“senjata kita apa nih?” Tanya warti penasaran “buka senjata” setelah SP mengatakan itu muncul sebuah pedang berwarna silver sehingga warti langsung menangkapnya “wow keren juga” sanjung warti karena pedang itu begitu ringan namun terlihat tajam sampai jika tersorot matahari berhasil menyilaukan mata “pedang itu harus menancap di kepala naga, baru nona bisa membunuhnya” kata SP yang membuat warti langsung menelan ludahnya karena merasa takut “naganya gedek engak?” Tanya warti yang langsung di jawab dengan anggukan kepala SP.
“se gedek apa?” Tanya warti lagi.
“sanga besar dan tingginya bisa seperti pohon pinus itu?” jawab SP lalu menunjuk kearah pohon sehingga warti tercengang saat melihatnya “sepertinya aku akan mati di sini SP” kata warti yang membuat SP tersenyum, ia tahu tuannya ini ragu dan ketakutan “nona pedang itu jika anda hunuskan atau anda bacok ke tangannya naga itu tidak akan beregenerasi lagi karena pedang itu adalah pedang kematian namanya jadi yang terkena akan mati. Dan dia akan sangat patuh kepada anda, jika anda mau mendengalikannya seperti senjata yang lainnya” jelas SP berharap dengan kalimat itu bisa menenangkan hati tuannya.
“SP tetep aja aku takut, karena aku ini bagaikan semut mungil gak berguna. Cuma di sentil dikit aja mati” sahut warti lebay sekali pikir SP namun SP mengerti karena sejatinya tuannya ini hanya manusia biasa karena itu warti akan merasa takut jika melawan musuh yang lebih kuat darinya.
Setelah berselang lama, tiba tiba muncul pusaran air yang sanga besar di dalam danau dan muncul sebuah batu karang berbentuk setengah lingkarang di permukaan air danau dan terlihat di tengah tengahnya ada seorang duyung yang di ikat ekornya dengan rantai sedang tangannya di ikat kebelakang punggungnya dan posisi kepala menghadap ke atas air “itu duyung nya?” Tanya warti, sambil ia menatap lekat si pangeran duyung yang terlihat pasrah itu “sebentar lagi naga akan muncul nona” kata SP yang membuat warti kesal dengan dirinya sendiri karena ia belum menemukan ide brilian.
“ah apa kau bisa buatkan aku sayap?” Tanya warti.
“aku bisa membuatkan roket yang terpasang di punggung anda jadi anda bisa terbang sepuasnya” jawab SP.
“oke lah kalo gak ada sayap, roket jadi” sahut warti dari pada pusing mikir “di konfirmasi” kata SP lalu ia langsung membuatnya sehingga kini di belakang punggung warti ada roket “wah keren” kata warti tampak takjub dengan roket yang terpasang di punggungnya meski tampak besar namun tetap seringan kapas “ayo coba kita terbang nona” setelah mengatakan itu SP naik ke bahu tuannya lalu terbanglah roket itu “wah seru, seru sekali” warti malah tampak senang dan bergembira padahal tadi ia sudah panic setengah mati.
“eh eh naga, naga datang” di saat lagi asik belajar terbang warti melihat sosok naga biru yang sangat besar terbang kearah mereka “wahai pedang bantu aku menebas kepala naga itu” SP terkejut karena seharusnya ia yang mengendalikan roket itu namun warti secara tidak sadar mengendalikannya sendiri sehingga roket itu terbang “wuss” saat naga itu tahu ada pengganggu ia mengeluarkan api biru dari mulutnya sehingga warti segera menghindar.
“jangan sampai terkena apinya nona, karena kita bisa mati kepanggang” kata SP yang membuat kepala warti mengangguk “hiaa..” warti berhasil mendekati ekor naga itu namun saat ia hendak memotongnya tiba tiba “wuus” ekor naga itu hendak menghempaskannya namun warti langsung memasang pedangnya di hadapannya.
“Aaa..” naga itu menjerit saat ekor itu terputus karena terhunus pedang warti “wus” naga itu mengamuk sehingga berkali kali menyemburkan api biru dari mulutnya membuat warti kalang kabut menghindari serangannya yang brutal itu “gila hutannya bisa kobong kalo begini terus” piker warti karena api biru itu benar benar sangat dahsyat kekuatannya sehingga mampu menghanguskan pepohonan besar itu.
“SP aku ada ide, kau turun lah dulu jangan menolong ku kalo aku dalam bahaya” pinta warti, SP baru juga ingin protes namun tangan warti langsung memegang tubuh mungilnya lalu di lemparkan kebawah “baik lah, kita eksekusi ide gila ini, mari kita lihat kalo kekuatan dan kekuatan di adu?” warti langsung berbalik menghadap sang naga.
