Yoana tidak bisa tidur memikirkan tentang Jack kekasih Lili, ternyata sudah lama bekerja dengan Alexander, dan kini Yoana tahu kenapa Lili bisa bekerja di Mansion Alexander.
Lili rekomendasi dari Jack untuk bekerja di Mansion Alexander, mereka ternyata telah mengatur skenario untuk melenyapkan Alexander.
Yoana ingat dalam plot cerita novel yang dia baca, Jack pemeran pembantu yang muncul saat Alexander dan Lili mulai menjalin rasa saling menyukai.
Tapi, sekarang plotnya berubah, dari awal ternyata Jack sudah masuk dalam alur cerita.
Untung minuman tadi terjatuh, dan Alexander tidak jadi meminumnya.
Yoana menyeduh ulang kembali obat untuk Alexander, dan telah diminum Alexander.
Besok pagi dia akan tanyakan pada Alexander, apakah tubuh Alexander terasa ringan setelah meminum obat yang dia buat.
Yoana mencoba lagi untuk memejamkan matanya, dan perlahan dia pun mulai tertidur.
Tengah malam Yoana terjaga dari tidurnya, tenggorokannya terasa sangat kering.
Yoana perlahan bangkit dari tidurnya, menyingkirkan selimut dari tubuhnya, dan perlahan turun dari tempat tidur.
Kakinya mencari sandal, setelah kakinya memakai sandal, Yoana setengah mengantuk berjalan ke pintu kamar.
Dia akan pergi ke dapur untuk mengambil air minum.
Yoana membuka pintu kamarnya, matanya langsung melihat pintu kamar Alexander yang tidak jauh berhadapan dengan kamarnya.
Tapi, dia melihat ada seseorang didepan pintu kamar Alexander, dan terlihat berupaya untuk masuk kedalam.
Mata Yoana langsung terbuka dengan jelas, melihat seseorang tersebut didepan pintu kamar Alexander.
"Anda siapa, apa yang sedang anda lakukan?" tanya Yoana dengan suara keras seraya berjalan kearah orang itu.
Spontan orang tersebut terkejut, dan berbalik memandang kearah Yoana.
Lili?
Mata Yoana terbelalak tidak percaya melihat orang itu ternyata Lili, si pemeran utama wanita.
"Apa yang anda lakukan?" tanya Yoana dengan nada tajam.
"Sa..saya ingin memberikan obat Tuan Alexander, tadi pembantu pengganti Tuan Alexander berpesan untuk memberikan obatnya..dia lupa memberikan pada Tuan!" kata Lili dengan gugup.
"Apakah anda tidak tahu ini sudah jam berapa? apakah ada seorang pelayan wanita masuk kedalam kamar Tuannya untuk memberikan obat tengah malam begini?" tanya Yoana dengan tajam.
"Ini obatnya harus diberikan, Tuan Alexander lupa untuk meminumnya!" kata Lili, seraya menunjukkan satu gelas obat diatas nampan.
"Tuan Alexander sudah minum obat sebelum tidur tadi, aku yang telah memberikannya, anda hanya asisten koki, sudah lancang mengambil tugasku sebagai pembantu pribadi Tuan Alexander, semua urusan yang berkaitan dengan Tuan Alexander, aku yang mengurus, dan hanya aku yang berhak masuk kedalam kamar Tuan Alexander!" kata Yoana dengan tajam.
"Tapi Nona..ini obatnya!"
"Bawa kembali, Tuan Alexander mulai malam ini dan seterusnya, hanya minum obat yang ku seduh saja, anda tidak ada hak ikut campur, tugas anda hanya di dapur!" kata Yoana lagi dengan tajam.
Mata Yoana tajam memandang Lili, gadis itu melipat tangannya ke dadanya, menunggu Lili berlalu dari depan pintu kamar Alexander.
Lama Lili tidak bergerak, dia terlihat tidak senang dengan apa yang dikatakan oleh Yoana.
Tapi, peraturan Mansion harus dituruti, dia tidak boleh membantah apa yang seharusnya bukan bagian tugasnya.
Kalau tidak, dia akan dipecat.
Dengan perlahan Lili memutar badannya, lalu pergi dari sana.
Sial! kenapa dia bisa bangun tengah malam begini! pikir Lili begitu kesal, rencananya gagal.
Setelah Lili pergi, perlahan Yoana mendekati pintu kamar Alexander.
Tangan Yoana menekan gagang pintu kamar Alexander yang memiliki alat sensor.
Tadi siang Nick sudah menambahkan sidik jari jempol Yoana pada alat sensor kamar Alexander, jadi hanya tiga orang saja yang bisa keluar masuk ke dalam kamar Alexander.
Alexander, Nick dan Yoana.
Dengan suara lembut alat sensor mendeteksi jempol Yoana, dan pintu kamar Alexander terbuka dengan pelan.
Yoana menutup kembali pintu kamar dengan pelan, dan kemudian berjalan menuju tempat tidur Alexander.
Setelah dekat, Yoana melihat tempat tidur kosong, Alexander tidak ada ditempat tidur.
Wajah Yoana langsung berubah melihat Alexander tidak ada ditempat tidur, dengan cepat mata Yoana langsung melihat ke seluruh kamar.
"Tuan..!" panggil Yoana, dia terlihat panik.
Yoana dengan langkah cepat berjalan untuk memeriksa kamar mandi, tangannya meraih gagang pintu kamar mandi.
Tapi, belum sempat dia tarik, kamar mandi dibuka seseorang dari dalam kamar mandi.
Tampaklah Alexander muncul dari dalam kamar mandi, sontak membuat Yoana terdiam ditempatnya.
Mereka berdua sesaat saling menatap satu sama lain, tapi kemudian Yoana mengedipkan matanya.
"Anda tidak ada ditempat tidur, jadi saya khawatir terjadi sesuatu pada anda!" kata Yoana merasa canggung.
"Ada apa mencari ku?" tanya Alexander masih berdiri di tempatnya.
"Ta..tadi ada seseorang ingin masuk ke kamar anda, jadi saya masuk ingin memastikan keadaan anda Tuan!"
"Tidak usah khawatir, siapapun tidak bisa masuk kedalam, karena pintu memiliki alat sensor!" kata Alexander dengan tenang.
"Oh..syukurlah!" kata Yoana lega.
Yoana kemudian menghela nafas dengan lega, lalu berbalik dari depan pintu kamar mandi.
"Kenapa kau bisa bangun tengah malam begini?" tanya Alexander, menutup kembali pintu kamar mandi dibelakangnya.
"Saya merasa haus dan ingin pergi ke dapur, saya melihat seseorang didepan pintu kamar anda ingin masuk kedalam kamar anda!" kata Yoana menjelaskan.
"Sungguh lancang!" kata Alexander tajam, dia merasa Pelayan Mansion nya sudah mulai berani tidak punya rasa sopan pada Majikannya.
Besok dia akan membuat pengaturan baru pada para Pelayannya, supaya punya batasan aturan yang tidak boleh dilakukan.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Susila Ratih
aahh sukaa bangett ama ni cerita, ini udah ke 2 aku baca cerita dari outhor pokoknya ngak pernah mengecewakan
2024-01-28
0
Dewi Sri
hadir... cerita yg bagus, aku suka👍🏻💪
2024-01-27
0