terpesona

“begitu, baik lah. Aku nurut saja..” setelah mengatakan itu warti dan SP tidak berbicara lagi karena mereka sudah tiba di pusat kota “wah inikah suasana jaman kerjaan dulu, keren sekali” kata hati warti saat melihat para pria menggunakan pakaian adat jawab seperti jarik dan blangkon sebagai penghias kepalanya sedang para wanita menggunakan kebaya dan konde yang menghiasi gelungan rambut hitamnya, belum lagi suasana pasar benar benar tradisional karena masih memperjual belikan hasil alam yang belum terolah.

“dimana aku harus beli gaunnya?” Tanya warti bingung “nona anda turunlah dari kuda, lalu tuntun lah kudanya kearah selatan” pinta SP yang langsung di laksanakan oleh tuannya itu. Setelah 10 menit berjalan akhirnya warti berhenti di depan sebuah toko baju yang sepi pelanggannya “eh tapi aku kan gak punya duit?” kata warti baru ingat hal itu yang membuat SP tersenyum.

“nona di dystopia 5 masyarakatnya masih memakai sistem barter, jadi anda bisa tukarkan si black untuk membeli gaun anda” sahut SP yang tentu hal itu membuat warti sedikit bersedih hati.

“padahal aku sayang black, tapi ya udah lah” guma warti lalu ia memeluk kudanya itu “kamu sama tuan barumu jangan nakal ya” kata warti kepada si kuda lalu warti pun masuk kedalam toko itu “pilih lah gaun yang bagus nona, juga aksesorisnya” pinta SP sehingga warti cemberut, pasalnya ia tidak sering membeli baju karena semua baju yang di pakainya ada pembelian dari ibunya karena itu warti sekarang bingung memilih gaun yang bagus menurut orang orang.

“gimana kalo ini?” Tanya warti saat melihat kebaya berwarna coklat “nona warna nya ketua an untu anda” warti langsung tersenyum kecut mendengarnya lalu ia mengembalikan lagi ke tempatnya “gimana kalo gaun warna merah?” Tanya SP setelah hampir 30 menit lebih warti mengajaknya berkeliling toko ini “emang cocok, gak warna biru aja?” Tanya balik warti, ragu dengan pilihan SP “baik lah warna biru” sahut SP yang membuat warti akhirnya memilih kebaya biru yang berhias pernak pernik kemilau mutiara.

“itu terlalu banyak aksesorisnya nona” nilai SP.

“hmm kau benar, ya sudah kalo yang ini?” Tanya warti lalu mengambil sebuah kebaya ber motif batik yang indah dengan gaya yang sama namun warnanya tidak se mencolok tadi karena tidak menggunakan perhiasan permata mutiara, jadi lebih simple namun tetap terkesan anggun “oke boleh lah” sahut SP yang membuat warti senang karena ia akhirnya dapat gaun yang cantik untuk tubuhnya yang kurus ini.

Malam pun tiba sehingga warti kini sudah mengenakan gaun kebaya yang tadi di belinya dan berkat bantuan robot kecil yang SP ciptakan untuk merias wajahnya dan rambutnya kini warti sudah menjelma menjadi sosok gadis cantik yang begitu menawan “anda seperti seorang putri bangsawan” kata SP yang membuat warti tertawa kecil.

“ya aku hanya rakyat jelata SP, bahkan aku tidak pun pendidikan untuk bersikap di sebuah istana” sahut warti, ia kini sedang berjalan menuju istana dengan memakai juba hitam yang berhasil menutupi tubuh dan wajahnya “nona anda mau lewat mana?” Tanya SP yang tentu membuat warti bingung “aku inginnya sih kita menyelinap, kan gak punya kartu undangannya” jawab warti lirih yang membuat SP mengerti “nona tenang saja, aku sudah siapkan kartu undangannya kok” tentu warti terkejut hingga ia berhenti melangkah.

