Yoana bernafas lega setelah dia memberi penjelasan, Alexander tidak menanyakan lagi tentang dirinya yang mengetahui beberapa hal yang tidak disangka Alexander.
Nick, baru saja pergi menurut Yoana, tapi tidak disangka, tidak lama kemudian Nick muncul lagi masuk ke ruang baca Alexander.
"Nona, saya sudah mendapatkan sidik jari Jack, dan benar sekali apa yang anda curigai, sidik jari yang tidak diketahui milik siapa, ternyata itu milik Jack!" Nick memberikan berkas yang dia pegang pada Yoana
Alexander semakin yakin kalau Yoana bukanlah seseorang yang kebetulan datang melamar kerja sebagai pembantunya.
Yoana sepertinya diutus seseorang untuk menolongnya, atau hanya suatu kebetulan saja.
Alexander diam-diam melirik Yoana, tidak tahu entah kenapa semenjak Yoana pertama kali bertemu dan menolongnya, ada sesuatu hal yang berdesir di hati Alexander.
Alexander melihat dan menilai diri Yoana adalah seorang gadis yang istimewa, itu membuat Alexander diam-diam menyimpan sesuatu, yang dia tidak tahu apa itu.
Yang membuat dadanya berdebar-debar, dan ingin Yoana selalu ada disampingnya.
Ternyata benar! pikir Yoana setelah melihat sidik jari yang ada di botol air mineral cocok dengan sidik jari Jack.
Berarti mereka melakukannya di Mansion dan juga di kantor.
"Di dalam botol air mineral ada tertinggal sisa air mineral, apakah anda bisa untuk menyelidiki apa yang ada didalam kandungan air mineral itu?" tanya Yoana pada Nick.
"Kandungan? maksud Nona?"
"Mana tahu ada sesuatu yang mereka masukkan kedalam minuman yang akan diminum Tuan Alexander, jadi kita perlu memeriksanya!" kata Yoana tanpa ragu-ragu.
Alexander dan Nick saling pandang, mereka tidak menduga kalau Yoana bisa berpikiran sampai sejauh itu.
Alexander mengangguk pada Nick untuk melakukan apa yang dikatakan oleh Yoana.
"Baik Nona, besok hasilnya akan kita ketahui, aku akan pergi membawa sisa air mineral tersebut, permisi!" setelah membungkukkan tubuhnya sedikit dengan sopan, Nick kemudian meninggalkan ruang baca Alexander.
Alexander dan Yoana saling diam setelah ditinggalkan Nick. Alexander kembali ke sofa, lalu meraih buku yang tadi dia baca.
Yoana juga mengambil buku yang tadi dia ambil, dan membawanya ke sofa didepan Alexander.
Alexander diam-diam melirik Yoana, melihat gadis muda itu terlihat tenang meletakkan bokongnya duduk di sofa.
Baru saja Yoana akan membuka buku yang dipegangnya, terdengar pintu diketuk seseorang.
Lalu pintu pun dibuka, muncullah wajah Jack dari balik pintu, ditangannya memegang sebuah wadah.
Alexander dan Yoana sama-sama tertegun melihat Jack datang ke ruang baca Alexander, baru saja dia dicurigai, orangnya sudah muncul.
"Ada apa?" tanya Alexander dengan nada datar memandang Jack, dia merasa tidak senang waktu kebersamaannya dengan Yoana diganggu.
"Tuan, ini..ada yang mengirim barang untuk Nona Yoana!" sahut Jack menunjukkan wadah yang dipegangnya.
"Apa itu?" tanya Alexander masih dengan nada datar, dia sepertinya tidak senang ada seseorang yang memberikan barang pada Yoana.
"Tidak tahu Tuan!" jawab Jack masih berdiri ditempatnya.
Yoana bangkit berdiri, dia curiga pada Jack, dia tidak punya siapa-siapa setelah masuk kedalam cerita novel yang selalu dibacanya.
Yoana yakin, sepertinya Jack sudah mulai mencurigainya, dan ingin memberi peringatan padanya.
Jack masih memegang wadah dan berdiri tidak bergerak ditempatnya, sepertinya dia menunggu Yoana untuk datang menghampirinya.
Yoana semakin curiga, di pandangnya Jack mengamati gerak-gerik tubuhnya yang sedikit mencurigakan.
"Letakkan saja wadahnya dimeja!" sahut Yoana tidak bergerak ditempatnya berdiri.
Dan benar saja, Yoana melihat sepintas raut wajah Jack yang terkejut karena dia menyuruh meletakkan wadah itu diatas meja.
Jack bimbang sebentar, tapi kemudian dengan langkah setengah terpaksa Jack berjalan menuju meja.
Tapi tiba-tiba kakinya tersandung saat akan mendekati meja, tubuhnya oleng ke depan dan membuat wadah yang dia pegang goyang.
Dan itu membuat tutup wadah terbuka dan isinya tertumpah ke meja kaca sofa, dan ternyata isi wadah itu adalah air.
Dan itu membuat Alexander terkejut melihat air tersebut tidak membasahi kaca, reflek Alexander bangkit dari duduknya.
"Brengsek!" Alexander melempar Jack dengan meja kecil yang ada disamping sofa.
Jack spontan melemparkan wadah tersebut ke arah Yoana, dan itu membuat Yoana reflek mundur dengan cepat kebelakang.
Dan bersamaan itu pintu ruang baca terbuka, tiga pengawal Alexander dengan tergesa-gesa masuk kedalam, dan langsung menarik tangan Jack kebelakang punggungnya.
Kejadian itu dalam sekejap saja dilakukan Jack, dan dalam sekejap dia diringkus oleh Alexander.
Meja yang dilemparkan Alexander tadi mengenai tubuh Jack, dan itu membuat Jack sedikit limbung karena kesakitan saat ditangannya ditarik pengawal Alexander kebelakang tubuhnya.
"Bawa dia ke ruang bawah, tanyakan padanya kenapa dia ingin mencelakai Yoana, kalau tidak mengaku juga, siksa dia sampai mengaku!" sahut Alexander pada ketiga pengawalnya.
"Baik Tuan!"
Jack dengan paksa ditarik dari ruang baca Alexander.
Alexander mendekati Yoana, dengan wajah yang khawatir dia memeriksa tubuh Yoana.
"Apakah kau baik-baik saja? adakah yang terluka?" Alexander memegang tangan Yoana.
"Aku tidak apa-apa Tuan, aku tidak terkena sedikitpun!" jawab Yoana.
"Oh, syukurlah!" tanpa sadar Alexander memeluk Yoana dengan erat, begitu mengetahui Yoana ternyata baik-baik saja.
Yoana tertegun tubuhnya dipeluk Alexander, gadis itu membeku ditempatnya tidak percaya Alexander memeluk tubuhnya dengan erat.
Yoana diam tidak berani bergerak dalam pelukan Alexander.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments
Evi Sugianto
semangat Thor, menegangkan dan misteri oya cairan apa itu yg di bawa Jack?
2023-07-23
0