"Kau harus kembali secepatnya Fred, Dallas hanya 100 mil dari Norman. Kota itu sudah diisolasi...." Aku khawatir soal DEFCON 4, Dallas dan LA. Tak ada yang bisa meninggalkan kota sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap.Aku langsung menelepon Fred setelah beberapa saat kami selesai briefing.
"Aku tahu...Aku akan mencoba kembali sore ini. Jadwal kami sudah dikompromikan. Aku akan mencoba mencari jadwal penerbangan." Penerbangan dari Dallas ke El Paso memakan waktu satu setengah jam. Kuharap dia bisa kembali secepatnya.
Aku bekerja kembali kemudian dengan perasaan tak enak. Media sudah ribut memberitakan kejadian luar biasa di Dallas dan LA. Siapa yang tak kuatir, tentara sudah dikirim kesana, dan tentu saja kepanikan luar biasa.
Menjelang siang berita yang lebih buruk datang. Infeksi parasit pertama ditemukan di Dallas. Itu bahkan sudah ada di televisi.
Kepanikan terjadi dari kemarin. Mereka yang ketakutan mulai menyetok makanan. Pusat perbelanjaan diserbu seperti kami akan mempersiapkan perang.
Termasuk Mom yang rupanya juga khawatir. Dia meneleponku menanyakan apa kami perlu bersiap. Dia mengambil yang dia bisa beli di tempatnya bekerja untuk persiapan makanan dirumah.
"Ibu membeli makanan kaleng, tepung, dan makanan yang bisa tahan lama...Apa lagi yang kau butuhkan?"
"Belilah stok air minum dalam botolan, jika entah bagaimana keran air tidak bekerja." Aku memikirkan apa yang harus kami beli. Kali ini setidaknya dia memikirkan kami.
Cerita-cerita bohong bertebaran. Dari mereka mempunyai taring penghisap darah sampai mereka bisa membuat bekas gigitan dan langsung membuatmu berubah menjadi zombie dalam sekejab.
Dan kami semua di rumah sakitpun menjadi ketakutan, walaupun ini adalah faselitas militer. Kota ini bisa jadi adalah salah satu kota teraman dengan kehadiran minimal 8.000 personel militer aktif.
"Kau sudah dapat tiketnya?" Aku mencoba menelepon Fred lagi saat makan siang.
"Belum sama sekali. Penerbangan penuh, aku baru dapat besok pagi. Kupikir daripada tidak ada." Dia tidak bisa kembali bagaimana jika ada ledakan kasus tiba-tiba.
"Fred, kau harus tinggal di hotel dekat bandara. Jika ada kekacauan di pusat kota kau bisa kebandara dengan cepat... Aku mengkhawatirkanmu. Jika kota diisolasi kau tak akan bisa keluar."
"Dallas dan Norman tiga jam perjalanan sayang, jangan terlalu kuatir..."
"Toxoplasmosa gondhii bisa dibawa bahkan oleh burung merpati Fred, kita tak tahu media penyebarannya. Mereka sudah menetapkan status DEFCON 4 untuk Texas dan California. Personil militer sudah ada disana. Jadi ini bukan main-main. Sudah ada satu pasien disana, suspectnya mungkin akan bertambah lagi...!"
"Sayang tenanglah, aku akan kembali besok. Jika kota Normal sudah diisolasi oleh tentara kurasa tak akan ada yang bisa keluar."
"Mareka mengizinkan yang tanpa gejala keluar, bagaimana jika salah seorang diantara mereka belum menunjukkan gejala dan tiba di Dallas. Dan kemudian..."
"Jennifer, kau harus belajar tenang okay!" Dia menghentikan kata-kataku. "Aku akan kembali, disini masih baik-baik saja... Mereka tak akan mungkin menutup satu kota karena satu orang."
Entahlah. Aku tak tahu.
Bagaimana ini akan berakhir. Apa mereka akan menemukan perawatannnya. Perintah dari CDC masih mengkhawatirkan mereka menyarankan membuat pasien dalam kondisi koma sebelum mereka menemukan perawatan yang tepat.
------
James terlihat berdiri risau di ruangannya. Aku melihatnya berjalan kesana kemari ketika aku ingin membawa jadwal pendaftaran konsultasi pasiennya.
"Doc, kau baik-baik saja?"
"Aku mengkhawatirkan Mom, Dad belum kembali dari New York, harusnya dia sudah keluar dari Dallas sekarang."
"Penerbangan penuh Fred juga baru mendapat tiket besok padahal aku memintanya untuk kembali hari ini. Aku juga khawatir."
"Fred juga di Dallas?"
"Iya, dan di sana sudah ada pasien. Pasti entah bagaimana akan jatuh korban berikutnya."
"Kau ingin menyuruh Bibi kesini?"
"Iya, ...tapi Ayah belum bisa mencapai Dallas. Jadwal penerbangan ke Dallas penuh. Begitu juga jadwal keluar. Dad baru bisa kembali besok siang. Jika tidak mendapat jadwal dia akan mengemudi sendiri bersama kakakku besok...Tapi kupikir lebih baik mereka keluar sekarang tak usah menunggu Ayah." Persis yang dialami Fred, dia baru bisa keluar besok.
"Kurasa itu lebih baik...
"Kalian punya informasi tentang penyakit ini?"
"Ada info yang beredar, parasit ini menyebabkan kematian bagian otak dan menyebabkan perilaku berbeda pada manusia." Itu sudah pasti, bagian yang mengontrol perilaku kemanusiaan pasti rusak digantikan dengan bagian insting.
"Selain itu belum ada cara mengontrol parasitnya..."
"Sama sekali belum. CDC kabarnya sedang mencari sumber penularan, nampaknya kita hanya bisa meraba-raba sekarang. Mereka sudah melarang konsumsi daging mentah dan setengah matang yang mungkin bisa menjadi sumber penularan. Atau dengan kucing dan anjing liar, binatang liar. Tampaknya kita harus bersiap dengan penugasan mendadak... Kau pernah ikut penugasan."
"Pernah sekali ke Kandahar."
"Afganistan?!"
"Iya... enam atau tujuh bulan kurasa." Aku melihat jam di tanganku. "Kau harus menerima perjanjian pemeriksaan kontrol pasien ada 6 orang sore ini."
"Aku tahu... Beri aku waktu lima belas menit untuk menelepon Arnold lalu minta mereka masuk." Kami mencoba tenang karena memang tidak ada yang kami bisa lakukan. Mencoba bekerja sambil mengharap semua akan baik-baik saja dan kami bisa bertemu mereka.
Sore dan malam aku lewati dengan kekhawatiran sambil memantau perkembangan berita di media. Sampai tengah malam tak ada apa-apa, aku bisa tidur setelah menelepon Fred dan dia menenangkanku bahwa semuanya akan baik-baik saja besok hari.
Tapi jam empat pagi ponselku tiba-tiba berbunyi soal notifikasi menakutkan. Empat korban lagi nampaknya dicurugai menderita penyakit yang sama.
Sekarang apa yang akan terjadi?!
Dallas juga akan di isolasi seperti Norman dan LA?
Bagaimana nasib penerbangan Fred?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 464 Episodes
Comments
Siti Kurniawati
sampai episode ini tegang banget, ,,,
2023-01-30
2
🔴 Kⁱᵃⁿᵈ⏤͟͟͞Rą 🈂️irka
apakah Fred akan selamat...
firasatku ga enak nih
2022-11-29
0
Meliany Rina
kuatir dengan Fred. duh, jangan sampaiiii......kena. hiks
2022-10-13
0