Alexander tidak tahu kenapa dirinya sangat ketakutan melihat Jack tadi mencoba ingin mencelakai Yoana, jantungnya berdegup kencang melihat air keras yang terlempar ke arah Yoana.
Itu akan membuat Yoana menderita, sama seperti dirinya menderita akibat luka yang dialaminya.
Dan, Alexander juga takut kalau Yoana pergi karena terluka, sama seperti orang tuanya yang pergi meninggalkan nya karena trauma dengan kecelakaan yang mereka alami.
Saat itu usianya baru dua puluh tahun, peristiwa mengerikan itu masih jelas dalam ingatannya.
Mobil mereka menabrak pembatas jalan menghindari mobil truck yang melaju kencang dari arah depan.
Dan mobil mereka meluncur masuk jurang, pecahan kaca mobil merobek wajahnya, dari pelipis sampai memanjang ke rahangnya
Sakit sekali, robekan yang sangat dalam, membuat dia menjadi lelaki yang lemah, dan diam-diam menangis sendiri dan jadi sering mengurung diri.
Orang tuanya mengalami trauma, dan pergi mengasingkan diri jauh dari keramaian kota, ke sebuah pulau jauh ke luar kota, mereka trauma berkendara dan berada dijalanan yang banyak kendaraannya.
Dua tahun pemulihan, akhirnya Alexander yang menjalankan perusahaan Ayahnya, berjuang sendiri dibantu Nick sebagai orang kepercayaannya.
Yoana merasa pelukan Alexander semakin erat pada tubuhnya, sampai ia merasa sulit untuk bernafas.
"Tuan, saya tidak bisa bernafas!" gumam Yoana.
"Oh, maaf!" dengan cepat Alexander melepaskan pelukannya, wajahnya terlihat memerah.
Alexander mundur, lalu memperhatikan kedua tangan Yoana dan bagian tubuhnya yang lain untuk memastikan kalau Yoana tidak terkena air keras tadi.
"Saya tidak terkena Tuan, semua air itu terlempar kebawah!"
"Baguslah, Ayo! kita tanya Jack kenapa dia ingin mencelakai mu, biarkan seseorang membereskan ruangan ini!" kata Alexander, lalu berjalan menuju pintu.
Yoana mengikuti Alexander menuju ruang bawah tanah yang terpisah jauh dari Mansion.
Kalau dilihat dari luar, itu hanya gudang biasa untuk menyimpan barang yang tidak dipakai lagi.
Mereka masuk kedalam gudang tersebut, dan berjalan ke tengah ruang gudang menuju tangga yang mengarah ke lantai bawah gudang.
Yoana mengikuti Alexander dari belakang, sepanjang tangga terlihat gelap, tapi begitu sampai di lantai bawah suasana tampak terang dengan beberapa lampu yang menyala.
Disudut ruangan terlihat Jack duduk di sebuah kursi, tangannya di ikat kebelakang punggungnya.
Wajahnya menunduk lemas, ada beberapa Bodyguard yang berjaga di sana.
Alexander mendekati Jack, lalu berdiri tepat didepannya, menatapnya dengan tajam.
"Kenapa kau ingin mencelakai asisten pribadiku?" tanya Alexander dengan tajam.
"Tidak Tuan, barang itu seseorang yang mengirimnya untuk Nona Yoana!"
"Bohong! katakan! kenapa kau ingin mencelakai asisten ku!!" bentak Alexander dengan suara yang kencang.
Tatapan mata Jack tampak tajam memandang Alexander seakan dia tidak takut pada Alexander.
Plakk!
Satu tamparan mendarat ke pipi Jack.
"Berani kau melotot padaku, kau selama ini begitu ku percaya sebagai bawahanku, ternyata kau mencoba berbuat kurang ajar di kediamanku, dan bahkan berani mencoba untuk mencelakai asisten ku, kalau aku dapatkan lagi kejahatan apa yang kau lakukan, aku akan melenyapkan mu selama-lamanya!" kata Alexander dengan tajam dan dingin, wajahnya terlihat begitu gelap oleh amarah.
"Tuan!" panggil Nick dari tangga, dia terlihat begitu tergesa-gesa dengan wajah cemas, dan pandangannya langsung tajam melihat kearah Jack.
Nick menyerahkan berkas hasil penyelidikannya pada Alexander, dan tatapannya masih tajam melihat ke arah Jack.
"Ternyata dia ingin membunuh anda Tuan!" sahut Nick.
"Apa?!" semua bawahan Alexander yang berada diruang bawah itu sontak terkejut mendengar apa yang disampaikan Nick.
"Brengsek! kau pantas dibunuh juga, kau ingin membunuh Tuanmu, sungguh lancang kau!" teriak seorang Bodyguard Alexander, dan melayangkan satu tinjunya ke wajah Jack.
Jack meringis kesakitan mendapat bogeman dari pengawal Alexander.
Tangan Alexander gemetar membaca hasil cek laboratorium, air didalam botol mineral yang disediakan saat meeting tersebut mengandung obat terlarang yang akan membuat seseorang berhalusinasi.
Ternyata seseorang ingin membuat dirinya jadi gila, dan maksud tujuannya belum diketahui.
Tubuh Alexander hampir limbung terjatuh, kalau tidak dengan sigap Yoana menahan tubuhnya.
"Tuan!" Yoana memeluk tubuh Alexander yang gemetar karena shock mengetahui kalau dirinya incaran seseorang untuk melenyapkan nyawanya.
"Nick, urus lah Jack, aku akan membawa Tuan Alexander, dia butuh istirahat, keadaannya lemah, kau jangan berbelas kasihan pada Jack, dia pria licik dan kejam!" sahut Yoana pada Nick, lalu menuntun Alexander untuk keluar dari ruang bawah tersebut.
"Baik Nona, serahkan pada saya, saya akan buat dia mengakui perbuatannya!" jawab Nick sebelum Yoana menaiki tangga bersama Alexander.
Dengan langkah yang pelan, Alexander mengikuti tarikan tangan Yoana untuk keluar dari dalam gudang tersebut.
Yoana membawa Alexander masuk kedalam kamar pria itu, menuntunnya untuk bduduk di sofa.
"Saya akan mengambil air minum untuk anda Tuan, duduklah disini dengan tenang!" ucap Yoana menepuk tangan Alexander dengan lembut.
"Yoana!" panggil Alexander.
"Ya, Tuan!" jawab Yoana menatap Alexander.
"Kemari lah, aku kesepian..hidupku sungguh sial, aku seorang pria yang tidak berharga!" gumam Alexander dengan sedih.
"Tidak Tuan, anda adalah seorang pria yang berharga, anda layak hidup bahagia, dicintai dan mencintai seseorang, anda pria yang penuh kehangatan, seseorang akan mencintai anda begitu dalam dan takut kehilangan anda, jangan berkecil hati Tuan!" sahut Yoana dengan nada yang penuh perhatian, lalu duduk dekat Alexander.
Yoana menggenggam tangan Alexander dengan kedua tangannya, menangkup tangan besar Alexander dalam kedua telapak tangannya yang kecil.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
2024-10-11
0
Aten
lagi lagi lagi thor
2023-07-26
1