Setelah rombongan Jefri pergi. Api melahap isi di dalam rumah. Asap membumbung tinggi. Kobaran api membesar.
Ada warga yang terjaga melihat ada api yang membakar sebuah rumah,lantas teriak " KEBAKARAN.....KEBAKARAN... KEBAKARAN... KEBAKARAN....".
Teriakan orang itu membuat warga sekitar terbangun dan keluar rumah. Salah satu warga menghubungi dinas pemadam kebakaran.
Selang beberapa menit kemudian,terdengar suara sirine mobil Damkar meraung - raung di tengah kesunyian malam.
Petugas datang ke lokasi,mereka segera mengeluarkan peralatan,lalu menyemprotkan api yang nampak membara.
Warga sekitar nampak berkerumun melihat musibah tersebut,ada yang merekam dengan ponselnya ada pula yang ikut memadamkan api.
Pihak kepolisian pun ikut datang menuju lokasi kejadian.
Tak sampai satu jam. Api yang melahap rumah tersebut berhasil di padamkan. Namun sayang,semuanya hangus terbakar.
Setelah apinya benar - benar padam,petugas memeriksa rumah tersebut. Di saat mereka memeriksa, mereka terkejut menemukan ada banyak mayat yang terbakar. Dan segera mengevakuasi mayat - mayat itu.
Para wartawan berdatangan untuk meliput kejadian itu. Ada yang merekam,ada yang bertanya ke warga sekitar,dan ada juga yang bertanya ke polisi mengenai kebakaran itu.
Polisi menjelaskan ada korban yang tewas dalam musibah tersebut. Jumlahnya pun rak main - main, Ada 8 orang yang tewas.
CCTV yang berada dalam rumah tersebut ikut terbakar.
Polisi pun segera menyelidiki kasus tersebut, karena merasa janggal dengan jasad yang mereka temukan. Lalu mereka memasang garis polisi,agar tak ada orang yang masuk ke dalam.
Di sisi lain.
Berita tentang penemuan bayi oleh Ki Suro membuat gempar desa Sukoharjo.
Warga berdatangan untuk melihat bayi tersebut,termasuk para saudara Dewi Arum.
Ada gemas,ada pula yang ingin mengadopsinya,namun Dewi Arum belum menyetujui,ia menunggu keputusan ayahnya.
***
Saat ini.
Pagi hari yang cerah menerangi Desa Sukoharjo. Para warga sibuk dengan kesibukannya masing - masing. Ada yang pergi ke sekolah ke desa tetangga,ada yang ke sawah,mencuci dan lain - lain.
Sementara di depan teras rumah Dewi Arum,nampak pria tua tertidur di ranjang bambu. Pria tua itu adalah Ki Suro.
Joko suami Dewi Arum membuka pintu,dirinya ingin pergi ke sawah. Saat menoleh,ia melihat ayah mertuanya tertidur di depan rumahnya,lalu ia kembali masuk untuk memberi tahu istrinya.
" Di depan ada bapak...Lagi tidur.." ucap Joko.
" Iya kang..." ucap Dewi Arum.
Setelah memberi tahu,Joko lantas pergi ke sawah. Sawahnya berjarak kurang lebih 300 meter dari tempat tinggalnya.
Seorang wanita yang usianya kepala lima mendekati Ki Suro.
" Kang....." ucap wanita itu.
Ki Suro membuka matanya,lalu bangkit.
Hooooaaaammm......
Ki Suro merenggangkan tubuhnya.Lalu memutar tubuhnya ke kanan dan ke kiri.
Kretek....Kretek....Kretek... Suara persendian tulang Ki Suro.
Ki Suro melihat wanita yang memanggilnya,ia sangat mengenali wanita itu.Ia adalah adjik kandungnya yang bernama Dewi Santika,panggilannya Tika.
" Kowe Tik...Ono opo?" ucap Ki Suro.
" Sampeyan wes melapor nang polisi?" ucap Dewi Santika.
" Belum..."
Dewi Santika duduk di samping Ki Suro.
" Aku ke desa sebelah menemui Wawan...Mencari informasi mengenai bayi itu.Tapi..."
" Aku gak menemukan ada yang membuang bayi.." ucap Ki Suro.
" Terus..Arjuno siapa yang merawatnya?" ucap Dewi Santika.
" Arjuno?? Sopo Arjuno kuwi dek?" ucap Ki Suro belum mengetahui bayi yang ia temukan telah di beri nama.
" Ya bayi yang sampeyan temukan itu masse..Aku kasih nama Arjuna.." ucap Dewi Santika.
" Owalaah...Ngono to..."
" Heemmm...."
Ki Suro nampak berpikir.
" Kita rawat saja...Aku merasakan anak itu memiliki ke istimewaan..." ucap Ki Suro.
" Keistimewaan? Istimewanya itu opo mas?" ucap Dewi Santika.
" Tangisannya sampai ke gubuk di puncak bukit tempat biasa aku menyendiri.." ucap Ki Suro.
" Tapi jika ada orang yang datang mengaku itu anaknya gimana?" ucap Dewi Santika.
" Ya aku harus memastikannya dulu.." ucap Ki Suro.
" Kang Darman ( Adik Ki Suro) katanya mau ke sini..." ucap Dewi Santika.
" Aku tak adus sek..." ucap ki Suro lalu berjalan kerumahnya yang tak jauh dari rumah Dewi Arum.
Sesampai Ki Suro di rumahnya,ia terlebih dahulu mencabut singkong di belakang rumahnya. Kemudian mandi.
3 jam kemudian.
Ki Suro duduk di kursi sambil memakan singkong rebus yang ia cabut tadi sambil memikirkan Arjuna. Dirinya yakin bahwa Arjuna bukan anak orang miskin jika di lihat dari kalung yang ia temukan.
Tak lama kemudian.
Seorang pria dewasa, berjalan kaki menuju rumah Ki Suro sambil menenteng bungkusan plastik.
" Kulon Nuwuun..." ucap pria itu.
Tok....Took....Tok....
Kriiieeeet.... Pintu terbuka.
Ki Suro membuka pintu dan melihat seseorang berdiri di depan pintu,ia mengenali pria tersebut.
" Darman....Ayoo masukk.." ucap Ki Suro.
Pria itu adalah Darmanto,adik dari Ki Suro.
Darman memeberikan bungkusan plastik ke kakaknya,masuk ke dalam rumah lalu duduk.
" Aku dengar dari Tika,mas menemukan sorang bayi.." ucap Darman.
" Iyoo...Sak iki di asuh Aruum..." ucap ki Suro.
***
Hari - hari berlalu.
Saat ini hari sabtu pasarannya Wage. Seperti biasa Dewi Arum mengurus 2 bayi,yang awalnya 1 bayi saja.
Malam harinya.
Arjuna terbangun,namun ia tak menangis,ia menggerak - gerakkan mulutnya seperti berbicara,sementara Dewi Arum memejamkan matanya.
Dh saat Arjuna merasakan lapar,ia pun menangis. Dewi Arum mendengar suara tangisan bayi menjadi terbangun,ia segera berpindah tempat. Sementara Joko suaminya tidur di lantai beralaskan tikar,berselimutkan kain sarung.
Dewi Arum tak melihat perubahan yang terjadi pada Arjuna.
Pagi harinya,seperti biasa Dewi Arum memandikan putrinya lebih dahulu,setelah itu Arjuna.
Di saat Dewi Arum memandikan Arjuna,ia tersentak kaget melihat bola mata hitam Arjuna bewarna Hijau.
Setelah selesai memandikan Arjuna ,Arjuna tertidur .Dewi Arum lantas bergegas ke rumah ayahnya sambil membawa putrinya.
Nampak Ki Suro sedang meracik bahan untuk nginang di teras rumah sambil duduk di kursi bambu.
" Pak...." ucap Dewi Arum sambil berjalan.
Ki Suro melihat ke arah Dewi Arum tang sedang berjalan.
Setelah Dewi Arum berjarak 5 meter.
" Ono opo Rum..?" ucap.Ki.Suro.
" Ayo ikut aku pak...Arjuna pak..." ucap Dewi Arum panik.
" Arjuna? Apa yang dengan Arjuna.." ucap Ki Suro.
" Motone aneh pak..." ucap Dewi Arum.
Ki Suro lantas berdiri lalu berjalan menuju rumah Dewi Arum.
Sesampai di rumah Dewi Arum,Ki Suro memeriksa Arjuna.
" Normal Rum..." ucap Ki Suro.
" Mosok seh..." ucap Dewi Arum.
Ki Suro lantas membuka mata Arjuna lagi.
Nampak mata Arjuna bewarna hijau.
" Eh....!!!?? Ki Suro terkejut.
Kemudian Ki Suro menggunakan mata bathinnya untuk memeriksa Arjuna,apakah Arjuna disusupi makhluk halus.
Saat Ki Suro melihat dengan mata bathinnya,ia tak melihat makhluk halus yang merasuki Arjuna.
" Aneh...Kenapa dia memiliki mata itu..."
" Jangan...Jangan...." ucap Ki Suro dalam hati.
Ki Suro lantas menoleh ke Dewi Arum.
" Jaga Arjuna,jangan beritahu ke siapapun tentang mata Arjuna...Bapak pulang dulu sebentar.." ucap Ki Suro.
" Injih pak..." ucap Dewi Arum.
Ki Suro lantas keluar kamar,lalu pergi kerumahnya.
Sesampai di rumah,Ki Suro memetik bunga Melati,Kantil dan Mawar. Setelah itu masuk ke dalam rumah.
Ki Suro masuk ke dalam kamar khususnya,ia membakar batu arang,setelah itu membakar menyan.
Ruangan kamar tersebut berarima menyan.
