Aku tiba jam enam pagi di rumah sakit mencoba mencari informasi lebih lanjut apa yang akan pemerintah lakukan. Mungkin ada bocoran tentang apa yang akan mereka lakukan.
"Layla, kau tahu info yang sebenarnya soal Dallas..." Layla ada salah satu anak mayor colonel disini, dia pasti tahu lebih banyak info dari kami.
"Dallas?"
"Iya keluargaku masih disana..."
Dallas
-----------
"Kurasa ayah bilang mereka menemukan diatas lima orang yang sakit disana. Dallas lebih kompleks dari Norman, isolasi akan lebih sulit disana. Oh aku benar-benar tak tahu Jen. Banyak yang bertanya padaku. Tapi kami juga bukan penentu kebijakan, itu sudah wewenang presiden dan pemerintah federal. Kita hanya mengikuti."
Itu benar. Kami hanya mengikuti. Penerbangan Fred jam 10 pagi. Jika sebelum itu tidak ada perintah isolasi, dia akan lolos. Empat jam lagi. Semoga dia bisa kembali.
"Ditelevisi baru tiga orang korban. Semoga itu tidak membuat Dallas diisolasi seperti Norman."
"Masalah korban, nampaknya bukan tiga. Tapi lebih dari 10 yang jatuh sakit dan dicurigai sebagai korban infeksi parasitnya. Sialnya mereka belum bisa melacak sumber infeksi.CDC berkerja keras menemukan apa yang menyebabkan wabah ini..."
"Lebih dari 10...?" Sebanyak itu kasus barunya? Aku sekarang merinding ketakutan. Bagaimana penularannya begitu cepat.
Aku tidak bisa sepenuhnya fokus ke perkerjaan, demikian juga teman-teman yang lain. Di hati kami kami berdoa semoga ini tidak akan jadi lebih buruk lagi. Kami memantau berita setiap saat, ketakutan mengelilingi kami.
Aku berdoa dia bisa kembali lagi secepatnya. Tinggal empat jam lagi. Jam 7 aku menelepon Fred.
"Kau dimana?"
"Aku sudah dibandara, aku sudah check in. Tapi belum bisa masuk ruang tunggu dan tadi aku melihat banyak tentara berjaga disini. Mereka hanya berjaga. Penerbanganku kurang dari tiga jam lagi... Semoga tidak ada apa-apa."
"Jika ada sesuatu kau harus langsung mengabariku. Jika tentara sudah berjaga akan ada tindakan yang akan diambil. Itu prosedur umum untuk mencegah anarkis. Katanya korban yang terdeteksi sudah diatas sepuluh orang walaupun masih diumumkan tiga orang di televisi."
"Apa separah itu?"
"Patuhi larangan CDC, jangan minum air keran, beli air kemasan, jangan makan bahan mentah yang belum dimasak, hindari steak rare atau bahan yang belum dicuci. Bahkan dengan buah kau harus berhati-hati..." Aku merinci semua yang kutahu.
"Iya aku tahu..."
"Baiklah aku harus memeriksa pasien dengan James. Kutelepon lagi nanti." Aku melihat James sudah datang ke bangsal. Pagi sekali, biasanya dia datang jam delapan.
"Doc kenapa kau pagi sekali..."
"Tidurku terganggu dengan banyak berita mengkhawatirkan. Aku mengkhawatirkan semua orang. Kakakku dan Ibu akan keluar dari Dallas pagi ini. Mereka sedang melakukan persiapan. Aku mendesak mereka secepatnya meninggalkan rumah." Alis lebatnya tampak berkerut kuatir. Semua dari kami sama.
"Apa info yang beredar, aku bertanya pada Layla katanya sudah lebih dari sepuluh orang yang dicurigai terkena virus. Apa kau tahu berita itu..."
"Iya tampaknya saat malam ada lonjakan pasien baru masuk ke rumah sakit..." Jadi benar berita itu.
"Belum ada rekomendasi pengobatan?"
"Belum sama sekali, mereka mencoba semua pengobatan tapi tidak bisa menahan laju kerusakan otak yang dibuat oleh parasit itu. Pasien-pasien pertama malah sudah jelas tidak bisa diselamatkan lagi. Masa inkubasinya sangat singkat beberapa pasien bahkan kurang dari 48 jam dan sudah menderita kerusakan otak permanen. Satu paramedics terkena gigitan dan langsung menjadi penderita..."
