“nona anda tidak lapar?” Tanya SP saat mereka sedang di perjalanan pulang “aku pingin beli ayam goring” jawab warti yang membuat SP menghentikan mobilnya, karena kini mereka sedang di pusat kota “beli lah nona, aku akan tunggu disini” kata SP sehingga warti menganggukkan kepalanya lalu keluar dari mobil.
“beli es krim juga deh” akhirnya setelah membelik ayam goring di pedagang kaki lima warti langsung mampir ke mini market, saat warti sudah membuka freezer “Aaa..” tiba tiba terdengar suara jeritan yang membuatnya tersentak kaget “lah kok bisa ada anjing di sini?” warti bingung saat melihat anjing itu menggonggong dan mengejar salah satu pelanggan.
“bark.. bark” suara anjing itu menggonggong keras yang membuat warti panic “mas ngapa gak kau amanin? Itu pelanggan mu di kejar kejar tuh” teriak warti kepada sang kasir yang juga tampak ketakutan itu “mbak itu anjing gila, takut kena rabiesnya saya” warti mengerti setelah mendengar jawabannya lalu ia membuka pintu masuk.
“ayo keluar dulu kita, pak arahkan anjing itu kesini. Anda larinya kesini..” teriak warti lagi sambil menunggu giliran ia keluar dari toko ini “tolong..” tiba tiba saat pria tua itu hendak berlari kearah pintu tiba tiba ia terjatuh karena di terkam sang anjing membuat warti reflek langsung berlari lalu menendangnya.
“brak” sehingga anjing itu terpental membentur rak jajanan “anda tidak apa apa?” Tanya warti namun matanya langsung membelalak saat melihat luka gigitan di kaki pria tua itu.
“sabar saya panggil bantuan” saat warti hendak berlari tiba tiba anjing itu menerjangnya yang membuat warti spontan langsung melindungi kepalanya dengan tangannya “Ah..” warti terperanjat saat merasakan sakit berdenyut nyeri ketika anjing itu menggigit lengannya “dasar anjing kurang ajar!” warti kesal langsung menatap sekitar, terlihat berbagai alat dapur disana sehingga warti berjalan cepat menyeret anjing gila itu “mati kau anjing brengsek!” setelah mengatakan itu penuh amarah warti menusukan pisau dapur ke kepala anjing itu sehingga anjing pun melepaskan gigitannya.
“huh huh huh” napas warti masih tersengal, ia melihat lengan kanannya terkoyak sehingga goresan luka yang dalam itu membuat darahnya keluar deras “ah sial apa aku akan mati seperti ini..” warti merasakan tubuhnya memang lemas namun ia masih sanggup berdiri lagi.
“woy tolol ngapa pada diam bukannya cari bantuan, lihat itu bapak itu sekarang cepat tolong dia” bentak warti ia murka sekali kepada kariawan toko ini sontak mereka pun langsung memanggil 118 sehingga tidak berselang lama ambulan pun datang dan toko ini mulai ramai “adik kamu harus ikut kerumah sakit yuk? Lukamu juga harus di obati” bujuk petugas ambulan saat melihat warti duduk di kursi depan toko.
“tidak pak, saya akan kesana sendiri. Anda hanya perlu menolong bapak itu” tolak warti sopan.
“tapi kamu juga tergigit, pasti ada rabies nya juga. Dan itu harus di obati sebelum terlambat” ujar petugas yang membuat warti terdiam karena sedang berpikir “saya bawa mobil, jadi saya akan kesana sendiri pak..” setelah mengatakan itu warti langsung berdiri lalu melangkah kan kakinya yang membuat petugas itu terkejut karena warti berjalan santai namun ia segera berhenti memperhatikannya karena harus segera membawa korban ke rumah sakit dan para polisi di bantu kariawan pun langsung membersihkan toko dan mengevakuasi anjing gila itu.
“anda lama se.. nona apa yang terjadi kenapa terluka?” SP tampak panic saat melihat darah segar di kedua lengang tuannya itu terlebih melihat lengan kanan warti terluka sangat parah “kita kerumah sakit sekarang, aku habis di gigit anjing gila” pinta warti yang membuat SP segera melaksanakannya, “nona anda tidak merasa takut cahaya, angin, atau suara?” Tanya SP sehingga kepala warti menggeleng “aku Cuma pingin minum haus dari tadi tapi gak bisa buka tanganku sakit kalo di gerakkan” jawab warti yang membuat SP terkejut.
“sabar nona, sebentar lagi kita sampai ke rumah sakit” pinta SP.
“oke lah” sahut warti lalu ia mulai memejamkan kedua matanya karena merasa lelah “nona..” SP baru juga ingin berbicara namun saat melihat tuannya tertidur SP melihat luka di lengan kanan warti “lukanya masih sama, tapi untunglah dia tidak merasakan gejala rabies” kata SP lirih lalu ia akhirnya membangunkan warti, sehingga mata tuannya itu terbuka perlahan “kita sudah sampai nona” kata SP yang membuat warti tersenyum kecil.
“ya sudah aku mau masuk kau ikut gak?” Tanya warti.
“nona aku ikut tapi, ada hal yang mau aku katakan kepadamu. Nanti kalo di Tanya dokter anda bilangnya di gigit anjing aja gitu oke?” pinta SP.
“lah emang gak bahaya, takut kena rabies aku?” keluh warti ragu dengan ide SP.
“tenang saja nona, nanti aku kasih tahu alasannya janji deh” sahut SP yang membuat warti akhirnya mengalah sehingga SP pun segera menjadi ponsel supaya ia bisa aman di saku celana warti. Kini warti sudah di periksa oleh sang dokter dan ia pun akan segera di beri tahu hasilnya. “wah adik beruntung karena di gigit anjing biasa yang tidak terkena rabies, sehingga hanya terluka saja dan ini resep obatnya. Nanti minta di bagian pengambilan obat ya supaya lukanya cepat sembuh” ujar sang dokter yang membuat warti mengerti lalu setelah selesai berobat warti pun kembali masuk kedalam mobil lalu mengambil SP aka ponsel ajaibnya itu.
“kok aneh ya, bapak itu jelas terkena virus rabies. Kok aku enggak?” Tanya warti saat SP kembali menjadi robot kecil yang imut.
“mungkin karena anda meminum obat penangkal virus saat anda tergigit raja monyet kemarin” sahut SP, ia pun sebenarnya masih bingung dengan tubuh warti yang ternyata kebal virus itu.
“ah apa iya, tapi aku gak ingat?” kata warti masih ragu.
“itu wajar karena anda sudah sekarat saat itu, aku juga yang memaksa mulut anda terbuka sehingga anda menelannya walaupun Cuma seteguk” sahut SP menjelaskan singkat yang membuat warti terkejut “begitu.. terimakasih banyak karena sudah menolongku” tentu SP langsung menatapnya saat tuannya itu mengatakan hal itu.
“sekarang ayo pulang, aku perlu membersihkan tubuhku yang najis ini” pinta warti yang langsung di turuti oleh SP.
Sampainya di rumah warti langsung menyuruh SP mengambil tanah di belakang rumah “nona ini tanahnya sudah aku bawa” kata SP di depan pintu kamar mandi warti “taro situ aja” pinta warti yang membuat SP meletakan semangkuk tanah itu ke lantai lalu meninggalkannya karena SP ingin mengambil makanan yang di pesannya tadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments