Brakk!
Lili melempar nampan berisi camilan tersebut ke lantai dengan kencang, dia benar-benar kesal dan sangat marah.
Rencananya gagal lagi, waktu yang ditentukan sudah semakin dekat, dia belum mendapatkan perhatian Alexander.
"Kenapa? gagal lagi?" suara seorang lelaki terdengar masuk kedalam ruangan tersebut.
"Ya, menjengkelkan, sepertinya si Yoana itu perlu kita singkirkan, rencana kita tidak akan bisa berhasil kalau dia selalu ada disamping Alexander si cacat itu!" sahut Lili menghempaskan bokongnya duduk di kursi.
"Kau benar, kita harus cari cara untuk menjauhkan perempuan itu dari Alexander!" kata lelaki tersebut, lalu perlahan mendekati Lili.
Satu kecupan mendarat dibibir Lili.
"Kau harus berhasil memikat Alexander sayang, hanya dia harapan kita satu-satunya untuk mencapai tujuan kita!"
"Aku akan usahakan, kalau dia belum meminum obat yang kuberikan, dia tidak dapat dipikat mau bagaimanapun caranya!" kata Lili kesal, lalu menghentakkan kakinya ke lantai.
Sementara itu, di dapur Mansion Yoana telah selesai membuat kopi untuk Alexander, dan kemudian membawa kopi hasil buatannya itu, serta sedikit camilan yang dia buat juga ke ruang baca Alexander.
Nampan diletakkan Yoana ke atas meja di sebelah Alexander, lalu meletakkan cangkir kopi di atas tatakan, dan meletakkan camilan yang dia buat ke atas meja.
Yoana kemudian menyingkirkan nampan kesamping.
Alexander meletakkan bukunya, lalu meraih cangkir kopi yang disajikan Yoana, wangi kopi begitu membuat Alexander tidak tahan ingin mencicipinya.
Alexander menghirup aroma kopi sebelum mencicipinya, setelah itu baru mencicipinya, menyeruputnya dengan perlahan.
Hemm, ini sangat enak sekali! sama persis rasanya seperti dibuat Yoana tadi di kantor, pikirnya setelah merasakan kopi tersebut.
Alexander melirik camilan yang juga disajikan Yoana diatas meja, tangannya meraih satu, lalu memakannya.
Alexander sejenak terdiam begitu mencicipi camilan itu, lalu kemudian dengan cepat mulutnya mengunyah camilan itu dengan cepat, dan kemudian mengambil satu lagi.
Enak, pikirnya tidak habis pikir kenapa makanan yang dibuat Yoana terasa begitu sangat lezat dan enak.
Yoana diam-diam melirik Alexander menikmati kopi dan camilan yang dia buat, Yoana tersenyum senang tidak sia-sia dia belajar memasak dari Ibunya.
Tok! tok!
Terdengar ketukan di pintu, lalu pintu ruang baca terbuka, masuklah Nick kedalam ruang baca.
"Nona Yoana, hasil sidik jari dari botol yang anda berikan sudah keluar!" sahut Nick memberikan berkas hasil sidik jari.
Yoana menerima berkas yang diberikan Nick, dan memeriksa sidik jari siapa saja yang menempel di botol air mineral tersebut.
Alexander bangkit dari duduknya, dan melangkah mendekati Yoana yang tengah memeriksa berkas.
Yoana melihat ada empat sidik jari yang memegang botol mineral tersebut, berarti ada tiga orang yang memegang botol sebelum dirinya.
"Apakah kita bisa menanyakan siapa saja telah memegang botol mineral sebelum diletakkan di meja meeting?" tanya Yoana.
"Ya, Nick selidiki siapa yang bertanggung jawab menyiapkan ruang meeting tadi siang!" sahut Alexander pada Nick.
"Sudah saya selidiki, ada dua staf karyawan yang telah menyentuh, dan satu bukan staf karyawan di kantor anda Tuan, dan itu saya belum menemukan siapa kira-kira orang tersebut!" kata Nick menjelaskan.
Yoana ingat dalam cerita aslinya, memang tidak diberitahukan siapa saja yang menyiapkan ruang meeting, alurnya hanya menceritakan keadaan Alexander setelah meminum air mineral.
Alexander menunjukkan gejala yang aneh, seperti orang yang linglung, dan selama meeting bicaranya tidak nyambung dengan masalah yang dibahas.
Dan setelah itu Alexander dibawa pulang karena dianggap sakit, dan diharuskan untuk beristirahat saja di rumah.
Alexander dibawa Nick pulang, dan satu anak buahnya yang biasanya tidak pernah dibawa ke kantor.
Tunggu dulu! tiba-tiba Yoana teringat sesuatu, Yoana melewatkan alur ceritanya, dia ingat siapa pria itu.
"Apakah Jack sudah lama bekerja pada anda Tuan?" tanya Yoana.
"Tentu saja, kenapa kau menanyakan Jack?" tanya Alexander heran.
"Berapa lama Jack bekerja pada anda?" tanya Yoana tidak memperdulikan pertanyaan Alexander yang
"Lima tahun!" jawab Alexander.
Cukup lama juga! pikir Yoana, berarti dia sudah mengetahui semua setiap jadwal Alexander dan situasi Mansion.
"Apakah anda bisa untuk mendapatkan sidik jari Jack untuk mencocokkan sidik jari yang satu lagi Nick?" tanya Yoana kepada Nick.
"Baik Nona, tentu saja bisa!" jawab Nick dengan cepat, sepertinya dia mempercayai Yoana.
Alexander terdiam ditempatnya mendengar Yoana langsung mencurigai Jack.
Sepertinya Yoana mengetahui sesuatu, Alexander semakin penasaran tentang Yoana, dia wanita yang penuh teka-teki membuat Alexander ingin mengetahui siapa Yoana sebenarnya.
"Yoana, apakah kau ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Alexander setelah Nick meninggalkan ruang baca.
"A..apa maksud Tuan, saya tidak ada menyimpan sesuatu untuk diceritakan!" kata Yoana mencoba untuk tenang, dia tidak boleh keceplosan bicara lagi, itu akan membuat dia mengalami sesuatu lagi nantinya.
"Kau yakin?" tanya Alexander tidak percaya.
"I..iya Tuan!" jawab Yoana dengan sedikit gugup, dia harus bisa menahan diri jangan terpengaruh dengan pertanyaan Alexander yang membuat Yoana nantinya bisa luluh.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Yan
Alexander tidak TEGAS !!!!
2023-08-28
0