Sesampai di dalam mobil.
" Kamu gakpapa dek?" ucap Nurmala.
" Gakpapa kak...Cuman sakit sedikit..." ucap Arjuna.
" Mana yang sakit dek.." ucap Nurmala.
" Di sini kak... " ucap Arjuna menunjuk dadanya.
Nurmala menaikkan kaos Arjuna.Lalu memeriksa.
" Sudah gak sakit kak..."
" Tadi itu siapa seh kak?" ucap Arjuna.
" Pacar kakak.." ucap Nurmala.
" Ooo..Pacar..Maaf kak,tadi aku menghajar pacar kakak" ucap Arjuna.
" Aku sudah putusin dia Juna..."
" Terima kasih telah menolong kakak.." ucap Nurmala.
" Iya kak..Kan papah nyuruh aku jagain kakak.."
Emmmuaaacchh....
Eemmmuaaachh... Nurmala mencium pipi Arjuna.
" Sepertinya dia gak terima kak...Kakak harus hati - hati.." ucap Arjuna.
Kartika menjalankan mobilnya.
" Iya...Kakak tahu itu.." ucap Nurmala.
Ponsel Nurmala berdering.
Nurmala mengecek ponselnya.
Nampak panggilan masuk dari Edi.
Nurmala menolak,lalu memblokir nomor Edi.
Arjuna memperhatikan kendaraan di belakang.
lalu berkata " Kak..." saat Nurmala sedang memblokir nomor ponsel Edi.
" Apa dek?" ucap Nurmala tanpa melihat ke arah Arjuna.
" Aku ingat di film - film. Biasanya kita di ikuti penjahat."
" Dia ada ikutin kita apa enggak?" ucap Arjuna masih memperhatikan kendaraan di belakang.
Nurmala teringat,jika Edi tidak mengetahui rumah kakaknya. Lantas ia pun melihat ke arah belakang.
" Mobilnya dia itu Datsun dek" ucap Nurmala.
" Datsun ? " ucap Arjuna memperhatikan mobil yang ada di belakang. Arjuna tidak hapal logo mobil. Sehingga ia bingung.
Nampak kendaraan mobil Honda Brio berada di urutan nomor 3 dari mobil Kartika. Mobil itu mengikuti mobil Avanza yang di kemudikan Kartika.
Di dalam mobil Honda Brio,seorang pria yang barusan berkelahi dengan Arjuna,dia adalah Edi. Edi sengaja mengikuti Nurmala dari belakang.
" Siaal...."
" Nomorku di blokirnya.." ucap Edi kesal . Ia mengemudi sambil mencoba menghubungi Nurmala. Edi tak menyangka bertemu dengan Nurmala di pantai Parangtritis bersama selingkuhannya.
Di sisi Kartika.
Kartika melihat imdikator bensin sisa 1 kotak.
" Semoga cukup..." ucap Kartika.
" Apanya yang cukup kak ?" ucap Arjuna lalu melihat ke arah depan.
" Bensinnya dek..." ucap Kartika sambil mengemudi.
" Ya mampir di pom bensin lah kak..." ucap Arjuna.
" Iya...Ini juga sambil cari Arjuna..." ucap Kartika.
Tak lama kemudian,Kartika melihat SPBU di seberang jalan,terpaksa ia memutar. Setelah Sampai,Arjuna melihat ke belakang lagi.
" Mobil Datsunnya warna apa kak?: ucap Arjuna.
" Silver dek.." ucap Nurmala.
" Itu kah kak?" ucap Arjuna sambil menunjuk.
Nurmala menoleh ke belakang.
" Bukan dek... Itu Honda Jazz..." ucap Nurmala.
" Aiisssh....Mumet aku kak" ucap Arjuna.
Nurmala lantas mencari gambar mobil Datsun yang seperti mobilnya Edi,kemudian menunjukkan ke Arjuna.
" aseperti ini mobilnya dek..." ucap Nurmala.
Arjuna memperhatikan layar,lalu melihat ke belakang.
" Kak...Dia tahu rumah kak Tika apa enggak?" ucap Arjuna.
" Enggak dek..." ucap Nurmala.
" Jangan pulang kesana kak,lebih baik kita ke rumah kak Nur saja.." ucap Arjuna.
" Heeemmm... Ayo..Sekalian biar kamu tahu rumah kak Nur.."
" Kak...Kita kerumah papah saja..." ucap Kartika.
Setelah mereka keluar dari SPBU,Edi yang menunggu di luar segera mengikuti.
Arjuna sesekali melihat ke belakang. Setiap ia melihat,selalu ada mobil yang sama,padahal sudah 40 menit.
