Tempat Persembunyian Si Buronan Hancur

Di pabrik terbengkalai itu belasan polisi dan robot polisi masih sibuk menyelidiki. Mereka tidak tahu, tepat di bawah kaki mereka, ada tempat rahasia; ruang bawah tanah. Dan di ruang bawah tanah itu, sudah diaktifkan semacam bom. Kalian lihatlah, di monitor raksasa yang menempel di ruang bawah tanah itu ada hitung mundur. Sekarang bom itu akan meledakkan ruangan dalam waktu kurang dari dua menit.

Salah satu polisi mengecek kamar kecil kumuh, di sana terdapat toilet duduk. Tapi ia sedikit menaruh curiga pada toilet itu, mana mungkin toilet itu tampak cukup bersih, putih, sedangkan pabrik itu sudah sangat lama sekali tak terurus.

polisi itu hendak mengecek apakah toilet itu masih berfungsi atau tidak, maka ia menekan tombol di atas toilet itu, namun di luar dugaan, yang terjadi, toilet itu bergeser tiga meter ke samping, dan lantai di bawah toilet itu mengeluarkan suara halus, lantai itu juga bergeser, lalu tampak permukaan di bawah lantai tadi yang langsung menyembul keluar sampai setinggi dua meter. Itu semacam lift dengan luas 1,7 meter persegi.ternyata, bagian yang menyembul tadi adalah bagian atas lift.

Melihat itu, polisi itu langsung memanggil polisi yang lain, " Semuanya, ada lift di sini, kemarilah!"

"Benarkah?" "Kalau begitu, bagus!" "Mari kita cek!" "Ya, siapa tahu ada petunjuk!" timpal polisi-polisi itu bersahutan. Mereka langsung berlari menuju toilet itu, karena sempit, sebagian polisi tetap di luar.

"silakan masukan kata sandinya," Suara itu berasal dari lift. Lebih tepatnya,dari benda berbentuk mouse yang tertempel di samping lift.

"Ah, apa? Kata sandi?" Tanya salah satu polisi.

Sementara itu, di monitor raksasa di ruang bawah tanah itu, menunjukkan hitung mundur, 01.09.

"Jagung, kata salah satu polisi berbadan gendut, menyebutkan kata sandi.

Benda berbentuk mouse itu berkedip-kedip merah. "Kata sandi salah, silakan coba lagi."

Polisi gendut itu tak menyerah. "Singkong!"

Benda berbentuk mouse itu berkedip-kedip merah lagi, lalu mengulangi kalimat sebelumnya.

"Sagu, ubi, nasi, daging ayam, sapi, kambing, telur ayam, ikan, kangkung, bayam, wortel, selada, kubis, buncis, kol, apel, mangga, jeruk, salak, durian, anggur, pisang," polisi itu terengah-engah sebelum menyebutkan kata sandi terakhir. "Susu!" Terengah-engah lagi.

Benda berbentuk mouse itu beberapa kali berkedip-kedip merah, semua kata sandi 'empat sehat lima sempurna' itu tidak ada yang benar.

"Anda sudah 25 kali salah menyebutkan kata sandi., silakan coba lagi. Jika gagal sampai 30 kali, kemungkinan anda penyusup, saya akan memusnahkan anda." Benda berbentuk mouse itu mengancam sopan. Entah bagaimana ia akan 'memusnahkan', mungkin lebih tepatnya, ia akan mengaktifkan sistem pertahanan.

"Sementara itu hitung mundur menunjukkan 01.00 menit.

Beberapa polisi di sana merasa bahwa ia 'sedang lapar berat'.

Polisi gendut itu tampak berpikir, ia hendak menyebutkan kata sandi lagi, tetapi tertahan.

"Sudah, sudah, lebih baik pikirkan dahulu," kata salah satu polisi.

Polisi-polisi di sana tampak berpikir keras.

"Kata sandi, kata sandi, hmmm..." gumam polisi tadi.

Polisi gendut tampak memakan burgernya, entah dari mana burger itu. Sambil berpikir, ia memerhatikan burgernya yang sisa setengah. Lalu sepertinya ia tahu kata sandinya.

"Aku tahu, aku tahu!" kata polisi gendut dengan mulut penuh remah. Ia menelan makanannya, mengelap mulutnya yang kotor dengan punggung tangan, lantas berkata, "Kata sandinya adalah..."

"Salah satu polisi menutup mulut polisi gendut. "Jangan asal jawab!"

Benda berbentuk mouse itu berkedip-kedip hijau. "Anda telah berhasil menyebutkan kata sandinya, silakan masuk." Pintu lift itu perlahan terbuka.

Polisi gendut dan polisi yang menutup mulutnya, serta polisi-polisi yang lain, baik yang di dalam maupun di luar toilet terkejut. Ternyata kata sandinya adalah 'jangan asal jawab', mereka berhasil menebak kata sandinya walau secara tak sengaja.

"Oh kukira kata sandinya hamburger," celetuk polisi gendut itu.

Semua polisi menatapnya masam. Dasar, pikirannya makan terus.

Waktu bom di bawah sana 00.43 detik.

"Baiklah, masuk dua orang terlebih dahulu dan periksa apakah ada hal yang tak beres di sana!" Titah ßalah satu polisi.

Dua orang polisi tanpa diperintah lagi keduanya masuk ke dalam lift. Lantas pintu lift itu tertutup.

Polisi-polisi itu memerhatikan lift yang perlahan turun.

hitung mundur di monitor itu 00.37 detik lagi. Kedua polisi yang berada di lift tidak tahu bom itu akan segera meledak.

Lift itu turun sampai 10 meter dan berhenti. Lift itu terbuka, kedua polisi keluar.

Kedua polisi itu langsung bisa melihat ruangan itu; belasan robot dan baju robot itu masih ada di sana, senapan-senapan laser masih terpampang rapi di dinding putih itu. Tapi, yang paling mencolok adalah layar monitor raksasa itu, hitung mundur 00.27 detik lagi.

"Astaga! Sepertinya itu..." polisi itu tak melanjutkan kalimatnya.

"Tidak ada waktu, cepat!" Kata polisi yang lain.

"Bagaimana keadaan di bawah sana?" Tanya polisi yang berada di permukaan dengan alat komunikasi di telinganya.

"Buruk, Kapten. Sepertinya, si buronan sudah lama kabur, dan tempat ini akan segera diledakkan kurang dari dua puluh detik," terang polisi itu. Ia terus berlari menuju lift, juga polisi yang satunya.

Tersisa 12 detik lagi.

"Jangan asal jawab!" Kedua polisi itu tanpa berjanjian serempak menyebutkan kata sandi.

9 detik lagi.

Benda berbentuk mouse itu berkedip-kedip hijau, lantas berkata, "Anda telah berhasil menyebutkan kata sandinya, silakan masuk." Pintu lift baru terbuka.

Kalimat mouse itu menyita waktu. Kedua polisi itu sepertinya tak sempat untuk menyelamatkan diri.

Kedua polisi itu bisa mendengar suara 'bip' yang semakin cepat. 3, 2, 1. Boom! Bom itu meledakkan ruangan ruangan itu hancur luluh lantak. Menyisakan puing-puing.

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya polisi itu pada polisi yang satunya. Kalian bisa lihat, polisi itu dilindungi perisai plasma setengah lingkaran, berbentuk sarang lebah, berwarna biru.

"Ya, nyaris saja," jawab polisi lainnya. Ia juga dilindungi perisai plasma.

kedua polisi itu berhasil selamat. Ternyata, di detik-detik terakhir, kedua polisi itu melemparkan benda berbentuk bulat ke udara, benda itu langsung terbang tepat di atas kepala keduanya dan membentuk perisai plasma setengah lingkaran dari atas sampai permukaan lantai.

Kedua polisi itu sejenak memerhatikan sekeliling. Tempat itu sudah hancur.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!