Delores suster senior yang bertugas di shift malam tersenyum melihatku yang datang sangat pagi hari ini, belum jam enam pagi aku sudah sampai di meja kerja perawat. Shiftku dimulai jam 7.30 pagi.
"Jen, pagi sekali." Dia menyapaku.
"Delores, aku sedang terkena semangat musim semi." Aku tertawa, tempat kerjaku lebih baik dari rumah. Aku hanya pulang untuk tidur. Entahlah nampaknya tak ada yang baik untukku disana.
"Kau memang selalu bersemangat. Itu bagus! Ada pasien baru masuk, pasien Dr. Henderson dari emergecy baru saja jam 5 pagi..." Aku membuka sistem charting online pasien yang aku tangani sebelumnya. Ada empat pasien dibawah pengawasanku. Dua pasien by pass dan satu pasien cardiac tampone karena kecelakaan sedang dirawat, sementara satu lagi pasien kanker paru-paru yang baru datang ini ECGnya tampaknya mengkhawatirkan.
Sistem online ini sangat membantu. Semua records pasien terekam dengan jelas. Perawat harus mengerjakan semua prosedure charting ini dengan detail dan berhati-hati. Dan memperhatikan apa yang ada dalam charting itu untuk membantu dokter merawar pasien. Boleh dikatakan ini adalah dokumen legal kami jika ada kesalahan prosedur.
Ada banyak hal yang kami catat. Flow sheet catatan perawat biasanya berisi suhu dan tekanan darah , detak jantung adalah hal utama yang harus kami lakukan. Kemudian apakah pasien mengeluh sakit, dimana itu terasa. Kemudian apa yang masuk ke tubuh pasien oral atau IV (input vena). Dan yang apa yang keluar dari tubuh pasien, urine atau muntah contohnya.
Kemudian catatan perawat yang menjelaskan kondisi psikologis pasien diluar semua yang bisa kami catat di chart. Informasi ini membantu kami melapor ke dokter dan mengingat semua yang kami sudah lakukan atau belum karena kadang kami bisa menangani enam atau tujuh orang dalam pengawasan kami.
Aku memperhatikan catatan pasien baru dibawahku. Pasien ini bermasalah di laporannya. Aku langsung mengirimkan pesan ke James. Kemudian memerintahkan perawat magang untuk membereskan obat pagi yang harus kami berikan ke pasien.
Noah muncul jam tujuh tepat ketika aku membutuhkannya.
"Morning sunshine, miss me... " Dia muncul dengan senyum lebar tengilnya.
"Ada apa denganmu. Kelebihan kafein dan gula? Atau overdose ganja..." Dia masih tersenyum lebar.
"Hmmm...Aku tahu, kau mendapat kencan buta yang hebat akhir pekan ini." Sekarang dia tertawa keras. Aku ingin melemparnya supaya diam sekarang.
"Apa yang harus kuperiksa sweetheart."
"Sekali lagi kau memangilku sweetheart, aku akan mendendamu $10 karena merusak pasaranku." Noah mendelik.
"Dasar kau wanita pemeras."
"Dengarkan ini doc, pasien ini baru saja direkomendasikan oleh dr. Henderson pasien kangker paru-paru , Tom Hanson mempunyai masalah dengan suhu tubuhnya semalam naik, napas pendek, napasnya sesak, berdebar, dada sakit kiri walaupun dokter jaga sudah memberi pengobatan sementara. Tekanan darah 110/70 mm Hg, detak 80 bpm, pernapasan 20 rpm. ECG nya memperlihatkan perkembangan myocardial infraction diikuti inferior dan lateral leads . QRS voltage rendah di precondial. Ini laporan cardiac markernya C troponin T 0.14ng/mL dan proBNP 450 pg/mL baru keluar. Tampaknya ada pericardial effusion¹ meningkat secara tiba-tiba, bisa jadi cardiac tamponade, mereka sudah memberinya obat?tapi harus segera ditangani, kau harus segera memeriksanya..." Noah melihatku dengan tercengang.
"Kau tahu cara membaca ini Jen?!"
"My dear, kau berhadapan dengan perawat senior yang direkemendasikan oleh kepala bagian cardiologist untuk CRNA..." Dia melihatku dengan kagum.
