Ponsel ajaib 2

Perlahan warti membuka kedua matanya saat sayup sayup terdengar lantunan suara azan menggema di telinga nya “udah azan, hah.. sakit semua badan ku” kata warti lalu meregangkan tubuhnya yang terasa kaku dan linu karena ia tidur hanya beralaskan ambal dan sajadah. Setelah selesai mengumpulkan nyawa warti langsung bergegas untuk mandi dan sekaligus berwudhu.

“untung kamar mandinya bersih” warti senang karena ia bisa membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian dengan nyaman lalu ia pun ikut melaksanakan solat berjama ah “ya allah, aku mohon tolong lindungi aku di kota ini. Dan bantulah supaya aku bisa cepat dapat kerja biar gak tinggal di masjid lagi dan biar bisa meringankan beban kedua orang tua ku. Aamiin” ya itulah doa yang warti panjatkan kepada tuhannya penuh pengharapan juga rasa berserah diri lalu warti segera melipat mukenanya dan ia pun keluar dari masjid.

“adek kamu semalam tidur di masjid?” Tanya seorang pria tua yang tiba tiba menghampiri warti “eh iya pak, karena saya belum punya tempat tinggal jadi nginep di sini. Tapi gak apa apa kan pak?” jawab warti jujur “oh begitu, iya gak apa apa. Emang kamu dari mana?” Tanya pria tua itu “saya dari lampung barat pak, ini saya mau cari kerja dulu ya pak” jawab warti sopan “oh iya hati hati, nanti kalo kamu belum dapat tempat tinggal bilang ke saya ya. Insya allah akan saya bantu” pinta pria tua itu yang mendapat anggukan kepala warti “terimakasih banyak pak” setelah mengatakan itu warti pun hendak melangkah kan kakinya namun ia urungkan.

“pak saya nitip koper ini boleh gak?” kata Warti kepada sang penjaga masjid.

“iya gak papa, tarok aja di dalam masjid insya allah aman” jawabnya, warti langsung manggut manggut lalu ia tersenyum senang “terimakasih banyak pak” setelah itu warti kembali masuk dan saat ia mengambil kedua ponselnya “selamat pagi, nona cantik” tentu warti tersentak kaget saat mendengar suara datar namun terdengar imut itu.

“lah gak ada siapa siapa? Sapa yang nyapa?” warti tampak ngeri sendiri karena hanya ia seorang di sini namun mendengar suara itu “aku disini nona” katanya lagi yang membuat warti menatap ke bawah terlihat ponsel yang di berikan Justin menyala dan di layarnya ada gambar mata, hidung, mulut yang imut.

“kau.. kau bisa bicara?” tanya Warti, ia terkejut.

“tentu saja karena aku adalah System pemandu kekayaan, jadi aku akan bicara kepada tuan ku yang akan menyelesaikan misi hari ini” jawab Si ponsel. Warti melongo, otaknya ngelag sesaat saat ia merasa heran tapi juga terkejut dengan benda pipih ini “nona namamu siapa?” Tanya nya lagi yang membuat warti sadar kembali lalu ia menatap ponsel pintar itu “wartiyah, hp pinter kau beneran bisa hasilkan uang?” Tanya warti tampak ia ingin menjitak kepalanya sendiri karena merasa gila bicara dengan ponsel ini.

“oke aku panggil nona war saja, tapi nona aku bukan penghasil uang. Aku Cuma alat yang bisa membantumu mendapatkan banyak uang, jadi apa kau siap aku pandu untuk mendapatkannya?” jelas si ponsel.

“siap sih, tapi berapa dan harus apa?” tanya Warti sedikit ragu.

“di konfirmasi. Namaku adalah SP kau panggil aku SP jangan hp pinter terlalu kudet..” kata Ponsel ajaib bernama SP itu.

“oke, SP sekarang jelaskan?” pinta warti meski terdengar gila, ia berusaha mempercayai ponsel pintar ini “nona hari ini adalah hari pertama mu, jadi kita masih berada di level satu. Misi jika terselesaikan akan mendapatkan hadiah uang 100jt” tentu warti melongo mendengarnya, namun ia segera menganggukkan kepalanya “oke aku mau, tapi kalo kau bohong aku banting kamu sampai hancur” ancam warti sehingga SP tersenyum seolah ia juga bisa mengekspresikan banyak perasaan seperti manusia.

“nona war tenang saja, oke mari kita lihat lokasinya” tiba tiba di dalam layar SP itu muncul sebuah tempat yang di penuhi zombie dan banyak manusia yang harus di selamatkan dari tempat terisolasi itu “ya ini apa?” Tanya warti tidak mengerti, ia juga sedikit ngeri melihat wajah menyeramkan para zombie itu “misi anda sudah terkonfirmasi nona. Harus membunuh 100 zombie dan menyelamatkan warga desa, lokasinya ada di daerah kota gajah” jawab SP yang membuat warti melongo “hah, maksudmu aku harus membunuh para zombie itu dan menyelamatkan warga. Berarti kota ini berbahaya dong?” Tanya warti ia malah panik sendiri dan memikirkan hal yang tidak tidak.