" Kak...Itu mobil apa?" ucap Arjuna.
Nurmala menoleh ke belakang.
" Heemmm...Honda dek..Emangnya kenapa dek?" ucap Nurmala lalu menoleh ke Arjuna.
" Sudah hampir satu jam,mobil itu selalu di belakang kita kak..." ucap Arjuna.
" Masa seh..." ucap Nurmala.
Mobil berhenti,karena lampu merah.
" Iya kak.."
" Mobilnya selalu di belakang kita..." ucap Arjuna.
" Kak...Coba kita berputar - putar dulu.." ucap Nurmala.
" Iyaa..." ucap Kartika.
Kartika segera membelokkan mobilnya. Mobil Honda Brio terus mengikuti.
" Mobil itu mengikuti kita kak.." ucap Arjuna.
" Berarti dia mengikuti kita dek..." ucap Kartika.
" Berhenti pas di sawah kak...Biar ku kasih pelajaran..." ucap Arjuna.
" Jangan dek...Nanti kamu kenapa - kenapa..Kitq juga yang repot." ucap Nurmala.
" Aku gak akan kenapa - kenapa kak..."
" Buktinya aku bisa meringkus 3 pencuri..." ucap Arjuna.
" Tadi kenapa kamu pas di tendang gak mengelak dek?" ucap Nurmala.
" Mana sempat kak,jaraknya dekat gitu.Kakak percaya saja sama aku.." ucap Arjuna.
" Baiklah..Aku percaya.." ucap Nurmala.
" Pinjam kaca matanya dong kak.." ucap Arjuna.
" Buat apa?" ucap Nurmala.
" Boleh apa enggak..Kalau gak boleh ya sudah.." ucap Arjuna.
Nurmala mengambil kacamata yang ia taruh menggantung di kaosnya lalu memverikan ke Arjuna.
Arjuna memakai kacamata tersebut.
" Dengan begini,aku bisa menggunakan ilmu Harimauku.." ucap Arjuna dalam hati.
" Buat apa seh kacamata itu dek?" ucap Nurmala.
" Buat gaya lah kak,kan aku mau berantem,biar keren.." ucap Arjuna.
Kartika menepikan mobilnya di area persawahan.
Mobil Honda Brio juga ikut berhenti.
" Kak Nur nanti bicara sama dia,aku mau kempesin bannya. Nanti kakak rekam saat aku di pukul,yang kempesin ban mobilnya gak usah.." ucap Arjuna.
Arjuna keluar dari mobil,di susul Nurmala.
Edi yang melihat Nurmala keluar dari mobil,lantas ia keluar untuk menghampiri Nurmala.
Kartika keluar dari mobil.
" Kakak...Rekam ya." ucap Arjuna sambil memberikan ponselnya.
Nurmala membuka ponsel Arjuna. Karena ponsel Arjuna tidak memakai kode . Jadi mudah Nurmala untuk membuka.
" Sayang..Aku gak mau putus,aku bisa jelasin..." ucap Edi.
" Kita sudah putus,aku gak mau lagi denganmu." ucap Nurmala.
" Kamu gak usah ganggu dia lagi.." ucap Arjuna.
" Diam kamu bocah...Aku gak ada urusan denganmu.." ucap Edi.
" Bangkek..." ucap Arjuna lalu berjalan ke arah mobilnya Edi.
Sementara Edi berusaha membujuk Nurmala untuk menyakinkan bahwa wanita yang bersamanya itu bukan pacarnya.
Arjuna jongkok di belakang mobil tepat di samping ban lalu mengempesi ban tersebut. Setelah kempes ,arjuna kembali lagi.
" Aku gak mau.." ucap Nurmala.
" Plis sayang...Dia itu bukan pacarku.." ucap Edi.
" Jangan ganggu dia,kamu telah menyakiti Nurmala..." ucap Arjuna.
" Kamu siapa haah...? Kamu gak usah ikut campur,apa mau aku hajar lagi?" ucap Edi.
" Ciiih...Kalau selingkuh ya bilang selingkuh...Jangan jadi pembohong...Cewek mana suka di bohongi.." ucap Arjuna.
Edi mencengkram kerah baju Arjuna.
" Kamu itu masih bocah,ini urusan orang dewasa.." ucap Edi.
" Orang dewasa itu suka selingkuh ya..?: ucap Arjuna.
Seorang bapak - bapak naik sepeda motor legenda berhenti di dekat Arjuna.
" Ada apa ini?" ucap bapak itu.
" Dia selingkuh pak,di putusin gak terima..." ucap Kartika
Edi melepas cengkramannya.
" Dah..Kamu pergi sana...Jangan berbuat onar di sini..." ucap bapak itu.
" Iya pak..." ucap Arjuna dan Kartika,lalu masuk ke dalam mobil,Nurmala juga masuk ke dalam mobil .
Edi segera masuk ke dalam untuk mengejar Nurmala lagi.
Saat mobil Avanza yang di kemudikan Kartika berjalan,Edi menjalakan mobilnya.
Edi merasakan mobilnya agak berat berjalan,lalu ia menepikan kembali mobilnya. Setelah itu keluar untuk mengecek.
Saat melihat ban belakang kempes,Edi sangat kesal lalu memukul atap mobil.
Bhuugghhhj....
" Kurang ajar....." ucap Edi tak bisa mengikuti Nurmala pergi. Ia ingin tahu rumah kakaknya,sebab ia tahu Nurmala pergi kerumah kakaknya lewat pesan. Namun dirinya tidak tahi alamat rumah kakaknya Nurmala.
0.0.0
Di sisi Arjuna.
" Ternyata kamu pinter ya dek.." ucap Nurmala.
" Enggak kak..Aku cuman meniru di film - film aja.." ucap Arjuna.
" Kamu sering nonton Film ya dek?" ucap Nurmala.
" Gak setiap hari seh kak.." ucap Arjuna.
" Film bhokep juga sering?" ucap Nurmala.
" Enggak kak..." ucap Arjuna.
" Daah...Kamu jangan nonton film bhokepp Arjuna.."
" Nanti otakmu di cuci jika kamu sering nonton film itu.." ucap Kartika.
" Iya kak.." ucap Arjuna.
" Kak...Berhenti di toko..Aku mau beli minum.." ucap Nurmala.
" Okee...Habis itu kamu yang nyetir ya dek" ucap Kartika.
" Iya.." ucap Nurmala.
Kartika melihat mini market bertuliskan Alfa Mart,lalu membelokkan mobilnya.
" Kamu mau beli apa dek?" ucap Nurmala.
" Susu putih kak..." ucap Arjuna.
" Rokoknya gak sekalian?" ucap Nurmala.
" Aku gak merokok kak..." ucap Arjuna.
" Kamu Din?" ucap Nurmala.
" Sama kak..Susu juga,tapi yang strobery.." ucap Dini.
Nurmala keluar dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam mini market.
5 menit kemudian.
Kartika melihat seorang pria keluar dari mobil. Pria itu dulunya adalah suaminya,berjalan bersama seorang wanita yang sedang menggendong bayi.
Lantas Kartika teringat akan ucapan mantan suaminya itu,ia di katain bahwa dirinya mandul saat ketahuan selingkuh.
" Apakah aku beneran mandul..?" ucap Katika dalam hati.
Hingga akhirnya Nurmala keluar dari mini market dan masuk ke dalam mobil.
" Kak...Tadi aku lihat mas Adam di dalam pas aku ambil susu.." ucap Nurmala.
" Iya...Kakak juga lihat dek..." ucap Kartika.
" Gantian menyetir dek..." ucap Kartika.
Nurmala pindah ke kursi kemudi,lalu Kartika duduk di samping Arjuna.
" Juna..." ucap Kartika.
" Iya kak" ucap Arjuna.
" Seandainya kamu dewasa lalu menikah. Dan istrimu tidak kunjung hamil. Apa yang kamu lakukan?" ucap Kartika.
" Gak tahu kak...Jangankan mikirin hamil.."
" Mikirin cari kerjaan aja belum kak.." ucap Arjuna.
" Seandainya saja Arjuna sayang..." ucap Kartika.
" Gimana ya kak..Hemm..Kalau belum hamil.."
" Aku ingat ucapannya Rahman kak,dia bilang.."
" Manusia itu hanya melakukan 3 hal.."
" Pertama berusaha,kedua berdoa' dan ketiga itu apa ya.."
" Heeemm..."
" Oh iya...Tawakal kak.."
" Jika keinginan kita belum terwujud,ya kita terus berusaha,jangan lupa berdo'a kepada gusti pengeran.. Dan sabar." ucap Arjuna.
" Jika istrimu belum hamil hingga 2 tahun,apa yang kamu lakukan?" ucap Kartika.
" Ya buat terus lah kak..Sampek hamiil gitu." ucap Arjuna.
" Gak selingkuh?" ucap Kartika.
" Oalah kak...Kak.."
" Aku ini Jomblo..."
" Yang namanya selingkuh itu aku gak tahu kak.." ucap Arjuna.
" Selingkuh itu,kamu mencintai wanita lain tanpa sepengetahuan istrimu." ucap Kartika.
" Cinta...Cinta...Males ah kak..Jangan bahas itu.."
