU MENGINTROGASI SANDRA
102
MENGETAHUI FAKTA YANG SEBENARNYA
103
KERJA DI TOKO BANGUNAN
104
SHILIN MENGHILANG
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
SIAPA YANG MEMBUNUH KELUARGAKU?
113
KENAPA KAMU DI SINI
114
TIDAK INGAT
115
KAMU SUDAH INGAT
116
MASUK KE RUANG BP
117
MENYERANG.
118
JANGAN BERGADANG
119
KE PASAR MALAM
120
ISTIGHFAR ITU APA
121
MEMBALAS DENDAM
122
PENYERANGAN ARJUNA.
123
JUALAN KUE
124
KAMU SIAPA?
125
MENDAPAT PESANAN LUAR DAERAH
126
MIMPI APA AKU SEMALAM
127
MOMONG ANAK KECIL
128
MENDAPAT KABAR BERITA BURUK.
129
KALIAN MAU IBU NIKAHKAN.
130
NGANCAM TAPI ENAK.
131
MENEMUKAN SHILIN
132
MENCARI RUMAH SHILIN
133
AKU KANGEN
134
KEINDAHAN SEPASANG MATA.
135
MEMINTA BANTUAN KE BU HANA
136
MAAAFKAN AKU SAYANG
137
MEMPERKERJAKAN HANI
138
MENDAPAT PELAJARAN BARU.
139
MEMBEBASKAN SHILIN
140
SHILIN KEMBALI KERUMAH.
141
SHILIN MENGUNJUNGI RUMAHKU
142
MENDAPAT JATAH DARI ISTRI SAM.
143
DI SURUH MILIH
144
APAKAH SEMUA WANITA BERCADAR ITU SAMA (NEGATIF)
145
BU HANA MENCINTAIKU
146
PENGAKUAN BU HANA
147
1. MENIKAHI BU HANA 2. PERTUNANGAN SEKALIGUS LAMARAN DENGAN SHILIN.
148
MENDAPAT HADIAH UTAMA
149
BERTEMU DENGAN KELUARGA BESAR HANA
150
MEBERITAHU LOKASI SAM
151
MENGAPA IBUNYA IMAM SEPERTI IBUKU
152
KELAHIRAN ANAK PERTAMAKU
153
MENERIMA KERIS
154
MEMBERITAHU RUMAH NIKEN
155
BERTEMU CEWEK ANEH.
156
MENYELAMATKAN DIANA
157
HANA MEMBERI KEPUTUSAN
158
MEMBERITAHU KE FITRI.
159
MENDING GAK AKU SELAMATKAN
160
MENDAPAT BISIKAN GHAIB
161
MENGERJAI KURDI.
162
HANA MENEMUIKU
163
BAYU MENEMUI KURDI
164
ISTRIKU DI BAWA OLEH MBAH BLANKON
165
MEMULAI KEHIDUPANKU YANG BARU LAGI.
166
BERTEMU DENGAN ANISYA
167
MANUSIA IDIOT
168
MENDAPAT HUKUMAN
169
MEMBELI RUMAH
170
MENYELAMATKAN INTAN
171
ANISYA MENGINAP DI RUMAHKU Bag 1
172
ANISYA MENGINAP DI RUMAHKU Bag 2
173
PENYERANGAN DI KELUARGA HAN
174
BAYU TAK BERDAYA
175
INTAN BERKHIANAT.
176
PERGI DARI RUMAH.
177
MASUK KANDANG SINGA
178
SOSOK PENJAGA KANDANG SINGA.
179
BAYU MENEMUKAN GELANG HANA.
180
MENJALANKAN MISI ELANG
181
BERPISAH DENGAN ANISYA.
182
MEMBERITAHU KE INTAN.
183
KITA MUNDUR
184
PERUBAHAN MAMAH
185
SEMOGA IBUKU MASIH HIDUP
186
KENAPA MAS DIAM?
187
MEMBUAT HANTARAN PERNIKAHAN
188
FAUZIAH FARHANA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!