“allah huakbar” mata warti langsung melotot saat mendengar suara azan itu lalu ia terduduk, karena nyawanya belum terkumpul ia pun bengong “ya allah aku ketiduran, jam berapa ini?” mata warti membelalak saat menatap layar ponselnya karena sudah menunjukan pukul 6 sore “astagfirullah, aku molornya lama banget” warti pun bergegas untuk segera pergi berwudhu setelah menkodo solat asar dan mengikuti solat magrib berjama ah warti langsung keluar dari masjid tersebut.
“ah kenapa ini nomor mbak rini gak bisa di hubungi dari tadi?” warti mulai panic, ia pun termenung di emperan teras masjid sambil matanya menatap lurus ke depan banyak kendaraan lalu lalang di jalanan dan para manusia yang asik berjalan di pinggirnya “hmm udah malam, aku belum tahu bakal nginep dimana lapar juga?” warti kesal juga bingung karena ia tidak tahu menahu tentang kota ini, belum lagi seorang yang ia percaya tidak juga bisa di hubungi membuatnya bertambah kalang kabut “udah ah aku beli pecel lele dulu aja” saat warti berjalan sambil menarik koper di tangannya “glotekk” terdengar suara benda terjatuh membuatnya langsung menoleh.
Ternyata sebuah ponsel “eh mas, mas tunggu ini hp kamu jatuh” kata warti medok sekali karena aksen jawa yang ia pakai untuk berbicara “ah iya mbak makasih banyak ya” seorang pria itu langsung mengambil ponselnya kembali “sama sama, tapi lain kali ati ati mas” sahut warti ia hendak kembali berjalan namun tiba tiba “mbak..” panggil pria itu yang membuat warti kembali menatapnya “iya mas ada apa?” Tanya nya lalu tiba tiba pria itu memberikan sebuah ponsel kepadanya “lah apa ini mas, gak usah saya ikhlas bantu kamu kok” warti langsung menolaknya karena ia merasa tidak enak hati baru juga membantu sudah di beri balasan.
“mbak ini ponsel bagus banget, pasti berguna untuk mbak” kata pria itu meyakin kan namun kepala warti langsung menggeleng “saya masih punya ini mas hehehe” sahut warti lalu menunjukan ponsel jadulnya sehingga pria itu tersenyum “mbak sebenarnya saya punya banyak ponsel bagus, tapi saya gak bisa menggunakannya semua jadi saya mau memberikannya kepadamu. Karena kamu baik” warti tampak tertegun saat mendengar perkataan pria itu dan ia pun akhirnya mengangguk samar.
“tapi emang gak apa apa mas?” tanya Warti.
“hehehe jangan kuatir mbak, ponsel ini sangat bagus karena bisa bikin embak cepat kaya?” jawab sang pria ramah.
“eh..” tentu warti terkejut dan pria itu tahu sehingga ia tersenyum “kamu terlihat masih muda, aku akan berikan yang ini karena ini adalah ponsel paling tinggi levelnya jadi kalo kau bisa memenangkan misi yang di berikan. Akan mendapat banyak imbalan uang..” setelah itu pria tersebut memberikan ponsel berwarna biru langit itu kepada warti yang terlihat kikuk karena belum bisa mencerna semua perkataan yang di lontarkan kepada nya tadi “tapi uang yang di dapat halal kan mas?” Tanya warti terdengar menohok itu yang membuat pria itu tertawa kecil.
“hehehe ya pasti halal mbak, ini ponsel ajaib dengan sistem pemandu di dalamnya ada berbagai misi penting kalo kau bisa menyelesaikannya maka kau akan mendapatkan uang yang banyak sebagai hadiahnya” jawab sang pria.
“ah begitu, tapi tunggu kenapa kamu kasihkan ini kepadaku bukan kan kau bakal membutuhkannya juga?” sahut Warti.
“aku sudah pernah memainkannya, dan aku udah dapat uang banyak sekali. Jadi sekarang aku mau pensiun dan hanya memainkan system game di ponsel lainnya yang lebih mudah..” kata sang pria memberikan alasannya.
“ya udah makasih ya mas..” kata warti yang membuat pria itu kembali tersenyum lalu tiba tiba ia melangkah lebih dekat yang membuat warti reflek melangkah mundur “jangan takut, aku hanya ingin tahu siapa namamu?” Tanya pria itu yang membuat warti menatapnya “wartiyah, kalo kamu siapa namanya mas?” Tanya balik warti ia sudah tidak se gugup tadi “nama ku Justin, senang bertemu dengan mu” selesai mengatakan itu pria bernama Justin itu melangkah mundur lalu tersenyum “semoga hari hari mu menyenangkan setelah ini, dan ingat lah terus namaku ya? Sampai jumpa lagi..” pinta Justin setelah itu ia pun melangkah kakinya meninggalkan warti yang masih bengong itu.
“deg” mata warti langsung membelalak, jantungnya masih berdegup kencang “ah ya allah aku kenapa ini, masa iya aku suka sama dia?” warti tampak ling lung untuk sesaat karena saat ia menatap wajah pria bernama Justin lebih dekat terlihat jelas betapa tampannya pria tersebut “ah udah lah yang penting, makan dulu terus besok mulai cari kerja lah udah malam juga sekarang. Aku nginep di masjid aja deh..” setelah memasukan ponsel miliknya dan ponsel yang di berikan kepada Justin tadi warti pun segera membeli makanan di sebrang jalan sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕🔐|ntanArmy💜°|P$: 🆕
nyoba mampir dlu dech
2024-01-08
0
Estheraeliyxa
kosa Kata harus diperbaiki kayak embak jadi mbak tapi jangan marah ya Saya hanya kasih pendant pribadi. semangat updatenya thor
2023-09-01
2
Alghifarrie
paling males baca novel itu nyatu sama dialog lain. sebel
2023-07-22
1