Perlahan warti membuka kedua matanya saat sayup sayup terdengar lantunan suara azan menggema di telinga nya “udah azan, hah.. sakit semua badan ku” kata warti lalu meregangkan tubuhnya yang terasa kaku dan linu karena ia tidur hanya beralaskan ambal dan sajadah. Setelah selesai mengumpulkan nyawa warti langsung bergegas untuk mandi dan sekaligus berwudhu.
“untung kamar mandinya bersih” warti senang karena ia bisa membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian dengan nyaman lalu ia pun ikut melaksanakan solat berjama ah “ya allah, aku mohon tolong lindungi aku di kota ini. Dan bantulah supaya aku bisa cepat dapat kerja biar gak tinggal di masjid lagi dan biar bisa meringankan beban kedua orang tua ku. Aamiin” ya itulah doa yang warti panjatkan kepada tuhannya penuh pengharapan juga rasa berserah diri lalu warti segera melipat mukenanya dan ia pun keluar dari masjid.
“adek kamu semalam tidur di masjid?” Tanya seorang pria tua yang tiba tiba menghampiri warti “eh iya pak, karena saya belum punya tempat tinggal jadi nginep di sini. Tapi gak apa apa kan pak?” jawab warti jujur “oh begitu, iya gak apa apa. Emang kamu dari mana?” Tanya pria tua itu “saya dari lampung barat pak, ini saya mau cari kerja dulu ya pak” jawab warti sopan “oh iya hati hati, nanti kalo kamu belum dapat tempat tinggal bilang ke saya ya. Insya allah akan saya bantu” pinta pria tua itu yang mendapat anggukan kepala warti “terimakasih banyak pak” setelah mengatakan itu warti pun hendak melangkah kan kakinya namun ia urungkan.
“pak saya nitip koper ini boleh gak?” kata Warti kepada sang penjaga masjid.
“iya gak papa, tarok aja di dalam masjid insya allah aman” jawabnya, warti langsung manggut manggut lalu ia tersenyum senang “terimakasih banyak pak” setelah itu warti kembali masuk dan saat ia mengambil kedua ponselnya “selamat pagi, nona cantik” tentu warti tersentak kaget saat mendengar suara datar namun terdengar imut itu.
“lah gak ada siapa siapa? Sapa yang nyapa?” warti tampak ngeri sendiri karena hanya ia seorang di sini namun mendengar suara itu “aku disini nona” katanya lagi yang membuat warti menatap ke bawah terlihat ponsel yang di berikan Justin menyala dan di layarnya ada gambar mata, hidung, mulut yang imut.
“kau.. kau bisa bicara?” tanya Warti, ia terkejut.
“tentu saja karena aku adalah System pemandu kekayaan, jadi aku akan bicara kepada tuan ku yang akan menyelesaikan misi hari ini” jawab Si ponsel. Warti melongo, otaknya ngelag sesaat saat ia merasa heran tapi juga terkejut dengan benda pipih ini “nona namamu siapa?” Tanya nya lagi yang membuat warti sadar kembali lalu ia menatap ponsel pintar itu “wartiyah, hp pinter kau beneran bisa hasilkan uang?” Tanya warti tampak ia ingin menjitak kepalanya sendiri karena merasa gila bicara dengan ponsel ini.
“oke aku panggil nona war saja, tapi nona aku bukan penghasil uang. Aku Cuma alat yang bisa membantumu mendapatkan banyak uang, jadi apa kau siap aku pandu untuk mendapatkannya?” jelas si ponsel.
“siap sih, tapi berapa dan harus apa?” tanya Warti sedikit ragu.
“di konfirmasi. Namaku adalah SP kau panggil aku SP jangan hp pinter terlalu kudet..” kata Ponsel ajaib bernama SP itu.
“oke, SP sekarang jelaskan?” pinta warti meski terdengar gila, ia berusaha mempercayai ponsel pintar ini “nona hari ini adalah hari pertama mu, jadi kita masih berada di level satu. Misi jika terselesaikan akan mendapatkan hadiah uang 100jt” tentu warti melongo mendengarnya, namun ia segera menganggukkan kepalanya “oke aku mau, tapi kalo kau bohong aku banting kamu sampai hancur” ancam warti sehingga SP tersenyum seolah ia juga bisa mengekspresikan banyak perasaan seperti manusia.
“nona war tenang saja, oke mari kita lihat lokasinya” tiba tiba di dalam layar SP itu muncul sebuah tempat yang di penuhi zombie dan banyak manusia yang harus di selamatkan dari tempat terisolasi itu “ya ini apa?” Tanya warti tidak mengerti, ia juga sedikit ngeri melihat wajah menyeramkan para zombie itu “misi anda sudah terkonfirmasi nona. Harus membunuh 100 zombie dan menyelamatkan warga desa, lokasinya ada di daerah kota gajah” jawab SP yang membuat warti melongo “hah, maksudmu aku harus membunuh para zombie itu dan menyelamatkan warga. Berarti kota ini berbahaya dong?” Tanya warti ia malah panik sendiri dan memikirkan hal yang tidak tidak.
“nona, ini hanya sistem permainan jadi tidak terjadi di dunia nyata, hanya saja portal game terbuka di tempat itu. Dan kita harus bergegas pergi sebelum misi berakhir dan anda tidak dapat hadiahnya” jelas SP.
“oh gitu, tapi tunggu aku bahkan gak tahu di mana tempat itu?” kata Warti bingung.
“motor mu sudah menunggu di luar nona” sahut SP mengejutkan.
“hah..” sehingga kalimat itu keluar dari mulut Warti.
“nona jangan hah heh mulu, buruan kita haru pergi ayo..” pinta SP.
“ta tapi, oke baiklah” warti yang tampak linglung itu langsung bergegas keluar dari masjid dan benar saja ada sebuah motor keren terparkir di sana “naiklah nona, aku yang akan mengemudikannya” pinta SP yang langsung di turuti oleh warti “Brem” dan benar saja ia setelah menaiki motor itu langsung berjalan sendiri sehingga membuat warti terkagum kagum namun juga ketakutan secara bersamaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments