"Kau akan baik-baik saja?" Ibu tiba-tiba muncul di kamarku saat aku bersiap malam hari sebelum aku pergi ke Norman. Aku melihat ke arahnya.
"Kami disana di markas tentara, aku akan baik-baik saja." Baru kali ini dia tampak khawatir. Beberapa tahun yang lalu saat aku pergi ke Afganistan dia hanya berpesan supaya berhati-hati.
Saat itu kupikir aku memang tak berguna di depannya. Aku pergi selama dengan perasaan terluka. Tapi kemudian aku sadar saat itu dia sedang minum. Mungkin dia sama sekali tak sadar apa yang kuucapkan.
Dua hari kemudian dia meneleponku menanyakan aku ada dimana karena tidak pulang. Well setidaknya dia masih mengecek apakah aku sudah hidup atau mati.
"Berapa lama kau akan berada disana." Akhirnya dia beralih ke sampingku sambil membantuku melipat bajuku.
"Aku tak tahu, mungkin bisa berbulan-bulan sampai operasinya selesai." Aku menjawabnya tapi tak melihatnya. Aku hanya sibuk memasukkan pakaian ke tas ransèlku.
"Aku minta maaf..." Sekarang aku melihatnya, matanya tampak berkaca-kaca.
"Minta maaf untuk apa...?"
"Untuk perkataanku meremehkan usahamu selama ini. Ibu tak bermaksud mengatakan semua usahamu tak berarti, kau benar Ibu yang bersalah padamu. Maaf mungkin tidak akan cukup membayar kesalahan Ibu padamu. Ibu hanya kasihan melihatmu harus bekerja begitu keras. Aku tak bermaksud mengatakan semua usahamu sia-sia..."
Dia mengatakan itu lurus didepanku membuatku terdiam lama. Dia satu-satunya keluargaku, dia Ibuku. Semua perkataannya sangat berarti untukku... Akhirnya aku merasa dia melihatku sebagai anaknya.
"Ibu, aku menyayangimu..." Aku memeluknya kemudian dan untuk pertama kalinya kami menangis bersama dan merasa sebagai Ibu dan anak.
"Kau harus menjaga dirimu di Dallas. Pulanglah kembali ke sini dengan selamat." Dia memandangku dan menghapus air mataku.
"Aku akan pulang. Kau harus menjaga dirimu. Jangan makan daging setengah matang, jangan minum air keran sebelum kau merebusnya lagi, berhentilah minum..." Dia mengangguk sambil menyeka air matanya.
"Aku akan baik-baik saja. Aku berjanji tidak akan minum lagi sekarang..." Aku tersenyum kecil.
Aku beranjak ke lemariku, menarik sesuatu dari laci kecilnya.
"Ini 2.000 dollar. Simpanlah untukmu. Jika tak ada kebutuhan mendesak jangan dipakai. Aku akan mentransfer tiap bulan padamu bagian gajiku seperti biasa."
"Ini tidak... Bukankah kau sedang menabung untuk kuliahmu. Ibu masih punya uang. Simpanlah untukmu... Ibu baik-baik saja. Kota ini masih berjalan seperti biasa." Dia mengembalikan amplop itu padaku.
"Tidak, aku masih punya tabungan. Pacarku memberiku sangat cukup tiap bulannya. Ini untukmu... " Aku tertawa kecil, dia benar tentang mempunyai seseorang disampingmu ternyata sangat membantu.
"Kau punya pacar?" Dia terperangah . "Siapa... Kenapa kau tak pernah menyebutkannya."
"Kita jarang bicara selama ini." Aku mengingatkannya.
"Kau benar juga..." Kami tertawa bersama.
Aku menceritakan siapa Fred padanya. Termasuk dia pernah melamarku dan bersedia menungguku menyelesaikan kuliah.
"Sepertinya dia sangat peduli padamu..."
"Dia sangat baik." Tak bisa fakta yang jelas.
"Dia di sini sekarang?"
"Sayangnya dia tertahan di isolasi Dallas. Belum bisa keluar sampai sekarang..."
"Oh my God... Kau pasti sangat mengkhawatirkannya."
"Iya, tapi katanya ada pendaftaran test untuk izin keluar segera besok. Semoga dia bisa kembali secepatnya." Aku hanya bisa berdoa sekarang.
"Kau harus kembali juga dengan selamat, berhati-hatilah."
