“aku lungo dise dewi, salam ge mbak yu mu ya..” kata laras.
“eh, enggeh mbak” sahut warti namun ia buru buru mengambil sebuah benda kecil sekali yang warti selipkan di selendangnya lalu ia menjatuhkan sendok dengan sengaja, saat ia mengambilnya saat itu pula ia melemparkan benda kecil itu ke kebaya yang di pakai laras “semoga menempel” kata hari warti lalu ia kembali duduk dengan tenang setelah mengambil sendoknya “aku harus menemui SP” setelah selesai melahap makanan yang ternyata sangat lezat itu warti langsung pergi ke sebuah taman yang ada di depan istana karena di situlah SP bersembunyi.
“anda lama sekali nona, saya sampai jamuran..” kata SP saat melihat tuannya itu menghampirinya yang sedang duduk santai di bawah pohon pinus yang besar “sorry tadi aku ketemu sama cewek cantik banget namanya laras, terus saat cicipin makanannya kok enak jadi habiskan dulu deh hehehe” jelas warti yang membuat SP mengerti “anda memang tukang makan..” guma SP beruntung warti tidak terlalu jelas mendengarnya “kau bilang apa tadi?” SP langsung terperanjat mendengar pertanyaan itu “eh aku hanya ingin berkata kalo gadis bernama laras itu adalah temannya dewi langgas tisa kakak dari dewi aryanu jadi wajar dia menyapa anda tadi” jawab SP yang membuat warti manggut manggut.
“tapi dia tadi di panggil sama prabu, jadi aku pasangkan alat pelacaknya ke dia” kata warti yang membuat SP menatapnya “aku kan suruhnya pasangkan kepatih nya nona” sahut SP tampak panic yang membuat warti terperanjat “ah iya lupa, habis patihnya nempel terus sama cewek cewek jadi aku males terus malah kepincut sama makanannya” jelas warti tentang kondisinya ia di dalam istana tadi yang membuat SP menggelengkan kepala merasa lelah.
“sang patih itu yang tahu dimana kamar prabu..” kata SP.
“tapi bisa jadi laras bersama prabu karena prabu tadi memanggilnya” sahut warti.
“bisa jadi, aku lihat dulu sekarang posisi dia ada dimana?” setelah mengatakan itu SP langsung berkerja sehingga terlihat di hadapan mereka laras sedang di dalam kamar bersama prabu “mereka mau ngapain?” Tanya warti kepo “udah pasti memuaskan hasrat prabu” mata warti langsung membelalak mendengar jawaban dari pertanyaannya lalu warti langsung berdiri yang membuat SP terkejut “carikan aku lokasi dimana kamar itu?” pinta warti yang membuat SP segera melaksanakannya “ikuti saja drone itu nona” pinta SP saat ia membuat drone kecil yang membuat warti berlari mengikutinya bersama SP yang berdiri di bahunya.
“kita gak mungkin masuk lagi, bisa buatkan aku seluncur?” Tanya warti saat ia akan keluar dari taman itu sehingga dari bawa tiba tiba ada sebuah seluncur yang terbang yang membuat warti tersenyum senang “pyaar..” SP tentu terkejut mendengar suara itu saat warti tanpa aba aba ia main melompat begitu saja ke jendela “sopo kowe!” teriak prabu yang membuat warti tersenyum lalu membuka tundung jubbah nya “kowe..” prabu langsung berdiri padahal ia sudah siap di layani “aku gak akan biarkan kau bahagia, dasar pencuri” guma warti lalu ia menarik katana nya dari sarungnya.
Sedang prabu langsung memegang keris ajian sakti “nona hati hati keris itu sangat kuat dan sifatnya penghancur” kata SP sedang laras bingung, ia takut namun juga kuatir kepada warti “wus..” SP mau pun prabu tampak terkejut saat warti melemparkan katananya itu kearah prabu sehingga prabu menangkisnya dengan keris “buaakk..” baik SP maupun laras tampak tercengang saat warti berhasil meninju wajah prabu dengan keras.
“tring..” saat warti kembali memanggil katanannya ia hendak membabat sang prabu namun prabu langsung menangkisnya dengan kerisnya “kowe wani tenan, bocah keparat!” warti langsung melangkah mundur menjauhi tubuh prabu “dia sangat kuat” kata warti saat SP sudah berdiri di bahunya “prabu nyuwon ampuni de e..” tiba tiba laras langsung bersimpuh di hadapan sang prabu yang tampak murka itu “minggir kuwe!” setelah mengatakan itu sang prabu langsung menendangnya hingga tubuh kurus laras terpental jauh membentur jendela “Aaa..” laras menjerit saat ia melayang bebas di udara “ah sial” teriak warti kesal lalu tanpa berpikir panjang ia langsung berlari melompat ke jendela itu.
“dapat” warti langsung memeluk tubuh laras dengan tangan kirinya sedang tangan kanannya langsung menancapkan katanannya itu ke tembok sehingga ia bergelantungan di atas pegangan katana nya “embak sampeyan lungo o, aku ape mateni si prabu” setelah mengatakan itu SP buru buru menyuruh seluncurnya turun supaya laras bisa naik “bawa gadis itu pergi ketempat yang aman” pinta SP yang membuat seluncurnya terbang bebas menjauhi istana yang sekarang tampak kacau itu “sekarang apa nona?” Tanya SP yang membuat warti tersenyum “membunuh sang prabu sialan lah” setelah mengatakan itu warti langsung mencabut katananya itu lalu ia naik keatas lagi dengan memanjat tembok.
“bruaak” namun saat warti hendak memanjat tiba tiba ia di terjang oleh sang prabu yang tiba tiba sudah melayang dari atas “ah sialan..” gerutu warti, ia kini melayang bebas di udara dengan kedua tangannya menahan keris prabu yang hamper menyayat lehernya “hahaha bocah tengil kowe bakal mati” kata sang prabu saat leher warti mulai tersayat kerisnya sehingga darah segar mulai mengalir deras dari dalam kulitnya yang terluka “gak semudah itu bangsat!” umpat warti lalu ia mulai mengeluarkan kekuatan katananya itu sehingga ia mampu membalikan keadaan “hiaa..” katana itu tiba tiba mengeluarkan asap hitam yang pekat saat warti berteriak membuat pandangan mata sang prabu menjadi kabur.
“jleb” saat itu pula warti berhasil membalikan tubuhnya menjadi diatas lalu menikam tepat di tengah dada sang prabu sehingga warti selamat karena ia menjadikan tubuh sang prabu sebagai matras untuknya mendarat “huh huh huh” napas warti mulai berat saat ia merasakan tubuhnya begitu lelah dan rasa sakit perih ini menjulur ke seluruh tubuhnya karena darah di lehernya yang terluka masih mengalir deras.
“ah kerisnya..” warti tersenyum senang saat melihat keris ajian sakti itu tergletak di tanah lalu warti mengambilnya “iku dek ne..” warti terperanjat saat mendengar suara teriakan prajurit itu sehingga warti mencoba berdiri “kowe wong nek ra gelem mati koyo raja mu iki, ojo melawan ku” bentak warti, di tangan kirinya memengang keris sedang tangannya memegang katana “serbu..” teriak mereka tidak takut dengan ancaman warti sehingga warti pun tersenyum lalu ia mengigit kering ajian sakti itu dan kini kedua tangannya memegang katana yang di angkat sampai keatas kepalanya.
“wus..” mereka semua langsung terkejut saat angin mulai memutari tubuh warti lalu tiba tiba sebuah asap hitam muncul dari dalam katana nya “bunuh mereka semua” kata hati warti ia percaya kepada katana nya ini lalu warti mengayunkan katananya itu kedepan sehingga asap hitam itu beterbangan sangat cepat kearah para prajurit “buk..” saat itu pula tubuh warti langsung jatuh beruntung SP langsung membuatkan seluncur sehingga tuannya itu tidak terlalu keras membentur karpetnya sedang para prajurit langsung tampak panik brutal saat mereka kehilangan indra penglihatannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments