Warti pun langsung mengambil batu permata biru itu “ayo.. ayo terbang cepat SP” pinta warti sudah panic sendiri yang membuat SP mengerti namun para monyet itu langsung mengejar mereka saat harta berharganya di curi “dor.. dor.. dor” warti menembaki satu persatu monyet yang mendekati seluncurnya “ah habis pelurunya, SP emang gak bisa lebih cepat lagi?” Tanya warti ternyata para monyet itu sangat cepat dan lincah hingga mampu mengejar mereka.
“ini kecepatan terbaiknya nona” kata SP padahal sudah lebih dari 100 meter perjam seluncur ini terbang “ah harus nunggu 5 menit lama juga, kita gak punya senjata lagi?” Tanya warti melihat jarak mereka dengan monyet semakin terkikis “tidak ada nona” jawab SP yang membuat warti terdiam karena ia sedang berpikir keras.
“tidak ada cara lain. SP buatkan drone kecil lalu terbangkan supaya dia bisa melihat objek walaupun kecil” SP menurutinya tanpa berbicara lalu drone itu benar benar terbang di atas mereka “bagus mari kita eksekusi ide gila ini” setelah mengatakan itu warti tiba tiba langsung memegang batu permata itu yang ia sembunyikan di saku jaketnya tadi “nona apa yang anda lakukan?” SP terkejut bukan main saat warti melemparkan batu itu kearah para monyet sehingga para monyet itu berhenti mengejarnya dan mereka berlari kencang sekali kembali ke goa.
“sekarang kejar mereka SP” teriak warti, SP pun melaksanakannya dan saat sudah 5 menit berlalu peluru pun kembali terisi yang membuat warti membidik monyet yang membawa batu itu “wahai senapan percayalah kepadaku, jadi lah banyak dan bunuh para monyet itu” kata warti seolah ia yakin senjatanya ini akan mendengarkannya “Dor” dan benar saja satu peluru yang di lesatkan oleh senapannya berubah menjadi 10 peluru yang berhasil melesat cepat menusuk kepala para monyet itu sehingga warti segera mengambil batunya kembali.
“SP panggil lah drone mu suruh kesini” pinta warti si sisa tenaga nya karena ia sekarang sangat lelah akibat energinya di kuras habis untuk mengendalikan senjata nya tadi “bawa terbang ini ya, jangan sampai diambil kembali para monyet” kata warti setelah meletakan batu permata itu ke dalam tubuh drone lalu SP menerbangkannya kembali jauh lebih dari yang sebelumnya sehingga para monyet itu semakin brutal, karena mereka marah besar kepada warti sehingga mereka menambah kecepatan larinya.
“dor.. dor.. dor..” 5 peluru sudah melesat namun monyet itu tidak habis habis “SP kau ada ide lain?” Tanya warti ia mulai frustrasi karena jika menggunakan kekuatan lagi habis sudah energinya “jaraknya masih 1 kilo lagi nona, dan seluncur ini tidak bisa terbang lebih tinggi la..” SP tersentak kaget saat melihat salah satu monyet itu melompat lalu menggigit bahu warti yang juga terkejut itu.
“Aaa..”warti langsung menjerit, karena rasa sakit yang begitu besar “persetan dengan mu monyet” kata warti marah lalu ia membidikan senapannya ke tubuh monyet itu “dor” tubuh monyet langsung terpental jauh sehingga seluncur kembali terbang dengan baik tanpa kelebihan beban “huh huh huh” napas warti mulai tersengal, ia juga merasakan perihnya juga nyeri di bahu kanannya yang terkoyak itu bahkan darahnya berceceran juga membasahi tubuhnya dan bajunya “nona.. bertahan lah” SP yang melihat tuannya itu sekarat langsung mengambil obat penawarnya “obat anti virus dan regenerasi” kata SP sehingga obat itu muncul dan di ambilnya.
Warti tersenyum karena kegilaan dari rasa sakitnya benar benar membuatnya ingin mati saja “nona minum obatnya dulu” warti mengabaikan permintaan SP ia lebih memilih membidikan senapannya kembali namun menggunakan satu tangannya “jadilah banyak dan habisi mereka semua” kata warti penuh penekanan “dor” seketika peluru yang baru keluar dari senapan itu berubah menjadi sangat banyak dan bercahaya biru sehingga SP tercengang melihatnya.
“bruk” dan saat para monyet itu mati tubuh warti langsung terjatuh dari seluncur karena tidak kuatnya menyeimbangkan tubuhnya “nona..” SP langsung terbang menghampiri warti yang sudah kehilangan setengah kesadarannya.
“nona.. nona bertahan lah.. nona minum ini?”
“ak aku su.. dah” warti mulai memejamkan matanya, tubuhnya sudah tidak mampu menahan rasa sakit ini yang begitu nyata menyiksanya “nona minum ini dulu, supaya kau selamat. Nona bangun” pinta SP warti mendengarnya namun ia tidak kuasa untuk meresponnya sehingga SP pun langsung membuka tutup botol itu lalu SP naik keatas dada warti “nona maafkan aku, ini akan sangat sakit. Tapi kalo kau tidak menelan obatnya kau akan terkena rabies dan itu sangat berbahaya bagi tubuh anda” setelah mengatakan itu SP langsung membuka paksa mulut warti dan cairan obat berwarna biru terang itu ia masukan kedalam mulut tuannya.
“Ah” warti memberontak saat lehernya terasa terbakar, dan ia juga kesulitan menelan obat itu “nona minum ini demi kesembuhan anda” paksa SP sehingga bulir air asin keluar dari kedua mata warti ia susah payah menelan obatnya, menahan rasa sakitnya membuatnya benar benar sekarat dan merasakan sakit yang tidak pernah tertandingi.
“glug..” SP langsung tersenyum senang akhirnya warti berhasil meminum obatnya meski sedikit dan sisanya langsung SP tumpahkan ke bahu warti yang terluka parah itu “Aaaa” lagi lagi warti menjerit karena rasa perih ini berubah seperti di bakar di tungku bara api yang panas.
“nona tidak apa apa, anda akan sembuh” kata SP di sisa tenaga warti sehingga tuannya itu tersenyum kecil dan warti benar benar kehilangan kesadarannya lalu SP pun mengangkat tubuh warti menggunakan seluncurnya tadi dan kiri drone nya pun sudah kembali kepadanya batu permata biru itu pun akhirnya mereka dapatkan.
Sesampainya di jalan buntu Batu permata biru yang bercahaya itu pun tiba tiba menyatu dengan SP dan sekarang tubuh SP pun berevolusi menjadi lebih kuat dari sebelumnya "bagus, setelah ini kita akan dapat obat penambah stamina nya. Nona selamat anda sudah berhasil mencapai level 3" kata SP ia senang karena tuannya kali ini lebih jenius dan bar bar meski agak sedikit gila namun Warti berhasil menyelesaikan misi nya.
"close" Setelah SP mengatakan itu pintu portal dimensi pun tertutup, dan kini hari semakin gelap sehingga SP masuk kedalam mobil dan membawa tuannya itu pulang. "jadilah robot dan bawa nona ke kamarnya" pinta SP sehingga mobil itu benar benar berubah menjadi Robot lalu masuk ke dalam rumah dan segera membaringkan tubuh kurus Warti ketempat tidur, lalu ia keluar dan kembali menjadi mobil.
SP masih memperhatikan tubuh Warti bajunya di bagian bahu kanannya terkoyak habis dan darah yang mengering mulai menusuk indra penciumannya karena terlalu amis aromanya "besok pagi dia mungkin sudah siuman, jadi biarkan lah" SP memutuskan menjadi ponsel kembali lalu tergeletak di samping Warti dan mereka pun beristirahat bersama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments