“nona takut?” tanya SP.
“ya iyalah SP, gimana caraku bisa mendapatkan batu permata itu coba? Kalo di jaga mahluk buas yang kelaparan baru nongol pasti udah di kejarnya mati deh kalo ketangkap” jawab Warti sedikit kesal.
“berarti nona gak mau menyelesaikan misi? Hadiahnya lumayan loh 300 jt” sahut SP.
“eh..” warti langsung tercengang saat mendengar kalimat akhir yang di ucapkan SP “300 jt? Serius 300 jt?” Tanya warti tidak percaya “iya nona, gak mau uang sebanyak itu?” Tanya balik SP yang membuat warti tersenyum canggung “ya mau lah, oke gas ken setelah ini. Aku makan dulu biar ada tenaga banyak” setelah mengatakan itu warti langsung melahap sisa makanannya lalu ia pun segera berangkat ke sekolah SD mulyo, sebuah SD yang sangat terbengkalai karena tidak lagi di gunakan selama bertahun tahun akibat yang kejadian di luar nalar terjadi disekolah tersebut “is kenapa tempatnya serem banget lah?” kata warti mulai merinding saat melihat bangunan yang telah rusak itu dan rerumputan pun juga tubuh sembarangan di sekolah ini membuat kesan angker semakin terasa.
“itu wajar karena di sini ada yang suka lihat pocong saat malam tiba dan saat siang anak anak suka mendengar bisikan jahat bahkan guru pun ada yang sering kesurupan” jelas SP.
“hah serius? Tapi gimana kau tahu?” Tanya warti meragukan penjelasan SP “aku ini canggih nona jadi semua info di kota ini bisa aku akses asalkan info itu ada di internet” jawab SP yang membuat warti terkagum kagum “ya sudah buka misinya” pinta warti yang langsung di laksanakan oleh SP “open” kembali lagi pintu portal dimensi pun muncul di hadapan mereka lalu terbuka sehingga mereka pun masuk kedalamnya.
“beneran hutan belantara” kata warti kini ia sudah berdiri di salah satu puncak gunung sehingga matanya bisa melihat begitu luasnya hutan yang di tumbuhi pepohonan besar “lalu di mana tempat penyimpanan batu permata itu?” Tanya warti kepada SP yang kini sedang duduk di bahunya “nona lihat gunung itu? Nah di sanalah tempatnya?” jawab SP sehingga warti cemberut karena jarak gunung nya terlalu jauh “kau ngeselin banget, terus kita gimana nih ke sananya?” Tanya warti lagi sehingga SP langsung berdiri lalu melompat dari tubuh tuannya itu.
“buka senjata” setelah SP mengatakan itu tiba tiba muncul sebuah senapan yang berwarna hitam di hadapan mereka “ini pistol, gimana cara gunainnya?” Tanya warti saat sudah memegang senjata itu lalu ia perhatikan “nona itu bukan pistol tapi senapan SS2 V1 yang sering di gunakan oleh para TNI Cuma bedanya anda hanya tinggal membidiknya saja, ada 10 peluru dan waktu 5 menit akan terisi lagi jika habis” jelas SP yang membuat warti mengerti “eh tunggu apa pistol ini berbunyi saat melesatkan peluru?” Tanya warti yang membuat kepala SP mengangguk “ah kalo gitu gak efektif ini senjata, ada yang lain tidak?” Tanya warti karena ia perlu senjata yang lebih ampuh untuk mengalahkan para monyet buas nanti.
“tidak ada nona, baik lah kita pergi sekarang? Mau naik jalur darat atau udara?” tanya SP.
“ah gitu.. aku mau naik jalur dalam tanah?” jawab Warti.
“eh maksud anda?” Tanya SP kurang memahami “buat alat transportasi jalur bawah tanah karena kita akan mudah mengambil batu itu jika bergerak di tanah jadi apa kau bisa?” Tanya warti lagi “baik lah seperti ini?” kata SP setelah itu terdengar suara dengkuman dari dalam tanah yang membuat tanah di sekitarnya bergetar lalu munculah sebuah robot runcing di bagian depa dan belakangnya sebagai alat untuk menggali tanah “oke sip lah” sahut warti senang lalu mereka berdua pun masuk kedalamnya “dan robot itu pun kembali masuk kedalam tanah dan di kendalikan oleh SP.