Nampak bibir Ki Suro komat kamit membaca sesuatu.
" Kanjeng ratu...Hamba ada kabar penting kanjeng ratu..."
" Kanjeng ratu... Tolong datanglah kemari..." ucap Ki Suro.
Bsrulang kali Ki Suro mengucapkan ucapan tersebut.
Tak lama kemudian,aroma menyan di kamar tersebut di gantikan oleh wangi bunga melati dan Kantil.
Muncul 5 orang wanita cantik. Salah satunya memakai mahkota di kepalanya. Sementara 4 wanita yang lain tidak memakai mahkota.
" Ada apa kamu memanggilku?" ucap sang Ratu.
Ki Suro yang mendengar suara tersebut lantas mengatupkan ke dua telapak tangannya.
" Ampun kanjeng ratu...Hamba ada berita yang sangat penting.." ucap Ki Suro tak berani menatap sang ratu.
" Berita apa yang mau kamu sampaikan?" ucap sang Ratu.
" Hamba menemukan seorang bayi laki - laki,lalu di rawat oleh anak hamba.."
" Hari ini hamba melihat mata anak itu bewarna hijau kanjeng ratu.." ucap Ki Suro.
" Mata hijau...? Di mana anak itu sekarang..?" ucap sang ratu.
" Ada di rumah Dewi Arum kanjeng ratu...Apakah anak itu titisannya kanjeng ratu?" ucap Ki Suro.
" Aku belum bisa memastikan jika belum aku melihatnya secara langsung..Bawa aku kesana sekarang.." ucap sang Ratu.
" Baik kanjeng ratu.." ucap Ki Suro.
Ki Suro lantas pergi menuju rumah Dewi Arum.
Sesampai di rumah Dewi Arum.
Ki Suro melihat Dewi Arum sedang menyapu sambil menggendong anaknya,sementara Arjuna tetap berada di dalam kamar.
" Bapak mau mengobati Arjuna,jangan ada yang boleh masuk.." ucap Ki Suro beralasan.
" Injih pak..." ucap Dewi Arum.
Ki Suro masuk ke dalam kamar Dewi Arum.
Muncul 5 orang wanita.
Sang ratu mendekati Arjuna yang sedang tertidur,lalu ia memeriksa mata Arjuna.
Sang Ratu terkejut saat melihat mata Arjuna. Ia pun menggerakkan ke dua tangannya.
Muncul batu kristal warna hijau berukuran jari jempol orang dewasa. Kemudian batu itu masuk ke dalam tubuh Arjuna.
Ki Suro tak melihat kejadian itu saat sang Ratu memasukkan batu Kristal.
" Jaga dan lindungi Arjuna.." ucap sang Ratu.
" Baik kanjeng ratu.Hamba akan menjaga dan merawatnya" ucap Ki Suro.
Sang ratu dan anak buahnya menghilang dari kamar Dewi Arum. Aroma wangi bunga yang semula tercium,kini tidak ada lagi.
Ki Suro lantas mendongakkan kepalanya lalu memeriksa Arjuna.
Saat Ki Suro memeriksa mata Arjuna,ia tak lagi melihat warna mata Arjuna tidak berubah seperti tadi.
***
Seminggu telah berlalu.
Nampak mobil sedan warna hitam berhenti di depan pagar yang terpasang garis polisi.
Pintu mobil terbuka,seorang pria memakai jas warna hitam,kaca mata hitam keluar dari mobil,lalu melihat ke arah pagar rumah yang terpasang garis polisi sambil menutup pintu mobil.
Pria berjas itu terkejut melihat kondisi rumah itu telah hancur karena di lahap si jago merah. Kemudian ia merogoh kantong celananya untuk mengambil ponsel.
Pria berjas menekan tombol ponsel,lalu meletakkan di telinganya.
" Ya haloo pak..Saya sudah tiba di lokasi..."
" Maaf pak...Rumahnya seperti habis kebakaran..."
" Belum pak..."
" Baik pak....Saya akan tanya ke warga sekitar..." ucap pria berjas tersebut lalu mengantongi ponselnya.
Pria berjas itu lantas menemui warga sekitar rumah tersebut untuk mencari informasi terkait rumah yang terbakar itu. Setelah mendapat informasi,pria berjas itu menelpon kembali.
" Haloo pak..."
" Semua penghuni rumah itu telah tewas pak...Tidak ada yang selamat.."
" Benar sekali pak.."
" Kata tetangganya, keluarga pak Lie Xing Chou kerampokan,mereka di bunuh dan rumahnya di bakar.."
" Baik pak...Saya akan ke kantor polisi.." ucap pria berjas mengakhiri percakapan..Kemudian masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 188 Episodes
Comments
anggita
like👍☝iklan.
2025-01-10
0
Abay Darman
masa sih genre jawa jdi china min le xing chou
2024-10-06
0
amid
ngopi aja dulu sambil nunggu update
2023-07-10
1