Yoana memandang Alexander dengan tatapan penuh perhatian, tapi yang ditatap sepertinya tidak begitu nyaman dipandang Yoana begitu lekat.
Yoana melihat wajah Alexander sedikit memerah karena ditatapnya begitu lekat.
"Apakah anda bisa melakukan pekerjaan, apa yang ditulis didalam berkas daftar pencari calon pembantu pribadi yang telah anda terima?" tanya Alexander sambil membuang mukanya kesamping.
Berkas?
Oh iya! Dalam plot cerita novel yang dibacanya, ada satu lembar kertas putih berisi beberapa tugas yang akan ia kerjakan.
Yoana membuka tas kecilnya, dan benar saja, dia melihat ada satu lembar kertas putih didalam tasnya.
Yoana membuka kertas tersebut, dan melihat ada beberapa persyaratan dan tugas yang harus dipenuhinya kalau menjadi sebagai pembantu pribadi Alexander.
Dan, di bagian akhir berkas tersebut terlampir angka nominal gaji yang akan dia terima, jika menyanggupi beberapa tugas yang harus dia jalankan sebagai pembantu pribadi Alexander.
Gaji yang sangat tinggi!
Tapi, Yoana tidak tertarik dengan gaji yang diberikan Alexander, dia hanya tertarik untuk membantu Alexander selamat dari bahaya yang mengancamnya.
"Ya, saya sanggup Tuan!" angguk Yoana dengan penuh keyakinan, dia duduk tegak menjawab dengan percaya diri.
Dia akan membuat Alexander mempercayainya, dan mau mendengarkan apa yang akan dikatakannya nanti setelah jadi pembantu pribadi Alexander.
Yoana berharap Alexander tidak bertemu dulu dengan Lili si pemeran utama wanita.
Karena pesona Lili bisa membuat Alexander jatuh cinta pada wanita itu dalam pandangan pertama.
"Bagus, mulai hari ini anda bisa tinggal dan mulai menjalankan tugas anda di mulai dari sekarang!" kata Alexander.
Dia terlihat tidak begitu fokus memandang ke arah Yoana, matanya selalu menghindari tatapan mata Yoana.
Sepertinya kesayanganku begitu risih dengan tatapan mataku, bisik hati Yoana memandang Alexander, yang sesekali membuang muka kesamping menghindari bentrok mata dengan Yoana.
Suara ketukan terdengar di pintu, dan kemudian pintu terbuka.
Dari luar pintu muncul wajah seorang wanita separuh baya dengan pakaian stelan koki, dan dibelakangnya diikuti seorang wanita cantik.
Mata Yoana terbelalak kaget, itu pemeran wanita utama.
Kenapa dia datang ke sini? pikir Yoana merasa khawatir.
"Tuan, saya sudah menemukan asisten saya di dapur..saya menerima Nona Lili menjadi Asisten saya!" sahut wanita paruh baya tersebut.
Wanita itu mempersilahkan pemeran utama wanita untuk maju agar dilihat oleh Alexander, dan sekalian memperkenalkan dirinya.
"Selamat siang Tuan, saya Lili yang akan membantu Bibi koki di dapur!" sahut Lili memperkenalkan dirinya kepada Alexander, lalu membungkukkan sedikit tubuhnya dengan sopan.
Yoana melihat Alexander memandang Lili tidak berkedip, tatapan itu seperti menilai sosok Lili.
Oh, tidak! jangan tatap dia! jangan pandang dia! bisik hati Yoana ditempatnya begitu gelisah melihat adegan itu, perasaannya tidak tenang melihat pertemuan dua pemeran utama dalam cerita novel aslinya.
Yoana menatap Lili tidak senang, perasaannya semakin gelisah memandang Lili yang memang begitu cantik, dan bentuk tubuhnya yang anggun seperti seorang wanita berkelas.
Lili mengangkat sedikit wajahnya untuk memandang ke arah Alexander, yang tengah memandangnya juga.
Senyuman manis Lili tersungging dibibir Lili membalas tatapan Alexander yang tengah menilai dirinya.
Jantung Yoana langsung mau copot melihat Lili tersenyum manis kepada Alexander, wajahnya pucat pasi.
Senyuman itu yang membuat Alexander terpikat kepada Lili, dan sekarang setelah Yoana merasa keadaan berbalik, pemeran utama wanita merusak semua rencana yang sudah ada di kepalanya.
Sekarang Alexander sudah terpikat kepada pemeran utama wanita.
Dia ingat dalam plot ceritanya, wajah Alexander berbinar melihat senyuman manis Lili.
Yoana memandang ke arah Alexander untuk memastikan dugaannya, memandang wajah Alexander apakah sudah terpikat dengan pesona senyuman manis Lili.
Tampak wajah Alexander biasa saja, tapi kemudian terlihat tidak senang.
Yoana mengedipkan matanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Alexander sepertinya tidak senang dengan senyuman Lili.
Apa yang terjadi? bukankah dalam plot cerita novel aslinya Alexander terlihat begitu terpesona dengan senyuman Lili?
Tapi, ini tidak sesuai dengan alur cerita novel aslinya.
Yoana membeku di tempatnya merasa seperti bermimpi, dia memandang Alexander tidak berkedip.
Bagus! bisik hati Yoana tersenyum senang didalam hati.
"Bekerjalah menjadi asisten yang handal untuk membantu Bibi Hilda, jangan kecewakan dia!" kata Jacob dingin.
"Baik Tuan!" angguk Lili, dia terlihat begitu kecewa dengan respon Alexander yang dingin.
"Silahkan Nona..!" Bibi Hilda membuka pintu untuk mempersilahkan Lili keluar terlebih dahulu.
Mereka pun keluar dari ruang kerja Alexander, dan menutup pintu dengan pelan.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
2023-10-21
0