Alexander menatap tangan Yoana yang menggenggam tangannya, ada rasa nyaman didalam hati Alexander mendengar perkataan Yoana barusan dan cara Yoana menenangkan perasaannya.
Kata-kata Yoana begitu merdu didengar Alexander, dan genggaman tangan Yoana terasa hangat dan membuat perasaan shock Alexander tenang kembali.
"Yoana, terimakasih!" tanpa sadar Alexander menarik Yoana kedalam dekapannya, memeluk tubuh Yoana dengan erat.
Yoana membalas pelukan Alexander, memeluk Alexander dengan erat juga, pelukan bisa menghibur seseorang untuk menenangkan perasaannya yang sedih.
Tangan kecil Yoana menepuk-nepuk punggung Alexander dengan lembut, lalu mengelusnya dengan lembut juga.
"Yoana, siapa kau sebenarnya, kenapa aku merasa kau gadis yang spesial, kau mengetahui banyak hal tidak terduga yang akan mencelakai ku!" kata Alexander pelan dibalik punggung Yoana.
"Saya hanya seorang gadis biasa Tuan, yang mencari nafkah dan bekerja pada anda Tuan!" kata Yoana.
"Benarkah?"
"Iya Tuan!"
Alexander masih memeluk Yoana, dia merasa enggan untuk melepaskan pelukannya, ada rasa yang begitu nyaman memeluk tubuh Yoana.
"Terimakasih tidak takut padaku, banyak pembantu yang bekerja denganku sebelum kau datang, tidak tahan melihat wajahku yang cacat!" kata Alexander dengan nada yang lemah.
"Wajah anda tidak perlu ditakuti, itu kan hanya bekas luka yang mulai pudar!" Yoana reflek melepaskan pelukannya, lalu memandang wajah Alexander dengan lekat.
Lalu matanya melihat bekas luka di pipi Alexander, perlahan tangannya tanpa sadar menyentuh bekas luka itu, dan jemarinya dengan lembut menelusurinya.
"Saya tahu anda tidak pernah menginginkan luka ini ada di wajahmu Tuan, apa yang sudah anda alami sehingga anda bisa mendapatkan luka yang mengerikan ini Tuan?" tanya Yoana dengan lembut.
Yoana ingat dalam alur cerita aslinya, tidak diceritakan Alexander mendapat luka tersebut.
Yoana sangat bersimpati pada pemeran utama yang pendiam, dan penyendiri yang tidak ingin diperhatikan banyak orang.
Karena setiap orang yang melihatnya akan cepat-cepat memalingkan mukanya tidak ingin melihat wajah Alexander.
Setiap Yoana membaca novel itu, dia pasti akan menangis membayangkan pemeran utama yang tidak bisa berbaur di tempat umum.
Alexander akan terlihat aneh dengan topengnya, dan membuat orang jadi enggan untuk berbicara dengannya.
Mata Yoana terasa panas setiap ingat alur cerita aslinya, kesedihannya mulai menguasai perasaannya karena begitu mengidolakan pemeran utama pria.
"Ini terjadi saat aku berumur dua puluh tahun, mobil kami menabrak pembatas jalan, dan masuk jurang, pecahan kaca mobil merobek wajahku!" gumam Alexander serak, dia merasa wajah Yoana semakin dekat ke wajahnya.
Jemari Yoana yang menyentuh lukanya terasa begitu lembut di kulit wajahnya, Alexander diam membeku tidak percaya Yoana sama sekali tidak jijik dengan lukanya.
Dan, mata Alexander terbelalak tidak percaya merasakan bibir Yoana mengecup lukanya.
Tubuh Alexander membeku tidak bergerak ditempatnya, dia merasakan tubuh Yoana bergetar, sepertinya menangis.
"Yoana!" panggil Alexander tercekat.
Tubuh Yoana semakin bergetar, dia tidak menyangka luka yang didapat Alexander karena kecelakaan mobil, dan pecahan kaca merobek wajahnya.
Perasaan Yoana semakin sedih, hatinya begitu tersentuh mendengar cerita Alexander.
Kecelakaan mobil, Yoana membayangkan bagaimana Alexander kesakitan saat kaca tersebut merobek wajahnya.
Tangis Yoana pun meledak, sekarang dia tahu luka yang didapat Alexander, luka yang didapatnya saat di usia dua puluh tahun.
Alexander muda menahan sakit yang sangat menyakitkan, Yoana membayangkan tubuh Alexander muda yang meraung kesakitan merasakan pecahan kaca merobek wajahnya.
Dan, di cerita aslinya Alexander yang malang dibunuh oleh istrinya, pembunuhan yang direncanakan, sungguh miris.
"Huaaa..!" suara tangis Yoana memenuhi kamar Alexander, wajahnya tanpa sadar dia benamkan ke dada Alexander.
Dipeluknya tubuh Alexander dengan erat, sembari semakin menangis dengan kencang.
Sekarang, Yoana sudah ada disini, dia akan menolong Alexander untuk mendapatkan kebahagiannya.
Dia akan membuat alur cerita asli novel yang dibacanya berakhir dengan penuh kebahagiaan, penuh dengan cinta.
Alexander semakin tertegun melihat Yoana yang semakin histeris menangis setelah mendengar penjelasannya mengenai kecelakaan yang dialaminya.
Seumur hidup Alexander, belum ada seorang pun menangis untuknya, menangisi kepedihan hatinya saat menghadapi kesakitan yang dialaminya.
Yoana lah yang pertama meneteskan air mata untuknya, dan ini membuat perasaan Alexander tersentuh.
"Yoana!" panggil Alexander lagi, suaranya bergetar, sepertinya dia jadi ikut terbawa suasana yang dirasakan Yoana.
Tanpa sadar Alexander membalas pelukan Yoana, dan membuat Yoana semakin erat memeluk Alexander.
Mereka kembali saling berpelukan dengan erat, Alexander membenamkan wajahnya kebalik leher Yoana.
"Tuan, saya prihatin dengan apa yang anda alami, hati saya sakit sekali!" sahut Yoana di sela-sela tangisnya, "Anda idola saya dari sejak lama, saya tidak rela kalau anda menderita Tuan, saya tidak mengijinkan anda mengalami kehidupan yang menyakitkan itu...huaaa!"
Karena terbawa suasana, tanpa sadar Yoana mengungkapkan tentang dirinya, yang sudah lama mengenal Alexander didalam alur cerita novel yang dibacanya.
Dan tentu saja Alexander mematung mendengar perkataan Yoana tersebut, sangat jelas sekali didengar telinganya.
Yoana sudah lama mengenalnya, dimana dan kapan dia mengenalku? pikir Alexander penuh tanda tanya
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkk
2024-10-11
0