Aku punya rahasia yang kupendam selama bertahun-tahun.
James Wilson
Dia adalah cinta pertamaku.
Aku ingat saat pertama aku menyadarinya musim panas saat dia kembali untuk liburan musim panas.
Aku berusia 13 tahun dan dia 19 tahun.
Aku tak melihatnya selama 3 tahun. Ayah baru beberapa bulan tiada. Kami sedang bersedih, tapi aku masih mempunyai kakakku disampingku.
Dalam tiga tahun dia berubah sangat banyak. Rasanya seperti melihat dia yang masih kekanakan saat dia meninggalkan London untuk Senior High School dan tiba-tiba dalam semalam berubah menjadi pangeran tampan berkuda putih.
"Hai Tootsie,..." Aku tak menjawab saat dia menyapaku. Aku terlalu terpesona melihatnya saat itu. Demi Tuhan dia sangat berbeda.
"Hei kau baik-baik saja..." Dia mengacak rambutku, aku seketika terkejut dan jantungku berdetak kencang. Mungkin saat itu aku masih terlihat seperti gadis kecil baginya.
"Aku baik..." Wajahku panas, kali itu aku benar-benar salah tingkah. Pertama kali dalam hidupku aku salah tingkah oleh kehadiran seorang pria. Dan dia adalah teman kakakku. Bagiku sekarang dia terlihat seperti pangeran tampan yang sempurna.
Aku menyukainya pada pandangan pertama.
"Sekolahmu baik? Kau pasti bersedih soal ayahmu..." Dia menatapku dengan bersimpati. Aku kehilangan Ayahku tentu saja, tapi entah kenapa saat itu seperti aku masih mempunyai seseorang yang lain. Kakakku, pelindung keduaku.
"Aku baik-baik saja. Masih ada Kenneth. Kami akan baik-baik saja." Dia mengangguk dan duduk disampingku.
"Tentu saja Ken sangat menyayangimu..." Dia kembali mengacak rambutku. Aku hanya tersenyum dan membiarkannya. Aku menikmati perhatiannya yang tak lebih dari seorang anak kecil yang minta perhatian kakaknya.
Dia kembali lagi musim panas berikutnya dan aku hanya bisa memandangnya pergi berdua bersama kakak. Tentu saja aku tak bisa menjangkaunya aku hanya gadis kecil yang baru beranjak remaja.
Mereka adalah para pria muda yang sedang menikmati masa mudanya. Gadis-gadis dan pesta pesta dengan minum bir dan alkohol. Dan aku adalah gadis kecil High School yang berbeda 6 tahun dengan mereka, adik kecil sahabatnya.
Dia tak pernah tahu aku hanya mengaguminya dari jauh. Dan akupun tak mau memberitahunya. Itu sangat memalukan, bahkan aku malu jika dia tak sengaja menatapku.
Aku hanya gadis kecil lugu yang mengagumi pangerannya.
Tapi tahun berikutnya nasib burukku dimulai. Kakak meninggal dalam kecelakaan. Sebuah tabrak lari tragis ketika oleh pemabuk yang mengemudikan mobilnya saat dia baru akan pulang dari kuliahnya.
Saat itu aku mulai hidup sendiri dan pelindungku pergi selamanya sampai hari ini aku berjalan sendiri.
Dan sekarang aku berjalan masuk ke rumah sederhanaku di Elvira Lane. Rumah ini dua puluh menit dari rumas sakit. Aku mengajak ibuku tinggal disini.
Ini bukan lingkungan impressive tentu saja, perumahan sederhana mungkin bisa dikatakan suram. Hanya El Paso adalah kota yang aman karena banyaknya anggota militer yang adalah perumahan tentara tentara dan pensiunan terbesar berisi lebih dari 10.000 orang.
Rumah kecil dengan dua kamar tidur yang kusewa sejak 4 tahun lalu. Sewanya tak mahal hanya $850 per bulan. Dan pertama aku menyewanya hanya menyaratkan gaji di kisaran $40.000 per tahun. Aku sudah mencapai diatas $60.000 karena kerja keras dan kompetensiku, tapi tak mendapatkan apapun di tahun awal karena aku harus membayar student loan.
Dapur kecil dan ruang tamu yang tergabung di lantai pertama itu terlihat berantakan. Entah mungkin bisa dikatakan jarang dirapikan. Perlengkapan kami hanya sofa yang sudah tua. Meja makan sederhana.
Ibu entah pergi kemana, ini hari liburnya. Dia bekerja disalah satu mini market di daerah ini, aku tak tahu. Dia tak akan mau repot membereskan flat ini.
Mungkin pergi ke sebuah pub untuk minum. Dia suka minum sejak kematian kakak. Dia sama sekali tak bekerja sebelumnya, dia menghabiskan tabungan Ayah dan Kakak, bahkan tabungan pendidikanku untuk dirinya sendiri.
Dan sekarang dia menghabiskan uang yang kuberikan untuk minum dan bersenang-senang. Jika aku bisa aku ingin pergi. Tapi dia satu-satunya keluarga yang kupunya.
Mungkin sampai sekarang mungkin dia masih belum bisa menerima kalau Ayah dan Kakakku yang dibanggakannya diambil darinya. Entahlah mungkin dia tak pernah menaruh harapan apapun padaku.
Aku membuat sandwich untuk diriku sendiri. Hanya bahan itu yang ada dikulkasku sekarang. Pintu terbuka dan Ibuku pulang. Kali ini tampaknya dia tidak mabuk. Mungkin pergi bersama teman-temannya.
Dia melihatku duduk dan makan.
"Tolong buatkan aku... " Dia duduk didepanku. Aku menyerahkan sandwichku yang baru akan kumakan kepadanya. Aku pergi membuat yang lain.
"Baru pulang..."
"Iya." Aku menjawab singkat.
"Kau bekerja keras, tapi tak mencapai apapun..." Aku tak menanggapinya. Aku menumpuk bacon telur dan beberapa telur ke atas rotiku. Dan mulai menghela napas.
"Harusnya kau ke salon perbaiki penampilanmu, cari dokter kaya yang mau membiayai kehidupanmu. Dari dulu aku sudah bilang padamu. Kau hanya menggangap perkataanku angin lalu." Aku hanya menghela napas panjang.
"Kau memang payah ..." Perkataan kali ini memancing emosiku.
"Aku akan berhasil dengan tanganku sendiri Mom. Kau pikir dengan apa kita hidup selama ini!"
"Ohh hidup di rumah sempit ini kau bilang hidup! Kau membuatku tertawa!" Dia membalas perkataanku dengan gayanya yang berlebihan.
"Kau yang membuat kita hidup begini. Kau yang membuatku hampir putus sekolah kau tak ingat!" Aku belum selesai bicara.
"Aku hanya menjadi perawat miskin seperti yang kau bilang itu salahmu. Bahkan aku harus membayar pendidikanku sendiri. Apa kau pernah memikirkan itu. Apa kau pernah berlaku adil padaku. Hidup kita begini ini semua kesalahanmu!" Aku akhirnya bicara dengan nada tinggi. Dia diam tak menjawabku.
Aku pergi dari dapur dengan cepat sambil membawa makananku dan membanting pintu kamarku. Sekarang aku terlalu marah bahkan untuk berhadapan dengannya.
Berkali-kali aku mencoba menerima bahwa mungkin dia depresi dengan kehilangan ayahku. Aku tahu dia adalah tipe yang tergantung pada Ayah. Hidupnya adalah membuat rumah menjadi ceria. Dan kehilangan dua laki-laki penopang hidupnya seketika menjungkir balikkan dunianya.
Tapi begitu Ayah dan Kakak pergi bahkan dia tidak pernah mengganggapku ada. Bukankah aku anaknya juga. Apakah aku sedemikian tidak punya masa depan baginya.
Aku membenci perlakuannya padaku.
Aku benci menjadi cantik, aku tidak ingin menjadi cantik. Aku membenci kehidupan para wanita yang tergantung pada pria. Aku hanya ingin punya banyak uang dan membuktikan pada Ibuku aku juga berharga. Bukan hanya pria yang bisa menopang keluargaku.
Aku sudah terlalu lelah menangis sejak kepergian kakak. Aku tak akan menangisi nasipku lagi. Ibuku bisa menangisi kepergian mereka seumur hidupnya. Tapi aku bisa berjuang untuk hidupku sendiri.
Aku bersumpah aku akan membuktikan padanya kalau aku bisa berdiri diatas kakiku sendiri tanpa mengikuti pemahamannya bahwa wanita harus tergantung pada pria.
Aku akan buktikan padanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 464 Episodes
Comments
gian rasyid
waaw....aq suka yg seperti ini
2023-10-26
0
mrs YoYaman
visuel si jen ini kok mirip kelly clarkson ya?
2022-08-25
0
Yasmine aja
jen...cantik banget
2022-08-24
0