Dia memelukku lagi. Untuk kali kepergianku kali ini nampaknya aku bisa menghela napas lega meninggalkannya. Akhirnya setelah bertahun tahun aku bisa kembali lagi bicara dengan Ibu tanpa ada rasa sakit hati lagi.
------
Norman Regional Hospital
Kami tiba jam lima sore di Norman Regional Hospital, setelah kami harus menunggu para prajurit menangani infected.
Bangunan Rumah sakit ini adalah rumah sakit yang cukup besar. Sebagian staff medisnya masih menjadi sukarelawan dan bersedia tinggal. Militer menjanjikan perlindungan untuk mereka.
Disamping kami adalah perumahan. Militer sudah menetapkan perimeters blok-blok aman disekitar kami. Rumah-rumah itu juga sebagai tempat istirahat bagi prajurit. Sementara Frances Cate Park yang terletak di timur yang hanya berjarak 600 meter menjadi tempat parkir kendaraan militer.
Brifer militer kami menjelaskan semua yang kami harus tahu soal tempat kami berkerja. Mukai dari rute evakuasi, tempat aman, tempat senjata dan bagaimana menghadapi penerobosan
Tampaknya mereka sudah menbunuh cukup banyak infected disini.
Mayor Joseph akan mengepalai tim di rumah sakit ini dan langsung memberikan arahan prosedur kepada staff medis sipil yang akan kami lakukan jika seseorang tergigit. Sementara aku dan para perawat kemudian mempelajari ruangan dan perlengkapan dirumah sakit ini dari para perawat sipil yang masih bertugas.
Seorang perawat muda bernama Maria menunjukkan padaku sistem supply mereka.
"Kau tidak ikut mengungsi Maria..." Aku bertanya padanya setelah dia selesai menjelaskan.
"Orang tuaku tidak disini. Mereka aman, aku putuskan aku lebih aman dikelilingin para tentara. Lagipula bantuan kami masih diperlukan disini. Dan ini pengalaman pertamaku berkerja di bawah sistem militer, aku tak akan melewatkannya..." Dia tampaknya bersemangat menjalankan tugasnya disini.
Sampai malam kami telah selesai mempelajari semua yang ada dirumah sakit. Staff dan dokter yang masih ada disini sekitar 30 orang dan kami yang baru datang tiga tim juga sekitar 30 orang kurasa ini sangat cukup mengcover rolling emergency.
Penerjunan pasukan akan dimulai besok pagi. Kami sudah bersiap untuk segala kemungkinan.
"Faselitas ini lengkap, kita akan banyak bisa membantu disini. Malam ini belum ada operasi dimulai. Kalian menempuh perjalanan jauh siap-siap istirahat." Dr. Joseph langsung membagi rolling shift kami untuk keesokan harinya.
"Dallas bertambah parah. Ada ribuan kasus infeksi baru dan banyak infected berkeliaran saat malam. Militer dan polisi memberlakukan jam malam disana." James memberitahu kabar terbaru untukku saat aku mengambil makanan di cafetaria tentara.
"Sebenernya apa sumber infeksinya?"
"CDC menduga daging sapi atau **** asal sebuah daerah perternakan besar di Canada . Infeksinya tidak sekaligus terjadi, mungkin harus memasuki masa inkubasi sekitar dua sampai tiga bulan baru parasitnya cukup punya kekuatan mempengaruhi sistem tubuh manusia. Sekarang mereka melarang konsumsi semua daging sapi **** dan domba lainnya. Banyak daging kita import dari sana..." Jadi mungkin El Paso juga akan terkena?
"Menurut pelacakan tak ada Daging Canada masuk ke El Paso. " Syukurlah, aku menghela napas lega. Tapi kenapa Texas banyak terjadi korban. Texas cukup punya banyak peternakan sendiri dan hasil perternakan nya juga pasti masuk ke El Paso...?"
"Mereka masih menyelidikinya...dan masih belum punya jawaban untuk itu. Kenapa Texas terkena infeksi parah. Mungkin ada strain yang menyebabkan infeksi juga disini... Entahlah. Atau kita tak akan pernah menemukan dari mana asal pertama parasitnya..."
Tiba-tiba pager kami berbunyi. Tanda darurat di emengency.
Ada apa sampai kami harus dipanggil untuk membantu shift malam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 464 Episodes
Comments
mrs YoYaman
kalo punya ibu gak nyambung dan setiap komunikasi hny ada pertengkaran tu mmg mnyedihkan
2022-08-27
0
rukun yeee emak ma anak
2021-02-26
3
🍉🍉
2021-02-24
2