“benarkah?” Tanya warti serius lalu SP langsung memberikan kertas undangan itu kepada tuannya “wah kau memang keren hehehe makasih banyak” setelah mengatakan itu warti yang bergembira langsung berlari kecil untuk ingin para tamu rombongan masuk kedalam istana.

“wah masya allah keren sekali” mata warti berbinar saat ia masuk kedalam istana yang ternyata sangat indah dan megah, ada banyak makanan lezat dan minuman di atas meja yang tertawa rapih bangunan yang di penuhi pilar pilar besar untuk membuat langit langit atap ini sangat kok dan tetap indah tidak runtuh.

“hai cah ayu..” warti langsung terperanjat saat mendengar suara itu sehingga ia langsung menatap ke samping terlihat sosok pria tampan dengan pakaian khas jawa “eh mas punten” warti langsung ngacir pergi takut gagal total ini rencana jika tergoda para pria pria ganteng di istana ini “aduh mati aku, harusnya tadi gak udah dandan cantik biar gak jadi pusat perhatian” keluh warti, ya sebenarnya memang cantik lah wajahnya. Namun warti tidak pernah ingin meriasnya karena warti tidak mau menjadi pusat perhatian, namun kini hal itu hanya tinggal penyesalan karena para pria mau pun wanita gemar menatapnya.

“cah ayu awak mu soko endi? Kok dewean?” baru juga warti ingin sembunyi ada seorang pria berkata begitu dari belakang membuat warti terperanjat sedikit namun ia tetap berusaha tenang “deg” dan betapa terkejutnya jantung warti saat menatap siapa pemilik suara berat itu “prabu sota diningrat” kata hati warti saat ia mengingat jelas sebuah gambar foto yang tadi SP berikan sebelum ponsel ajaibnya itu bersembunyi “ah prabu, aku ber… eh maaf maksud kulo, kulo songko daratan biru. Punten biung kulo mboten teko” kata warti ia hampir saja keceplosan berbicara bahasa Indonesia, beruntung ia keturunan suku jawa asli sehingga masih fasih berbahasa daerah asalnya itu meski jawa halus ia kesulitan karena tidak pernah belajar.

“oh ngono, tibak no bocah e dewi sari wes gedi” kata prabu yang membuat warti manggut manggut lalu tersenyum canggung karena ia gugup juga takut “yo uwes, konco konco ku, saudara ku matur nuwun wes gelem teko. Saiki ayo dewe rayak ne dino laher ku seng ke 35 taon” pinta prabu kepada para tamu undangan nya yang membuat mereka bersorak ria “enggeh prabu” teriak mereka begitu juga dengan warti, sehingga pesta jamuan makan malam pun di mulai.

“keris nya kelihatan sih, tapi gimana caraku mengambilnya?” warti bingung, ia tahu keris itu di selipkan ke selendang prabu yang ada di belakang punggungnya “cah ayu, sopo jenengmu?” warti lagi lagi terperanjat saat mendengar suara lembut itu sehingga saat warti menatapnya ia kembali terkejut “cantik nya..” warti langsung terbelalak matanya saat ia lagi lagi keceplosan saat melihat gadis cantik di sampingnya “punten mbak ayu” kata warti karena ia memang kikuk sekali sehingga membuat gadis cantik itu tertawa kecil “kowe lucu men to” sahutnya yang membuat warti tertawa canggung.

“hehehe, sampeyan ayu tenan mbak?” kata warti yang membuat gadis itu sedikit terkejut “sopo jeneng mu dek?” Tanya nya lagi kini gadis itu menatap wajah warti “kulo jeneng e dewi aryanu mbak” jawab warti, ya ia mengikuti semua perintah SP karena itu ia menyamar menggunakan nama itu “oh dewi.. jenengku laras panca sona” kepala warti hanya manggut manggut ia tidak ingin terlihat gugup namun nyatanya ia terlalu gugup “laras cepet milu kowe di celok prabu” baru juga warti ingin membuka mulutnya tiba tiba sang prajurit menghampiri mereka lalu berkata begitu yang membuat laras langsung berdiri.