"You're soo sexy sweetie." Aku meringis menerima pujian Noah.
"I'm smart not sexy. Kau sebaiknya laporan ke Mr. Wilson. Sebenarnya aku sudah mengirimkan pesan padanya tadi begitu aku menerima laporan pasiennya, tapi dia belum menjawab..." Noah langsung mengambil ponselnya untuk melapor ke James.
Belum selesai Noah menanti teleponnya diangkat. James muncul. Dia bisa melihat laporan pasien secara online juga dan dia tampaknya setelah menerima pesanku dia langsung bergegas datang.
"Tom Hanson dia bermasalah. Terima kasih laporannya Jen. Kau melakukan tugasmu dengan baik. Noah ikut aku kita perlu segera memeriksanya. Jen pastikan hubungi keluarganya aku ingin bicara dan dokter Henderson pastikan dia segera menemuiku." Aku mengiyakan perintahnya dengan segera.
Jika ada operasi dadakan bisa dipastikan aku double shift. Hari ini akan panjang.
-------------------------------------------
Penjelasan soal istilah diatas
*Pericardial Effusion
Istilah awam yang sering kamu dengar tentang pericardial effusion ini adalah jantungnya berair.
Difinisi kedokterannya sendiri adalah cairan yang berkembang di lapisan yang menyelubungi jantung.
Jika cairan ini tiba-fiba banyak maka bisa menyebankan kondisi yang bernama cardiac tampone. Suatu situasi yang bisa dikatagorikan sebagai kondisi membahayakan kehidupan. Dimana cairan ini menghambat denyutan normal jantung*
Hampir dipastikan pasien kanker paru paru mengalami pericardial effusion ini( karena paru dan jantung dekat), juga jenis kanker yang lain yang bisa menyebar ke area jantung juga menyebabkan pericardial effusion contoh kanker payudara.
Selain kanker, sakit lain yang bisa menyebabkan jantung berair antara lain
● Gagal ginjal
● Infeksi parah. Entah dari jamur bakteri ataupun virus seperti HIV
● Sedang dalam chemotherapy
● Pembedahan jantung.
● Penyakit autoimun seperti lupus
------------
Kami akhirnya melakukan cardiac pericardial drainage dan pericardial window creation pada pasien Dr. Henderson. Menarik 600 ml cairan pericardial. Dengan jumlah begitu banyak pantas saja napasnya begitu pendek.
Operasi besar yang membebani tubuh pada penderita kanker kadang hanya menambah penderitaannya. Keluarga yang mendengar keterangan dokter hanya menghela napas panjang sementara pasien masih berada dalam kondisi tertidur.
Cairan pericardialnya akan dikirim ke lab untuk menentukan apakah ada bakteri, jamur, virus atau malignancy lain yang membutuhkan perawatan lebih lanjut. Hampir jam tiga aku baru bisa sedikit beristirahat.
Aku duduk meregangkan kakiku setelah selesai dengan pengaturan pasca operasi bersama Noah.
Pager kami berbunyi. Aku melihat pager kami.
"STEMI alert emergency?" James bangkit. Kami berdua langsung bergegas keluar dan bergerak ke lift.
"Astaga kenapa banyak sekali emergency hari ini...." Aku dan James segera berlari ke lift emergency. Noah dan satu orang dokter magang yang lain bertemu kami lift. Dua circulating nurse teman satu timku yang lain bertemu dengan kami di bawah.
"Emergency surgery lagi?"
"Tampaknya begitu..." Sudah jam tiga sore, dipastikan double shift tak tahu sampai jam berapa.
Aku dan perawat bergerak ke ruang theater operasi untuk persiapan. Sementara tim dokter ke ruang Emergency untuk menerima pasien.
-------------- •••••••--------------
*A. STEMI ALERT
Permintaan dari dokter di UGD untuk memanggil tim cardiologist dengan rentang waktu tiba secepatnya maksimun lima menit atas dugaan serangan jantung serius dimana arteri jantung sepenuhnya terhalang dan sebagian besar otot jantung dikhawatirkan rusak karena tidak dapat menerima supply darah. Dokter UGD atau paremedis ambulan menegakkan diagnosis ini dari pembacaan ECG (di ambulan/di emergency), tim cardiologist harus segera memasukkan kateter di arteri dan membuat balon di arteri untuk melepaskan sumbatan.
B. RUMAH SAKIT MASIH MENGGUNAKAN PAGER?
** perlu kau tahu 80% rumah sakit masih menggunakan pager. Alasannya bukan karena para dokter masih hidup di zaman dinosaurs \, tapi karena sinyal pager dipancarkan satelit yang lebih kuat dan bisa mencapai ke sudut tersembunyi sekalipun. Sedangkan sinyal ponsel kadang ada zona khusus yang tidak bisa dicapainya*.
C. OPERATING NURSE
Nurse yang bertugas diruang operasi ( ini based system rumah sakit Inggris ya aku gak tahu yang disini gmana, mungkin kurang lebihnya sama)
Scrub Nurse
🍁Nurse senior yang bertugas membantu dokter (seperti assiten) saat operasi, juga bertugas menyiapkan pasien, dan mengawasi pasien. Tugas operasi misal memberikan peralatan yang dokter minta. Berdiri disamping dokter. Didepan dokter biasanya adalah assiten operasi (bisa dokter kedua atau dokter magang). CRNA License.
🍁 Circulating Nurse
Ini adalah nurse yang bertugas menyiapkan ruangan. Mencatat di chart apa yang terjadi saat operasi.
Mendata apa saja yang dipakai saat operasi. Mengambilkan peralatan dan supplies yang dibutuhkan saat operasi atau mungkin menjawab telepon yang masuk ke ruang operasi . Sampai membereskan ruangan saat selesai operasi.
🍁Anesthesia Nurse
Perawat ini adalah yang membantu dokter anestesi melakukan pembiusan dan membantu jalannya anestesi* dan mengawasi pemulian pasien. CRNA licensing Nurses khusus yang mengawasi tugas ini.
----------- •••••••------------
Aku hampir mengakhiri shift-ku hari ini. Sangat melelahkan, ketika seorang wanita cantik dengan rambut ikal blonde sempurna dan dress casual berwarna pastel yang menawan mendekati bangsal ruang perawatan.
"Hai, aku Lily. Aku mencari dokter James. Mungkin kau tahu dimana aku bisa bicara dengannya..." Aku menatapnya. Apa teman kencan James. Wanita ini sangat cantik.
"Ohh hai Lily, Doctor James sedang diruangan pasien. Mungkin sebentar lagi selesai. Kau bisa menunggu disini sebentar." Aku menunjuk bangku tunggu di ruang tunggu di samping
"Lily kenapa kau kesini?!" James melihat gadis cantik itu kearahnya. Tapi ekspresinya mengatakan dia terganggu.
"Aku sedang ada pekerjaan tak jauh dari sini sayang." Well perkataan "sayang" diucapkan seperti penegasan didepanku. Aku meringis. Apa wanita ini insecure hanya dengan melihatku. Please jangan menghabiskan energimu sayang.
"Kau tak usah kesini... Kita bisa bertemu diluar." Well, nampaknya dia jelas terganggu.
"James, aku hanya ingin melihatmu kebetulan aku dekat sini. Aku ingat kau bilang kau bekerja disini sebagai cardiologist, dan aku sedikit mencoba keberuntunganku..." Dia berkata dengan suara lembut mendayu. Membuat aku dan Noah yang mencoba tidak terlihat terlibat pembicaraan mereka, saling berpandangan dan tersenyum.
"Jen, mulai masukkan Apixaban dan Moexipril besok ke obat Mr. Donaldson, dia memasukkan catatan obat ke chart perawatan." Mr. Donaldson adalah pasien by pass surgery kami.
"Baik..." Aku mengambil tablet dari tangannya.
"Dia perlu perhatian khusus, minta dia dimonitor ketat jika tekanan darahnya meningkat. Jika itu terjadi langsung masukkan Sacubitril, Noah." James memberi arahan selanjutnya.
"Baik, ... " Noah menjawab dengan segera. Dia melirik ke Lily sedikit. Mengagumi gadis itu. Semua pria pasti mengagumi gadis sempurna seperti Lily.