"Semegerikan itu..." Delores mengidikkan bahunya mendengar cerita James. Dan akupun merinding ketakutan. Bagaimana jika infeksinya menyebar dan kami dikejar mayat hidup yang hanya hidup berdasarkan naluri untuk memangsa seperti di film zombie.
Noah datang kemudian, terkejut melihat bossnya sudah ada bangsal.
"Temanku yang bekerja di CDC mengatakan mereka mencurigai sumber air yang tercemar atau sumber pangan. Infeksinya sporadis dan tidak masuk akal dari LA di barat ke Texas di wilayah tengah."
"Mereka harus cepat menemukan sumber infeksinya, jika tidak kita akan menghadapi kiamat karena zombie." Noah juga berpikir hal yang sama. Itu mungkin seperti mimpi buruk yang menjadi nyata.
Semua dari kami terpaku sejenak.
"Fokus semua. Prioritas kita sekarang kita harus memastikan pasien-pasien kita bisa discharge dari faselitas ini kembali ke keluarganya. Jika keadaan memburuk kita mungkin tak bisa merawat mereka disini lagi. Walaupun aku yakin daerah ini harusnya aman. Tapi jika kepanikan menyebar, semua orang akan bertindak di luar akal sehat mereka. Jadi mari kita fokus mengurus pasien kita sekarang..."
Dan yang lebih mengerikan lagi adalah penugasan ke sana, jika kondisi memburuk.
Kami bekerja seperti biasa kemudian. Berusaha menenangkan diri kami sendiri dan pasien-pasien kamipun bertanya. Kami memberikan informasi yang sedikit banyak menenangkan bagi mereka dan untuk kesehatan mereka sendiri, bahwa seharusnya CDC seharusnya bisa segera menemukan obatnya.
Karena pada manusia sebelumnya infeksi toxoplasmosa gondhii bisa ditangani sendiri oleh sistem kekebalan tubuh. Walaupun jika toxoplasmosa gondhii mengenai orang yang sistem kekebalan tubuhnya terteķan seperti AIDS maka itu akan berakibat fatal. Dan bagi Ibu hamil yang sedang dalam masa hamil muda itu sangat berbahaya bagi janinnya.
Sudah jam 9.15 CST ketika kunjungan selesai. Fred belum menelepon berarti dia baik-baik saja. Aku tak henti hentinya bersyukur bahwa tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan.
Dan kemudian, ada sesuatu di televisi. Berita darurat. Sekarang jantungku seperti teremas begitu saja. Berita dari United States Secretary of Health and Human Services. Menteri Kesehatan bicara mengenai pencegahan, sebelum dia ke inti kemunculannya
"Hari ini efektif iam 9.30 CST semua orang yang ada di Dallas akan diisolasi dan tidak diisolasi dan tidak diberikan izin keluar kecuali mereka sudah dites bebas dari varian Toxoplasmosa Gondhii type Z. Keputusan ini telah disahkan oleh President of United States. Pemerintah kota, CDC dan kepolisian, military akan bekerja sama menerapkan isolasi ini.
Kakiku sudah lemas sekarang. Aku terduduk ke bangkuku. Sebelum akhirnya aku menelepon Fred. Lama sebelum tersambung.
"Fred, mereka sudah menetapkan isolasi...."
"Aku tahu. Nanti kutelepon lagi sedang panik disini sekarang.
Telepon terputus dengan Fred.
Tuhan bahkan tidak memberikan dia padaku kembali.
Aku hanya minta setengah jam, kenapa dia tidak bisa kembali padaku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 464 Episodes
Comments
Maya Kitajima
.aku ikut merasakan apa yang dirasakan jen..khawatir,cemas dan ketakutan yang sangat bahwa orang yang dicintai tak akan pernah bisa kembali lagi...nyesek
2022-10-21
0
Maya Kitajima
aku ikut sedih dan deg degan dengan keadaan fred..
2022-10-21
0
Meliany Rina
haduhhhh bagaimana iniii
2022-10-13
0