Episodes
1 Berpamitan
2 Ponsel ajaib
3 Ponsel ajaib 2
4 Adu Bacot
5 Ide kelas atas
6 Misi selesai
7 Kembali ke realita
8 Perjalanan menuju misi
9 Pertarungan mudah
10 Ini gimana ya?
11 Tetap melawan 1
12 Tetap Melawan 2
13 bercerita
14 Perjalanan menuju misi ke 4
15 Pertarungan
16 Evolusi tubuh
17 Pulih Cepat
18 Alasan ku
19 terpesona
20 serangan dadakan
21 Penyusup
22 bercerita
23 Lest go
24 Serangan dadakan
25 misi 6 selesai
26 datang dan pergi
27 Sampai rumah
28 Masalah
29 Misi 7 siap
30 Pertarungan
31 Penjelasan
32 Misi 8
33 berhasil
34 Deg deg gan
35 penghalang
36 selesai misi
37 Berbicara serius
38 doa ku
39 Lest go
40 jubah ku
41 Menang
42 siapa?
43 Restui aku bu
44 Ini adalah kejujuran
45 Kekuatiran ku
46 telah sembuh
47 Pergi ke misi 10
48 Gerbang Raja monyet
49 Gerbang robot Banteng
50 Pertarungan sengit
51 Serangan serigala
52 Imbalan mati atau kekuatan
53 kekuatan baru
54 menang bertarung
55 Sebenarnya mereka siapa?
56 Persiapan sebelum memulai
57 Misi berubah
58 Ini lah misinya
59 Misi selesai
60 Penjelasan misi
61 Perjalanan ini
62 Aku kenapa begini
63 Gadis kecil
64 Selamat tinggal
65 Pertarungan sulit
66 Siapa yang jahat
67 Ini rencana ku
68 Ini misinya
69 Pasrah pada misi ini
70 Siapa sebenarnya kau
71 Datang kembali
Episodes

Updated 71 Episodes

1
Berpamitan
2
Ponsel ajaib
3
Ponsel ajaib 2
4
Adu Bacot
5
Ide kelas atas
6
Misi selesai
7
Kembali ke realita
8
Perjalanan menuju misi
9
Pertarungan mudah
10
Ini gimana ya?
11
Tetap melawan 1
12
Tetap Melawan 2
13
bercerita
14
Perjalanan menuju misi ke 4
15
Pertarungan
16
Evolusi tubuh
17
Pulih Cepat
18
Alasan ku
19
terpesona
20
serangan dadakan
21
Penyusup
22
bercerita
23
Lest go
24
Serangan dadakan
25
misi 6 selesai
26
datang dan pergi
27
Sampai rumah
28
Masalah
29
Misi 7 siap
30
Pertarungan
31
Penjelasan
32
Misi 8
33
berhasil
34
Deg deg gan
35
penghalang
36
selesai misi
37
Berbicara serius
38
doa ku
39
Lest go
40
jubah ku
41
Menang
42
siapa?
43
Restui aku bu
44
Ini adalah kejujuran
45
Kekuatiran ku
46
telah sembuh
47
Pergi ke misi 10
48
Gerbang Raja monyet
49
Gerbang robot Banteng
50
Pertarungan sengit
51
Serangan serigala
52
Imbalan mati atau kekuatan
53
kekuatan baru
54
menang bertarung
55
Sebenarnya mereka siapa?
56
Persiapan sebelum memulai
57
Misi berubah
58
Ini lah misinya
59
Misi selesai
60
Penjelasan misi
61
Perjalanan ini
62
Aku kenapa begini
63
Gadis kecil
64
Selamat tinggal
65
Pertarungan sulit
66
Siapa yang jahat
67
Ini rencana ku
68
Ini misinya
69
Pasrah pada misi ini
70
Siapa sebenarnya kau
71
Datang kembali

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!