“nona, ini hanya sistem permainan jadi tidak terjadi di dunia nyata, hanya saja portal game terbuka di tempat itu. Dan kita harus bergegas pergi sebelum misi berakhir dan anda tidak dapat hadiahnya” jelas SP.

“oh gitu, tapi tunggu aku bahkan gak tahu di mana tempat itu?” kata Warti bingung.

“motor mu sudah menunggu di luar nona” sahut SP mengejutkan.

“hah..” sehingga kalimat itu keluar dari mulut Warti.

“nona jangan hah heh mulu, buruan kita haru pergi ayo..” pinta SP.

“ta tapi, oke baiklah” warti yang tampak linglung itu langsung bergegas keluar dari masjid dan benar saja ada sebuah motor keren terparkir di sana “naiklah nona, aku yang akan mengemudikannya” pinta SP yang langsung di turuti oleh warti “Brem” dan benar saja ia setelah menaiki motor itu langsung berjalan sendiri sehingga membuat warti terkagum kagum namun juga ketakutan secara bersamaan.

Episodes
1 Berpamitan
2 Ponsel ajaib
3 Ponsel ajaib 2
4 Adu Bacot
5 Ide kelas atas
6 Misi selesai
7 Kembali ke realita
8 Perjalanan menuju misi
9 Pertarungan mudah
10 Ini gimana ya?
11 Tetap melawan 1
12 Tetap Melawan 2
13 bercerita
14 Perjalanan menuju misi ke 4
15 Pertarungan
16 Evolusi tubuh
17 Pulih Cepat
18 Alasan ku
19 terpesona
20 serangan dadakan
21 Penyusup
22 bercerita
23 Lest go
24 Serangan dadakan
25 misi 6 selesai
26 datang dan pergi
27 Sampai rumah
28 Masalah
29 Misi 7 siap
30 Pertarungan
31 Penjelasan
32 Misi 8
33 berhasil
34 Deg deg gan
35 penghalang
36 selesai misi
37 Berbicara serius
38 doa ku
39 Lest go
40 jubah ku
41 Menang
42 siapa?
43 Restui aku bu
44 Ini adalah kejujuran
45 Kekuatiran ku
46 telah sembuh
47 Pergi ke misi 10
48 Gerbang Raja monyet
49 Gerbang robot Banteng
50 Pertarungan sengit
51 Serangan serigala
52 Imbalan mati atau kekuatan
53 kekuatan baru
54 menang bertarung
55 Sebenarnya mereka siapa?
56 Persiapan sebelum memulai
57 Misi berubah
58 Ini lah misinya
59 Misi selesai
60 Penjelasan misi
61 Perjalanan ini
62 Aku kenapa begini
63 Gadis kecil
64 Selamat tinggal
65 Pertarungan sulit
66 Siapa yang jahat
67 Ini rencana ku
68 Ini misinya
69 Pasrah pada misi ini
70 Siapa sebenarnya kau
71 Datang kembali
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Berpamitan
2
Ponsel ajaib
3
Ponsel ajaib 2
4
Adu Bacot
5
Ide kelas atas
6
Misi selesai
7
Kembali ke realita
8
Perjalanan menuju misi
9
Pertarungan mudah
10
Ini gimana ya?
11
Tetap melawan 1
12
Tetap Melawan 2
13
bercerita
14
Perjalanan menuju misi ke 4
15
Pertarungan
16
Evolusi tubuh
17
Pulih Cepat
18
Alasan ku
19
terpesona
20
serangan dadakan
21
Penyusup
22
bercerita
23
Lest go
24
Serangan dadakan
25
misi 6 selesai
26
datang dan pergi
27
Sampai rumah
28
Masalah
29
Misi 7 siap
30
Pertarungan
31
Penjelasan
32
Misi 8
33
berhasil
34
Deg deg gan
35
penghalang
36
selesai misi
37
Berbicara serius
38
doa ku
39
Lest go
40
jubah ku
41
Menang
42
siapa?
43
Restui aku bu
44
Ini adalah kejujuran
45
Kekuatiran ku
46
telah sembuh
47
Pergi ke misi 10
48
Gerbang Raja monyet
49
Gerbang robot Banteng
50
Pertarungan sengit
51
Serangan serigala
52
Imbalan mati atau kekuatan
53
kekuatan baru
54
menang bertarung
55
Sebenarnya mereka siapa?
56
Persiapan sebelum memulai
57
Misi berubah
58
Ini lah misinya
59
Misi selesai
60
Penjelasan misi
61
Perjalanan ini
62
Aku kenapa begini
63
Gadis kecil
64
Selamat tinggal
65
Pertarungan sulit
66
Siapa yang jahat
67
Ini rencana ku
68
Ini misinya
69
Pasrah pada misi ini
70
Siapa sebenarnya kau
71
Datang kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!