"Kau pulanglah Lily, kau tak bisa menemuiku disini. Aku punya banyak pekerjaan untuk dilakukan..." Dia memegang tangan Lily dan mengajaknya keluar. Gadis cantik itu sedang mengejar James. Jelas mereka sudah pernah seranjang.
James pergi dengan cepat meninggalkan kami, bersama dengan Lily yang dibawa berjalan bersamanya.
"Kau iri..." Aku menertawakan Noah yang menatap pasangan itu.
"Tidak, aku tak bisa mencapai wanita seperti itu." James mengelengkan kepalanya. "Not my league, to high..." Aku tertawa.
"Kau tahu Dr. James itu Ayah dan Ibunya juga Cardiologist terkenal. Mereka punya rumah sakit sendiri di Dallas." Tentu saja aku tahu.
"Kenapa dia tidak berkerja saja dirumah sakit orang tuanya." Aku baru berpikir sejenak. Kenapa James tak bekerja di rumah sakitnya sendiri.
"Entahlah mungkin dia ingin melihat sistem rumah sakit yang lebih besar dan punya referensi bagus di sini. Lagipula dia masih muda. Kau tahu dia pernah bekerja di Mount Sinai dibawah tim dokter Gordon Lewitt peraih ACC Award tahun lalu."
----------------------------
*ACC Awards: The American College of Cardiology Awards.
-----------------------------
"Benarkah...tim dokter peraih ACC Award?!" Aku tak tahu James punya referensi sangat tinggi. Kupikir dia dengan mudah masuk ke sini dengan nama besar Ayah dan Ibunya.
"Dia dokter muda yang tersertifikasi untuk bedah robot invasive minimal. Beaumont akan segera mulai mengadaptasi sistem ini segera. Dia akan segera mentraining beberapa dokter untuk melakukan ini. Aku ingin sekali menjadi salah satunya." Aku mengangguk dengan mulut tergangga. Aku mulai kagum dengan "Dickhead" ini. Dia tidak hanya bisa mengandalkan nama besar orang tuanya saja.
"Kau mau kuantar pulang... Shiftku juga berakhir sebentar lagi." Aku menggeleng.
"Tak usah. Nanti aku merusak pasaranmu. Lebih baik kau mengantar yang lain. Kau mau kupanggilkan satu? Kau tinggal memilih." Noah langsung tertawa.
"Ayolah, kita sama-sama tahu kita saling tak berminat. Itu akan lebih mudah bagiku untuk menghindar dari siapapun. Aku sebenarnya penasaran siapa yang menyebarkan nomor teleponku. Kau tidak melakukannya bukan? Banyak sekali yang mencoba bicara di chat denganku." Aku meringis.
"Kau yang melakukannya?" Noah mengelengkan kepalanya sambil melipat tangannya didepan dada.
"Tidak, aku tidak melakukannya..." Aku melakukannya dengan bayaran £50. Tentu saja! Dia dan James adalah sumber pendapatan tambahanku akhir-akhir ini.
"Pembohong." Dia menaikkan satu alisnya.
"Mereka berkeras memintanya." Aku akhinya mencari alasan, merendahkan suaraku memelas dan meringis dengan ekspresi bersalah.
"Ayo temani aku makan malam sebagai hukumanmu..." Dia menarik tanganku.
"Aku dalam mode penghematan." Aku terus terang pada Noah.
"My treat..." Noah berkeras.
"Aku yang bersalah tapi kau yang membayarku? Kenapa kau manis sekali..."
"Aku hanya ingin teman untuk makan malam. Kau cukup bisa diandalkan untuk membuat suasana ramai." Aku tertawa.
"Fine." Akhirnya aku menyetujuinya. Noah akan jadi teman yang menyenangkan nampaknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 464 Episodes
Comments
neng aya
🤗
2022-10-24
0
DHIFA NADHIFA
luarrrr biasa otor satu ini 😘😘😘😘😘
2022-08-31
0
mrs YoYaman
thor sebagian kulewatin ya.bukan f suka.tp punya pnglamn buruk dg kesehatan tu bikin ngeri
2022-08-25
1