" Lha wong aku aja suka sama kakak aja gak di balas kok,ya udah aku nanti cari yang lain aja,semoga aku mendapatkan wanita yang kudambakan..." ucap Arjuna.
" Emang kamu sudah siap jika jadi suami? Nanti kamu kasih makan apa istrimu dek?" ucap Kartika.
" Ya nasi lah kak..." ucap Arjuna.
" Duitnya dari mana?" ucap Kartika.
" Ya kerja...Aku bisa jadi buruh tani,kuli bangunan, merampok,maling..." ucap Arjuna.
" Apaaaaaaa....Maling?" ucap Kartika.
" Iya...Kalau cari kerja susah ya maling aja kak..Nanti aku maling uang di bank..Kan di bank duitnya banyak kak.." ucap Arjuna.
" Dah...Kamu belajar yang rajin saja,agar cari kerjaan itu mudah..." ucap Kartika.
" Pengennya seh pacaran terus nikah kak..Biar aku gak di bilang homoo oleh kak Tika sama kak Nur" ucap Arjuna.
Kartika merangkul Arjuna.
" Kakak hanya bercanda..Gak usah di anggap serius ya..."
" Kakak percaya jika kamu itu normal.." ucap Kartika.
Mereka kemudian terdiam. Kartika kepikiran tentang ucapan Adam.
Arjuna teringat akan ucapan kanjeng ratu.
" Jika mbak Dini umurnya 2 bulan,terus aku di temukan masih bayi juga.."
" Berarti aku lahirnya tidak sama dengan mbak dini.."
" Kira - kira aku lahir di bulan apa ya.? Desember atau Januari..." ucap Arjuna dalam hati.
Kartika melihat ke arah Arjuna yang sedang melamun.
" Apakah aku harus buktikan jika aku ini tidak mandul" ucap Kartika dalam hati.
Setelah sampai di rumah Kartika. Mereka semua masuk ke dalam rumah.
Arjuna mengambil selimut dan bantal di kamar Dini,kemudian berbaring sofa panjang.
Kartika menghampiri Arjuna.
" Dek..." ucap Kartika.
" Iya.." ucap Arjuna.
" Ikut aku.." ucap Kartika.
Arjuna bangun dan mengikuti Kartika.
Kartika mengajak Arjuna ke kamarnya.
" Kamu tidur sama kakak saja...Gak usah tidur di luar.." ucap Kartika lalu mengunci pintu kamar.
" Kan gak hujan kak..." ucap Arjuna.
" Gakpapa..."
Kartika memegang tangan Arjuna hingga di tempat tidur.Lalu Kartika naik ke tempat tidur.
" Ayo tidur.." ucap Kartika.
Arjuna naik ke tempat tidur.
" Tumben aku di suruh tidur di sini..Ada apa ya..." ucap Arjuna dalam hati.
" Mungkin dia mau kamu sentuh...Jangan sia - siakan kesempatan ini..Gas langsung" suara pria.
" Asem...Kamu itu sebenarnya siapa seh? " ucap Arjuna dalam hati.
" Juna..." ucap kartika yang tidurnya miring menghadap Arjuna.
" Iya kak..." ucap Arjuna.
" Hadap sini..."
Arjuna memiringkan badannya memghadap Kartika.
" Kamu mau tolongin kakak?" ucap Kartika.
" Tolongin apa kak? " ucap Arjuna.
Kartikan memegang tangan Arjuna lalu di tempelkan di antara ke dua pangkal pahanya.
" Lakukan apa yang kamu lakukan ke Dini.." ucap Kartika.
" Tapi... ucap Arjuna ragu.
" Gakpapa sayang..."
" Aku menginginkan kamu melakukannya..."
Kartika melihat Arjuna sedang berpikir lantas melepas pakaiannya.
" Lakukan Arjuna sayang..." ucap Kartika.
Arjuna lantas bangun,lalu melepas pakaiannya.
1 jam lebih mereka bercinta,Arjuna menyemprotkan cairannya di dalam lubang. Nafas mereka ngos - ngossan.
" Kamu hebat sekali Juna.." ucap Kartika,ia mersa sangat puas sekali. Berkali - kali ia keluar. Sedangkan saat masih bersama Adam hanya 3 kali saja.
" Kakak juga hebat..." ucap Arjuna.
Mereka kemudian berpelukan dan tidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
dikoiku
ini baru benerrrrrrrr....sipppppppppppp
2024-12-29
0
Sruwal Mlorot
akhirnyaa juna ekse bu gurunya 🥺😁😃😍
2023-07-21
0
Jeremy Farizky
lanjutkan suhuuu aing.. makin seru
2023-07-21
0