“ayo mari kita adu kekuatan kita” tantang warti lalu ia memegang pedangnya dengan kedua tangan di angkatnya sampai ke atas kepalanya dan bersamaan dengan itu juga sang naga kembali menyemburkan api biru dari mulutnya “hiaa” warti berteriak saat pedang itu ia ayukan ke depan “wuss” SP pun terkejut saat warti berhasil mengeluarkan kekuatan pedang silver itu sehingga api biru naga itu tidak bisa membakarnya sebaliknya tubuh naga itu dengan tiba tiba terbelah menjadi dua.
“dia berhasil, tapi..” guma SP, namun ia langsung segera membuat seluncur untuk menangkap tubuh warti yang melayang bebas di udara karena ia sudah menghabiskan energinya untuk mengeluarkan kekuatan pedang silver itu “Duaar” naga itu tiba tiba meledak di angkasa karena tubuhnya yang sudah hancur di makan api biru kekuatannya. SP langsung terbang menghampiri seluncur yang sudah mendarat di tanah “nona..” panggil SP namun warti tidak meresponnya “kita berhasil” tentu SP tersentak kaget saat mendengar suara warti barusan lalu warti mendudukkan dirinya yang membuat SP tersenyum menatapnya.
“aku kira anda pingsan” kata SP saat warti memeluknya “iya aku memang merasa kan begitu tadi karena sangat gak bertenaga, tapi entah mengapa aku kembali sadar saat mendengar kau memanggilku tadi” sahut warti lalu ia berhenti memeluk SP “sekarang tinggal membebaskan si pangeran duyung” kata warti sehingga SP segera menerbangkan seluncurnya ini kearah si duyung. Tidak menunggu lama warti langsung memotong rantai yang mengikat tubuh si duyung dengan pedangnya sehingga pangeran duyung pun terbebas “terimakasih banyak” setelah mengatakan itu lalu tersenyum kepada warti duyung itu pun menghilang yang bertanda misi telah selesai.
“bruk” namun tiba tiba tubuh warti kembali terduduk yang lebih mengejutkannya lagi kini hidungnya mengeluarkan darah segar “nona anda mimisan” warti tersenyum mendengar perkataan SP lalu warti segera mengelap hidungnya dengan bajunya “iya mungkin karena aku sudah memaksakan diri” jawab warti, ia sebenarnya berbohong karena tubuhnya benar benar merasa sakit saat ia mengeluarkan semua tenaganya itu “obat regenerasi” selesai mengatakan itu tiba tiba muncul sebotol kecil cairan obat yang langsung di ambil oleh SP dan setelah membuka tutupnya langsung ia berikan kepada tuannya itu.
“minum lah nona, tubuh anda akan pulih kembali” pinta SP yang membuat warti segera meminum obat itu “ah ini apa sih, kenapa pahit banget?” warti tampak sangat kesakitan memaksa meminum obat itu dan tenggorokannya kini terasa serat “butuh minum, boleh minum air ini?” Tanya warti lagi SP pun langsung menurunkan lebih kebawah seluncurnya supaya tuannya ini bisa mengambil air dari kedua tangannya lalu di minumnya “wah airnya seger banget?” warti tampak terkejut saat merasakan sejuknya air ini masuk ketenggorokannya “itu wajar nona karena ini adalah danau telaga biru, sumber kehidupan sang duyung karenanya airnya sangat segar dan sejuk” jelas SP yang membuat warti mangut manggut.
“apa kita masuk ke air setelah ini?” Tanya warti.
“tadinya begitu, ingin meminta bantuan rakyat duyung tapi anda sudah mengalahkannya sendiri. Jadi misi ini selesai, tapi anda sudah tidak apa apa kan?” jelas SP.
“iya aku sudah sehat dan bugar sekarang hehehe, obat itu manjur juga” jawab warti merasakan tubuhnya kembali sehat “itu wajar karena yang anda minum adalah penawar regenerasi karena itu obat tersebut memulihkan sepenuhnya kondisi tubuh anda nona” sahut SP yang membuat warti tersenyum “berarti aku dapat 400 jt ya?” Tanya warti, matanya berbinar saat menatap SP yang imut itu.
“iya nona, anda mau pulang sekarang? Atau kita jalan dulu keliling tapi gak ada apa apa Cuma pemandangan indah aja seperti di laut waktu itu!” jelas SP yang membuat warti terdiam sejenak “ya udah pulang aja deh” kata warti yang langsung di laksanakan oleh SP sehingga mereka pun meninggalkan dystopia 4 ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments