Ketakutan sudah menjalan kemana-mana setelah pengumuman isolasi Dallas. Negara-negara lain mengeluarkan travel warning ke USA dan menghimbau warga negara untuk kembali dari USA.
Dan disaat panik seperti ini apocalypse ( kami menyebutnya begitu ketika tiba-tiba begitu banyak pasien yang masuk sehingga terjadi code blue dan code grey berkali-kali) di ER(Emergency Room) selalu terjadi. Orang-orang yang kuatir dan panik menyebabkan banyak kecelakaan terjadi. Adrenalin yang terlalu intens, serangan panik dan kecemasan yang dapat membahayakan orang lain.
Aku memberi kabar pada Fred, apapun yang terjadi dia harus memberi kabar padaku melalui pesan teks karena aku sibuk di Emergency Room.
Code Blue yang berarti kami memghadapi kasus henti jantung seperti terjadi simultan hari ini. Ambulan menurunkan pasien yang salah satu paramedicnya harus melakukan langkah CPR penekanan dada diatas bed. Dan yang satunya dua lainnya memegang alat bantu pernapasan dan mendorong bed sambil membacakan status pasien ke staff rumah sakit.
Kemudian kami harus melakukan prosedur lain untuk menyambung kehidupan pasien. CPR yang berarti Cardiopulmonary Procedure Resuscitation dimulai dari penekanan dada sedalam 2-2,4 inchi dengan ritme 100 tekanan permenit yang seperti memaksa jantung yang berhenti tetap memompa darah untuk mencegah kerusakan jaringan otak. Dan mengusahakan jalan napas pasien terbuka.
Kemudian dilanjutkan dengan serangkaian obat, cairan dan jika memungkinkan algorithma defibrillation (kejut jantung) dan ALS ( Advanced Life Support). Tapi yang menyedihkan rate penyelamatan dari kasus henti jantung hanya 15%.
Kemudian staff keamanan memghadapi Code Grey yang adalah keluarga pasien yang tidak dapat mengendalikan dirinya dan memaksa masuk ke emergency sehingga menggangu pekerjaan kami.
Gelombang ini berlanjut sampai malam, sampai shift berikutnya datang dan kami akhirnya bisa beristirahat hari ini.
Aku dan Noah, dan dua orang lainnya langsung duduk memeriksa berita. Tak ada berita baru selain kepanikan yang terjadi di penjuru negeri ini.
Dan langsung menelepon Fred.
"Kau baik-baik saja?"
"Aku baik. Mereka memaksa kami kembali ke hotel dan mengabarkan sistem test besok pagi... Kami tak bisa memaksakan apapun soal terbang. Karena ketika perintah isolasi terjadi bandara langsung menghentikan operasi penerbangan keluar, bahkan yang sedang loading penumpang. Pesawat yang mendarat setelah perintah isolasi dipaksa kembali kecuali yang bisa menunjukkan kalau dia adalah penduduk Dallas." Fred langsung mengabarkan apa yang terjadi.
"Oh my God, Fred rasanya ini menakutkan sekali." Aku hanya bisa mengeluh padanya.
"Semoga ini tidak menyebar lagi ke kota-kota lainnya. Aku takut sekali harus dikejar zombie. Kau harus berhati-hati tidak terjebak kerusuhan, beberapa daerah di Dallas ada sekelompok orang yang memanfaatkan situasi untuk menjarah."
"Tidak mungkin, hotel ini dekat sekali dengan bandara dan tentara ada disini, tak mungkin ada kerusuhan. Tenanglah kita lihat perkembangannya besok. Kau harus beristirahat, ... semoga ini tak menjadi lebih buruk."
"Kami ditahan dirumah sakit. Aku belum bisa pulang, setidaknya sampai jam sepuluh malam ini mereka takut ada lonjakan signifikan lagi menjelang malam ke pagi... tadi kami mengalami saat-saat sangat sibuk di ER tadi. Dan nampaknya jika masih belum menentu kami akan mengalami gelombang di ER."
"Minumlah vitaminmu jika begitu. Jaga dirimu. El Paso seharusnya aman. Itu markas militer. Jika hal terburukpun terjadi kalian punya senjata terbanyak didunia. Jadi tak akan ada zombie yang berani kesana..." Aku tertawa. Itu tidak sepenuhnya benar. Karena jika hal terburuk terjadi pasti tentaranya diterjunkan ke medan tempur untuk menghadapi para zombie. Dan aku juga akan mengikuti mereka ke garis depan.
"I love you..." Diam disana sebentar.
"I love you too..." Balasannya membuatku ingin menangis disaat seperti ini. Aku ingin memeluk Fred lagi dan merasakannya ada didekatku.
"Istirahatlah jika kau sudah dirumah cepatlah beristirahat oke. Jaga dirimu..." Aku memutuskan telepon itu kemudian. Mencoba makan dan beristirahat dari lelah dan kekuatiranku sendiri.
---------
Jam enam pagi aku sudah ada dirumah sakit lagi. Kondisi tambah tak menentu. Jepang, China, Mexico dan Kanada mengumumkan infeksi pertamanya. New York, North Carolina di pantai timur dan Oakland, Long Beach di pantai barat juga mengumumkan infeksi pertama.
Jelas ada yang salah disini. Media penyebarannya diperkirakan produk makanan yang tercemar cysts toxoplasmosa gondhii type Z. Semua negara sekarang menghentikan eksport produk makanan USA. Tapi sumber penularannya pastinya masih didalami dan apakah benar dari USA. Atau dari negara lain?
Dan pertanyaannya selanjutnya apakah mereka cukup cepat menemukan sumbernya.
Yang jelas adalah kepanikan terjadi di seluruh negara bagian. Siaran ditelevisi dipenuhi anjuran dari CDC dan anjuran pemerintah untuk tidak panik.
Dan yang paling terlihat adalah bangsal perawatan di bagianku dipenuhi oleh pasien dari semalam sebelumnya. Aku dengan cepat membaca charting 3 orang pasien tambahan yang harus kutangani sambil memerintahkan perawat baru untuk menyiapkan obat pasien sebelumnya.
"Sangat sibuk rupanya Delores..."
"Hmm ada tambahan tiga dibangsalmu..."Delores sudah menguap. Sebentar lagi jam dia untuk pulang.
Dua orang karena kelainan irama jantung setelah kecelakaan mobil. Kami menyebutnya takotsubo cardiomyopathy. Tekanan stress setelah kecelakaan yang bisa mempengaruhi jantung dan menyebabkan sakit dada dan sesak napas dan menyebabkan kelainan detak jantung. Salah satunya sampai perlu electrical shock untuk menormalkan denyut jantungnya.
Dan selain itu juga ada patah tulang, yang lainnya cuma memar.
Dua lainnya pria 18 tahun yang menderita pulmonary oedema¹ karena menabrak tembok dan mobil yang sedang terparkir. Dokter mereseplan digoxin dan diuretic therapy. Tapi ada riwayat kelainan irama jantung sebelumnya, dokter mengirimkannya kesini untuķ diawasi.
"Kau punya keluarga di Dallas?" Delores yang bertanya sekarang.
"Fred kekasihku terjebak disana. Perintah isolasi diberikan hanya setengah jam sebelum dia terbang."
"Pasti berat untukmu." Delores menghela napas. "Jika situasi ini bertambah pelik setengah dari kita akan pasti berakhir di penugasan luar rumah sakit. Itu yang menjadi pikiranku. Aku selalu tak nyaman dengan penugasan di luar, kabarnya sudah 1/4 prajurit ditugaskan ke pegamanan. Dan wabah mengerikan ini aku tak pernah membayangkan kita membawa film zombie ke hidup kita." Tak ada yang membayangkan tepatnya.
Menjelang siang ada berita mengejutkan. Di satu resort di thailand 15 tamu dan 5 orang karyawannya diperkirakan terinfeksi.
Menyusul penambahan suspect di beberapa negara bagian lainnya. Dan serangan orang yang terinfeksi di sebuah desa di pedalaman Arizona. Yang untungnya bisa dibunuh dengan tembakan.
Dan itu akhirnya rentetan kejadian ini memicu suatu tindakan.
Jam 12.00 AM CST, presiden menyatakan state emergency untuk seluruh negara bagian.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
¹ Pulmonary oedema
Pulmonary edema adalah kondisi dimana ada air terbentuk di alveoli dan mengakibatkan kelebihan cairan di paru-paru. San kemudian air ini membentuk kantung air di paru-paru dan membuat pasien sulit bernapas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 464 Episodes
Comments
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
ngalah ngalahi Corona
terinspirasi dari wabah itukah Mak othor???
2023-01-01
1
maruko🌸chan2898
nyaris pernah ngalamin ini keknya pas nabrak, pdhal area dada kbwh gk kebentur samsek ya. tp entah dada rasanya sesek gk bisa napas gitu
2022-12-30
0
YAN
selalu suka dg cerita kayak gini... imajinasi tinggi tapi ada ilmunya juga. terimakasih kak
2022-12-07
0