Setelah lelaki mabuk itu di amankan, barulah Alexander dan Yoana turun dari mobil.
Yoana tanpa sadar memegang tangan Alexander saat akan masuk kedalam gedung kantor pencakar langit itu.
Yoana merasa Alexander tidak aman, dia mengingat plot yang telah dibacanya, Alexander tidak nyaman dipandang sebagian wanita dengan tatapan tidak suka karena memakai topeng.
Walau memang ada yang merasa terpesona dengan wajah tampannya yang tidak tertutup topeng.
Tapi, itu tetap membuat Alexander tidak nyaman.
Yoana merangkul tangan Alexander memasuki lift khusus, memastikan Alexander merasa tidak diabaikan.
Yoana tidak menyadari perubahan di wajah Alexander yang memerah, karena tindakannya yang tidak sungkan dekat dengan dirinya.
Alexander yang tidak pernah mendapat perhatian dengan seorang wanita, merasa jadi serba salah dengan perhatian Yoana.
Lift naik menuju lantai tiga puluh, dan tidak berapa lama lift sampai dalam sekejap dilantai tiga puluh.
Ting!
Pintu lift terbuka, Alexander, Nick dan Yoana keluar dari dalam lift.
"Pagi Tuan!" beberapa karyawan Alexander menyapa Alexander dengan sopan, membungkukkan tubuh mereka sedikit pada Alexander.
Beberapa karyawan wanita melirik ke arah Yoana dengan tatapan menyelidiki, tatapan mereka terlihat tidak suka melihat Yoana.
Yoana tahu, ada beberapa wanita di kantor Alexander diam-diam menyukai Alexander.
Ada yang motifnya tersembunyi, sementara yang lainnya tidak begitu jelas diceritakan dalam plot aslinya.
Tapi, semua hanya ingin mengubah status mereka dari orang biasa menjadi status terhormat kalau menjadi kekasih Alexander.
Jadi, mereka bukan kandidat yang cocok menjadi pasangan Alexander, mereka hampir sama punya niat tertentu seperti Lili.
Yoana melihat seorang wanita cantik duduk dibelakang sebuah meja, tidak jauh dari ruang kantor Alexander.
Itu Sekretaris Alexander, dia memang seorang Sekretaris yang sedikit genit, tapi dalam plot yang sudah dibaca Yoana, dia Sekretaris yang tidak ada niat untuk menggoda Alexander.
Namanya Diana, dia menyukai seorang Direktur teman Alexander.
Diana buru-buru bangkit dari duduknya begitu melihat Alexander, dengan sopan Diana membungkukkan tubuhnya begitu Alexander mendekat menuju ruang kantornya.
"Pagi Tuan!" sapanya dengan ramah.
Alexander tidak menjawab sapaan Diana, dia membuka pintu kantornya, dan masuk kedalam disusul Nick, dan terakhir Yoana.
Diana sekilas melirik Yoana, dan Yoana juga melirik Diana, sudut bibir Yoana menyunggingkan senyuman pada Diana.
Wajah Diana tampak kaget melihat Yoana tersenyum padanya, dan membuat Diana jadi salah tingkah mendapat senyuman dari seorang wanita yang tidak dikenalnya.
"Si..siapa dia?" gumam Diana pada dirinya sendiri menatap punggung Yoana yang masuk kedalam ruang kantor Alexander.
Didalam kantor Alexander, Yoana mengedarkan pandangannya pada seluruh ruang kantor Alexander.
Ruangan itu sangat luas, tapi kurang rapi.
Jangan-jangan Alexander tidak mengizinkan siapapun yang membersihkan ruang kantornya? pikir Yoana.
Yoana ingat dalam plot cerita aslinya, Alexander tidak diceritakan mengenai sikapnya yang tidak memperbolehkan siapapun masuk kedalam ruangannya.
Nick seperti membaca tatapan mata Yoana melihat situasi ruang kantor Alexander yang tidak rapi.