“nona kita akan pergi tepat ke dalam goa nya?” tanya SP.
“iya arahkan saja kesana nanti setelah mencuri kita harus segera lari balik lagi ke Dozer ini” jawab warti ia menamai alat menggali tanah ini dozer “tapi nona, kita tidak mungkin bisa kabur dengan cara itu karena getaran dikit saja akan membuat perhatian penuh para monyet” sahut SP yang membuat warti terdiam karena sedang berpikir “gimana cara kita bisa kabur dari kejaran mereka?” Tanya warti setelah sekian lama terdiam “jika anda minta jalur darat atau udara tadi, aku bisa mengantarkannya jadi anda bisa melihat ada sebuah jalan seperti labirin di sana dan jika kita di kejar cukup berlari di jalan itu dan jika menemukan jalan buntu nya artinya misi selesai. Aku kira anda mau melihatnya dulu tadi” mendengar jawaban itu warti tiba tiba tersenyum.
“bagus, itu bagus. Kau tahu kan jalan buntu nya di mana?” sahut Warti senang.
“tentu saja nona, aku tahu kan aku sistemnya” jawab SP bangga.
“ya sudah nanti buatkan aku sepatu yang bisa membuatku lari cepat, dan saat aku mendapatkannya kita akan kabur dengan lomba sprint” pinta Warti.
“apa itu ide bagus nona?” Tanya SP masih ragu.
“memang kau ada ide yang lain?” Tanya balik Warti.
“aku akan membuatkan papan turbo saja biar anda tidak lelah” jelas SP singkat.
“eh tapi aku emang bisa menggunakannya?”
Tanya warti ia kini terlihat kikuk di mata SP “aku yang mengendalikannya nona” jawab SP sehingga warti melongo namun tiba tiba ia tersenyum canggung “iya deh benar” sahut warti sehingga ia merasa sedikit lega sekarang “kita sudah sampai nona” tentu warti langsung terkejut dan ia tiba tiba mengangkat kedua tangannya seraya berdoa “ya allah lindungilah aku dan permudahkan lah aku menyelesaikan misi ini dengan cepat aamiin” setelah itu warti mengusapkan kedua tangannya ke wajahnya.
“kita mau keluar sekarang?” tanya SP.
“emang udah tepat di posisi batu permata biru nya?” Tanya warti “iya sudah” jawab SP singkat “baik lah siap deh sekarang” sahut warti lalu Dozer pun muncul ke permukaan tanah “is gelap banget aku bahkan gak bisa lihat apapun” kata warti, ia benar benar tidak bisa memperkirakan ada apa di hadapan dan di belakangnya karena terlalu gelapnya “aku sengaja menurunkan nona di lokasi ini, karena tempat ini yang gak di jaga para monyet. Nona tenang saja seluncur sudah siap” kata SP sama lirihnya lalu tiba tiba ada sebuah drone berbentuk seperti papan seluncur yang sering di pakai orang orang mengarungi ombak pun muncul tepat di bawah kaki warti.
“terbang?” tanya Warti.
“benar anda, cukup diam berdiri juga jaga keseimbangan” jawab SP dan benar saja seluncur itu pun terbang membawa warti dan SP “itu lihat batunya?” kata SP menunjuk kearah depan terlihat batu permata biru yang kilatannya sangat terang bercahaya “wah itu nilainya pasti mahal kalo di jual” pikir warti lalu tiba tiba ia menatap sekitar terlihat ada puluhan monyet besar seperti orang hutan hanya saja mereka berwarna hitam pekat dan memiliki taring yang tajam.
“SP setelah ini arahkan seluncurnya kearah batu itu dengan sangat cepat setelah dapat kita akan kabur. Kau paham?” Tanya warti yang membuat SP menganggukkan kepalanya sehingga warti langsung membidikan senapannya kearah bebatuan besar yang ada di depan pintu masuk goa “Dor” suara tembakan itu mengkagetkan para monyet sehingga mereka pun lari untuk mengeceknya di saat bersamaan seluncur pun terbang cepat menuju batu permata biru.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments