Bab 17. Kebohongan Novita

Novita tampak gusar di kamarnya, dia ragu untuk mengatakan yang sebenarnya pada Wildan. Yang dia takutkan hanyalah, ketika Wildan mengetahui ada masalah dengan rahimnya, justru membuat pria yang bergelar suaminya itu semakin memantabkan tekad untuk kembali pada Hanna.

"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Novita sambil memandangi hasil pemeriksaan tadi.

Suara pintu terbuka membuat Novita langsung menyembunyikan hasil pemeriksaan tadi di bawah bantal. Ternyata Wildan yang baru selesai mandi dan hendak mengambil baju ganti.

"M-Mas, mau makan malam pakai apa nanti?"

"Terserah kamu. Yang penting ada makanan untuk dimakan," jawab Wildan seraya mengenakan kaos.

Novita hendak mengatakan sesuatu, tetapi suaranya tercekat di tenggorokan. Namun, tanpa diduga justru Wildan yang memulai pembicaraan.

"Nov, sudah hampir 4 bulan kita menikah. Apa kamu belum ada tanda-tanda hamil?"

Jantung Novita rasanya berhenti berdetak, wajahnya nampak pucat pasi dan tangan yang saling bertautan karena gusar.

"Em, i-itu, Mas." Novita tak bisa melanjutkan ucapannya, sedangkan Wildan mengerutkan keningnya melihat gelagat aneh sang istri.

"Kamu kenapa gugup gitu?"

"Hah? E-enggak, kok. Itu tadi aku ke rumah sakit buat periksa ke dokter kandungan, dokter bilang nggak ada masalah dengan rahimku. Tadi juga dikasih obat penyubur kandungan buat diminum setiap hari."

Novita terpaksa berbohong karena belum siap menerima kenyataan dengan reaksi sang suami nantinya.

"Aku harap nggak akan lama, Nov. Aku ingin kamu secepatnya hamil sebelum pernikahan kita memasuki usia 1 tahun. Siapa tahu dengan kehamilanmu nanti, mama dan papa mau menerima kita kembali ke rumah karena kita bisa memberikan mereka penerus keluarga," ungkap Wildan.

Novita hanya menelan ludah dengan susah payah, dia tak tahu harus berbuat apa.

"Ya Tuhan, bagaimana ini? Bagaimana kalau Mas Wildan akan menagih ucapannya nanti?" batin Novita.

"Satu lagi, Nov. Kalau dalam waktu itu kamu benar-benar tak kunjung hamil, aku akan memutuskan rujuk dengan Hanna. Karena hanya dengan cara itu, aku bisa kembali mendapatkan fasilitasku," sambung Wildan.

"T-tapi, Mas. Kamu nggak bisa gitu, dong. Apa kamu nggak mikirin perasaanku kalau sampai kamu rujuk dengan Mbak Hanna?"

"Keputusanku sudah bulat, Nov, dan aku tidak menerima penolakan. Kalau memang kamu keberatan, lebih baik kamu mundur saja," ucap Wildan tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

"Kamu keterlaluan, Mas. Bisa-bisanya kamu berpikiran akan kembali rujuk dengan Mbak Hanna saat aku tak kunjung hamil. Harusnya kamu dukung aku biar secepatnya hamil, bukan malah menghancurkan harapan kita begitu saja," sentak Novita.

"Terserah kamu mau anggap apa, keputusanku tetaplah sama," tegas Wildan lalu pergi meninggalkan Novita yang tergugu di kamar.

"Sampai kapan pun aku nggak akan rela kamu kembali pada Mbak Hanna, Mas. Apa pun akan aku lakukan untuk menggagalkan rencanamu itu," gumam Novita dengan napas yang memburu.

**

Di lain tempat, Hanna masih memikirkan tentang kiriman buket dan juga makanan tadi. Dia sangat penasaran dengan orang yang mengiriminya paket. Dia menduga orang itu pasti sudah mengenalnya dengan baik sebab makanan yang dia terima adalah makanan kesukaannya.

