Kamar terasa hening, mereka sama-sama diam dan tidak bergerak ditempatnya, ada rasa canggung diantara mereka.
"I..itu, tadi siapa yang membawaku kedalam kamar Tuan?" tanya Yoana memecah keheningan diantara mereka.
"Ehem..aku!" jawab Alexander berdehem dulu untuk mengatur suaranya agar tidak terdengar datar karena perasaannya yang merasa tersipu karena pujian Yoana tadi.
Dan, gantian sekarang Yoana yang merona, tiba-tiba dia merasakan dadanya berdebar-debar.
Alexander membopongnya masuk kedalam kamar, otak Yoana langsung membayangkan Alexander menggendongnya.
Wajah Yoana semakin merona, tanpa sadar tangannya memegang dadanya yang terasa berdebar.
Ada apa denganku? bisiknya dalam hati, merasa heran dengan perasaannya mendengar Alexander membopongnya.
"Ehem..ka..kalau begitu, sa..saya keluar dulu, apakah anda memerlukan sesuatu Tuan?" tanya Yoana dengan gugup, bayangan dirinya dibopong Alexander membuat Yoana semakin salah tingkah.
"Tidak ada, jam istirahat sudah lewat, kita melewatkan makan siang, Ayo kita pergi makan siang, baru setelah itu pulang!" sahut Alexander.
Alexander bangkit dari sofa, lalu meraih topengnya, dan kemudian memakainya.
Astaga! sudah lewat jam makan siang? bisik hati Yoana tidak percaya, ternyata dia lama juga tertidur.
Dan karena Yoana belum bangun, Alexander jadi ikut tidur juga menunggu Yoana bangun.
Mereka kemudian keluar dari dalam kamar, dan sekarang Yoana akhirnya tahu posisi kamar di sebelah mana.
Ternyata disamping lemari agak menjorok kedalam ke sudut ruangan kantor, jadi Yoana tidak begitu memperhatikan tadi.
Yoana teringat dengan botol air mineral yang tadi dia simpan, lalu memberikannya pada Nick untuk memeriksa sidik jari siapa saja yang telah memegang botol tersebut.
"Kenapa Nona ingin memeriksa sidik jari di botol ini?" tanya Nick heran.
Alexander juga heran, tapi dia tidak bertanya, hanya menatap Yoana dengan lekat.
Aduh, gawat! aku tidak boleh memberitahukan yang sebenarnya, nanti mereka jadi mencurigai ku, bisik hati Yoana.
"I..itu, saya sebagai pembantu Tuan Alexander untuk berjaga-jaga saja..bukankah anda mengatakan kalau seseorang pernah menaruh kamera tersembunyi dikamar Tuan Alexander, jadi saya harus waspada setiap orang lain memberikan apa pun pada Tuan Alexander!" kata Yoana menjelaskan.
Alexander dan Nick tampak berpikir merenungkan apa yang dikatakan Yoana tersebut, dan sepertinya mereka setuju dengan apa yang dikatakan Yoana.
"Ya, kau benar..periksa saja Nick!" sahut Alexander menyetujui apa yang dikatakan Yoana.
Yoana merasa lega, diam-diam dia menghela nafas.
Nick menerima botol air mineral yang diberikan Yoana itu.
"Baiklah!" ucapnya.
"Terimakasih Nick!"
"Sama-sama!"
Mereka bertiga memasuki lift khusus. Dan tidak butuh satu menit, mereka telah sampai di basement.
Nick bergegas menuju mobil Alexander terparkir, dan Nick membuka pintu mobil untuk Alexander dan Yoana.
Alexander berdiri disamping pintu mobil yang dibuka Nick, membiarkan Yoana untuk masuk terlebih dahulu.
"Terimakasih Tuan!" ucap Yoana, lalu masuk kedalam mobil.
Setelah Yoana masuk, baru setelah itu Alexander masuk. Mereka pun meninggalkan parkiran basement.
Nick membawa Alexander dan Yoana ke restoran yang telah di reservasi Nick sebelumnya.
Alexander biasanya tidak suka makan diluar, karena Yoana, terpaksa rasa tidak nyaman yang dirasakan Alexander untuk berinteraksi dengan orang lain disingkirkan nya.
Manajer restoran membawa mereka kedalam ruang VIP yang telah dipesan Nick.
"Silahkan Tuan dan Nyonya!" Manajer restoran membuka pintu ruang VIP.
Alexander dan Yoana masuk kedalam, dan memesan menu makan siang yang tidak begitu berat.
Selama makan mereka diam satu sama lain, masing-masing hanya menikmati makan siang mereka.
Yoana melirik Alexander mengambil pangsit, dia merasa momen ini seperti dejavu.
Dan, dia pun ingat plot dalam cerita aslinya, itu pangsit isinya daging kepiting.
Alexander alergi dengan daging kepiting, bekas lukanya tidak bisa memungkinkan dia memakan daging kepiting, itu akan membuat bekas lukanya akan infeksi dan mendapat ruam gatal-gatal yang sangat parah.
"Tuan..!" panggil Yoana tersentak dari lamunannya, mulut Alexander sudah terbuka memasukkan pangsit kedalam mulutnya.
"Jangan!" teriak Yoana sembari reflek bangkit dari duduknya, dengan cepat tangannya meraih pangsit dari dalam mulut Alexander.
Tanpa disadarinya, pangsit itu dengan cepat dimasukkan Yoana kedalam mulutnya, dan memakan pangsit tersebut.
Lalu memindahkan piring pangsit yang ada didepan Alexander kedepannya.
Alexander membeku di tempatnya melihat tindakan Yoana barusan, merasakan jemari Yoana masuk kedalam mulutnya.
Dan memakan pangsit yang telah tersentuh lidahnya, wajah Alexander lagi-lagi merona dibuat Yoana, dia merasa kalau mereka telah berciuman secara tidak langsung.
"Ini isiannya daging kepiting, anda tidak boleh memakan daging kepiting, luka anda bisa terinfeksi dan mengalami gatal-gatal yang parah!" kata Yoana menjelaskan.
Yoana memandang Alexander yang diam ditempatnya, menatapnya tidak berkedip.
Mereka saling menatap beberapa detik, barulah Yoana tersadar dengan apa tadi yang dilakukannya, dan wajahnya pun jadi ikutan merona.
"I..itu, maaf Tuan, saya sungguh lancang mengambil pangsit dari mulut anda, saya terkejut jadi tidak sadar melakukannya, maaf!" sahut Yoana menunduk.
Alexander masih diam, dia masih tertegun ditempatnya, dia sudah beberapa kali diselamatkan oleh Yoana.
Benak Alexander jadi memiliki banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan pada Yoana, seakan sosok Yoana ada yang mengirimkan untuk melindungi dirinya.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘okkkk
2024-10-11
0
Susila Ratih
aaahhhhh dari semua novel yg gue maca baru x ini gue nemu FL makan pangsit di ambil dari mulut ML😍🤩🤩 jadi meleyoottt akuu
2024-01-28
0