Yoana tidak menyangka kalau dia tidak boleh menyebutkan nama novel yang seharusnya, tidak boleh diketahui oleh Alexander.
Lain kali dia tidak akan sembarangan bicara lagi, bisa berakibat fatal bagi dirinya.
Mungkin suatu sistem telah mengaturnya untuk bisa masuk kedalam novel yang selalu dibacanya.
"Ada apa denganmu?" tanya Alexander dengan wajah yang masih panik.
"Maaf Tuan, saya tiba-tiba tersedak, mungkin mau batuk, tapi tertahan di tenggorokan!" kata Yoana menjelaskan, dia harus berbohong agar tidak terkena masalah lagi.
"Syukurlah kalau tidak ada apa-apa, aku kaget melihat wajahmu sampai memerah tidak bisa bernafas!"
"Maaf sudah membuat Tuan khawatir" kata Yoana merasa bersalah.
"Sudah malam, mari istirahat, aku merasa tidak enak badan, kau juga perlu istirahat, besok pagi kita akan pergi ke kantor!" Alexander perlahan membungkuk memungut buku novel yang tadi terjatuh dari tangan Yoana.
"Anda sakit? kenapa anda tidak mengatakan pada saya kalau anda sakit Tuan?" tanya Yoana khawatir.
"Hanya merasa lelah saja!" kata Alexander, meletakkan kembali buku novel yang dia pegang ke rak buku.
"Saya akan memasak obat untuk anda Tuan, anda istirahatlah, setelah selesai memasak obat, aku akan antar untuk anda minum agar tubuh anda besok pagi terasa ringan!" ujar Yoana bergegas menuju pintu.
Saat Yoana akan membuka pintu, tiba-tiba pintu terbuka, seseorang membuka pintu.
Tampak seorang pria masuk membawa secangkir sesuatu diatas nampan kecil, dan itu membuat Yoana merasa heran dengan pria tersebut.
Pria itu tidak mengetuk pintu, langsung masuk saja, dan tentu Yoana merasa pria itu tidak punya etika sopan santun.
"Anda mencari siapa?" tanya Yoana mengerutkan keningnya curiga.
"Saya membawa obat Tuan Alexander Nona!" kata pria tersebut berjalan masuk.
"Tunggu!" sahut Yoana.
Pria itu berhenti, dia memutar tubuhnya memandang Yoana tidak senang.
"Tugas saya memberikan obat pada Tuan Alexander saat menjelang malam sebelum istirahat Nona!" kata pria itu dengan sedikit tekanan nada yang tajam.
"Saya sekarang adalah pembantu pribadi Tuan Alexander, jadi tugas saya mulai hari ini yang akan memberikan obat pada Tuan Alexander, anda tidak perlu repot lagi untuk membawa obat Tuan Alexander setiap malam!" kata Yoana dengan tekanan yang tajam juga.
"Tuan..!" sahut pria itu pada Alexander, sepertinya meminta penjelasan pada Alexander.
"Yoana mulai hari ini yang bertanggung jawab atas semua kebutuhanku, mulai malam ini jangan lagi membawa obat untukku, Yoana yang akan mengurusnya untukku!" kata Alexander datar.
"Ba..baik Tuan kalau anda sudah menyerahkan tugas saya kepada pembantu pribadi anda!" kata pria itu dengan nada yang kecewa, dan kemudian menyerahkan obat yang dia bawa kepada Yoana.
Kemudian keluar dari ruang baca Alexander.
Yoana memandang gelas berisi obat, yang diberikan oleh pria yang Yoana tidak tahu namanya.
"Apakah setiap malam anda harus selalu minum obat yang diseduh pria itu Tuan?" tanya Yoana.
"Ya..suatu hari aku merasa tidak enak badan, Jack mengatakan bisa membuat obat untuk membantu meringankan gejala tidak enak badan, dan dia akhirnya berinisiatif untuk untuk sering menyeduh obat itu untukku saat akan tidur pada malam hari!" kata Alexander menjelaskan.
Pranggg!
Tiba-tiba nampan yang dipegang Yoana terjatuh ke lantai, gelas pecah dan berhamburan di lantai.
Yoana sangat terkejut mendengar nama pria itu disebutkan Alexander, tangannya langsung lemas memegang nampan yang dia pegang.
Jack! dia ingat nama itu adalah kekasih gelap Lili, yang selalu diam-diam selalu bertemu dengan Lili saat malam hari dimana Alexander sudah tidur.
Ternyata sebelum Lili masuk kedalam Mansion, Jack sudah memulai aksinya untuk membuat fisik Alexander melemah.
Astaga! sudah berapa banyak racun itu mulai menggerogoti tubuh Alexander, pantas saja Alexander terlihat begitu lemah.
"Yoana..!!" Alexander terkejut melihat gelas yang jatuh ke lantai.
"Ma..maaf Tuan, tangan saya tidak sengaja menyentuh gelasnya, ternyata panas!" sahut Yoana gugup, lalu dia berjongkok untuk memunguti pecahan gelas yang berserakan dilantai.
"Berhenti!!" teriak Alexander, dengan langkah cepat meraih tubuh Yoana yang akan berjongkok.
Alexander menarik Yoana untuk berdiri.
"Jangan sentuh, biarkan Pelayan yang membersihkannya!" kata Alexander memegang tangan Yoana.
"Oh..eh, iya, baik Tuan!" ucap Yoana masih merasa tidak percaya dengan nama yang disebut Alexander tadi.
Ternyata kekasih Lili sudah lama bekerja di Mansion Alexander.
Bersambung.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
N Wage
cerita yg unik
2023-12-05
0