"Astaga, aku bisa gila karena penasaran,"gumam Hanna.

Dia mengambil buket bunga tadi dan kembali melihatnya dengan teliti berharap menemukan petunjuk, tetapi nihil. Dia tak menemukan apa pun yang bisa menjawab rasa penasarannya.

Bosan dengan rasa penasarannya yang kian membuncah, Hanna memutuskan ke dapur untuk membuat makan malam dan segelas susu hangat. Membuka lemari pendingin, mengambil dua buah sosis dan sebutir telur, Hanna ingin membuat nasi goreng untuk makan malam karena kebetulan cuaca malam ini agak dingin.

Setelah sepuluh menit berkutat di dapur, Hanna langsung menikmati hasil masakannya sambil menonton drama kesukaannya. Meski dia hanya seorang diri, tetapi tak ada rasa kesepian yang dia rasakan.

Hanna benar-benar sudah bangkit dari kehidupan lamanya, dia kini begitu menikmati kehidupannya yang sekarang. Hidup seorang diri tanpa ada lagi masalah yang membebani hati. Ada kalanya dia menginginkan kehadiran seorang anak yang bisa menjadi pelipur lara.

"Mungkin memang inilah jawaban dari Tuhan, kenapa sampai dua tahun aku tak kunjung hamil. Tuhan ingin menunjukkan jika sosok pendamping hidupku bukanlah yang terbaik," batin Hanna, sambil menatap layar televisi yang memerlihatkan sepasang orang tua yang hidup bahagia setelah kehadiran seorang buah hati di keluarga kecil mereka.

Terpopuler

Comments

DN

DN

Mungkin si pengirim adalah Wildan

2025-02-06

0

Koni Dwi N

Koni Dwi N

penggemar rahasia

2024-09-04

2

Soraya

Soraya

knp Hanna gak nyari Art aja biar drumah ada temen nya

2024-07-04

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kenyataan Pahit
2 Bab 2. Tak Lagi Sama
3 Bab 3. Ardiansyah Mahendra
4 Bab 4. Kepulangan Adnan
5 Bab 5. Kepulangan Adnan (part 2)
6 Bab 6. Amarah Hanna
7 Bab 7. Wildan Yang Malang
8 Bab 8. Siapa Lelaki Itu?
9 Bab 9. Hari Pertama Bekerja
10 Bab 10. Bertemu Novita
11 Bab 11. Perdebatan Adnan dan Wildan
12 Bab 12. Suasana Yang Berbeda
13 Bab 13. Ipar Menyebalkan
14 Bab 14. ( Tanpa Judul )
15 Bab 15. Akhir Cerita Hanna dan Wildan
16 Bab 16. Lembaran Baru
17 Bab 17. Kebohongan Novita
18 Bab 18. Pengaggum Rahasia
19 Bab 19. Kiriman Paket Lagi
20 Bab 20. Senjata Makan Tuan
21 Bab 21. Gegana
22 Bab 22. Orang Tak Dikenal
23 Bab 23. Terjebak Perjanjian
24 Bab 24. Rencana Licik Novita
25 Bab 25. PMS
26 Bab 26. Wildan vs Frans
27 Bab 27. Welcome Baby Sean
28 Bab 28. Siapa Ibunya?
29 Bab 29. Hukum Tabur Tuai
30 Bab 30. Kejujuran yang Menyakitkan
31 Bab 31. Keikhlasan Hati
32 Bab 32. Permintaan Novita
33 Bab 33. Keputusan Papa Riswan
34 Bab 34. Adakah Harapan?
35 Bab 35. Memaafkan, Tidak untuk Melupakan
36 Bab 36. Kejadian Tak Terduga
37 Bab 37. Marry Me?
38 Bab 38. Hanya Milikku
39 Bab 39. Curcol
40 Bab 40. Menggapai Restu Atika
41 Bab 41. Canggung
42 Bab 42. Meminta Restu
43 Bab 43. Cemburu?
44 Bab 44. Cemburu? Part 2
45 Bab 45. Kekhawatiran Hanna
46 Bab 46. Perhatian Dari Hanna
47 Bab 47. Kabar Duka
48 Bab 48. Kabar Duka part 2
49 Bab 49. Rahasia Yang Terungkap
50 Bab 50. Pertemuan Yang Tak Disengaja
51 Bab 51. Hari Yang Dinanti
52 Bab 52. Lamaran
53 Bab 53. Undangan Pernikahan
54 Bab 54. Sah
55 Bab 55. Honeymoon
56 Bab 56. Honeymoon 2
57 Bab 57. Perubahan Sikap Hanna
58 Bab 58. Harapan Yang Terwujud
59 Bab 59. Kado Terindah
60 Bab 60. Kado Terindah part 2
61 Bab 61. Siaga
62 Bab 62. Ending
63 Pengumuman Karya Baru
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Bab 1. Kenyataan Pahit
2
Bab 2. Tak Lagi Sama
3
Bab 3. Ardiansyah Mahendra
4
Bab 4. Kepulangan Adnan
5
Bab 5. Kepulangan Adnan (part 2)
6
Bab 6. Amarah Hanna
7
Bab 7. Wildan Yang Malang
8
Bab 8. Siapa Lelaki Itu?
9
Bab 9. Hari Pertama Bekerja
10
Bab 10. Bertemu Novita
11
Bab 11. Perdebatan Adnan dan Wildan
12
Bab 12. Suasana Yang Berbeda
13
Bab 13. Ipar Menyebalkan
14
Bab 14. ( Tanpa Judul )
15
Bab 15. Akhir Cerita Hanna dan Wildan
16
Bab 16. Lembaran Baru
17
Bab 17. Kebohongan Novita
18
Bab 18. Pengaggum Rahasia
19
Bab 19. Kiriman Paket Lagi
20
Bab 20. Senjata Makan Tuan
21
Bab 21. Gegana
22
Bab 22. Orang Tak Dikenal
23
Bab 23. Terjebak Perjanjian
24
Bab 24. Rencana Licik Novita
25
Bab 25. PMS
26
Bab 26. Wildan vs Frans
27
Bab 27. Welcome Baby Sean
28
Bab 28. Siapa Ibunya?
29
Bab 29. Hukum Tabur Tuai
30
Bab 30. Kejujuran yang Menyakitkan
31
Bab 31. Keikhlasan Hati
32
Bab 32. Permintaan Novita
33
Bab 33. Keputusan Papa Riswan
34
Bab 34. Adakah Harapan?
35
Bab 35. Memaafkan, Tidak untuk Melupakan
36
Bab 36. Kejadian Tak Terduga
37
Bab 37. Marry Me?
38
Bab 38. Hanya Milikku
39
Bab 39. Curcol
40
Bab 40. Menggapai Restu Atika
41
Bab 41. Canggung
42
Bab 42. Meminta Restu
43
Bab 43. Cemburu?
44
Bab 44. Cemburu? Part 2
45
Bab 45. Kekhawatiran Hanna
46
Bab 46. Perhatian Dari Hanna
47
Bab 47. Kabar Duka
48
Bab 48. Kabar Duka part 2
49
Bab 49. Rahasia Yang Terungkap
50
Bab 50. Pertemuan Yang Tak Disengaja
51
Bab 51. Hari Yang Dinanti
52
Bab 52. Lamaran
53
Bab 53. Undangan Pernikahan
54
Bab 54. Sah
55
Bab 55. Honeymoon
56
Bab 56. Honeymoon 2
57
Bab 57. Perubahan Sikap Hanna
58
Bab 58. Harapan Yang Terwujud
59
Bab 59. Kado Terindah
60
Bab 60. Kado Terindah part 2
61
Bab 61. Siaga
62
Bab 62. Ending
63
Pengumuman Karya Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!