"Tuan Alexander tidak mengijinkan siapapun berlama-lama diruang kantornya, dia hanya memperbolehkan Sekretarisnya masuk untuk mengantar berkas dan menandatangani berkas yang perlu ditandatangani nya saja!" kata Nick menjelaskan.
Sama seperti di Mansion nya, kamarnya tidak boleh ada yang masuk, pikir Yoana.
"Seseorang pernah memasang kamera tersembunyi dikamar Tuan Alexander, dari semenjak itu dia tidak mengijinkan siapapun masuk ke ruang pribadinya!" kata Nick lagi menjelaskan pada Yoana.
"Oh..!" kini Yoana tahu kenapa ruang kantor Alexander dan kamarnya tidak rapi.
Sebagai pembantu pribadi Alexander, tanpa perlu bertanya lagi, Yoana mulai membersihkan ruang kantor Alexander yang berantakan.
Merapikan, mengelap, menyusun buku-buku di rak buku, dan menyedot debu dilantai dan di setiap sudut ruangan.
Sementara Alexander diam di kursinya merasa tidak terganggu dengan apa yang dilakukan Yoana, dia fokus memeriksa email yang masuk kedalam komputer nya.
Sementara Nick setelah selesai menjelaskan pada Yoana, langsung keluar ruangan untuk menyelesaikan apa yang diperintahkan Alexander.
Melihat Alexander begitu fokus memeriksa pekerjaannya, Yoana akan membuat kopi untuk Alexander.
Yoana tidak begitu sulit untuk mencari pantry, karena sewaktu mereka tadi keluar dari lift dan menuju ruang kantor Alexander, dia telah melihat pantry tidak begitu jauh dari ruang kantor Alexander.
Yoana menyeduh kopi buatan tangan, melihat alat pembuat kopi di pantry lengkap dan ada juga biji kopi.
Yoana mengeluarkan keahliannya sebagai Barista pembuat kopi yang handal di dunia nyata.
Yoana punya keahlian pembuat kopi terbaik dari Ayahnya yang seorang Barista di cafe mereka di dunia nyata.
Cafe mereka selalu ramai, karena kopi buatan Ayahnya sangat enak dan wangi.
Yoana membawa kopi hasil buatannya ke ruang kantor Alexander, dan meletakkan kopi yang masih panas itu ke atas meja kerja Alexander.
Alexander menghentikan jemarinya yang tengah bekerja didepan komputernya, wajahnya menoleh kearah kopi yang diletakkan Yoana diatas meja.
Aroma kopi begitu menggodanya, tangannya meraih gagang cangkir kopi, dan membawa cangkir kopi ke bibirnya.
Yoana terkejut melihat Alexander tanpa meniup terlebih dahulu kopi tersebut, sudah langsung hendak mencicipinya.
"Tuan, jangan!!" teriak Yoana dengan cepat berlari kesamping Alexander, dan menahan tangan Alexander yang sedikit lagi akan menyentuh bibir cangkir kopi.
"Ini masih panas, anda harus meniupnya terlebih dahulu baru bisa diminum!" kata Yoana, lalu meraih cangkir kopi dari tangan Alexander.
Yoana perlahan meniup kopi tersebut, dan setelah merasa kopi tidak begitu terlalu panas, barulah Yoana memberikan cangkir kopi tersebut pada Alexander.
"Sudah Tuan, silahkan diminum!"
Wajah Alexander tiga kali sudah merona di buat oleh Yoana pagi ini, dan ini membuat Alexander jadi merasa salah tingkah.
Dadanya berdebar-debar, belum pernah seorang wanita yang begitu perhatian berlebihan begini padanya.
Alexander menerima cangkir kopi tersebut, dan tanpa sengaja membuat jemari mereka bersentuhan saat menerima cangkir yang diberikan Yoana.
Dan, itu membuat Alexander semakin merona, dan berdebar semakin kencang.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
N Wage
thor itu luka di wajah kan bisa operasi plastik.kan jd aneh hari gini pake topeng di luar rumah.
2023-12-05
0
amanda
kaya kita rawat anak kecil masih polos ya thor😄
2023-09-28
0
Aten
aku yg merona thor.
2023-07-08
1